Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER (CAI) UNTUK MENGATASI MASALAH ASYNCHRONOUS DEVELOPMENT PADA ANAK USIA DINI DI TK Yuli Asari; Nor Aida; Ni Komang Ayu Ardinasari; Miftah Nur Hidayah; Celia Cinantya; Fadilatul Fitria
Jurnal Inovasi, Kreatifitas Anak Usia Dini (JIKAD) Vol 6, No 2 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jikad.v6i2.19446

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah Asynchronous development pada anak usia dini di TK, yaitu ketidakseimbangan antara kemampuan kognitif/verbal yang tinggi dengan keterbatasan sosial-emosional atau motorik anak, yang sering terjadi pada anak berbakat (gifted children). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatasi masalah Asynchronous development pada anak usia dini di TK melalui penggunaan pembelajaran berbantuan komputer (Computer assisted introduction/CAI). Metode yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek yang di analisis adalah anak usia 5-6 tahun di TK yang menunjukkan perilaku ansinkronus, berdasarkan observasi langsung dan cerita guru dikelas. Hasil penelitian mengidentifikasi dua sisi: anak A mengalami selective mutism dan isolasi sosial meskipun memiliki kemampuan bahasa Inggris di atas rata-rata, anak B memiliki kematangan verbal setara dengan orang dewasa namun tetap bisa berinteraksi dengan teman sebaya. Strategi CAI yang diusulkan meliputi penggunaan karakter virtual sebagai stimulus sosial anak, memberi pembelajaran dengan kesulitan sesuai dengan kecerdasan anak, serta pemanfaatan layar penuh untuk mengatasi hambatan motorik. Pembahasan ini menekankan fungsi CAI sebagai alat bantu adaptif, bukan pengganti guru, dengan pendampingan guru yang aktif. Kesimpulannya, CAI dapat menjadi solusi potensial untuk menjebatani antara kesenjangan perkembangan anak yang memiliki kecerdasan tinggi di TK.
Analisis Anak Kelompok B Usia 5-6 Tahun dalam Menghubungkan Lambang Bilangan dengan Jumlah Benda pada Pembelajaran Matematika di PAUD Ibnu Ardi Annita; Fatimah; Nur Azizah Rahwa Wati; Nur Halisa; Patimatuz Zahra; Cheresty Anggreani; Fadilatul Fitria
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i2.9422

Abstract

Penelitian ini membahas kemampuan anak kelompok B usia 5-6 Tahun dalam menghubungkan lambang bilangan dengan jumlah benda pada pembelajaran matematika di PAUD Ibnu Ardi. Kajian ini disusun dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung dan wawancara guru kelas untuk menggambarkan capaian anak, kesulitan yang muncul, serta faktor yang memengaruhinya. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah mampu menyebutkan urutan angka dasar, mengenali lambang bilangan 1-10, dan mencocokkan beberapa jumlah benda konkret dengan simbol angka yang sesuai, tetapi masih ada anak yang memerlukan bantuan untuk membedakan simbol yang mirip dan menghitung benda secara konsisten. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan numerasi awal tidak hanya bergantung pada hafalan, melainkan pada kualitas stimulasi, ketersediaan media konkret, dan keberlanjutan latihan di rumah. Karena itu, pembelajaran matematika di PAUD perlu dirancang lebih kontekstual bervariasi, dan dekat dengan dunia bermain anak agar penguasaan konsep bilangan berkembang lebih stabil dan bermakna.
Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Anak Melalui Kegiatan Pembiasaan Berdoa di TK Negeri 1 Brang Ene Briyantika Puji Lestari; Nidaul Hasanah; Fadilatul Fitria
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 10, No 3 (2022): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v10i3.93634

Abstract

Program stimulasi untuk mengembangkan kecerdasan spiritual pada anak  dapat dilakukan melalui program pembiasaan berdoa agar anak-anak dapat menginternalisasi suatu kegiatan melalui kegiatan spontan berupa pengawasan prilaku anak, melalui pemberian penguatan, dan penghargaan untuk memotivasi anak dalam melakukan berbagai kegiatan keagamaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kecedasan spiritual anak usia dini melalui metode pembiasaan berdoa di TK Negeri 1 Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang menggunakan model Kemmis dan Mc Tanggart. Pada penelitian ini terdapat II siklus, setiap siklus terdiri dari 4 kali pertemuan dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian tentang meningkatkan kecerdasan spiritual anak usia dini melalui metode pembiasaan bedoa, dapat disimpulkan bahwa pada  tindakan siklus I terdapat 6 anak mulai berkembang (MB). Dan pada tindakan  siklus II anak yang berkembang sangat baik (BSB) terdapat 13 anak. Sehingga hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa dengan metode pembiasaan berdoa  dikatakan berhasil untuk meningkatkan kecerdasan spiritual anak.
From Intuitive Practice to Intentional Pedagogy: Subitization in Wetland-Based Early Childhood Education Novitawati, Novitawati; Doddyansyah, Muhammad Rusvendy; Auliya, Alfiana Falan Syarri; Fitria, Fadilatul
THUFULA Vol 14, No 1 (2026): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v14i1.36255

Abstract

Subitization is an important aspect of early numeracy that enables children to recognize small quantities without counting and serves as a foundation for number sense development. Although wetland environments provide rich opportunities for contextualized numeracy learning, their potential remains underutilized in many early childhood education settings. This study investigated teachers’ understanding and implementation of subitization-related activities and explored the extent to which wetland contexts are incorporated into early numeracy learning. Using a qualitative case study design, data were collected through interviews and classroom observations involving teachers from Pembina Inti Kindergarten in Banjarmasin, Indonesia. Data were analyzed through condensation, display, and conclusion drawing. The findings reveal that teachers regularly engage children in activities that support subitization, such as dice, domino, and object-recognition games. However, they do not explicitly identify these practices as subitization. This indicates a gap between intuitive classroom practice and intentional pedagogical understanding. In addition, wetland resources and experiences are rarely integrated into numeracy activities despite their relevance to children’s local environment. The study highlights the need for professional development and curriculum support to bridge intuitive practice and intentional pedagogy in subitization learning and to promote the meaningful integration of wetland contexts into early childhood numeracy education.