Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pemanfaatan IT dalam Organisasi Pelajar NU di Banyuurip Ujungpangkah Gresik Fahmul Hikam; Esa Nur Faizah; khusnul isma; Silvinatin Al Masithoh
BAHRI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/muljeh.v1i2.535

Abstract

Advancements in information technology (IT) offer significant opportunities to enhance the efficiency and productivity of organizations, including the Nahdlatul Ulama student organization (IPNU-IPPNU) in Banyuurip Village, Ujungpangkah, Gresik. However, this organization faces challenges such as low digital literacy and minimal use of technology in its operations. This community service program aims to improve the digital competence of IPNU-IPPNU members through training on IT utilization, including Google Workspace, Canva, and social media, to support organizational administration, promotion, and communication. The methodology employed includes needs assessment, training, mentoring, and evaluation. The results indicate significant improvements in participants’ digital literacy, organizational administrative efficiency, and the quality of promotion through social media. Furthermore, participants were able to produce engaging digital content, increasing public involvement in the organization’s programs. Challenges such as limited devices and internet access were addressed through alternative solutions. This program contributes to developing NU’s youth into individuals who are not only knowledgeable in religion but also competent in information technology to face the challenges of the digital era.
Perbedaan Qiraat Warsy dan Hafsh Pada Juz 1 (Surat Al-Baqarah Ayat 1-114) Al Masithoh, Silvinatin; M. Amir Rifqy; Ahmad Farih
FIRDAUS Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : FIRDAUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu Qiraat adalah salah satu cabang dari ulumul Qur’an, yang artinya menjadi salah satu ilmu terpenting dalam pemahaman terhadap al-Qur’an. Dalam ulumul Qur’an terjadi perbedaan pemaknaan tentang sab’atu Ahruf (tujuh huruf). salah satunya adalah Qiraat Sab’ah yang sedang berkembang seperti sekarang ini. Pada awalnya tidak tidak banyak yang mengenal tentang perbedaan bacaan ini, namun sekarang bacaan Qiraat sudah lebih berkembang bahkan menjadi Qiraah arba’ah Asyra. Pada bacaab Qiraat Sab’ah terdapat tujuh imam dengan masing-masing perawi yang berbeda. Tujuh imam ini memiliki ragam bacaan yang berbeda pada tiap-tiap huruf yang dianggap sulit dalam pengucapannya. Namun untuk kita yang orang Indonesia lebih menganut pada riwayat Imam Hafs salah satu perawi dari Imam ‘Ashim. Perbedaan bacaan ini dikarenakan setiap Rawi memiliki jalur periwayatan yang berbeda, akan teteapi tetap bertemu pada sahabat Nabi atau Tabi’in. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk lebih mengenal perbedaan bacaan yang terjadi diantara para Imam Qiraat. Hal ini ditujukan agar ilmu dalam pembacaan al-Qur’an lebih mendalam dan dapat mengharagi setiap perbedaan yang terjadi. Menggunakan metode library research, mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan pembahasan kemudian dianalisis letak perbedaan bacaan pada setiap ayat dalam surat al-Baqarah. Dengan aaadaanya penelitian ini diharapkan lebih memudahkan untuk dapat membaca surat al-Baqarah dengan riwayat lain serta mengetahui letak perbedaannya.
Nilai Moral Kisah Nabi Ayub dalam Al-Quran (Studi Tafsir Tematik Wahbah Zuhaili dalam Kitab Al-Munir) Chaliqnasyinda, Risalatul; Silvinatin Al Masithoh
FIRDAUS Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : FIRDAUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan. Pertama, bagaimana penafsiran ayat-ayat terkait kisah Nabi Ayub dalam al-Qur’an menurut Wahbah Zuhaili. Kedua, bagaimana korelasi nilai moral kisah Nabi Ayub dengan konteks kekinian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik telaah dokumen, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analitis dalam penelitian kualitatif, yakni menafsirkan dalil-dalil tentang kisah Nabi Ayub kemudian dikaitkan dengan kejadian di era sekarang dan diambil nilai moralnya. Dari hasil penelitian, terdapat gambaran terkait kisah Nabi Ayyub secara keseluruhan pada ayat-ayat yang dipilih untuk dikaji dalam penelitian ini kemudian, ayat tersebut ditafsirkan oleh Wahbah Zuhaili dalam kitabnya Al-Munir yang dijelaskan secara gamblang terkait segi kehidupan Nabi Ayyub, dari masa kejayaannya hingga ketika Nabi Ayyub menerima ujian. Selanjutnya diambil nilai moral dari kisah tersebut serta hikmahnya. Kesimpulannya adalah ada 7 ayat dalam al-Qur’an yang berkenaan dengan kisah Nabi Ayyub dan terpisah dalam 3 surah yang berbeda yaitu QS. Shad [38] : 41-44, QS. Al-Anbiya’ [21] : 83-84 dan QS. Al-An’am [6] : 84. Ketujuh ayat ini memiliki keterkaitan satu sama lain, pada kisah Nabi Ayyub yang kemudian diambil nilai moral.
Teknologi Besi sebagai Pertahanan Militer dalam Al-Qur'an Al Masithoh, Silvinatin; Kurniawan, Ibnu Mas'ud
FIRDAUS Vol. 1 No. 2 (2023): Juni
Publisher : FIRDAUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia merupakan mahluk yang diberikan berbagai kesempurnaan oleh Sang Pencipta. Berbagai kesempurnaan tersebut hadir melalui berbagai potensi yang dimilikinya. Panca indera untuk mengenal dunia secara empiris, akal untuk berpikir, dan hati untuk mencapai spiritualitas. Kesemuanya lengkap dimiliki hanya pada diri manusia. Oleh karenannya, Allah menjadikan manusia sebagai satu-satunya mahluk yang mendapat gelar khalifatullah fil ard yang bertugas untuk memakmurkan semesta beserta isinya. Kata Kunci: Teknologi Besi, Pertahanan Militer, Al-Qur’an
Kajian Tafsir Tematik Karakteristik Ibu dalam Al-Qur'an Rahman, Azibur; Bibi Ghoniyah; Rahmawati, Kharolina; al Masithoh, Silvinatin
FIRDAUS Vol. 2 No. 1 (2023): Desember
Publisher : FIRDAUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengetahui tentang konsep dan penyebutan kata yang bermakna Ibu dalam al Quran dengan kajian tafsir tematik. Tafsir tematik memiliki kelebihan dalam mengungkap secara komprehensif istilah dan wacana dalam al Quran. Penelitian ini berbasis library research yang bertumpu pada isitlah Ibu dalam al Qur’an, dengan cara mengumpulkan seluruh ayat yang berkonotasi makna Ibu, yakni kata al-umm, al-walidah yang terdapat dalam penyebutan 39 kali. Pertanyaan sederhana, bagaimana mengetahui karakteristik ibu dalam perspektif kajian tafsir tematik ?. Sosok ibu selalu menjadi hal menarik untuk dikaji karena statusnya yang sangat mulia. Al Quran sebagai kitab suci juga memberikan penjelasan yang utuh tentang figur, keistimewaan seorang Ibu. Berdasarkan pembahasan yang dilakukan, faktor yang mendukung keutamaan seorang ibu muncul dari peranan ibu yang secara langsung mengadakan kontak fisik dengan anak sehingga tercipta hubungan emosional yang kuat antara ibu dan anak. Selain itu, beberapa kisah ibu di dalam al-Qur’an seperti kisah ibu Musa dan ibu Maryam juga mendukung adanya keutamaan yang muncul dari seorang ibu. Al-Qur’an menggambarkannya dengan naluri batin ibu yang khawatir dan gelisah ketika seorang anak terpisah dari ibunya dan juga adanya harapan keselamatan terhadap jiwa anak dan keturunannya melalui doa yang mustajab dari seorang ibu.
Al-Maraghi's Interpretation and Its Relevance to Contemporary Social Interpretation Al Masithoh, Silvinatin; Masruhan
International Journal of Islamic Thought and Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): International Journal of Islamic Thought and Humanities
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze Ahmad Mustafa al-Maraghi's thoughts in his book, Tafsir al-Maraghi, regarding verses on social interaction and assess their relevance to contemporary social issues. The research problem focuses on how al-Maraghi's interpretive methodology explains human interaction and the extent to which this approach is effective in addressing the challenges of a modern pluralistic society. The research method used is library research with a descriptive-analytical approach. Primary data comes directly from the text of Tafsir al-Maraghi, while secondary data is drawn from supporting literature on the adabi ijtima'i interpretation and the sociology of religion. The results show that al-Maraghi's interpretation emphasizes practical values ​​such as religious tolerance, social justice, interfaith cooperation, and ethical communication. Its main characteristics are the use of straightforward language, contextualization of verses with social realities, and an emphasis on morality. Al-Maraghi successfully integrates linguistic and historical analysis with sociological insights, striking a balance between classical tradition and the demands of modernity. In conclusion, Tafsir al-Maraghi is highly relevant as an ethical guide for Muslims seeking to foster harmony and constructive dialogue in a multicultural environment. This model is a prototype for developing contextual Islamic scholarship without abandoning the Koran's basic principles.
Internalisasi Nilai Al-Qur’an Melalui Kegiatan Pembelajaran Terstruktur Dan Kreatif Di TPQ (Studi Pengabdian Masyarakat) Alki Nadia; Silvinatin al- Masithoh
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/c0098078

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kegiatan pembelajaran Al-Qur’an yang terstruktur dan kreatif dalam rangka menginternalisasikan nilai-nilai Al-Qur’an kepada anak usia dini di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di TPQ Zawiyah Assa'diyyah, Ngetrep – Babat – Lamongan pada periode Februari – Maret 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 30 anak. Program yang dilaksanakan meliputi kegiatan Ngaji Subuh sebelum sekolah, Pondok Ramadan (praktik wudhu, praktik shalat berjamaah, dan buka puasa bersama), serta kegiatan Jumat Edukatif berupa pemutaran kisah nabi dan sahabat, kegiatan merangkum cerita, dan aktivitas mewarnai untuk melatih fokus belajar anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan model experiential learning yang menekankan pembelajaran melalui pengalaman langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode pembelajaran kreatif mampu meningkatkan motivasi belajar serta pemahaman praktik ibadah pada anak. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa 80% peserta mampu mempraktikkan wudhu dengan benar setelah mengikuti kegiatan praktik dan pendampingan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an yang dikemas secara terstruktur dan kreatif dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan anak usia dini, khususnya dalam membentuk karakter religius dan meningkatkan fokus belajar. Oleh karena itu, direkomendasikan agar model pembelajaran ini dapat diterapkan secara berkelanjutan di TPQ maupun lembaga pendidikan Islam lainnya, dengan pengembangan variasi metode kreatif yang lebih inovatif guna meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Optimalisasi Kemampuan Membaca Al-Qur’an Berbasis Metode Qiroati: di TPQ Al – Hikmah Kendodong Kota Surabaya Alfiyan Syahrur Rahmawan; Silvinatin Al-Masithoh
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/k3xepx70

Abstract

Kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan keterampilan dasar yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Namun, dalam praktiknya masih banyak anak yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan membaca Al-Qur’an anak usia dini melalui penerapan metode Qiroati di TPQ Al-Hikmah Kendodong Kota Surabaya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendampingan intensif yang meliputi tahap observasi awal, pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode Qiroati, praktik membaca secara langsung, serta evaluasi kemampuan santri. Pendampingan dilakukan secara bertahap dengan memberikan bimbingan individual kepada santri agar mampu membaca Al-Qur’an secara tartil dan mujawwad. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an pada santri, terutama dalam aspek kelancaran membaca, ketepatan makharijul huruf, serta penerapan hukum tajwid. Selain itu, santri menjadi lebih termotivasi dan percaya diri dalam membaca Al-Qur’an. Dengan demikian, penerapan metode Qiroati melalui pendampingan intensif terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an anak usia dini di TPQ Al-Hikmah Kendodong Kota Surabaya. Penerapan metode ini mendorong pembelajaran yang lebih terstruktur, bertahap, dan berorientasi pada ketepatan makhraj, tajwid, serta kelancaran membaca. Selain itu, hasil penelitian ini juga menjadi masukan bagi ustadz/ustadzah dan pengelola TPQ untuk melakukan evaluasi rutin, memberikan pendampingan individual, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif agar kemampuan membaca Al-Qur’an santri semakin optimal
Interpreting Religious Tolerance in the Qur’an through Thematic Exegesis: Insight for Contemporary Multicultural Societies Silvinatin Al Masithoh; Abd. Kholid
JURNAL AT-TURAS Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/at-turas.v13i1.13654

Abstract

This study examines the concept of religious tolerance in the Qur'an through a thematic interpretation approach and analyzes its implications in contemporary society. Religious tolerance is a crucial issue amid religious diversity, which is a global reality, including in Indonesia as a highly diverse country. However, there is still a gap in understanding how the Qur'an comprehensively views interfaith relations, which often leads to partial and contradictory interpretations. This study attempts to answer the following questions (1) How is the concept of religious tolerance in the Qur'an according to thematic interpretation studies? (2) What are the fundamental principles of religious tolerance contained in the Qur'an? (3) What are the implications of the concept of religious tolerance in the Qur'an for contemporary society? (4) How is the concept of religious tolerance practically implemented in the context of Indonesia as a multicultural country? This study uses a qualitative method with a library research approach, collecting data from primary sources in the form of tafsir books and the Qur'an, as well as secondary sources in the form of journals, books, and related scientific articles. Data analysis is carried out using content analysis and comparative techniques to compare the various views of exegetes. The results of this study are expected to contribute to a holistic and contextual understanding of religious tolerance according to the Qur'an, while offering practical solutions for realizing peaceful and mutually respectful religious life amid the plurality of Indonesian and global societies.