Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Membangun Budaya Berpikir Filsafat dalam Menumbuhkan Keyakinan Beragama Fasya, Zaini
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2020.8.1.99-118

Abstract

Recently human attitudes and behaviors do not go through a mature and comprehensive thought process often occur. They are easily provoked so that many victims of mental and emotional oppression was deviations from the norms of communication, behave as if separated from ethics of politeness, cross borders values ​​and manners. Among them have an impact on religious and cultural attitudes that are used as tyranny, where in the name of God and ethnicity, people commit violence, oppression, injustice and murder. The research used the library research method that aimed to describe and obtain comprehensive knowledge related to the cultural meaning of philosophical thinking and to explain strategies in building a philosophical culture that can foster religious beliefs. The results of this study increased faith coupled with philosophical thinking in addition to knowing further behind a belief, our beliefs will also be stronger and not easily wear off.
UPAYA MEMILIH TEKNOLOGI YANG TEPAT UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN : UPAYA MEMILIH TEKNOLOGI YANG TEPAT UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN Diniyah, Nashoihid; Sholikhah, Mar’atus; Fasya, Zaini; Purwodidodo, Agus
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69775/jpia.v11i2.428

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kriteria dalam memilih teknologi, jenis-jenis teknologi yang digunakan dalam pengembangan media pembelajaran, kelebihan dan kekurangan media website, serta urgensi teknologi dalam mendukung proses pembelajaran yang berkualitas Latar belakang kajian ini adalah adanya kebutuhan untuk memilih media teknologi yang tepat dalam mendukung pembelajarean PAI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, regulasi pendidikan, dan dokumen yang relevan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa kriteria dalam memilih teknologi untuk pengembangan media pembelajaran antara lain yaitu, kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, kemudahan penggunaan dan penguasaan teknologi oleh guru, ketersediaan dan kesesuaian sarana dan prasarana, biaya dan efisiensi penggunaan, mutu teknis dan kualitas media, fleksibilitas dan ketahanan media, praktis dan luwes dalam pemanfaatan, kompatibilitas dengan sistem pembelajaran. Jenis-jenis teknologi dalam pengembangan media pembelajaran antara lain Multimedia Interaktif, Digital Video dan Animasi, Podcast, Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), Game Based Learning (GBL), Media Audio, Visual, dan Audio Visual Tradisional, Aplikasi Pembelajaran dan Website Pembelajaran Online Artificial Intelligence (AI), Simulasi dan Webinar, Pembelajaran Berbasis Proyek dan Kolaborasi Online. Kelebihan media website dalam pengembangan media pembelajaran yaitu aksesibilitas yang mudah dan fleksibel, mendukung pembelajaran mandiri, menyediakan beragam materi dan evaluasi, memudahkan guru dalam menyampaikan materi, kemudahan pembaruan konten, mendorong kemandirian dan aktivitas belajar. sedangkan kekurangannya berkurangnya interaksi langsung, ketergantungan pada koneksi internet, variasi pemahaman peserta didik, minimnya pengawasan dan disiplin belajar, proses pengembangan yang memakan waktu, keterbatasan materi dan pengujian, kesulitan bagi siswa dengan kemampuan teknologi rendah. Urgensi teknologi dalam pengembangan media pembelajaran yaitu meningkatkan efektivitas dan kualitas pembelajaran, mendorong keterlibatan dan motivasi siswa, menjawab tantangan pendidikan di era digital, mendukung pembelajaran fleksibel dan aksesibilitas, meningkatkan inovasi dan kreativitas guru dalam pembelajaran, dan mengurangi kesenjangan akses pendidikan Kata kunci: Teknologi, Media, Pembelajaran
Parasit Ilmu Dalam Pendidikan Islam Perspektif Ihya Ulumuddin Azmi, M. Ulul; Mushaffa, Arju; Islam, Muhammad Thoriqul; Fasya, Zaini; Hidayati, Salamah Noor
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 16 No 2 (2024): Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v16i2.3473

Abstract

Imam Al-Ghazali is a prominent scholar whose intellectual legacy has become a reference in various fields of knowledge. Known for his brilliance and piety, Al-Ghazali serves as an exemplary figure, emphasizing the importance of lifelong learning as long as one’s heart continues to beat. This study employs a literature research method, gathering information from scholarly works such as books, scientific journals, credible websites, articles, and other relevant sources. The collected data are then analyzed to produce findings. The research focuses on Al-Ghazali's views on Islamic education as written in his seminal work Ihya Ulumuddin and discusses the potential diseases of knowledge that may afflict its bearers. Islamic education aims to cultivate individuals with noble character (akhlaqul karimah), ultimately bringing them closer to Allah. It encompasses: (1) Faith education, (2) Moral education, (3) Intellectual education, (4) Social education, and (5) Physical education, summarized into aqliyah (rational sciences) and muktasabah (acquired sciences). The diseases of knowledge include: (1) Arrogance, (2) Hypocrisy, (3) Fear, (4) Contentment with ignorance, (5) Extravagance, (6) Selling knowledge for worldly gain, (7) Excessive talk, (8) Failing to practice knowledge, (9) Flattering authorities with knowledge, and (10) Overstating the truth.
FEEDBACK PENGGUNA SEBAGAI PENYEMPURNA MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Mushaffa, Arju; Azmi, M. Ulul; Islam, Muhammad Thoriqul; Khilwa, Amalia Rizki Lailatul; Azizah, Farida Nur; Fasya, Zaini; Purwowidodo, Agus
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 No. 3 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i3.47953

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, penulis ingin menelaah penggunaan feedback dalam media pembelajaran PAI, integrasi feedback dalam pengembangan media belajar PAI, tantangan dan solusi penerapan feedback, dan siklus feedback media pembelajaran PAI. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi literatur, yang bertumpu pada pengumpulan informasi dan data dari berbagai sumber tertulis yang relevan dengan topik feedback dalam media pembelajaran PAI. Proses pengumpulan data dilakukan secara sistematis, mencakup tahap pencarian, seleksi, pengolahan, hingga penarikan kesimpulan. Penulis menggunakan teknik analisis isi (content analysis), yang memungkinkan peneliti mengidentifikasi pola, tema, dan makna yang terkandung dalam sumber-sumber tersebut secara objektif dan terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media pembelajaran PAI melalui siklus feedback merupakan proses berkelanjutan yang dimulai dari penyusunan desain awal, perancangan media, uji coba terbatas dan luas, hingga evaluasi serta monitoring secara terus-menerus. Setiap tahapan menghasilkan feedback yang digunakan untuk menyempurnakan konten, tampilan, dan kesesuaian kurikulum, sehingga media pembelajaran PAI dapat terus diperbarui dan dikembangkan agar tetap relevan dengan kebutuhan siswa dan dinamika pendidikan yang terus berkembang.
Diseminasi Inovasi Media Pembelajaran Secara Online Dalam Mendukung Peningkatan Mutu PAI Sulton Muzakki; Affan Ganesa Diadmaja; Agus Purwowidoodo; Zaini Fasya
Journal on Education Vol. 7 No. 4 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 4 Mei-Agustus Tahun 2025
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i4.8477

Abstract

This writing aims to identify innovations that can be made in the learning media of Islamic education subjects and the dissemination process of these innovations so that they can be used publicly through internet media. This research is of a qualitative type with a literature research model used in this writing technique. Literature research is research to seek, process, and analyze data sourced from documents, texts, manuscripts, and other written literacy materials to uncover the content of ideas and meanings that are implicitly or explicitly contained within them. The results of this study suggest that innovations in Islamic education learning media can use several options such as digital platforms, Islamic education learning applications, educational videos, Virtual Reality technology, games, podcasts, and audio recordings. Dissemination is the final process of innovation, which is a structured and planned process for spreading the results of the innovation that can be carried out directly or online. Online dissemination is used to address issues of time and flexibility in the dissemination process as well as to improve the quality of learning by providing innovative new media that can be accessed anytime and anywhere.
The Phenomenon of Religious Misinformation and the Challenges of Authority in the Artificial Intelligence Ecosystem Sari, Nurin Kartika; Fasya, Zaini
Journal of Development Research Vol. 10 No. 1 (2026): Volume 10, Number 1, May 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jdr.v10i1.527

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has transformed the way society accesses and understands religious information through social media, search engines, and AI-based chatbots. This condition creates challenges related to religious misinformation, algorithmic bias, and the shift of religious authority from traditional scholars to digital platforms. This study aims to analyze the characteristics of religious misinformation in the AI ecosystem, examine the crisis of religious authority, and formulate a religious moderation strategy based on digital literacy. The research employed a qualitative descriptive method with a library research approach. Data were collected from scientific journals, books, reports, and recent studies related to AI, digital religion, and religious moderation. Data analysis used critical and interpretative content analysis through data reduction, categorization, interpretation, and conclusion drawing. The findings reveal that AI algorithms contribute to filter bubbles, echo chambers, fragmented religious understanding, and AI hallucination in religious discourse. Digital popularity increasingly replaces sanad-based authority and creates algorithmic authority in religious practices. Religious moderation based on wasathiyah values and digital tabayyun literacy becomes an important strategy to mitigate radicalization and misinformation in digital spaces. AI should function as an educational assistant, while moral and theological authority remains centered on scholars and religious institutions.
Reinterpretasi Nilai Adab dan Etika Kitab Ta‘Lim Al-Muta‘Allim Terhadap Fenomena Feodalisme dalam Pendidikan Pesantren Yoga Mahath Pandika; Zaini Fasya
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, Juni 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v7i3.6321

Abstract

This article aims to reinterpret the concept of adab in Ta‘lim al-Muta‘allim by Burhān al-Dīn al-Zarnūjī in order to clearly distinguish between the ethical values of Islamic education and practices of symbolic feudalism within pesantren education. This study employs a qualitative approach through a literature review of classical texts, Islamic educational studies, and sociological literature on education. The analysis is conducted through a normative reading of the concept of adab in Ta‘lim al-Muta‘allim, combined with a critical interpretation of contemporary pesantren educational practices. The findings indicate that adab in al-Zarnūjī’s thought constitutes a pedagogical ethic that regulates learning orientation, evidentially grounded rationality, ethical relations between teachers and students, self-discipline, and the formation of a conducive educational social environment. The concept of adab is not intended to negate critical reasoning, but rather to cultivate intellectual and moral responsibility among seekers of knowledge. Feudalism in pesantren education is understood as a sociological ph,enomenon arising from charismatic authority structures and symbolic domination, rather than as a direct consequence of normative Islamic teachings. The distortion of adab emerges when its ethical values are reduced to absolute obedience without space for dialogue and critical reflection. Reinterpreting adab as an emancipatory ethic is therefore essential to restoring the function of pesantren education as a space for forming knowledgeable, ethical, critical, and morally responsible individuals.