Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS KUALITATIF KANDUNGAN HIDROKUINON PADA SEDIAAN KOSMETIK Rifani Hutami Supardi; Felisity Glory Hippi; Ketrin Olivia; Amelia Putri Hakamat; Dini Amalia
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.11809

Abstract

Hidrokuinon merupakan senyawa yang pernah digunakan sebagai agen pencerah kulit, namun penggunaannya dalam kosmetik dibatasi karena berpotensi menimbulkan berbagai efek samping, seperti iritasi, dermatitis, hingga eksogen okronosis apabila digunakan secara tidak tepat. Oleh karena itu, pengawasan terhadap keberadaan hidrokuinon dalam sediaan kosmetik perlu dilakukan melalui pengujian laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara kualitatif keberadaan hidrokuinon pada sediaan kosmetik menggunakan beberapa pereaksi kimia. Sampel yang digunakan berupa krim pemutih (Diamond Cream) yang dianalisis melalui uji kualitatif menggunakan pereaksi besi(III) klorida (FeCl₃), perak nitrat (AgNO₃), dan Benedict. Masing-masing pengujian dilakukan berdasarkan prinsip reaksi spesifik yang menghasilkan perubahan warna atau pembentukan endapan apabila hidrokuinon atau senyawa target terdeteksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji menggunakan FeCl₃ tidak terjadi perubahan warna hijau, pada uji AgNO₃ tidak terbentuk endapan maupun cincin perak, dan pada uji Benedict tidak terbentuk endapan merah bata. Seluruh hasil pengujian menunjukkan respons negatif terhadap pereaksi yang digunakan. Berdasarkan hasil tersebut, sampel Diamond Cream tidak menunjukkan adanya senyawa yang bereaksi dengan pereaksi FeCl₃, AgNO₃, maupun Benedict dalam batas deteksi metode uji kualitatif yang diterapkan. Dengan demikian, berdasarkan parameter pengujian yang dilakukan, sampel tidak menunjukkan indikasi adanya kandungan hidrokuinon. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode uji kualitatif sederhana dapat dimanfaatkan sebagai skrining awal dalam pengawasan mutu dan keamanan produk kosmetik sebelum dilakukan analisis yang lebih spesifik menggunakan metode instrumental.
IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT (BKO) DALAM SEDIAAN JAMU MENGGUNAKAN KLT Rifani Hutami Supardi; Putri Nabila Assegaf; Alisya Halizah; Rosalina Husaleka
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.11811

Abstract

Peredaran jamu yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) masih menjadi permasalahan dalam pengawasan obat tradisional di Indonesia karena dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Salah satu BKO yang sering ditemukan pada sediaan jamu pegal linu adalah parasetamol yang sengaja ditambahkan untuk memberikan efek analgesik secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan BKO pada sediaan jamu menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Sampel jamu dianalisis dengan menggunakan silika gel 60 F254 sebagai fase diam dan campuran etil asetat, kloroform, serta n-heksana sebagai fase gerak. Larutan baku pembanding dan sampel ditotolkan pada plat KLT, kemudian dielusi dan diamati di bawah sinar UV 254 nm untuk menentukan nilai faktor retensi (Rf). Hasil analisis menunjukkan bahwa sampel jamu menghasilkan tiga bercak dengan nilai Rf berturut-turut sebesar 0,57; 0,65; dan 0,85. Nilai Rf bercak pertama mendekati nilai Rf baku pembanding parasetamol sehingga mengindikasikan adanya dugaan kandungan BKO berupa parasetamol pada sampel jamu, sedangkan dua bercak lainnya diduga berasal dari senyawa lain yang terdapat dalam sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Kromatografi Lapis Tipis mampu digunakan sebagai metode skrining kualitatif yang sederhana, cepat, dan ekonomis untuk mendeteksi keberadaan BKO pada produk jamu. Pengawasan secara berkelanjutan terhadap obat tradisional perlu terus ditingkatkan guna menjamin keamanan, mutu, dan perlindungan konsumen dari peredaran produk yang tidak memenuhi persyaratan
PENETAPAN KADAR ASETOSAL DENGAN METODE ASIDI-ALKALIMETRI Rifani Hutami Supardi; Khumairah Almagribi Hasan; Sisilia Aiba; Salsabila Putri Handayani; Stevanus Pangemanan
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.12102

Abstract

Penetapan kadar merupakan salah satu parameter penting dalam pengendalian mutu obat untuk memastikan kandungan zat aktif sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar asetosal dalam sediaan tablet menggunakan metode asidi-alkalimetri serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan persyaratan Farmakope Indonesia Edisi IV. Metode yang digunakan adalah titrasi balik (back titration), yaitu sampel direaksikan dengan larutan natrium hidroksida (NaOH) 0,1 N berlebih dan dipanaskan hingga terjadi hidrolisis sempurna. Sisa NaOH kemudian dititrasi menggunakan larutan asam klorida (HCl) 0,1 N yang telah distandarisasi dengan indikator fenolftalein. Hasil analisis menunjukkan bahwa volume titrasi blanko sebesar 25,00 mL dan volume titrasi sampel sebesar 19,46 mL, sehingga diperoleh selisih volume titran sebesar 5,54 mL. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh kadar asetosal sebesar 109,1 mg/tablet dengan persentase kadar terhadap etiket sebesar 109,1%. Nilai tersebut masih berada dalam rentang persyaratan Farmakope Indonesia Edisi IV, yaitu 90,0–110,0% dari kadar yang tertera pada etiket, sehingga sampel tablet dinyatakan memenuhi persyaratan mutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode asidi-alkalimetri dapat digunakan untuk penetapan kadar asetosal dalam sediaan tablet dengan tingkat ketelitian yang baik apabila seluruh tahapan analisis, mulai dari penimbangan sampel, proses hidrolisis, titrasi balik, hingga perhitungan kadar dilakukan secara cermat dan sesuai prosedur.
Analisis Penetapan Kadar Asam Salisilat melalui Metode Titrasi Asam-Basa (Alkalimetri) Rifani Hutami Supardi; Sekar Ayu Pratiwi; Salwa Arini Gani; Bunga Djumaati; Naysila Ayriza Neu; Siti Magfira Yusup; Wulan Dwi Makaminan
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.12104

Abstract

Pengendalian mutu sediaan farmasi memerlukan penetapan kadar zat aktif untuk memastikan keamanan, khasiat, dan mutu produk sesuai standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penetapan kadar asam salisilat dalam sampel bedak menggunakan metode titrasi asam-basa (alkalimetri). Metode yang digunakan meliputi pembuatan dan pembakuan larutan natrium hidroksida (NaOH) menggunakan kalium biftalat (KHP) sebagai baku primer, kemudian dilakukan titrasi terhadap sampel yang telah dilarutkan dalam etanol ternetralkan dengan indikator fenolftalein. Titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi merah muda yang stabil. Hasil analisis menunjukkan bahwa volume NaOH yang diperlukan untuk mencapai titik akhir titrasi sebesar 23,7 mL. Berdasarkan perhitungan dengan normalitas NaOH hasil pembakuan, kadar asam salisilat dalam sampel dapat ditentukan dan selanjutnya dibandingkan dengan kadar teoritis maupun persyaratan farmakope untuk menilai mutu sediaan. Metode alkalimetri terbukti sederhana, ekonomis, dan mampu memberikan hasil yang baik apabila pembakuan larutan, penentuan titik akhir titrasi, serta pembacaan volume titran dilakukan secara cermat. Ketelitian analis, kondisi larutan baku, dan penggunaan indikator yang tepat menjadi faktor penting yang memengaruhi akurasi hasil analisis. Oleh karena itu, metode alkalimetri masih relevan digunakan sebagai salah satu metode analisis kuantitatif dalam pengendalian mutu sediaan farmasi yang mengandung asam salisilat.
Skrining Fitokimia dan Identifikasi Golongan Metabolik Sekunder pada Buah Pakoba Merah (Syzygium sp) Asal Sulawesi Utara Rifani Hutami Supardi; Julia Megawati Djamal; Irayati Iksan; Ranita Elvira Manoppo; Mutmainna Mutmainna; Aulia Azahra Arbie; Charmellia Julitry Tatamuk; Finda Dotinggulo
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.12239

Abstract

Buah pakoba merah (Syzygium sp.) merupakan salah satu jenis buah lokal yang tumbuh di wilayah Sulawesi Utara, namun potensinya sebagai sumber bahan alam belum banyak diungkap secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining fitokimia dan mengidentifikasi golongan metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak buah pakoba merah, khususnya alkaloid, tanin, dan saponin. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut yang sesuai dengan prinsip like dissolves like. Skrining fitokimia terhadap golongan alkaloid dilakukan menggunakan pereaksi Mayer, Dragendorff, dan Wagner, sedangkan uji tanin dan saponin dilakukan dengan pereaksi warna dan uji busa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah pakoba merah memberikan hasil positif pada uji alkaloid, ditandai dengan terbentuknya endapan putih pada pereaksi Mayer, endapan merah pada pereaksi Dragendorff, dan endapan coklat pada pereaksi Wagner. Uji tanin menunjukkan hasil positif dengan terbentuknya warna hijau setelah penambahan asam asetat yang mengindikasikan adanya tanin terkondensasi. Uji saponin juga menunjukkan hasil positif dengan terbentuknya buih stabil setelah penambahan air panas dan HCl. Ketiga golongan senyawa tersebut diketahui memiliki potensi aktivitas biologis, seperti antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi. Hasil penelitian ini memberikan informasi ilmiah awal mengenai kandungan metabolit sekunder buah pakoba merah sebagai dasar pengembangan penelitian lanjutan mengenai potensi aktivitas farmakologisnya.
SKRINING FITOKIMIA DARI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER SAMPEL BINTANG LAUT BIRU (LINCKIA LAEVIGATA) Julia Megawati Djamal; Rifani Hutami Supardi; Alinaya Abraham; Aliya Ndau; Nurul Naysila Huara; Hikma Sri Wahyuni Hamani; Putri Alisa Paputungan; Nazzwha Ayyatulhusnah Nasrullah
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.12252

Abstract

Bintang laut biru (Linckia laevigata) merupakan salah satu biota laut yang berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif, khususnya glikosida steroid dan metabolit sekunder lainnya. Namun, kajian kimia terhadap L. laevigata asal perairan Indonesia masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol bintang laut biru (L. laevigata) melalui uji skrining fitokimia secara kualitatif. Sampel bintang laut dikumpulkan, dibersihkan, dikeringkan, kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh selanjutnya diuji menggunakan reaksi warna dan pengendapan untuk mendeteksi golongan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenolik, serta steroid/triterpenoid. Hasil skrining fitokimia dianalisis untuk mengidentifikasi keberadaan masing-masing golongan metabolit sekunder dalam ekstrak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi dasar mengenai profil kimia L. laevigata dari lokasi penelitian serta mendukung penelitian lanjutan mengenai isolasi, elusidasi struktur, dan pengujian bioaktivitas senyawa metabolit sekundernya sebagai kandidat agen antibakteri dan antioksidan.