Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan Cerdik Terhadap Prilaku Pencegahan PTM Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Tapalang Kabupaten Mamuju Rismalasari Dewi; Andi Kamal M. Sallo
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2025): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Non-Communicable Diseases (NCDs) remain the leading cause of mortality and disability in Indonesia. The increasing prevalence of NCDs is strongly associated with unhealthy lifestyles, including physical inactivity, unhealthy dietary habits, smoking, and limited public awareness of early disease prevention. One of the health promotion strategies introduced by the Indonesian Ministry of Health is the CERDIK program, which encourages healthy behaviors through regular health check-ups, avoiding cigarette smoke, engaging in regular physical activity, maintaining a balanced diet, obtaining adequate rest, and managing stress effectively. This study aimed to determine the effect of CERDIK health education on NCD preventive behavior among communities in the working area of Tapalang Community Health Center, Mamuju Regency. This study employed a One Group Pretest–Posttest design involving 60 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a validated and reliable questionnaire on NCD preventive behavior. Data analysis included univariate analysis to describe respondents' characteristics and preventive behaviors, while bivariate analysis was performed using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of α = 0.05. The findings showed that the mean preventive behavior score increased from 58.7 ± 8.9 at pretest to 81.6 ± 7.5 at posttest. The Wilcoxon test revealed a p-value < 0.001, indicating a statistically significant effect of CERDIK health education on improving NCD preventive behavior among the community. These findings suggest that CERDIK health education is an effective health promotion strategy for enhancing healthy behaviors and strengthening community-based efforts to prevent non-communicable diseases. Keywords: CERDIK, Health Education, Preventive Behavior, Non-Communicable Diseases, Community. ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia. Peningkatan prevalensi PTM dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup, seperti kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, kebiasaan merokok, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan deteksi dini. Salah satu upaya promotif dan preventif yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah penyuluhan dengan pendekatan CERDIK (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan CERDIK terhadap perilaku pencegahan PTM pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Tapalang Kabupaten Mamuju. Penelitian menggunakan desain One Group Pretest–Posttest dengan melibatkan 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner perilaku pencegahan PTM yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan perilaku pencegahan PTM, serta analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor perilaku pencegahan PTM meningkat dari 58,7±8,9 pada saat pretest menjadi 81,6±7,5 pada saat posttest. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p<0,001, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara penyuluhan CERDIK dengan peningkatan perilaku pencegahan PTM pada masyarakat. Penyuluhan CERDIK terbukti efektif dalam meningkatkan perilaku hidup sehat sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu strategi promosi kesehatan untuk mendukung upaya pencegahan PTM di tingkat masyarakat. Kata kunci: CERDIK, Penyuluhan Kesehatan, Perilaku, Pencegahan PTM, Masyarakat.
Kampung Peduli Mental: Pemberdayaan Masyarakat Dalam Deteksi Dini Masalah Kesehatan Jiwa Berbasis Keperawatan Komunitas Elvira Safidni; Warda M Warda M; Ayu Sri Wahyuni; Andi Kamal M. Sallo
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan jiwa merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan kesehatan masyarakat karena berdampak terhadap kualitas hidup, produktivitas, hubungan sosial, serta kesejahteraan individu dan keluarga. Gangguan mental emosional seperti stres, kecemasan, dan depresi sering kali tidak terdeteksi sejak dini akibat rendahnya literasi kesehatan jiwa, stigma negatif, dan keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan mental. Pendekatan berbasis masyarakat melalui keperawatan komunitas menjadi strategi promotif dan preventif yang efektif untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali tanda awal gangguan kesehatan jiwa serta memperkuat sistem rujukan di tingkat pelayanan kesehatan primer. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam melakukan deteksi dini masalah kesehatan jiwa melalui pendidikan kesehatan dan pemberdayaan kader berbasis keperawatan komunitas. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September 2026 di salah satu wilayah binaan puskesmas di Indonesia dengan melibatkan 40 peserta yang terdiri atas kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan anggota masyarakat. Intervensi meliputi penyuluhan kesehatan jiwa, pelatihan deteksi dini menggunakan Self Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20), simulasi komunikasi terapeutik sederhana, diskusi kelompok, dan konsultasi kesehatan jiwa. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, observasi keterampilan peserta, serta penilaian kepuasan terhadap kegiatan. Data dianalisis secara deskriptif. Seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai dengan tingkat partisipasi yang sangat baik. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 61,8 sebelum intervensi menjadi 89,6 setelah kegiatan. Sebanyak 92,5% peserta mampu mengenali tanda awal gangguan mental emosional, 90,0% peserta mampu melakukan skrining sederhana menggunakan SRQ-20 sesuai prosedur, dan 95,0% peserta memahami mekanisme rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu, 93,0% peserta menyatakan lebih percaya diri dalam memberikan dukungan awal kepada individu yang mengalami masalah kesehatan jiwa. Program Kampung Peduli Mental efektif meningkatkan literasi kesehatan jiwa masyarakat, kemampuan deteksi dini, serta kesiapsiagaan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan awal gangguan kesehatan jiwa berbasis komunitas. Program serupa perlu dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pelayanan kesehatan primer. Kata Kunci: Deteksi Dini; Keperawatan Komunitas; Kesehatan Jiwa; Pemberdayaan Masyarakat; SRQ-20.
Evaluation of the Epidemiological Surveillance Program at Community Health Centers in Preventing Extraordinary Events (KLB) Nurul Aisyiyah Puspitarini; Djunaedi Djunaedi; Nurhasanah Syaharuddin; Andi Kamal M. Sallo
International Journal of Health Sciences Vol. 3 No. 4 (2025): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v3i4.888

Abstract

Surveillance plays a crucial role in the early warning system for infectious diseases and outbreaks. Community health centers, as the spearhead of primary health care, have the primary responsibility for implementing continuous surveillance activities. This study aims to evaluate the implementation of epidemiological surveillance programs at community health centers in preventing outbreaks and to identify supporting and inhibiting factors. The research method used a descriptive evaluative approach with the CIPP (Context, Input, Process, Product) model. Data were collected through in-depth interviews with surveillance officers, direct observation of reporting activities, and review of weekly infectious disease report documents. The research results show that from a contextual perspective, policies and implementation guidelines are available but have not been consistently implemented. From an input perspective, limited human resources and reporting facilities are the main obstacles. From a process perspective, routine data collection and reporting activities are ongoing, but timeliness and analysis of disease trends are still suboptimal. Meanwhile, from a product perspective, the surveillance system has assisted in the early detection of several potential outbreaks, although it has not been optimal in comprehensive prevention. In conclusion, the epidemiological surveillance program at the Community Health Center has been running according to guidelines but requires strengthening the capacity of surveillance personnel, increasing the use of information technology, and more effective cross-sector coordination.
Technopreneurial SMART Web for Adolescent Breast Health Literacy Irma Irma; Andi Kamal M. Sallo; Marlina Marlina; Marni Br Karo; Dewi Parwati; Wan Ismahanisa Ismail
Aptisi Transactions On Technopreneurship (ATT) Vol 8 No 3 (2026): November
Publisher : Pandawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34306/att.v8i3.843

Abstract

Local wisdom-based ecopreneurship competency is an entrepreneurial concept that focuses on sustainability and environmental preservation. This provides health workers with the opportunity to utilize local natural resources efficiently and in an environmentally friendly manner, while still maintaining local social and cultural aspects. This study aims to examine the effectiveness of the e-learning method through Media Bidan Elok in improving the ecopreneurship competency of midwifery students in South Sulawesi. The study used a One Group Pre-Test and Post-Test design with 150 students from four regions, Gowa, Makassar, Parepare, and Palopo. The analysis results showed a significant increase in ecopreneurship competency after using local wisdom-based learning media, as seen from the increase in the average score from 58.4 on the pre-test to 82.6 on the post-test. In addition, the effectiveness of learning varied based on the length of the participants' work experience, with the highest N-Gain Score in the group with 0-5 years of work experience (0.72) and the lowest in the 15-20 year group (0.60). These findings indicate that e-learning media integrated with local wisdom values is effective in improving the competence of midwifery students. However, an adaptive approach is needed for groups with longer work experience. This study provides recommendations for further development of technology-based and local culture-based learning methods that can effectively improve ecopreneurship competencies among midwifery students.