Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DAN ASUPAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI BADUTA Yulita, Yulita; Jairani, Eka Nenni; Lestari, Wanda; Nababan, Agnes Sry Vera
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v6i2.4058

Abstract

Nutritional deficiencies continue to be a public health issue in Indonesia, particularly in Posyandu Lasoni in Hilizoi Village. Inadequate dietary intake has a severe influence on children if it is not balanced; in the short term, it affects brain development and impairs physical growth, while in the long term, it reduces cognitive capacity and immunity. The study aimed to find out the associated mothers' knowledge of the first 1000 days of life and food intake with toddler nutritional status in Posyandu Lasoni, Hilizoi Village, Gido District, Nias Regency. This research was cross-sectional. Mothers with children aged 6 to 24 months were recruited from Posyandu. Chi-square analysis was used to analyze the data. The results showed that there was a relationship between the mother's knowledge about the first 1000 days of life and the nutritional status of children aged 6-24 months with a p-value = 0.010 (p <0.05), and there is a relationship between food intake for children under five and the nutritional status of children aged 6-24 months with a p-value = 0.013 (p <0.05). It was to expand the understanding of Posyandu cadres, health professionals should be provided training relating to the first 1000 days of life, and it is intended that mothers with under-five children would seek more health information and be more diligent in participating in Posyandu events every month.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Uluan Toba Lubis, Izmi Arisa Putri; Silaban, Elza D.C; Jairani, Eka Nenni; Lubis, Putri Rahmi Virani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan periode yang rentan karena pada fase ini terjadi berbagai perubahan signifikan, baik secara fisik maupun psikologis. Di usia ini, remaja kerap menghadapi berbagai persoalan yang bisa berdampak negatif terhadap kesehatannya, khususnya dalam hal status gizi. Salah satu permasalahan gizi yang paling umum dijumpai adalah anemia akibat kekurangan zat besi. Salah satu pencegahan dari kekurangan zat besi ini adalah dengan mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) yang sudah dicanangkan oleh pemerintah untuk remaja putri melalui sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang berhubungan dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri di SMA Negeri 1 Uluan Toba. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 120 siswi yang dipilih menggunakan tekhnik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang meliputi variabel pengetahuan, dukungan keluarga, dan dukungan teman sebaya. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,000), dukungan keluarga (p = 0,000), dan dukungan teman sebaya (p = 0,000) dengan kepatuhan konsumsi TTD. Remaja putri yang memiliki pengetahuan, dukungan keluarga dan dukungan teman sebaya yang baik akan memiliki banyak peluang untuk patuh dalam mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN TEPUNG PISANG BARANGAN DI DESA SIGUCI KABUPATEN DELISERDANG, SUMATERA UTARA Sukapiring, Dewi Novina; Sari, Dini Novita; Jairani, Eka Nenni; Keliat, Jane Melita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.450-454

Abstract

Siguci Village is one of the barangan banana producing villages in North Sumatera. The processing of banana has great prospect as one of business opportunities that increase the income of the local community. One of the processed products that can be made from barangan banana is banana flour the purpose of this training is to increase the understanding of the people of Siguci Villagr about the alternative processing of banana goods into banana flour. The method of implementation is by conducting training and direct assistance in the manufature of banana flour and conducting pre-test dan post-test based on the results of pre-test with an averange value of 23,3 and post-test with an averange value of 65 so it can be concluded that there is an increase in public understanding of the alternative processing of banana goods
Hubungan Pola Makan dan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di UPTD Puskesmas Kauko Yulita, Yulita; Nababan, Agnes Sry Vera; Jairani, Eka Nenni; Zebua, Elda Puput Julriang
Journal of Nursing and Health Science Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v3i1.239

Abstract

Pendahuluan : Anemia merupakan masalah gizi yang perlu mendapat perhatian dan merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu penyebab anemia pada ibu hamil adalah rendahnya kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet tambah darah. Ketidakpatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet tambah darah dapat mencerminkan seberapa besar ibu hamil akan terkena anemia. Selain itu, pola makan yang buruk menjadi salah satu penyebab anemia pada masa kehamilan karena kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan dan kepatuhan mengkonsumsi Tablet Tambah Darah dengan kejadian anemia pada ibu hamil di UPTD Puskesmas Kauko. Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sebanyak 74 ibu hamil. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil : penelitian menunjukkan Ada hubungan Pola makan dengan kejadian anemia dalam kehamilan di UPTD Puskesmas Kauko Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli, dengan Hasil uji chi-square di peroleh nilai ( p = 0,00). Ada hubungan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Tambah Darah dengan kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di UPTD Puskesmas Kauko Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli, dengan Hasil uji chi-square di peroleh nilai ( p = 0,00). Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa pola makan dan kepatuha mengonsumsi tablet tambah darah selama kehamilan berhubungan dengan terjadinya anemia pada ibu hamil. Disarankan kepada UPTD Puskesmas Kuko Kecamatan Gunungsitoli untuk lebih intens melakukan penyuluhan kepada masyarakat terkhusus ibu hamil tentang pentingnya mengatur pola makan dan mengonsumsi tablet tambah darah selama kehamilan.
Uji Organoleptik dan Uji Kimia Hard Candy Pisang Ambon (Musa Acuminata Candenvish Subgroub) dengan Penambahan Jeruk Lemon (Citrus Lemon L.) Jairani, Eka Nenni; Yulita, Yulita; Ikhsania, Mulia
Journal of Nursing and Health Science Vol. 3 No. 3 (2024): Edisi Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v3i3.240

Abstract

Pendahuluan; Hard candy atau permen keras adalah permen bertekstur keras dengan permukaan yang bening dan juga mengkilat. Hard candy adalah kudapan atau makanan ringan yang dibuat dari campuran gula dan terkadang ditambahkan bahan tambahan seperti buah-buahan atau bahkan rempah rempah yang bentuknya beraneka ragam. Tujuan; untuk mengetahui daya terima dan mutu kimia (kalium, vitamin c kadar air dan kadar abu) dari Hard candy pisang ambon dan jeruk lemon. Bahan dan Metode ; penelitian menggunakan eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 2 pengulangan sehingga menghasilkan 8 rancangan percobaan. Pengujian daya terima dilakukan oleh 25 orang panelis agak terlatih. Pengujian mutu kimia dilakukan di Laboratorium Pengembangan Teknologi Kimia Industri Medan. Analisis data menggunakan Kruskal Wallis dan dilanjutkan uji Bonferroni. Hasil; penelitian menunjukkan F1 merupakan formulasi terbaik dengan nilai rata-rata uji hedonik 3,48 perbandingan pisang ambon dan jeruk lemon (50:50) dengan kategori agak suka. Kesimpulamn; Hasil uji mutu hedonik dengan nilai rata-rata 3,38 dengan kategori warna oren kecoklatan , aroma agak beraroma pisang dan jeruk, rasa sedikit manis dan sedikit asam, dan tekstur agak keras. Kandungan gizi F1 dalam 100 gram kalium 6,7417mg/100g, vitamin c 291,0204mg/100g, kadar air 0,8513%, kadar abu 11,6865%. Pada penelitian selanjutnya diharapkan untuk mengurangi suhu dan lama pemasakan Hard candy karena lamanya pemasakan dengan suhu tinggi akan meninggal after test pahit pada hard candy dan diharapkan pada penelitian selanjutnya membuat perbandingan pemberian sirup glukosa
Acceptance Of Mochi With Substitution Of Beet Flour Substitution Athira Demitri; Icha Azzah Nabillah; Tuty Hertati Purba; Eka Nenni Jairani; Lutfi Henderlan Harahap
International Journal Of Health Science Vol. 4 No. 2 (2024): July: International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v4i2.3917

Abstract

Mochiis a typical Japanese food which is quite famous in Indonesia for its chewy texture and semi-wet nature. Mochi comes from the Japanese word for muaci. Objective: To determine the physical and chemical characteristics (color, aroma, taste, texture, water content, ash content, fat, folic acid, potassium) of mochi with the substitution of beetroot flour. Method: This type of research is an experimental study with a Completely Randomized Design (CRD), with 4 treatments and 2 repetitions, resulting in 8 experimental units in making mochi with beet flour substitution. The research was carried out in September 2023 at the Helvetia Health Institute, then chemical tests were carried out at the Bioprocess Engineering Laboratory of the Medan Industrial Chemical Technology Polytechnic. In this research, there are hedonic and hedonic quality then proximate tests. Data analysis used Anova and continued with the Duncan test. Results: The hedonic test shows that the F1 formula is the best formula with an average hedonic test value of 3.80 in the like category, while the hedonic quality test shows that the F1 formula is the best formula with an average hedonic quality test value of 3.72 in the purple, aroma category. typical beet flour, sweet taste and chewy texture. The nutritional content of mochi is 20.72% water content, 3.42% ash content, 8.36% fat, 0.186 mg/gr folic acid, and 8.753 mg/gr potassium. Conclusion: The most preferred mochi based on hedonic tests and hedonic quality is the F1 formulation which can be used as an additional food for teenagers and pregnant women because it contains folic acid (0.186 mg/gr).
Hubungan Picky Eater Dan Pengetahuan Gizi Terhadap Status Gizi Remaja Di SMP Al-Ihsan Mulia Medan Agnes Sry Vera Nababan; Samaria Daeli; Eka Nenni Jairani; Yulita Yulita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5139

Abstract

Pendahuluan: Status gizi merupakan indikator penting dalam menilai kesehatan, terutama pada masa remaja yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan pesat. Faktor yang dapat memengaruhi status gizi remaja antara lain perilaku picky eater dan tingkat pengetahuan gizi. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara perilaku picky eater dan pengetahuan gizi dengan status gizi remaja di SMP Al-Ihsan Mulia. Metode: menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan deskriptif analitik. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik probability sampling jenis simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil: penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara perilaku picky eater dengan status gizi remaja (p = 0,031) serta hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan gizi dengan status gizi remaja (p = 0,028). Hal ini membuktikan bahwa kedua faktor tersebut berpengaruh terhadap status gizi remaja. Kesimpulan: perilaku picky eater dan pengetahuan gizi memiliki hubungan yang bermakna dengan status gizi remaja. Oleh karena itu, upaya peningkatan pengetahuan gizi melalui edukasi, penyuluhan, serta pembiasaan pola makan beragam dan seimbang sangat diperlukan agar remaja mampu menjaga status gizinya dengan baik.
Analisis Hubungan Aktivitas Fisik Dan Konsumsi Pangan Ultra-Proses Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Pra Lansia Di Puskesmas Tanah 600 Eka Nenni Jairani; Athira Demitri; Monika Putri; Yulita Yulita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5140

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Peningkatan prevalensi hipertensi banyak ditemukan pada kelompok pra lansia (usia 45–59 tahun) yang mulai mengalami perubahan fisiologis dan penurunan elastisitas pembuluh darah. Faktor gaya hidup seperti aktivitas fisik yang rendah serta kebiasaan konsumsi pangan ultra-proses diketahui berperan penting dalam meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. Pangan ultra-proses umumnya mengandung kadar garam, gula, dan lemak tinggi yang dapat memengaruhi tekanan darah melalui mekanisme retensi natrium dan resistensi insulin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dan kebiasaan konsumsi pangan ultra-proses dengan kejadian hipertensi pada pra lansia di Puskesmas Tanah 600 Marelan. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik probability sampling dengan metode proportionate random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan kejadian hipertensi (p-value = 0,034 < 0,05). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi pangan ultra-proses dan kejadian hipertensi (p-value = 0,013 < 0,05). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas fisik dan kebiasaan konsumsi pangan ultra-proses berhubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi pada pra lansia. Oleh karena itu, disarankan agar masyarakat, khususnya kelompok pra lansia, aktif mengikuti kegiatan posyandu, meningkatkan aktivitas fisik secara teratur, serta menerapkan pola makan sehat dengan membatasi konsumsi pangan ultra-proses guna menjaga tekanan darah tetap terkendali.