Abdul Ghofur
Institut Binamadani Indonesia, Tangerang

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

STRATEGI PENINGKATAN LITERASI BERAGAMA DENGAN PEMBIASAAN SIKAP RELIGIUS DI MTs AMANATUL MUSLIMIN JAKARTA BARAT Abdul Fikri; Abdul Ghofur
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 7 No 2 (2024): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v7i2.659

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui strategi peningkatan literasi beragama melalui pembiasaan sikap religius di MTs Amanatul Muslimin Jakarta Barat. Pembiasaan sikap religius memegang peranan penting pada upaya sekolah untuk menghasilkan siswa yang memiliki karakter religius dan pemahaman keagamaan yang kuat. Meski demikian, dalam pelaksanaannya memerlukan strategi yang tepat agar prosesnya berjalan lancar dan mencapai hasil yang diharapkan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif yaitu penelitian untuk memperoleh data dari informan secara mendalam. Untuk mendapatkan data penelitian peneliti melakukan obeservasi dan serangkaian wawancara terhadap kepala sekolah, wakil bagian kurikulum, guru, dan siswa. Sementara sumber data sekunder diperoleh dari literatur-literatur yang meliputi buku, jurnal ilmiah, dokumen-dokumen yang berkaitan dengan permasalahan yang diangkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan literasi beragama di MTs. Amanatul Muslimin, Jakarta Barat, pihak sekolah menerapkan strategi: 1. Membuat proram kegiatan keagamaan seperti membaca dan menulis Al-Qur’an (BTQ), shalat fardhu berjamaah, shalat Dhuha, menerapkan budaya 5S (senyum, sapa, salam, sopan dan sabar), dan sedekah Jum’at. 2. Pemberian motivasi, nasehat, dan teladan oleh guru, agar siswa lebih semangat dalam beribadah dan memahami agama. Adapun faktor-faktor pendukung dan penghambat strategi peningkatan literasi beragama dengan pembiasaan sikap religius ini adalah dukungan dan keterlibatan kepala sekolah, guru, masyarakat, dan orang tua. Sedangkan faktor penghambatnya adalah pengaruh lingkungan luar sekolah, pengaruh media sosial, serta kurangnya kesadaran pada diri siswa.
HISTORITAS DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM AYAT-AYAT 'ITAB Abdul Ghofur; Jaenal Arifin; Muhammad Ridwan
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i1.471

Abstract

Tulisan ini bertujuan menelusuri aspek sejarah dari ayat-ayat 'Itab dan menggali makna subtantif dari ayat-ayat 'Itab dengan mengkaitkannya pada aspek pendidikan yang terkandung di dalamnya. Di satu sisi, pribadi Rasulullah Saw merupakan tauladan dalam segala aspek kehidupan, sementara di sisi lain dalam al-Qur'an didapati banyak ayat yang bernada teguran atas sikap, perbuatan, ataupun ijtihad beliau. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan dimana pembahasannya menggunakan data-data yang diperoleh melalui penelusuran literatur kepustakaan, seperti kitab tafsir, buku, dan sumber lainnya yang relevan. Hasil tulisan ini menyimpulkan bahwa peristiwa atau kejadian yang menjadi sebab turunnya ayat-ayat 'Itab tercatat dalam banyak hadits shahih. Dari riwayat-riwayat tersebut diketahui bahwa hal-hal yang menjadikan sebab turunnya ayat-ayat 'Itab terkait dengan persoalan tawanan perang Badar, pengecualian orang munafik turut dalam perang Tabuk, menshalatkan jenazah orang munafik, mendoakan kerabat yang tidak beriman, mengharamkan madu, dan lainnya. Dalam konteks pendidikan, turunnya ayat-ayat 'Itab dijadikan sebagai sarana Allah Swt untuk memberi pendidikan dan arahan kepada Rasulullah Saw dalam hal membetulkan sikap dan perbuatan Rasulullah Saw saat bergaul dengan orang lain, menegakkan keadilan hukum, memutuskan suatu perkara secara adil, dan lainnya
KONTEKSTUALISASI SIKAP USWATUN HASANAH DAN RAHMATAN LI AL-'ALAMIN DALAM DIRI RASULULLAH SAW DENGAN METODE DAMAI SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN ALTERNATIF DI SEKOLAH TINGKAT DASAR DAN MENENGAH Umar Samsudin; Abdul Ghofur; Siska Oktavera
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2023): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i2.512

Abstract

Tulisan ini berupaya mendudukkan keterkaitan antara yang sentral dengan yang perifer. Sentralnya adalah strategi pembelajaran Rasulullah Saw, yaitu sebagai sosok yang dapat dijadikan sebagai uswatun hasanah dan sikapnya yang rahmatan lil’alamin. Sementara periferinya adalah pengembangan strategi pembelajaran Rasulullah tersebut dengan metode damai. Dengan metode damai ini, mampu menjalin hubungan yang baik antara guru dan siswa, dapat menumbuhkan jiwa semangat dan emosi positif. Dengan demikian dapat meminimalisir terjadinya kekerasan dalam pendidikan. Strategi pembelajaran dengan kontekstualisasi sikap Usawatun hasanah dan rahmatan lil 'alamin melalui metode damai memberikan solusi terhadap suatu masalah dalam pembelajaran, khususnya masalah kekerasan dalam pendidikan untuk anak usia sekolah tingkat dasar dan menengah. Dalam menerapkan strategi pembelajaran kontekstual dengan metode damai ini, yang diperlukan adalah mengolah kelas, melakukan interaksi belajar-mengajar, menyampaikan materi dan metode, yang semuanya menerapkan pendekatan humanistik (humanistic approach). Di antara mendidik dengan peserta didik didorong untuk melakukan komunikasi multi-arah sehingga tercipta suasana demokratis di dalam kelas, dan tidak didominasi oleh peran guru secara berlebihan. Dalam perspektif Islam, perdamaian adalah salah satu prinsip yang luhur yang dimilikinya.
NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM KISAH IBNU UMMI MAKTUM: (Telaah Q.S. ‘Abasa Ayat 1-10) Muh Anshori; Abdul Ghofur
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v6i1.876

Abstract

QS ‘Abasa (80: 1–10) menjadi salah satu ayat kunci dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang inklusif dan humanis. Narasi turunnya ayat yang melibatkan sosok sahabat tunanetra, Ibnu Ummi Maktum, memperlihatkan koreksi Ilahi terhadap pola dakwah yang dipengaruhi hierarki sosial pada masa awal Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam QS ‘Abasa dengan meninjau penafsiran klasik dan kontemporer, serta relevansinya bagi pengembangan pendidikan Islam modern. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dan analisis tematik, kajian ini menemukan bahwa QS ‘Abasa memuat sejumlah nilai pendidikan utama, antara lain nilai inklusivitas dan kesetaraan sosial, nilai hak akses terhadap pendidikan agama, nilai keteladanan nabi dalam menerima koreksi, nilai penghormatan terhadap martabat penyandang disabilitas, dan nilai relevansi pendidikan Islam di era modern. Temuan ini menunjukkan bahwa QS ‘Abasa bukan sekadar teks historis, tetapi landasan normatif bagi pembentukan pendidikan Islam adaptif yang menjunjung martabat manusia tanpa memandang kondisi fisik atau status sosial. Dengan demikian, nilai-nilai yang dihadirkan ayat ini dapat menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan, kurikulum, dan praktik pendidikan keagamaan yang lebih setara dan transformatif.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDEO DAN GAME EDUKATIF BERBASIS DIGITAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SDN PONDOK BAHAR KOTA TANGERANG Abdul Ghofur; Mutmainah Mutmainah; Dina Amalia
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol. 8 No. 2 (2025): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/dirasah.v8i2.755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan media video dan game edukatif berbasis digital terhadap motivasi belajar siswa di SDN Pondok Bahar, Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest-posttest control group. Sebanyak 44 siswa dipilih secara acak dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran menggunakan media video dan game edukatif berbasis digital, serta kelompok kontrol yang menerima pembelajaran dengan metode konvensional. Intervensi berlangsung selama 4 minggu (8 kali pertemuan) pada mata pelajaran tertentu. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket motivasi belajar dengan skala Likert, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,87, yang mengindikasikan bahwa instrumen tersebut memiliki tingkat reliabilitas yang sangat baik dan layak digunakan dalam penelitian ini. Kelompok eksperimen yang menggunakan pembelajaran berbasis media digital dan kelompok kontrol dengan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui kuesioner motivasi belajar, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan uji-t independen. Hasil menunjukkan bahwa media digital secara signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa, di mana rata-rata motivasi kelompok eksperimen meningkat dari 68,2 pada pretest menjadi 86,7 pada posttest, sementara kelompok kontrol hanya naik dari 63 menjadi 70, dengan hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan (t = 7,345, p < 0,001). Media digital berkontribusi melalui visualisasi menarik, interaktivitas, dan kemudahan akses terhadap materi, sehingga meningkatkan keterlibatan dan minat siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa media digital adalah alat efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di tingkat Sekolah Dasar, dengan implikasi praktis mencakup perlunya pelatihan guru dalam optimalisasi teknologi pembelajaran serta pengembangan strategi berbasis media digital yang menarik, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan siswa di era digital.