Winda Islamitha Nurhamidah
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Internalisasi Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran PAI di Sekolah: Respons terhadap Etika Pergaulan Siswa Aufa Fatchia Rahma; Maesaroh Maesaroh; Nur Azizatul Haqiah; Winda Islamitha Nurhamidah; Sibawaihi Sibawaihi
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): Takuana (October-December)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i3.203

Abstract

This study aims to describe how religious moderation values are internalized in Islamic Education (PAI) learning at SMAN 2 Sleman. Strengthening religious moderation is considered crucial to respond to the moral and social challenges experienced by Generation Alpha in today’s digital era. Core values such as tolerance, fairness, and balance need to be cultivated early to build students’ openness and appreciation for diversity. This research applied a qualitative approach with a case study design. Data were obtained through observation, interviews, and documentation, then analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The results show that the internalization process occurs through teachers’ exemplary behavior, routine practices, and reflective-dialogue-based learning. The process is supported by an inclusive and cooperative school climate, while challenges arise from digital media influences and peer rivalry. Overall, religious moderation in PAI learning contributes significantly to shaping students’ moderate and respectful character in the school environment.
Integrasi Epistemologi Bayani, Burhani dan Irfani dalam Pembentukan Ilmu Pendidikan Islam Kontemporer Winda Islamitha Nurhamidah; Maesaroh Maesaroh; Lutfiah Holifa Balkis; Aufa Fatchia Rahma; Nur Azizatul Haqiah; Usman Usman
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): Takuana (October-December)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i3.208

Abstract

The rapid advancement of science and technology in the twenty-first century has reshaped human conceptions of knowledge and reality, contributing to a global crisis of meaning rooted in secular and positivistic epistemologies that separate truth from moral and spiritual values. Within Islamic education, this tension appears in the dichotomy between religious and worldly sciences, creating fragmentation and imbalance. This study examines the integration of three classical Islamic epistemologies: bayani which is textual and normative, burhani which is rational and empirical, and irfani which is intuitive and spiritual as a conceptual basis for reconstructing the philosophy of Islamic education. Using a qualitative approach through literature analysis of primary and secondary sources from scholars such as al Ghazali and Syed Muhammad Naquib al Attas, the findings show that integrating these epistemologies produces a holistic framework that harmonizes revelation, reason, and spiritual intuition. This model offers an alternative to secular education by promoting intellectual, moral, and spiritual balance and fostering ethically responsible individuals.
Living Hadis Dalam Tradisi Jumat Berkah: Studi Terhadap Praktik Sosial Keagamaan Masyarakat Yogyakarta Nur Azizatul Haqiah; David Ricardo; Winda Islamitha Nurhamidah; Marhumah Marhumah
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v7i1.4185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik living hadith dalam tradisi Jumat Berkah yang berkembang di Yogyakarta. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini menelaah bagaimana masyarakat memahami, menginternalisasi, dan mewujudkan ajaran hadis tentang sedekah dan keutamaan hari Jumat dalam aktivitas sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap hadis bersifat praktis dan intuitif; nilai-nilai hadis diterima bukan melalui hafalan teks, tetapi melalui pembiasaan, pengalaman keagamaan sehari-hari, dan tradisi sosial yang diwariskan. Tradisi Jumat Berkah berfungsi sebagai ruang aktualisasi nilai keagamaan yang mampu memperkuat solidaritas, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membentuk karakter masyarakat yang lebih religius dan empatik. Praktik ini juga memperlihatkan bahwa ajaran Nabi SAW dapat hidup dan berkembang dalam konteks budaya tertentu melalui tindakan sosial yang dilakukan secara rutin dan kolektif. Penelitian ini menegaskan bahwa Jumat Berkah merupakan manifestasi nyata living hadith yang relevan dengan kebutuhan masyarakat urban, sekaligus memperkaya khazanah kajian hadis kontemporer di Indonesia.