Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Blokade terhadap Akses Pangan di Yaman: Analisis Kebijakan dan Dampaknya Fajar Agustian Sudrajat; Fadhila Nurul Fahmi Shidiq; Jipa Sukarwati; Sapriya Sapriya; Intan Indah Megasari
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v2i1.7831

Abstract

Krisis pangan di Yaman merupakan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia yang terjadi dalam konteks konflik bersenjata berkepanjangan dan ketergantungan tinggi terhadap impor pangan. Sejak eskalasi konflik pada tahun 2015, kebijakan blokade laut dan udara yang diterapkan oleh koalisi militer telah memperburuk kerentanan pangan masyarakat sipil. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kebijakan blokade laut dan udara terhadap akses pangan di Yaman sejak eskalasi konflik bersenjata pada tahun 2015, dengan menempatkan blokade sebagai instrumen kebijakan yang berimplikasi langsung terhadap krisis kemanusiaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dengan teknik analisis tematik terhadap artikel ilmiah, dokumen kebijakan internasional, serta laporan lembaga kemanusiaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembatasan sistematis terhadap pelabuhan dan bandara utama, khususnya Pelabuhan Hodeida secara signifikan menghambat masuknya pangan dan komoditas esensial, memicu kelangkaan pasokan, lonjakan harga pangan, serta menurunnya daya beli masyarakat. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa krisis pangan di Yaman merupakan krisis buatan manusia (policy-driven crisis) yang berkaitan erat dengan lemahnya orientasi perlindungan warga sipil dalam kebijakan konflik, sehingga diperlukan evaluasi kebijakan internasional yang lebih berorientasi pada pemenuhan hak atas pangan dan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional.
Penguatan Kompetensi Guru melalui Workshop Kurikulum Berbasis Deep Learning Pada SMAN 1 Cikancung Kabupaten Bandung : Pengabdian Intan Indah Megasari; Rika Sartika; Kokom Komalasari; Dadang Sundawa; Iim Siti Masyitoh
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6017

Abstract

Perkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut guru memiliki kemampuan merancang pembelajaran bermakna yang mengembangkan kompetensi holistik peserta didik. Berdasarkan observasi awal di SMAN 1 Cikancung Kabupaten Bandung, mayoritas guru belum memahami penerapan kurikulum berbasis deep learning. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru melalui workshop interaktif dan partisipatif yang dilaksanakan pada April 2025 dengan melibatkan 21 guru dari berbagai mata pelajaran. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi konsep dasar deep learning, pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran, dan pendampingan perancangan Modul Ajar kontekstual. Hasil kegiatan menunjukkan 90,5 persen guru memberikan apresiasi maksimal terhadap relevansi materi, 81 persen telah mengimplementasikan di kelas dengan respon positif dari 94,1 persen siswa yang menunjukkan peningkatan antusiasme dan partisipasi aktif. Seluruh guru menyatakan kegiatan ini memberikan perubahan positif fundamental dalam merancang pembelajaran yang lebih bermakna, reflektif, dan berpusat pada peserta didik, serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dengan perguruan tinggi. Kegiatan ini membuktikan bahwa workshop deep learning merupakan strategi efektif untuk penguatan kompetensi pedagogik guru dalam mendukung implementasi kurikulum adaptif terhadap tantangan pendidikan kontemporer.
Pertanggungjawaban Pidana dalam Kasus Korporasi PT Wilmar: Analisis Unsur dan Pembuktian Davina Wadathulnisa; Suci Septhiani Safitri; Elga Helgia Noor Arifin; Dwi Iman Muttaqin; Intan Indah Megasari
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kejahatan korporasi menunjukkan bahwa korporasi bukan lagi sekadar objek hukum, tetapi telah menjadi subjek aktif dalam berbagai tindakan kriminal, termasuk korupsi. Kasus dugaan korupsi dalam penyediaan fasilitas ekspor Minyak Sawit Mentah (CPO) periode 2021-2022 yang melibatkan PT Wilmat Group merupakan contoh konkret kompleksitas tanggung jawab pidana korporasi di Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan tanggung jawab pidana korporasi dalam kasus ini, khususnya terkait dengan pemenuhan unsur-unsur korupsi dan pembuktian keterlibatan korporasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan meneliti undang-undang dan peraturan, putusan pengadilan, doktrin hukum, dan karya ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pengadilan tingkat pertama cenderung menerapkan pendekatan formalistik dengan membebaskan korporasi dari tuntutan hukum, Mahkamah Agung, melalui putusan kasasinya, telah menegaskan bahwa korporasi merupakan subjek hukum pidana yang dapat dimintai pertanggungjawaban. Pendekatan Mahkamah Agung mencerminkan penerapan doktrin identifikasi dan semangat tanggung jawab mutlak dengan berfokus pada keuntungan ekonomi yang diperoleh korporasi dan kerugian yang ditanggung negara. Dengan demikian, kasus PT Wilmar Group memperkuat perkembangan doktrin tanggung jawab pidana korporasi dan menetapkan preseden penting.  dalam penegakan hukum terhadap kejahatan korporasi di Indonesia.
TRANSFORMASI ISTILAH KEPEMIMPINAN: DARI TUMENGGUNG KE PEMANGKU ADAT PADA SUKU ANAK DALAM DI DUSUN SEKALADI DESA PELEMPANG, JAMBI Tohap Pandapotan Simaremare; Rina Oktaviana Sihotang; Anisa Indriyati; Lalu Sumardi; Andiopenta Purba; Intan Indah Megasari; Parlaungan Gabriel Siahaan; Adriana Kolo
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6443

Abstract

Suku Anak Dalam merupakan komunitas masyarakat adat yang berasal dari Provinsi Jambi, yang bermukim di kawasan hutan dan tersebar di beberapa wilayah seperti Kabupaten Batanghari, Merangin, Sarolangun, Muaro Jambi, dan lainnya. Salah satu kelompok Suku Anak Dalam berada di Desa Pelempang, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini didasarkan pada pernyataan Datok Rahman, selaku Pemangku Adat Suku Anak Dalam di Desa Pelempang, yang menyatakan bahwa setelah kemerdekaan Indonesia, istilah “Tumenggung” diganti menjadi “Pemangku Adat.” Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan para Pemangku Adat Suku Anak Dalam di Desa Pelempang. Penelitian ini berfokus pada kepemimpinan para Pemangku Adat dalam komunitas Suku Anak Dalam di Desa Pelempang, serta mengkaji apakah terdapat perubahan dalam tugas dan wewenang mereka setelah istilah kepemimpinan tertinggi berubah dari Tumenggung menjadi Pemangku Adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang berubah hanya istilahnya, sedangkan tugas dan wewenang Pemangku Adat tetap sama seperti Tumenggung pada masa sebelumnya. Dengan kata lain, Pemangku Adat tetap memegang posisi kepemimpinan tertinggi dalam komunitas Suku Anak Dalam di Desa Pelempang. Pemilihan Pemangku Adat didasarkan pada garis keturunan, kemauan, serta kemampuan calon penerus, dan juga persetujuan dari masyarakat. Peran dan tanggung jawab Pemangku Adat dapat berbeda-beda di setiap komunitas dan kebudayaan.Kata kunci: Tumenggung, Pemangku Adat, Suku Anak Dalam
Transformation of Civics education through digital-interactive models: Strategies for strengthening students' civic responsibility Rika Sartika; Intan Indah Megasari
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.187

Abstract

The development of digital technology has changed the paradigm of learning in higher education, including in Civic Education (PKn) courses. This transformation presents opportunities for pedagogical innovation and challenges in shaping students' civic character. This study aims to analyze the effectiveness of a digital-interactive PKn learning model in strengthening students' civic responsibility at the Indonesia University of Education and the Bandung Institute of Technology. Using an exploratory sequential mixed methods design, this study involved five qualitative informants (lecturers and students) and 53 quantitative respondents. The results show that the digital-interactive model increases participation in discussions, strengthens critical thinking skills, and fosters digital ethics and constitutional awareness. However, obstacles remain in lecturers' TPACK competence, infrastructure readiness, and students' perceptions of PKn as a general course. This study concludes that the digital-interactive model is effective in building civic responsibility when supported by lecturer training, adaptive curriculum, and equitable access to technology. Recommendations aim to strengthen institutional policies and develop open educational resources (OER) to realize transformative PKn learning in the digital era.   Abstrak Perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pembelajaran di pendidikan tinggi, termasuk dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Transformasi ini menghadirkan peluang inovasi pedagogis sekaligus tantangan dalam pembentukan karakter kewarganegaraan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran PKn digital-interaktif dalam memperkuat civic responsibility mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia dan Institut Teknologi Bandung. Menggunakan desain exploratory sequential mixed methods, penelitian ini melibatkan lima informan kualitatif (dosen dan mahasiswa) serta 53 responden kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa model digital-interaktif meningkatkan partisipasi diskusi, memperkuat kemampuan berpikir kritis, dan menumbuhkan etika digital serta kesadaran konstitusional. Namun, kendala masih ditemukan pada kompetensi TPACK dosen, kesiapan infrastruktur, dan persepsi mahasiswa terhadap PKn sebagai mata kuliah umum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model digital-interaktif efektif membangun tanggung jawab kewarganegaraan bila didukung pelatihan dosen, kurikulum adaptif, dan akses teknologi yang merata. Rekomendasi diarahkan pada penguatan kebijakan institusional dan pengembangan open educational resources (OER) untuk mewujudkan pembelajaran PKn yang transformatif di era digital. Kata Kunci: pendidikan kewarganegaraan; sumber belajar terbuka; tanggung jawab kewargaan; Technological Pedagogical Content Knowledge; TPACK
Teacher perceptions of educational board games based on Pancasila values to increase student learning interest in Civics learning Elisa Seftriyanai; Intan Indah Megasari
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.80645

Abstract

This research aims to identify teachers' perceptions of using educational board games based on Pancasila values in increasing students' interest in learning Pancasila. This research uses a qualitative approach with a purposive sampling technique to select respondents from Pancasila Education teachers at the upper secondary and tertiary education levels. Data was collected through in-depth interviews and analysed using thematic analysis techniques, which allowed researchers to identify key patterns from the data collected. The research results show that most teachers have a positive perception of this educational board game. This media is effective in creating more interactive learning, increasing student involvement, and making it easier to understand abstract concepts such as Pancasila values. In conclusion, educational board games based on Pancasila values have great potential as an innovative learning tool that can increase students' interest in learning while integrating national values.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi guru terhadap penggunaan board game edukatif berbasis nilai-nilai Pancasila dalam meningkatkan minat belajar peserta didik pada pembelajaran PPKn. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling untuk memilih responden yang terdiri dari guru-guru PPKn di tingkat pendidikan menengah atas dan perguruan tinggi. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, yang memungkinkan peneliti mengidentifikasi pola-pola kunci dari data yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru memiliki persepsi positif terhadap board game edukatif ini. Media tersebut dianggap efektif dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, meningkatkan keterlibatan peserta didik, dan mempermudah pemahaman konsep abstrak seperti nilai-nilai Pancasila. Kesimpulannya, board game edukatif berbasis nilai-nilai Pancasila memiliki potensi besar sebagai alat pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan minat belajar peserta didik sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan. Kata Kunci: nilai Pancasila; permainan papan; PPKn
Strengthening the Independence of Correctional Inmates through Contemporary Bread and Business Management Training as Provision for Socio-Economic Reintegration at the Class IIB Cianjur Prison Dolores Silvia; Rattikah Fitrianty; Purna Hindayani; Candra Sari Triyana; Nadhia Maesari; Intan Indah Megasari
AMK : Abdi Masyarakat UIKA Vol. 5 No. 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/amk.v5i3.3510

Abstract

Self-reliance development is a crucial program within the correctional system, aiming to equip inmates with productive skills to support their socio-economic reintegration upon their return to society. This community service program aims to improve inmates' vocational and entrepreneurial competencies through training in contemporary bread production and business management at the Class IIB Cianjur Penitentiary. The Participatory Action Research (PAR) method was used, actively involving participants in the planning, implementation, reflection, and evaluation of the program. Twenty inmates with an interest in bakery and entrepreneurship participated in the program. The training materials covered contemporary bread-making techniques, food sanitation and safety, product packaging, production cost calculations, pricing, and simple marketing and business management strategies. Evaluation was conducted through pre- and post-tests to measure participants' knowledge, supported by observation, documentation, and reflective discussions. The results showed an increase in participants' understanding of the bread production process and business management, as evidenced by an increase in post-test scores compared to the pre-test. Furthermore, participants were able to practice making bread independently and understand the basics of business planning. This program contributes to strengthening the independence of inmates by improving technical and entrepreneurial skills as a provision for sustainable socio-economic reintegration after release.