Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Efektivitas Pendekatan Non-Pidana dalam Perlindungan Lingkungan Berdasarkan Studi Lapangan di RT 08 Malaka Jaya Jakarta Timur: Penelitian Taufiq Supriadi; Divya Aliyyu; Imanuel
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5635

Abstract

Perlindungan lingkungan hidup di Indonesia secara normatif menempatkan sanksi pidana sebagai ultimum remedium, namun realitas empiris menunjukkan bahwa penegakan hukum pidana formal kurang efektif dalam menjangkau pelanggaran lingkungan berskala kecil tetapi masif di tingkat komunitas. Penelitian ini membahas dua rumusan masalah, yaitu: (1) mekanisme penerapan instrumen non-pidana berbasis komunitas dalam membangun kesadaran dan kepatuhan hukum lingkungan warga, serta (2) efektivitas sanksi sosial dan nilai-nilai living law sebagai alternatif penegakan hukum lingkungan yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis empiris dengan pendekatan sosio-legal dan pendekatan kasus, melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi di RT 008 RW 04 Malaka Jaya, Jakarta Timur. Hasil pembahasan rumusan masalah pertama menunjukkan bahwa instrumen non-pidana bekerja efektif melalui sinergi regulasi lokal berupa Surat Edaran Eco-RT, pengawasan sosial berbasis teknologi CCTV, serta pelembagaan partisipasi warga, yang membentuk sistem pengendalian internal komunitas. Hasil pembahasan rumusan masalah kedua membuktikan bahwa sanksi sosial berbasis rasa malu, kewajiban moral, dan insentif ekonomi lebih efektif dan berkelanjutan dibandingkan pendekatan pidana formal karena mampu mengubah perilaku warga, menekan biaya penegakan hukum, dan menciptakan manfaat ekonomi sirkular dari pengelolaan lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan non-pidana berbasis living law merupakan model penegakan hukum lingkungan yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan di kawasan perkotaan padat penduduk. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah daerah mengadopsi dan memformalkan model ini melalui regulasi daerah serta pendekatan restorative justice dalam tata kelola lingkungan hidup.
Penguatan Solidaritas Sosial dalam Perlindungan Lingkungan Berbasis Komunitas di RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Jakarta Timur: Penelitian Taufiq Supriadi; Bestari Nirmala Santi; Candra Robasa Sijabat; Otto Sumaryoto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5650

Abstract

Permasalahan lingkungan di kawasan perkotaan Indonesia, seperti pencemaran air, limbah domestik, dan keterbatasan ruang hijau, menuntut solusi berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran solidaritas sosial dalam perlindungan lingkungan di RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Jakarta Timur, sekaligus menilai kesesuaian praktik tersebut dengan kerangka hukum nasional. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif untuk menelaah UUD 1945, UU No. 32 Tahun 2009, UU No. 23 Tahun 2014 dan peraturan turunan, serta empiris terbatas melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas sosial dan modal sosial mendukung partisipasi aktif warga dalam pengelolaan drainase menjadi kolam budidaya lele, komposter, lubang resapan biopori, UMKM berbasis hasil panen dan platform digital RT Online. Praktik ini selaras dengan hukum Indonesia, memberikan legitimasi normatif, serta menciptakan komunitas urban yang resilien, produktif, dan berkelanjutan. RT 08 RW 04 menjadi model perlindungan lingkungan berbasis komunitas yang efektif dan dapat direplikasi.
Analisis Tingkat Kepatuhan Pasien Dalam Melakukan Perawatan Berulang di Salah Satu Praktek Bersama Dokter Gigi di Sumedang Aldirafi Gani; Amiruddin Setiawan; Nenny Hendajany; Rahadian Malik; Dedy Agus Purwanto; Taufiq Supriadi
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Februari 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i2.1668

Abstract

This study aims to analyze the relationship between the level of knowledge of oral and dental health and patient compliance in undergoing repeated treatment at one of the Joint Dental Practices in Sumedang. The research method used a quantitative approach with a cross-sectional design. The research sample consisted of 30 respondents randomly selected from patients undergoing repeated treatment. Data collection was carried out through an online questionnaire that had been tested for validity and reliability, consisting of knowledge and compliance instruments. Data analysis used the chi-square test. The results showed a statistically significant relationship between knowledge of oral and dental health and patient compliance (p=0.031). A total of 46.67% of respondents were compliant, 40% were fairly compliant, and 13.33% were non-compliant. The majority of respondents had good knowledge (40%) and were dominated by women (70%), aged 18-30 years (56.67%), and had higher education (73.33%). The conclusion of this study is that good knowledge of oral and dental health plays an important role in increasing patient compliance with repeated treatment. Research recommendations include strengthening patient education and effective communication approaches by dental health workers.
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri tentang Tablet Tambah Darah untuk Pencegahan Anemia dan Kesehatan Reproduksi di SMAN 15 Kota Bekasi Aldhya Nadhira Lokanata; Nenny Hendajany; Dedy Agus Purwanto; Taufiq Supriadi; Amiruddin Setiawan
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Februari 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i2.1672

Abstract

Anemia is a global health problem commonly experienced by adolescent girls, with serious implications for reproductive health and future pregnancies. This study aims to describe adolescent girls' knowledge about Iron Supplement Tablets (TTD) in preventing anemia and reproductive health. This descriptive-analytic study was conducted at SMAN 15 Bekasi City with a sample of 50 female students selected by purposive random sampling. Data were collected through an online questionnaire and analyzed descriptively. Results showed that all respondents (100%) knew the definition of anemia, 94% knew that the main cause of anemia is lack of iron intake, and 100% knew anemia symptoms such as difficulty concentrating and frequent drowsiness. 100% knew iron-rich foods, and 96% agreed to consume iron supplements during menstruation. However, only 46% knew all the long-term impacts of anemia. Conclusion: Adolescent girls' knowledge about anemia and TTD is good, but understanding of long-term impacts still needs to be improved through more intensive education.