Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : MEDIAN

PENGARUH AIR KELAPA TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH KEDELAI (Glycine max (L) Merr Mira Herawati Soekamto; Sarlota Kabelwa
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 9 No. 2 (2017): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.973 KB) | DOI: 10.33506/md.v9i2.17

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh  konsentrasi air kelapa sebagai zat pengatur tumbuh dalam mempercepat perkecambahan benih kedelai   dan  konsentrasi air kelapa yang terbaik sebagai zat pengatur tumbuh dalam mempercepat perkecambahan benih kedelai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan yang terdiri dari (S0) tanpa perlakuan, S1 (25 % air kelapa), S2 (50 % air kelapa), dan S3 (75 % air kelapa) yng diulang sebanyak 5 kali. Variabel pengamatan dari penelitian ini adalah Benih Tumbuh, Benih Tidak Tumbuh, Kecepatan Tumbuh Benih (KCT) dan  Daya Kecambat Benih. Apabila hasil pengamatan berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan  uji BNJ 0,05%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan perendaman dengan menggunakan  air kelapa pada konsentrasi yang berbeda berpengaruh  sangat  nyata dan  nyata pada variabel benih tumbuh, benih tidak tumbuh,  dan kecepatan tumbuh benih pada benih kedelai. Perlakuan konsentrasi  25% air kelapa (S1)  merupakan konsentrasi yang terbaik karena menghasilkan nilai yang tertinggi untuk persentase rata-rata benih tumbuh yaitu sebesar   99%, kecepatan tumbuh benih yaitu sebesar 18,4 %, daya berkecambah benih Kedelai yaitu sebesar 95,5%, dan menghasilkan benih yang tidak tumbuh yang terkecil yaitu sebesar 1%.
Pembibitan Tanaman Pinang (Areca catechu) Dengan Menggunakan Berbagai Media Tanam Irpan Sagrim; Mira Herawati Soekamto
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v10i2.295

Abstract

Pinang merupakan jenis tanaman yang mempunyai nilai penting bagi orang papua karena pinang bukan saja sebagai makanan sehari-hari tetapi juga digunakan dalam ritual adat orang papua. Nilai penting ini tidak sejalan dengan upaya budidaya karena tanaman pinang saat ini hanya ditanami sebagai tanaman pekarangan atau hanya tumbuh di areal hutan.Tujuan  penelitian ini adalah mengetahui pengaruh media tanam terhadap petumbuhan tanaman pinang dan media tanam manakah yang memberikan pertumbuhan terbaik pada tanaman pinang?Metode dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acal lengkap dengan terdiri dari 5 taraf dan diacak 5 kali dapat 25 kali acakan.P0 = (50% Ampas Sagu+50%tanah), P1= (50%Sekam Padi+50%tanah), P2= (50%Ampas Tahu+50%tanah), P3= (50%serbuk gergaji+50%tanah), P4=(50%kotoran ayam+50%tanah).  Hasil Penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (Anova) apabila berpengaruh nyata, maka akan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 0,05 %. Perlakuan berbagai media tanam memberikan pengaruh nyata sangat nyata pada variabel pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun dan diamter batang tanaman pinang. Media tanam ampas tahu (P2) memberikan pertumbuhan terbaik pada tanaman pinang yang terlihat pada umur pengamatan 4 MST terhadap  tinggi tanaman 10,83 cm, Jumlah daun 4,80  helai  dan diameter batang 0,84 cm, sedangkan pertumbuhan terendah berada pada perlakuan P3 (serbuk gergaji) yang memiliki tinggi tanaman 8,73 cm,, jlah daun 3,80 helai dan diamter batang  0,72 cm.
Perlakuan Benih Padi Yang Disimpan Dengan Pestisida Nabati Sereh Wangi Terhadap Hama Bubuk Padi (Sitophilus oryzae L.) Mira Herawati Soekamto; Zainuddin Ohorella; John Rivan Ijie
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v11i2.550

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dari pestisida nabati bubuk sereh wangi sebagai seedtreatment pada benih padi yang disimpan terhadap hama bubuk padi Sitophylus oryzae. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor perlakuan yang diujikan adalah bubuk sereh wangi yang terdiri dari 3 taraf, yaitu bubuk sereh wangi 2,5 gr/100 gr benih padi (S1), bubuk sereh wangi 5 gr/100 gr benih padi (S2), bubuk sereh wangi 7,5 gr/100 gr benih padi (S3). Perlakuan ini diulang sebanyak 5 kali, dengan demikian terdapat 15 satuan perlakuan. Setiap satuan perlakuan terdiri atas 20 ekor serangga uji. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, semua perlakuan dosis bubuk sereh wangi mampu mematikan hama bubuk Sitophilus oryzae sejak dari hari ke-5 setelah aplikasi sampai hari ke-3O setelah aplikasi. Perlakuan dosis bubuk sereh wangi 7,5 gr/l00 gr benih padi, merupakan dosis bubuk sereh wangi yang terbaik dalam meningkatkan rata-rata persentase mortalitas hama bubuk Sitophilus oryzae. Sampai pada waktu pengamatan hari ke-30 setelah aplikasi, menghasilkan rata-rata. Selain itu, perlakuan dosis bubuk sereh wangi 7,5 gr mampu menurunkan persentase kehilangan berat akhir dari benih padi, dimana sampai pengamatan hari ke-30 setelah aplikasi kehilangan berat benih padi hanya sebcsar 30,7%. Sedangkan persentase kehilangan bobot akhir benih padi yang tertinggi dihasilkan oleh perlakuan dosis bubuk sereh wangi 2,5 gram, dimana sampai hari ke-30 setelah aplikasi persentase kchilangan berat benih padi sebesar 64, 1%.
Pengaruh Pemberian Pupuk Limbah Tahu Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiate L.) Zulkarnain Sangadji; Mira Herawati Soekamto; Seljun Kayaru
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.584 KB) | DOI: 10.33506/md.v12i2.1015

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh  dan dosis pemberian pupuk limbah cair tahu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau.  Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan memggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan yang terdiri   dari s0  (Tanpa Perlakuan), s1 (15 ml  Limbah Tahu/tanaman), s2 (30 ml Limbah Tahu /tanaman), s3  (45ml limbah Tahu /tanaman) dengan 3 ulangan. Analisis data yang digunakan adalah analisis keragaman ( ANOVA ) yang di lanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada tingkat kepercayaannya 0,05%. Hasil dari penelitian ini adalah Pemberian pupuk limbah cair memberikan pengaruh yang nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, jumlah biji per polong dan jumlah polong pertanaman, tetapi pada bobot 100 biji tidak menunjukkan pengaruh yang nyata. Perlakuan Dosis 45 ml limbah cair tahu/tanaman menghasilkan rata-rata tertinggi  pada umur 1,2,3 dan 4 MST pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, jumlah biji per polong, jumlah polong per tanaman dan bobot 100 biji.
Pengaruh Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tunas Salak (Salacca zalacca) Mira Herawati Soekamto; Dina Diana Blesia
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v13i2.1510

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam yang tepat terhadap pertumbuhan tunas bibit tanaman salak di polybag. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dirancang dengan rancangan acak lengkap  yang terdiri dari yang terdiri dari empat perlakuan yaitu A0  (Tanah Topsoil (kontrol)), A1 (Komposisi media 1 : 1 : 1  (Tanah +  Pasir +  Pupuk kandang sapi)), A2 (komposisi  media 2 : 1 : 2  (Tanah +  pasir + Pupuk Kandang sapi)), A3  (Komposisi media 1 : 2 : 1  (Tanah +  Pasir + Pupuk kandag sapi) dengan 3 ulangan. Analisis yang digunakan adalah  analisis varian dan apabila berpengaruh nyata akan dilanjutkan dengan Uji Jarak Beda Duncan (JBD) Pada taraf kepercayaan 0,01 %.  Hasil dari penelitian ini adalah  Perlakuan komposisi media tanaman pada pertumbuhan bibit  tanaman salak memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman pada pengamatan 10 MST, luas daun pada pengamatan 8 dan 10 MST, berat brangkasan tanaman dan berat akar tanaman.  Perlakuan A1  Komposisi media 1 : 1 : 1  (Tanah +  Pasir +  Pupuk kandang sapi) memberikan nilai tertinggi pada pengamatan 10 MST dengan tinggi tanaman sebesar  26.78 cm, luas daun 41.68 cm2,  berat brangkasan tanaman 4.10 gran dan berat akar 0.75 gram. Sedangkan nilai pengamatan terendah berada pada perlakuan A0 (Tanah Topsoil /kontrol) dengan tinggi tanaman sebesar 25.90 cm, luas daun sebesar 39.49 cm2, berat brangksan tanaman sebesar 2.73 gram dan berat akar sebesar 0.53 gram.
UJI ANTAGONIS Trichoderma harzianum TERHADAP Fusarium oxysporum PENYEBAB PENYAKIT LAYU PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum) SECARA IN VITRO Zainuddin Ohorella; Mira Herawati Soekamto; Wahyudi Wahyudi; Muji Hariati
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v14i1.1677

Abstract

Fusarium oxysporum is a very harmful fungus because it can attack tomato plants from germination to maturity. Control of fusarium wilt disease, generally only limited to sanitation, biological control by using a biological control agent (APH) Trichoderma harzianum is an alternative to reduce the use of chemical pesticides in disease control. The experiment used a completely randomized design (CRD), with in vitro testing of Trichoderma harzianum against Fusarium oxysporum from stem, leaf, flower and fruit organs of tomato plants. Trichoderma harzianum in in vitro conditions was able to suppress the growth of Fusarium oxysporum which infects fruit by 100%, tomato flower organs 92,2%, tomato leaf organs 59,0% and from tomato plant stem organs 50,2%.
Utilization of Azolla Pinnata as Compost Fertilizer on the Growth and Production of Sweet Corn (Zea mays sacchara L.) Ajang Maruapey; Mira Herawati Soekamto; Samra Kella
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 14 No. 3 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.958 KB) | DOI: 10.33506/md.v14i3.2021

Abstract

The purpose of this study was to determine the use of Azolla pinnata as compost on the growth and production of sweet corn. This research was conducted in Klamana Village, East Sorong District, Sorong City from April to June 2018Keywords: Compost, azollah pinnata, sweet corn. The study used a Randomized Block Design (RAK) which consisted of four treatments, namely; G0 = no treatment, G1 = Azolla pinnata compost treatment 1.5 kg/plot, G2 = Azolla pinnata compost treatment 3.0 kg/plot, G3 = Azolla pinnata compost treatment 4.5 kg/plot. Each treatment was repeated three times so that there were 12 experimental plots. The research data were analyzed using analysis of variance (Anova), if they were significantly different, the LSD test method was 0.05%. The results showed that the compost treatment of Azolla pinnata had a significant effect on the growth and production components of sweet corn. The treatment with a dose of 4.5 kg/plot affected the observation of plant height and number of leaves at age 8 (MST) as well as male flowering age. While the treatment dose of 3.5 kg/plot or 10 t/ha is considered better because it can increase the yield component and production of the highest cob of 3.76 kg/plot and 8.26 t/ha.
Study on the Utilization of Itchy Leaf Plants (laportea sp.) By the Community of Bariat Village, Konda District South Sorong Regency Irnawati Irnawati; Mira Herawati Soekamto; Nur Hidaya
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v15i2.2565

Abstract

Itchy leaves are a kind of herbaceous plant that comes from the Urticaceae family where if applied all over the body it will cause a very itchy effect. After the itchy sensation for 5 minutes, the pain and sore effects will work very effectively. The local Papuan people, especially the South Sorong area, are active in using itchy leaves as an effective traditional medicine to cure muscle pain, but until now it has not been known to identify the types of itchy leaves used by local people. This research examines the identification of the types of itchy leaves plants used. The methods used as aspects of the utilization of Itchy Leaf plants are observation, interviews, and filling out questionnaires. While the results of the study showed that there were three types of Itchy Leaf plants in Bariat Village, Konda District which belonged to 1 (one) family, namely Urticaceae. There are 3 types of itchy leaves, namely Laportea decumana (kafa'), Laportea stimulants syn (kafasa), and Laportea peltata (Kafa'). Furthermore, this group of Itchy Leaf plants is used by the community by rubbing, squeezing the leaves, wrapping and as a trap for wild animals.