Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Transformasi Pertanian Konvensional Menuju Presisi: Studi Kasus Penerapan Rainwater Harvesting pada Gapoktan di Tulang Bawang Barat Aniessa Rinny Asnaning; Agiska Ria Supriyatna; Desty Aulia Putrantri
NEAR: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NEAR
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/nr.v5i1.3233

Abstract

Keterbatasan sumber daya air menjadi salah satu kendala utama dalam peningkatan produktivitas pertanian di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Sebagian besar petani hortikultura di wilayah ini masih mengandalkan curah hujan musiman dan penyiraman manual, sehingga berisiko mengalami penurunan hasil panen terutama pada musim kemarau. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada transfer teknologi pemanenan air hujan (Rainwater Harvesting) yang diintegrasikan dengan sistem irigasi cerdas hemat air (smart irrigation). Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui enam tahapan, yaitu sosialisasi dan pemetaan kebutuhan, pelatihan teknis dan manajerial, implementasi teknologi, pendampingan dan monitoring, evaluasi, serta penyusunan strategi keberlanjutan. Implementasi teknologi meliputi pembangunan sistem pemanenan air hujan berkapasitas 5.000 liter, penerapan irigasi cerdas di instalasi hidroponik, serta integrasi sensor IoT untuk monitoring kualitas dan ketersediaan air. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dengan rata-rata nilai pretest 42,3 meningkat menjadi 84,7 pada posttest. Secara teknis, sistem yang diterapkan mampu menampung rata-rata 4.200 liter air hujan per bulan, menghemat penggunaan air hingga 43%, dan meningkatkan produktivitas hortikultura sekitar 25% dibanding kondisi awal. Kesimpulannya, penerapan teknologi pemanenan air hujan dan smart irrigation terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi air, produktivitas pertanian, serta kapasitas kelembagaan petani.
IMPLEMENTASI POC BERBAHAN DASAR LIMBAH ORGANIK DAPUR DALAM MENDUKUNG PROGRAM NENEMO MANDIRI PANGAN DI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Desty Aulia Putrantri; Mustika Adzania Lestari; Hevia Purnama Sari; Annisa Fitri; Henni Elfandari; Reza Zulfahmi; Ferziana; Desryan Irawan
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i2.3431

Abstract

Program Nenemo Mandiri Pangan merupakan salah satu program Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam menjaga ketahanan dan kemandirian pangan. Dalam pelaksanaannya, masih terdapat kendala seperti rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pertanian ramah lingkungan dan tingginya ketergantungan pada pupuk kimia. Oleh karena itu, diperlukan hilirisasi inovasi pemanfaatan sumber daya lokal dengan pengolahan limbah dapur organik menjadi pupuk organik cair (POC) melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan limbah dapur organik menjadi pupuk organik cair (POC) guna mendukung pertanian berkelanjutan dan kemandirian pangan. Kegiatan ini dilaksanakan di Gapoktan Lestari Makmur, Tiyuh Candra Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat pada bulan Juni - November 2025. Metode kegiatan dilakukan melalui pendekatan technical assistance dan learning by doing, dengan tahapan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik pembuatan POC, aplikasi pada tanaman pekarangan, serta monitoring dan pendampingan berkelanjutan. Sebanyak 35 peserta yang terdiri dari anggota Gapoktan Lestari Makmur dan kelompok wanita tani terlibat aktif dalam kegiatan ini. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 72,5% menjadi 92,8%. POC yang dihasilkan memiliki karakteristik fisik yang baik, yaitu berwarna coklat tua, beraroma fermentasi segar, dan tidak berbau busuk. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengelola limbah dapur, serta mengurangi timbulan sampah. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung pertanian organik, efisiensi biaya produksi, dan penguatan kemandirian pangan masyarakat berbasis sumber daya lokal.