Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

KONSEP JIHAD MENURUT M. QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISHBÂH DAN KAITANNYA DENGAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ngadhimah, Mambaul; Huda, Ridhol
Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan CENDEKIA VOL 13 NO 1 TAHUN 2015
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/cendekia.v13i1.234

Abstract

Abstract: An article which discusses jihad that originates in al-Mishba>h is the interpretation of al-Qur’an by M. Quraish Shihab. This becomes important because of the emergence of various typologies of jihad. Jihad with the typology of liberal group that sought to remove the Islamic law affecting on the implementation of jihad is just to fight the passions or demons and negate the other meanings of jihad. Jihad with the typology of radical group that declared war on the world and all unbelievers should be fought because of infidelity affects the meaning of jihad that only deals with war. Jihad with the typology of the moderate group believes that jihad in accordance with all forms of the reality of human life can be done by everyone in any way according to their ability and circumstances. روهظل امهم عوضولما ناك .باهش شيرق ذاتسلأل “ حابصلما “ يرسفت في “ داهلجا “ عوضوم ةلاقلما هذه تسرد ،)لاتقلا ىنعبم ( داهلجا ةيعورشم حسم اولواح مهنأ ينيلابرللا دنع داهلجا موهفم .داهلجا نم ناعم ةدع داهلجا ىناعم ىفني هنأ بنابج ،ينطايشلا ةاداعمو سفنلا ةدهامج هنأ ىلع داهلجا ذيفنت لىإ ىّ دؤي اذهو لىإ ىدؤي اذهو ،مهرفك ببسب رافكلاو ايندلا ةبرامح وه نويلوصلأا نوفّ رطتلما هاري امك داهلجاو .ىرخلأا ةايح عقاو لاكشأ عيمبج بسانم هنأ ينّ يطسولا دنع داهلجا موهفم امأ .بسحف لاتقلا ىنعبم داهلجا مهف .هفورظو هتقاط بسح ىلع تناك ةقيرط يأبو هءادأ درف لكل نكيمو ،سانلا
Pengaruh E-Learning dan Media Sosial Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Putri Habibillah; Muhamad Zaini; Mambaul Ngadhimah
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol 13 No 2 (2021): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v13i2.1106

Abstract

The objectives of this research to explain the effect of (1) E-Learning on the learning motivation; (2) Social Media as a learning medium on the learning motivation; (3) E-Learning and social media as a learning medium on the learning motivation. This research uses a quantitative approach with correlational research type. The data analysis technique used simple and multiple linier regression test. The results of this research indicatet that (1) there is a positive and significant influence between E-Learning on the learning motivation on a simple linier regression test from tcount>ttable (7.295 > 1.97) and a significance value of 0.000 < 0.05; (2) there is a positive and significant influence between social media as a learning medium on the learning motivation on a simple linier regression test from tcount>ttable (7.476 > 1.97) and significance value of 0.000 < 0.05; (3) there is a positive and significant influence between E-Learning and social media as learning media on learning motivation on the calculation of multiple linier regression test from Fcount>Ftable (34.831 > 3.04) and a significance valu of 0.000 < 0.05.
KONTRIBUSI NILAI IKHLAS DALAM PENDIDIKAN AKHLAK JAMA’AH SALAWAT WAHIDIYYAH Mambaul Ngadhimah
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 12 No. 1 Mei 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.283 KB) | DOI: 10.31332/ai.v12i1.532

Abstract

The hedonistic, materialistic, and capitalistic global culture requires everyone willing to work hard to get the most of it. This has an impact on the decrease of obedience (ikhlas) of a Muslim in practicing the religion of Allah. Because the activity of worship is influenced by the fulfillment of the desire to obtain world pleasures such as image, position, career, honor, income and so forth, moral education is very crucial. This study concludes the concept of ikhlas in the teachings of Wahidiyyah based on the teachings of lillah-billah, enhanced by lirrasul-birrasul, lilghouth-bilgouth, yu'tikulla dhihaqqin haqqah, Taqdimul aham fal aham. The community of Wahidiyyah applies the values of ikhlas in every individual, family, community, and within their religious activity to foster the attitude of tawadlu ', affection, cooperation, harmony, social caring, tolerance and mutual respect. The development of the concept of ikhlas within Wahidiyyah’s community is very important for moral education in order to gain beneficial experience of billah apal rasulhi, educate the righteous child, birrul wālidain, and enhance the brotherhood awareness of Muslims.
Implementasi Manajemen Partisipatif dalam Pengembangan Budaya Religius di Sekolah Mambaul Ngadhimah
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars No Seri 2 (2017): AnCoMS 2017: Buku Seri 2
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.336 KB) | DOI: 10.36835/ancoms.v0iSeri 2.78

Abstract

Religious culture is built on moral values and religion to be applied in the behavior and organizational culture in the school. Religious culture will be solid if the whole school community involved in the decision making process. The research focuses on the study of: Implementation of Participatory Management in the Development of Religious Culture in SMAN I Kwadungan Ngawi on: (1) The development of religious culture in schools; (2) Implementation of participatory management by the school community in the development of religious culture; (3) The response of the school community in a participatory management process in the development of religious culture. This study developed the theory of management is participatory, with theoretical contributions that we call the theory of pre-management ourselves where the participation of the school community can be implemented properly if stakeholders are willing and able to communicate to cooperate with all the elements in carrying out the structure, functions and responsibilities, to optimize processes, the implementation and results of the program that has been agreed upon.Keywords: Participatory Management, Values, Response, Religious Culture
Penerapan Difusi Inovasi pada Pelaksanaan Program Aplikasi E-Tahfizh Tahsin di MI Tahfizh Entrepreneur Qurrota A’yun Ponorogo Lia Anies Winianti; Nur Sinta Filaili; Mambaul Ngadhimah; S Maryam Yusuf
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 3 No. 01 (2023): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v3i01.1479

Abstract

Humas memiliki peran penting dalam sebuah lembaga pendidikan. Peran dalam menciptakan citra yang baik serta mendorong kesuksesan sebuah program di lembaga pendidikan. Penyampaian informasi dan kesan yang menyakinkan, akan mampu membuat orang lain bisa dan mau untuk mengikuti apa yang diberitakan oleh humas. Dan seiring semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi yang beredar di tengah masyarakat sebagai akibat dari tuntutan zaman, humas harus mampu menggunakan perangkat teknologi tersebut, guna mendistribusikan informasi secara tepat dan akurat. Dalam program menyukseskan pembuatan laporan bulanan perkembangan tahfizh tahsin siswa, humas MI Tahfizh Entrepreneur berperan dalam mengawal berjalannya program E-Tahfizh Tahsin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan jenis observasi dalam penelitian ini adalah observasi terlibat atau participant. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Humas MI Tahfizh Entrepreneur Qurrota A’yun Ponorogo dengan metode difusi inovasi berhasil mensukseskan program E-Tahfizh Tahsin. Mampu meyakinkan seluruh pengajar tahfizh tahsin untuk mengaplikasikan inovasi baru ini dalam pembuatan laporan perkembangan dengan empat elemen difusi inovasi. Tidak ada penolakan yang terjadi, namun masih ada yang masuk dalam tipe lambat dalam adpatasi dengan inovasi yang baru diterapkan. Saluran komunikasi informal dan non formal cukup efektif untuk menyosialisasikan inovasi E-Tahfizh Tahsin. Meskipun masih ada sedikit kendala terkait kemampuan IT beberapa pengajar yang masih harus didampingi. Juga adanya sedikit perubahan-perubahan rumus karena salah pencet yang dilakukan oleh pengajar yang mendapatkan akses aplikasi tersebut.
Strategi Komunikasi Efektif dalam Pembelajaran Anak Usia Dini di RA Tahfizh Al Furqon Ponorogo Ariska Candra Yuliana; Verian NVerian Nurhuda; Mambaul Ngadhimah; Umar Sidiq
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 3 No. 01 (2023): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v3i01.1469

Abstract

Pembelajaran pada anak usia dini dikatakan berhasil apabila tujuannya telah tercapai maksimalnya sesuai dengan tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak. Beragam cara penerapan pembelajaran anak usia dini khususnya di lingkungan sekolah telah dilakukan oleh guru. Mengingat peran sentral guru dalam memaksimalkan pembelajaran anak usia dini, diperlukan bentuk komunikasi yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak. Komunikasi efektif merupakan bentuk komunikasi positif sebagai sarana dalam mewujudkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. RA Tahfizh Al Furqon Ponorogo menjadi kajian peneliti dalam menerapkan komunikasi efektif anak usia dini. Dengan menerapkan komuniasi efektif diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak. Kenyamanan dan keamanan anak usia dini dibutuhkan dalam mempermudah dan memaksimalkan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi efektif dalam pembelajaran anak usia dini di RA Tahfizh Al Furqon Ponorogo. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus di RA Tahfizh Al Furqon Ponorogo. Teknik pengumpulan data melalui wawancara secara mendalam dan observasi. Teknik analisis dengan model interaktif yang dilakukan dengan empat tahapan, yaitu : pengumpulan data, display data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil peneliti ini menghasilkan temuan : (1) penerapan strategi komunkikasi efektif dalam pebelajaran di RA Tahfizh Al Furqon Ponorogo. (2) Implikasi komunikasi dalam meningkatkan citra RA Tahfizh Al Furqon Ponorogo.
Upaya Penguatan Pendidikan Multikultural Melalui Match Up Moderasi Beragama Pada Tingkat Sekolah Dasar Oktavia Annisa Cahyaningtias; Ayu Lestari; Pujiyono Pujiyono; Risma Anjali Agustina; Dwi Maryani Rispatiningsih; Mambaul Ngadhimah
AKM Vol 4 No 2 (2024): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v4i2.944

Abstract

Indonesia merupakan negara kaya akan keanekaragamanan sehingga disebut negara yang majemuk. Indonesia memiliki keanekaragaman mulai dari adat istiadat, ras, suku, agama, budaya, dan bahasa. Hal ini juga terdapat pada semboyan Negara Republik Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Dengan adanya keberagaman ini tentunya menjadi tantangan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dibutuhkan penguatan sedini mungkin pada anak karena menjadi awal yang penting dalam proses kehidupan anak yaitu dengan memberikan penguatan pendidikan multikultural pada peserta didik Sekolah Dasar dapat menjadi pondasi dasar untuk meyiapkan peserta didik terjun langsung dalam kehidupan di tengah masyarakat yang multikultural. Salah satu konsep pendidikan multikultural adalah untuk membantu peserta didik agar dapat memperoleh pengetahuan, dan menghargai orang lain yang berbeda agama. Metode yang digunakan dalam pengadian ini adalah menggunakan Pendekatan ABCD (Asset Based Community Devolepment) yang meliputi Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny. Dari permasalahan tersebut kemudian tim memutuskan menciptakan sebuah media Match Up Moderasi Beragama. Peserta didik Sekolah Dasar dalam belajar masih bersifat konkret atau nyata. Sehingga diperlukan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan memberikan pengalaman secara langsung seperti Match Up moderasi beragama. Match Up moderasi beragama sebagai media evlauasi pendukung proses pembelajaran dan sebagai media dalam penguatan pendidikan multikultural pada tingkat sekolah dasar.
Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di SMAN 2 Ponorogo Andreas Fredyansa Harwisaputra; Anggi Nur Eka Safitri; Anggi Wahyuning Utami; Anik Sudarsih; Mambaul Ngadhimah
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 4 No. 2 (2023): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : State Islamic Institute (IAIN) of Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v4i2.206

Abstract

Along with the times, especially in the education sector, innovation is needed according to relevant needs. In an effort to achieve this, the way that can be taken is by updating the relevant curriculum. With the curriculum transformation, it is hoped that it can improve the quality of education. One of the curricula recommended by the government is the Merdeka Curriculum. In achieving maximum results in its implementation, an effective strategy is needed. For this reason, this article aims to explore the strategy for implementing the Merdeka Curriculum carried out by SMAN 2 Ponorogo. In this study using descriptive qualitative methods with data collection techniques interviews and observations and data analysis using miles and Huberman and or other relevant methods. The results of this study in the implementation strategy of SMAN 2 Ponorogo carried out activities in the form of IHT (In House training) on the Independent Curriculum. In its implementation, there are still various obstacles ranging from the lack of teacher knowledge about the independent curriculum, lack of socialization and paradigm shifts. Based on the findings, it can be concluded that effective strategies have been implemented to overcome the challenges of implementing the independent curriculum at SMAN 2 Ponorogo. This article provides recommendations for other schools that will implement the independent curriculum to organize intensive training activities for teachers and the formation of a curriculum support team.
STRATEGI PEMASARAN JASA PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM IAIN PONOROGO Nafi’ah, Ayu Zahroh; Ngadhimah, Mambaul
MUSLIM HERITAGE Vol 9 No 1 (2024): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v9i1.8343

Abstract

AbstractCompetition among higher education institutions requires overall cost leadership, product differentiation, and user focus. Marketing management is very necessary in universities to build a positive image in maintaining consumer satisfaction. The aim of this research is to describe the marketing of educational services in improving the existence and image of educational institutions, as well as the implementation of the 7P marketing mix at the Faculty of Islamic Economics and Business IAIN Ponorogo. This qualitative descriptive research chose the FEBI IAIN Ponorogo object because it has innovation and product differentiation for graduating students. Interview techniques with internal parties supported by observation and documentation are tools for exploring data. Interactive model analysis is carried out with the stages of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The first research finding, the educational service mix strategy is a service activity that aims to maintain customer satisfaction through excellent service, providing quality education and learning, strengthening character education to produce competitive graduates. secondly, the Faculty of Islamic Economics and Business IAIN Ponorogo applies the 7P marketing mix, namely product, promotion, location, price, people, process and infrastructure as a marketing mix strategy to produce graduates of sharia bankers, sharia accountants and sharia microeconomic developers who are internationally competitive and have excellence, competitive, supported by the availability of lecturers, educational staff, infrastructure, various types and programs to develop student talents and interests, affordable costs, and use of digital platforms. AbstrakPersaingan antar institusi pendidikan tinggi memerlukan kepemimpinan biaya secara keseluruhan, diferensiasi produk, dan fokus pengguna. Manajemen pemasaran sangat diperlukan pada perguruan tinggi untuk membangun citra positif dalam menjaga kepuasan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan eksistensi dan citra lembaga pendidikan, serta penerapan bauran pemasaran 7P di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Ponorogo. Penelitian deskriptif kualitatif ini memilih objek FEBI IAIN Ponorogo karena memiliki inovasi dan diferensiasi produk bagi lulusan mahasiswa. Teknik wawancara dengan pihak internal yang didukung dengan observasi dan dokumentasi merupakan alat untuk menggali data. Analisis model interaktif dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian pertama, strategi bauran layanan pendidikan merupakan kegiatan pelayanan yang bertujuan untuk menjaga kepuasan pelanggan melalui pelayanan prima, penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran yang bermutu, penguatan pendidikan karakter hingga menghasilkan lulusan yang berdaya saing. Kedua, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Ponorogo menerapkan bauran pemasaran 7P yaitu produk, promosi, lokasi, harga, manusia, proses dan infrastruktur sebagai strategi bauran pemasaran untuk menghasilkan lulusan bankir syariah, akuntan syariah dan pengembang mikroekonomi syariah yang berdaya saing internasional dan mempunyai keunggulan. kompetitif, didukung oleh ketersediaan dosen, tenaga kependidikan, infrastruktur, berbagai jenis dan program untuk mengembangkan bakat dan minat mahasiswa, biaya terjangkau, dan pemanfaatan platform digital.
STRATEGI PEMASARAN JASA PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM IAIN PONOROGO Nafi’ah, Ayu Zahroh; Ngadhimah, Mambaul
MUSLIM HERITAGE Vol 9 No 1 (2024): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v9i1.8343

Abstract

AbstractCompetition among higher education institutions requires overall cost leadership, product differentiation, and user focus. Marketing management is very necessary in universities to build a positive image in maintaining consumer satisfaction. The aim of this research is to describe the marketing of educational services in improving the existence and image of educational institutions, as well as the implementation of the 7P marketing mix at the Faculty of Islamic Economics and Business IAIN Ponorogo. This qualitative descriptive research chose the FEBI IAIN Ponorogo object because it has innovation and product differentiation for graduating students. Interview techniques with internal parties supported by observation and documentation are tools for exploring data. Interactive model analysis is carried out with the stages of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The first research finding, the educational service mix strategy is a service activity that aims to maintain customer satisfaction through excellent service, providing quality education and learning, strengthening character education to produce competitive graduates. secondly, the Faculty of Islamic Economics and Business IAIN Ponorogo applies the 7P marketing mix, namely product, promotion, location, price, people, process and infrastructure as a marketing mix strategy to produce graduates of sharia bankers, sharia accountants and sharia microeconomic developers who are internationally competitive and have excellence, competitive, supported by the availability of lecturers, educational staff, infrastructure, various types and programs to develop student talents and interests, affordable costs, and use of digital platforms. AbstrakPersaingan antar institusi pendidikan tinggi memerlukan kepemimpinan biaya secara keseluruhan, diferensiasi produk, dan fokus pengguna. Manajemen pemasaran sangat diperlukan pada perguruan tinggi untuk membangun citra positif dalam menjaga kepuasan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan eksistensi dan citra lembaga pendidikan, serta penerapan bauran pemasaran 7P di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Ponorogo. Penelitian deskriptif kualitatif ini memilih objek FEBI IAIN Ponorogo karena memiliki inovasi dan diferensiasi produk bagi lulusan mahasiswa. Teknik wawancara dengan pihak internal yang didukung dengan observasi dan dokumentasi merupakan alat untuk menggali data. Analisis model interaktif dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian pertama, strategi bauran layanan pendidikan merupakan kegiatan pelayanan yang bertujuan untuk menjaga kepuasan pelanggan melalui pelayanan prima, penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran yang bermutu, penguatan pendidikan karakter hingga menghasilkan lulusan yang berdaya saing. Kedua, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Ponorogo menerapkan bauran pemasaran 7P yaitu produk, promosi, lokasi, harga, manusia, proses dan infrastruktur sebagai strategi bauran pemasaran untuk menghasilkan lulusan bankir syariah, akuntan syariah dan pengembang mikroekonomi syariah yang berdaya saing internasional dan mempunyai keunggulan. kompetitif, didukung oleh ketersediaan dosen, tenaga kependidikan, infrastruktur, berbagai jenis dan program untuk mengembangkan bakat dan minat mahasiswa, biaya terjangkau, dan pemanfaatan platform digital.