Rifqi
Universitas Darul Ma'arif, Indramayu, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementation of the Merdeka Curriculum in Early Childhood Education: A Comprehensive Literature Review Irwanto Arsyim; Rifqi
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v1i4.66

Abstract

Kurikulum Merdeka (KM) hadir sebagai kebijakan pendidikan terkini yang bertujuan mentransformasi proses pembelajaran menjadi lebih fleksibel, berpusat pada peserta didik, dan kontekstual. Pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), implementasi KM berlandaskan filosofi "merdeka bermain, merdeka belajar" yang menekankan pada penguatan literasi dini, pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila, dan diferensiasi pembelajaran sesuai kebutuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif implementasi KM di PAUD, mengidentifikasi tantangan utama, dan merumuskan rekomendasi strategis melalui metode kajian literatur. Sumber data utama diperoleh dari berbagai artikel jurnal ilmiah, prosiding, dan dokumen kebijakan resmi yang relevan dengan KM pada PAUD. Hasil sintesis menunjukkan bahwa implementasi KM meliputi tiga aspek kunci: perencanaan pembelajaran yang fleksibel (melalui Capaian Pembelajaran/CP dan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila), pelaksanaan yang berpusat pada anak (melalui bermain dan eksplorasi), dan asesmen yang holistik (sebagai bagian tak terpisahkan dari proses). Meskipun memberikan dampak positif signifikan terhadap motivasi dan kreativitas anak, tantangan utama yang dihadapi adalah adaptasi guru terhadap paradigma baru, keterbatasan sarana prasarana yang mendukung pembelajaran berbasis proyek, serta perlunya sosialisasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Disimpulkan bahwa keberhasilan KM di PAUD sangat bergantung pada peningkatan kompetensi profesional guru, dukungan infrastruktur, dan peran aktif komunitas belajar sekolah.
Artificial Intelligence, Academic Ethics, and the Transformation of Learning in Higher Education (Kecerdasan Artifisial, Etika Akademik, dan Transformasi Pembelajaran di Perguruan Tinggi) Rifqi; Faiz Musthofa Abbas
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v1i4.68

Abstract

Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) generatif telah membawa perubahan signifikan dalam praktik penulisan akademik di pendidikan tinggi. Meskipun sering dipromosikan sebagai solusi efisiensi, penggunaan AI oleh mahasiswa memunculkan persoalan pedagogis, etis, dan epistemik yang serius. Artikel ini bertujuan mengkaji secara kritis implikasi ketergantungan mahasiswa terhadap AI dalam penulisan akademik, dengan menempatkan menulis sebagai proses pembentukan berpikir kritis, kejujuran intelektual, dan relasi pedagogis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap karya ilmiah, laporan media akademik, dan tulisan teoretis di bidang pedagogi kritis, psikologi pendidikan, dan etika akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan AI berpotensi menimbulkan ilusi kompetensi akademik, menggeser orientasi belajar dari proses ke hasil, melemahkan integritas akademik, serta mengikis dimensi kemanusiaan dalam relasi dosen–mahasiswa. Artikel ini menegaskan bahwa persoalan AI dalam penulisan akademik bukan semata isu teknologi, melainkan tantangan filosofis dan pedagogis terkait makna belajar dan tujuan pendidikan tinggi. Integrasi AI perlu diarahkan untuk mendukung, bukan menggantikan, proses berpikir dan pembelajaran manusia.
Kecerdasan Emosional Berbasis Kemampuan dalam Pengambilan Keputusan: Analisis Dimensi Intrapersonal dan Implikasinya bagi Pendidikan Karakter Muhammad Saefudin; Rifqi
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v1i4.70

Abstract

Kecerdasan emosional (emotional intelligence/EI) telah lama dipandang sebagai faktor penting dalam keberhasilan individu. Namun, perdebatan teoritis masih berlangsung terkait dimensi EI mana yang paling berperan dalam pengambilan keputusan, khususnya pada situasi berisiko tinggi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis temuan empiris penelitian Sambol, Suleyman, dan Ball (2025) mengenai peran kecerdasan emosional berbasis kemampuan (ability emotional intelligence) dalam pengambilan keputusan afektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan menganalisis artikel jurnal psikologi dan pendidikan yang relevan, serta membandingkannya dengan teori-teori EI sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecerdasan emosional tidak berfungsi sebagai konstruk tunggal yang homogen. Dimensi kemampuan memahami emosi diri sendiri (understanding emotions) terbukti memiliki pengaruh paling signifikan terhadap kualitas pengambilan keputusan yang adaptif dan strategis, terutama dalam kondisi tekanan dan ketidakpastian. Temuan ini menantang pandangan populer yang menekankan kemampuan interpersonal sebagai inti EI, serta menegaskan pentingnya kecakapan intrapersonal dalam konteks pengambilan keputusan. Secara pedagogis, artikel ini menekankan perlunya integrasi pendidikan kecerdasan emosional yang berfokus pada refleksi diri, kesadaran emosi, dan pengelolaan tekanan psikologis sebagai bagian dari pengembangan karakter peserta didik. Dengan demikian, kecerdasan emosional berbasis kemampuan perlu ditempatkan sebagai kompetensi inti dalam kebijakan dan praktik pendidikan kontemporer.