Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Dalam Perspektif Ekonomi Islam dan Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat (Studi Kasus: Kel. Nai Pos-Pos Barat, Kec. Sorkam) Simatupang, Evi Dwi Anita; Susanti, Septria
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7895

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya evaluasi program bantuan sosial sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Fokus utama studi ini adalah menganalisis pelaksanaan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kelurahan Nai Pos-Pos Barat, Kecamatan Sorkam, melalui tinjauan ekonomi Islam serta pengaruhnya terhadap kondisi kesejahteraan penerima manfaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui sejauh mana prinsip ketepatan sasaran telah diimplementasikan sesuai nilai-nilai syariah dan bagaimana bantuan tersebut berdampak secara riil terhadap pemenuhan kebutuhan dasar rumah tangga di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus riset lapangan. Sumber data yang digunakan dalam penelitia ini adalah data primer dan sekunder dengan informan penelitian kepada berbagai pihak terkait, meliputi perangkat kelurahan, agen E-Warung, hingga Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Teknik pengumpulan data daam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, data yang sudah diperoleh lalu dianalisis menggunakan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa program BPNT telah membantu meringankan beban pengeluaran pangan masyarakat, yang sejalan dengan konsep falah (kesejahteraan) dalam ekonomi Islam. Namun, kendala administratif berupa ketidakakuratan data pada sistem DTKS masih menjadi hambatan utama yang memicu ketidaktepatan sasaran. Kesimpulannya, penguatan pengawasan dan transparansi data menjadi syarat mutlak agar distribusi bantuan dapat mewujudkan keadilan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat penerima manfaat.
Analisis Praktik Usaha Penggilingan Padi dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus: Jorong Sumba, Nagari Ujung Gading) Miranti, Miranti; Susanti, Septria
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7942

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakjelasan timbangan, sistem pembayaran, dan penentuan upah yang masih menggunakan sistem pembayaran dalam bentuk beras dan belum sepenuhnya disertai akad yang jelas diawal transaksi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan ketidakjelasan (gharar) serta kurangnya tansparansi dalam penentuan upah, yang dapat merugikan salah satu pihak, khususnya petani di Jorong Sumba, Nagari Ujung Gading. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis praktik usaha penggilingan padi, untuk mengetahui faktor-faktor penyebab ketidakjelasan dan kurangnya transparansi yang menimbulkan ketidakadilan, serta meninjaunya berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi lapangan. Sumber data yang digunakan dalam penelitia ini adalah data primer dan sekunder dengan informan penelitian Pemilik Penggilingan, Petani, Tokoh Agama, dan Kepala Jorong Sumba. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, data yang sudah diperoleh lalu dianalisis menggunakan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik penggilingan padi masih dijalankan berdasarkan kebiasaan turun-temurun tanpa adanya akad yang jelas dan tertulis, sehingga menimbulkan unsur ketidakjelasan (gharar) dan kurangnya transparansi, khususnya dalam penentuan upah dan biaya tambahan. Penentuan upah umumnya dilakukan melalui potongan hasil beras atau pembayaran tunai, namun besaran upah, keakuratan timbangan, serta biaya tambahan seperti pengeringan dan pengangkutan belum dijelaskan secara transparan sejak awal. Dalam perspektif ekonomi islam, praktik tersebut belum sepenuhnya memenuhi prinsip keadilan, keterbukaan, dan kerelaan antar pihak. Oleh karena itu, diperlukan kejelasan akad dan transparasi dalam pelaksanaan usaha penggilingan padi agar sesuai dengan nilai-nilai ekonomi islam.
Analisis Minat Masyarakat terhadap Produk Perbankan Syariah di Kabupaten Pasaman Barat (Studi kasus: Jorong Parit Kecamatan Koto Balingka) Alpina, Alpina; Susanti, Septria
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8046

Abstract

Kajian ini digagas untuk menelisik kecenderungan ketertarikan warga terhadap layanan perbankan berbasis syariah di wilayah Jorong Parit, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, dengan menempatkan perhatian pada sejauh mana masyarakat memahami skema operasional dan akad yang digunakan, serta ragam determinan yang memengaruhi minat tersebut, seperti pembekalan pengetahuan, konstruksi persepsi, kedalaman religiusitas, dan kemudahan jangkauan layanan. Secara konseptual, kajian ini diharapkan mampu memperluas khazanah keilmuan mengenai corak perilaku konsumen muslim dalam menyikapi produk keuangan syariah, sementara secara aplikatif dapat menjadi rujukan bagi lembaga perbankan dan otoritas daerah dalam merumuskan pola diseminasi, promosi, dan literasi keuangan syariah yang lebih adaptif. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif dengan penggalian data melalui pengamatan langsung, dialog mendalam, serta penelusuran dokumen, sedangkan penentuan narasumber dilakukan secara purposif terhadap 30 informan yang mencakup warga pengguna maupun nonpengguna, figur sosial setempat, serta praktisi terkait, guna memperoleh gambaran yang utuh dan variatif. Temuan kajian mengindikasikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap perbankan syariah tergolong signifikan karena dinilai sejalan dengan nilai-nilai Islam, berwatak adil, dan terbuka, meskipun masih dijumpai hambatan berupa keterbatasan pemahaman mengenai distingsi bank syariah dan konvensional serta minimnya ketersediaan layanan. Kondisi ini menegaskan bahwa peluang pengembangan perbankan syariah di Kabupaten Pasaman Barat terbentang luas, sehingga penguatan literasi berkesinambungan, optimalisasi peran tokoh lokal, dan akselerasi inovasi layanan digital menjadi agenda strategis yang tak terelakkan. I
Analisis Potensi Bantuan Pertanian dalam Peningkatan Pendapatan Petani (Studi kasus: Desa Tanjung Alai, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Muko Muko) Cantika, Tiara; Susanti, Septria
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37526

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh masalah yang menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang perekonomian masyarakat pedesaan. Namun, banyak petani yang masih menghadapi masalah dalam hal akses terhadap bantuan pertanian yang diberikan oleh pemerintah. Penulis mengidentifikasi beberapa permasalahan, termasuk distribusi bantuan yang tidak tepat sasaran, pemanfaatan yang kurang optimal, serta tantangan dalam hal pengetahuan dan keterampilan petani dalam menggunakan teknologi pertanian modern. Penelitian ini berupaya untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi bantuan pertanian, diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi sosial-ekonomi masyarakat pedesaan melalui peningkatan pendapatan petani. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data yang mencakup wawancara dan observasi lapangan, serta analisis data berdasarkan teori yang relevan sehingga dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi akademisi, praktisi, dan petani itu sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bantuan prtanian belum di distribusikan secara merata karna kurangnya koordinasi kepada pihak-pihak yang terkat serta kurang akuratnya pendataan yang berdampak besar kepada pendapatan petani-petani kecil. Dan juga masih banyak petani yang menggunakan cara tradisonal dalam bertani karna, kurangnya pemahaman petani untuk menggunakan alat modern.
Analisis Implementasi Customer Relationship Management dalam Mempertahankan dan Meningkatkan Jumlah Nasabah Pembiayaan Mitraguna pada Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Pasaman Barat Sudirman Lioni Khoiriyah; Septria Susanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8461

Abstract

Penelitian Ini bertujuan Untuk Menganalisis Implementasi Customer Relationship Management dalam Mempertahankan serta meningkatkan jumlah nasabah pada produk pembiayaan mitraguna di Bank Syraiah Indonesia (BSI) KCP Pasaman Barat Sudirman. CRM merupakan strategi penting yang digunakan oleh Lembaga perbankan untuk membangun hubungan jangka Panjang dengan nasabah melalui peningkatan kualitas pelayanan, komunikasi yang baik, serta pengelolaan data pelanggan secara efektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di BSI KCP Pasaman Barat Sudirman. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan pihak Bank yang terlibat dalam pengelolaan data nasabah dan Implementasi CRM, Sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen, laporan dan yang berkaitan dengan topik penelitian. Teknik Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, sedangkan Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data serta penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi CRM Di BSI KCP Pasaman Barat Sudriman telah dilakukan melalui berbagai Upaya seperti peningkatan kualitas pelayanan kepada nasabah, komunikasi yang aktif, serta kerja sama dengan berbagai instansi untuk memperluas jangkauan pembiayaan Mitraguna. Strategi tersebut terbukti membantu Bank dalam mempertahankan hubungan dengan nasabah serta menarik nasabah baru. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala, seperti penggunaan alat manual berupa Microsoft Excel dalam pengolahan data, gangguan jaringan yang mempengaruhi akses system, serta pembaharuan basis data yang belum dilakukan secara optimal. Kondisi ini menghambat efektifitas pengelolaan data dan pelayanan kepada nasabah.
Analisis Transformasi Digital dalam Pembiayaan Syariah (Studi Kasus BSI KCP Payakumbuh) Selma Andriyanti; Septria Susanti
ARZUSIN Vol 6 No 2 (2026): APRIL
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v6i2.9494

Abstract

Although digital transformation in Islamic banking has received attention in various studies, research that specifically discusses its impact on the accessibility of sharia financing in a local context remains limited. This study aims to analyze the impact of digital transformation on the accessibility of sharia financing and to identify the obstacles to its implementation at BSI KCP Payakumbuh. This study used a qualitative approach with a case study design, involving a number of informants consisting of employees and customers selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation, and were then analyzed using thematic analysis techniques through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that digital transformation facilitated service access, increased the speed and efficiency of the financing process, and strengthened information transparency for customers. However, its implementation still faced obstacles in the form of limited digital literacy and internet network access among some customers. These findings contribute to the development of studies on digital transformation in the context of Islamic banking and expand understanding of the implementation of financing service digitalization. This study concludes that optimizing digital services requires technological and human resource readiness, as well as strengthening digital literacy and technological infrastructure so that the accessibility of sharia financing can be improved more effectively.
Evaluasi Strategi Bersaing Travel Haji dan Umrah PT. Amanah Travel Indonesia untuk Meningkatkan Jumlah Jemaah Fiola Arista Widya; Septria Susanti
ARZUSIN Vol 6 No 2 (2026): APRIL
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v6i2.9600

Abstract

The increasingly intense competition in the Hajj and Umrah travel industry in Bukittinggi City has affected fluctuations in the number of pilgrims, particularly at PT Amanah Travel Indonesia, thus requiring an evaluation of the competitive strategies implemented by the company. This study aims to evaluate the competitive strategies used and to identify the most effective strategy for improving the company’s competitiveness and the number of pilgrims. This study employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were obtained through observation, interviews, and documentation with informants consisting of leaders, employees, and pilgrims, and were then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that PT Amanah Travel Indonesia implemented several competitive strategies, namely cost leadership, differentiation, focus, and a hybrid strategy. The cost leadership strategy was implemented through operational efficiency and the setting of affordable package prices. The differentiation strategy was realized through intensive worship services and the use of experienced mutawif. The focus strategy was directed at the segment of first-time and elderly pilgrims. Meanwhile, the hybrid strategy became the most dominant strategy because it was able to combine affordable prices with good service quality. This study concludes that the hybrid strategy is the most effective strategy for increasing the number of pilgrims. The implications of this study underscore the importance of improving service consistency, innovating digital promotion, and strengthening service quality to increase pilgrims’ trust and loyalty.
Analisis Penyimpangan Pembiayaan BPRS dan Implikasinya terhadap Kesejahteraan Pelaku UMKM (Studi Kasus Bank Perekonomian Rakyat Syariah Haji Miskin Pandai Sikek) Rani Junia Salputri; Septria Susanti
ARZUSIN Vol 6 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v6i3.9780

Abstract

The misuse of financing funds by MSME actors has become a focus in various previous studies; however, research that specifically discusses its implications for the welfare of business actors remains limited. This study aims to analyze the forms of misuse of financing funds, their causal factors, and their implications for the welfare of MSME actors at BPRS Haji Miskin Pandai Sikek. This study employed a qualitative approach with a case study design. The research informants consisted of BPRS management and MSME actors selected through the purposive sampling technique. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation and were then analyzed using thematic analysis through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the misuse of financing funds predominantly takes the form of using funds for nonproductive needs, lack of openness regarding business information, and noncompliance with financing contracts. These deviations have an impact on low business growth, income stagnation, the absence of asset growth, and increased risk of default. These findings contribute to the development of agency theory and broaden understanding of customer behavior in Islamic financing. The conclusion of the study emphasizes that supervision, financial literacy, and compliance with contracts are important factors in ensuring the effective use of financing funds. The practical implication is that Islamic financial institutions need to improve their monitoring systems and business assistance so that financing can contribute more optimally to the welfare of MSME actors.
Analisis Strategi Pemasaran dalam Menarik Minat Beli Konsumen pada Toko Moondo Home Baked and Kitchen di Kota Bukittinggi Dean Permata Rizki; Septria Susanti
ARZUSIN Vol 6 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v6i3.9853

Abstract

The culinary industry, particularly the bakery and pastry sector, has received attention in several previous studies; however, studies that specifically examine the transition from online to offline sales systems and its impact on marketing strategies and consumer purchase intention remain limited. This study aimed to analyze marketing strategies for attracting consumer purchase intention at Toko Moondo Home Baked and Kitchen. This study used a qualitative approach with a descriptive design. The research informants consisted of the business owner as the main informant and consumers as supporting informants selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were then analyzed using the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed sales fluctuations and differences in consumer characteristics between online and offline systems, namely that online consumers focused more on product visuals, whereas offline consumers placed greater consideration on price. In addition, marketing strategies had not been implemented optimally, particularly in the aspects of branding, business location, and digital promotion. Nevertheless, elements of the marketing mix, such as product, price, service, process, and payment methods, had been implemented well. These findings contribute to the development of studies on consumer behavior-based marketing strategies and expand understanding of the marketing dynamics of culinary MSMEs. The conclusion of this study emphasizes the importance of optimizing marketing strategies in accordance with consumer characteristics, particularly through strengthening branding and utilizing digital media, with practical implications for MSME actors in increasing consumer purchase intention.