Filter By Year

1945 2024


Found 1,304 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Manajemen Big Data dan Keamanan Data Informasi Kesehatan Ibu dan Anak di Rumah Sakit Nisa, Ananda Fadila
PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik Vol 1 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL AKADEMIK (SENADIKA) 2024
Publisher : PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan internet mendorong era big data, mengintegrasikan teknologi medis dan informasi. Dalam kesehatan ibu-anak di rumah sakit, big data meningkatkan pemantauan, pencegahan, dan pengelolaan, sementara registry digital dan teknologi informasi kesehatan memperbaiki kualitas perawatan untuk ibu dan anak. Adanya artikel ini untuk mengeksplorasi Manajemen Big Data dan Keamanan Data Informasi Kesehatan Ibu dan Anak di Rumah Sakit. Penulisan artikel ini menggunakan metode literatur review. Pencarian artikel menggunakan data base elektronik berupa artikel ilmiah pada jurnal yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir (2019-2024). Dari analisa yang dilakukan didapat kesimpulan bahwa Manajemen Big Data dalam kesehatan ibu-anak memerlukan keamanan data melalui autentikasi, enkripsi, pengelolaan hak akses, dan pemantauan aktivitas. Integritas data dijaga dengan aturan konsistensi, sementara backup cloud memastikan pemulihan data. Regulasi GDPR, HIPAA, dan PDPA mendukung perlindungan privasi.
Analisis Keamanan Sistem Informasi Website Pemerintah Menggunakan Metode OWASP WSTG (Study Kasus: Deface Situs Kemendagri) Oktaviana putri Agung; Fairuza Mayla Faizal; Irenia Mascharenhas
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 11 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi November 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i11.1263

Abstract

A defacement attack on the official website of the Ministry of Home Affairs (Kemendagri) demonstrates that government web applications still contain serious security gaps that can be exploited by malicious actors, indicating insufficient implementation of best-practice security standards. This study aims to analyze the security level of the Kemendagri website using the OWASP Web Security Testing Guide (WSTG) methodology. The research applies the OWASP WSTG testing framework to identify vulnerabilities related to authentication, authorization, input validation, server configuration, and system update management. The analysis compares field findings with WSTG testing categories to determine the most significant risk points. Supporting data were obtained from the reported defacement incident, which helps strengthen the threat context and illustrate the exploitation patterns involved. The results indicate that weaknesses in administrative access and suboptimal server configuration were the primary factors enabling the defacement attack. The application of OWASP WSTG proved effective in identifying critical vulnerabilities that could be exploited in government web applications. This study provides important contributions to government institutions by offering practical guidance for improving web application security through standardized testing, ongoing system maintenance, and the implementation of stronger security controls.
Hak Konsumen untuk Mendapatkan Informasi dan Keamanan Produk atas Beredarnya Skincare Tanpa Izin Edar Desi, Desi; Kurnia, Ida
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 4 (2025): October
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i4.50820

Abstract

Peredaran skincare tanpa izin edar kini semakin mudah ditemukan, terutama di media sosial. Banyak konsumen yang tergiur oleh klaim hasil cepat dan harga murah tanpa menyadari risiko dibaliknya. Padahal hak konsumen untuk mendapatkan informasi yang jelas dan keamanan dari produk yang telah digunakan telah diatur dalam hukum indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menggali sejauh mana hak tersebut benarbenar terpenuhi dalam kasus penggunaan skincare ilegal. Hasil penelitian ini menunjukan kurangnya literasi konsumen, lemahnya pengawasan digital, dan serta maraknya pelaku usaha yang mengabaikan apa saja hak dan kewajiban pelaku usaha serta hak dan kewajiban konsumen.Kata kunci: Hak konsumen, Izin Edar, Keamanan Produk
Evaluasi Risiko Keamanan Informasi Aplikasi BYOND Berdasarkan ISO 9126, 31000, dan 27001 sanjani, lihan; rozakira zulfa; nisa nurkhaira; arnawan hasibuan; rizky putra fhonna
Portal Riset dan Inovasi Sistem Perangkat Lunak Vol. 2 No. 2 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : SoraTekno Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/prinsip.v2i2.138

Abstract

Transformasi digital dalam sektor perbankan syariah mendorong Bank Syariah Indonesia (BSI) meluncurkan aplikasi BYOND sebagai platform superapp berbasis mobile. Sejak diluncurkan akhir tahun 2024, BYOND menangani sejumlah permasalahan teknis seperti kegagalan transaksi, sistem tidak responsif, dan berbagai isu keamanan informasi. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran atas kualitas layanan serta menurunkan tingkat kepercayaan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menyalakan kualitas sistem BYOND berdasarkan ISO/IEC 9126, identifikasi dan penilaian risiko keamanan menggunakan ISO 31000, serta menyusun strategi mitigasi berdasarkan kontrol keamanan dari ISO/IEC 27001:2022 Annex A. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui metode studi kasus dengan data yang diperoleh dari observasi, pengguna, ulasan Google Play Store, serta dokumentasi insiden sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek usability, reliabilitas, dan efisiensi menjadi dimensi kualitas yang paling lemah menurut standar ISO 9126. Selain itu, dari total 50 risiko yang diidentifikasi, terdapat 20 risiko dengan tingkat keparahan tinggi, seperti kebocoran data dan kegagalan autentikasi. Karena keterbatasan ruang, tabel risiko secara lengkap tidak dapat dicantumkan, namun inti temuan dan rekomendasi penanganan disajikan secara naratif. Strategi mitigasi yang disarankan mencakup pengendalian akses, deteksi anomali sistem, serta kebijakan pemulihan bencana berbasis ISO 27001. Penelitian ini menunjukkan petingnya evaluasi integrasi kualitas sistem dan manajemen risiko keamanan informasi sebagai dasar peningkatan ketahanan digital. Implikasi penelitian ini membuka ruang bagi sistem pengembangan yang lebih tangguh secara fungsional dan keamanan digital. Studi lanjutan disarankan untuk melibatkan uji teknis sistem backend dan audit siber agar hasil evaluasi menjadi lebih komprehensif.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Sistem Informasi: Integrasi Literasi Digital, Keamanan Siber, dan Kreativitas Online bagi Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banggai Irfani Zuhrufillah; Abdul Rahim
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i4.2058

Abstract

Belakangan ini, kasus penipuan siber makin sering menimpa kalangan ibu-ibu. Seluruh kegiatan harian ibu-ibu hampir 24 jam terpapar dengan smartphone, tetapi belum memiliki pemahaman yang cukup tentang keamanan digital. Dari keprihatinan itulah kegiatan pengabdian ini lahir, khususnya bagi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Inspektorat Kabupaten Banggai, agar lebih sadar dan cakap dalam menggunakan teknologi secara aman dan bijak. Ibu memiliki peran penting sebagai gerbang ilmu bagi anak-anak dan keluarga. Masyarakat yang melek digital berawal dari rumah tangga yang mampu menggunakan teknologi dengan cerdas dan beretika. Karena itu, penulis merasa pelatihan literasi digital perlu dilakukan sebagai langkah kec il menuju masyarakat yang lebih sadar literasi digital di era modern ini. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada bulan September 2025 di kantor Inspektorat Kabupaten Banggai. Metodenya meliputi ceramah yang menarik, praktik langsung menggunakan smartphone, sesi tanya jawab, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Ibu-ibu DWP menerima materi terkait keamanan dasar di WhatsApp, menilai berita hoaks, kontrol penggunaan gadget pada anak, dan membuat konten sederhana dengan Canva untuk menunjang kegiatan sehari-hari ibu-ibu DWP dalam mendukung kehidupan profesi mereka. Hasil pre-terst dan post-test menunjukkan kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta secara signifikan dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 55 naik menjadi 95 setelah pelatihan. Sehingga dapat disimpulkan dampaknya baik untuk peningkatan kesadaran digital, keterampilan praktis, dan sikap etis peserta dalam menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Studi Explanatory tentang Pengaruh Sosialisasi Peran Audit dan Aspek Hukum terhadap Tingkat Kesadaran Keamanan Informasi Mahasiswa Baru Fahma Hayyul Zannah; Nurzatul Dihniah; Muhammad Said Agil
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.791

Abstract

Perkembangan teknologi informasi di era digital membawa dampak besar terhadap tata kelola data dan aktivitas sosial masyarakat. Namun, kemajuan ini juga menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan informasi, seperti kebocoran data, peretasan, serta penyalahgunaan identitas digital. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mahasiswa baru Prodi Sistem Informasi Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi mengenai pentingnya keamanan informasi dari sisi hukum dan audit. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini bersifat kuantitatif deskriptif dengan melibatkan mahasiswa baru kelas A sebagai responden. Data diperoleh melalui observasi dan kuesioner terkait tingkat pemahaman mahasiswa sebelum dan sesudah sosialisasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran hukum dan pemahaman peserta terhadap regulasi keamanan informasi, termasuk penerapan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), serta pentingnya audit keamanan informasi dalam menjaga integritas data. Dengan demikian, sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar hukum dan keamanan data di lingkungan akademik.
Evaluasi Tingkat Keamanan Teknologi Informasi Menggunakan Indeks KAMI Pada Pondok Pesantren di Kabupaten Situbondo M. Syaifullah; Nuruzzaman, Muhammad Taufiq; Fatwanto, Agung; Sumarsono
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 8 No. 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2025.8.2.5494

Abstract

Dalam era digital yang semakin berkembang, tata kelola teknologi informasi (TI) memiliki peran krusial dalam mendukung efektivitas operasional dan strategis suatu organisasi, termasuk lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kematangan keamanan teknologi informasi di 21 pondok pesantren di Kabupaten Situbondo dengan menggunakan Indeks KAMI versi 5.0 yang berbasis pada standar SNI ISO/IEC 27001:2022. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner serta verifikasi kuesioner yang mencakup tujuh area utama indeks keamanan informasi (KAMI) dan satu area suplemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pondok pesantren berada pada tingkat kematangan I dan I+, yang menandakan bahwa pengelolaan keamanan teknologi informasi masih dilakukan secara informal dan belum terdokumentasi dengan baik. Beberapa aspek penting, seperti manajemen risiko, perlindungan data pribadi, serta pengelolaan aset informasi, belum diimplementasikan secara optimal. Selain itu, keterlibatan pihak ketiga dalam mendukung pengelolaan sistem informasi masih sangat terbatas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tingkat kesiapan keamanan teknologi informasi di pondok pesantren Kabupaten Situbondo masih rendah sehingga diperlukan intervensi strategis melalui kebijakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kerja sama eksternal untuk mencapai minimal tingkat kematangan Level III+. Kata kunci: Tata Kelola Teknologi Informasi, Indeks KAMI, Pondok Pesantren, SNI ISO/IEC 27001:2022 -------------------------------------------------------------------------------------------------- Evaluation of Information Technology Security Level Using the KAMI Index at Islamic Boarding Schools in Situbondo Regency In the rapidly evolving digital era, information technology (IT) governance plays a crucial role in supporting both operational and strategic effectiveness within organizations, including Islamic educational institutions such as Islamic boarding schools (pondok pesantren). This study aims to evaluate the maturity level of information technology security in 21 Islamic boarding schools in Situbondo Regency using the KAMI Index version 5.0, which is based on the SNI ISO/IEC 27001:2022 standard. A qualitative research method was employed, with data collected through questionnaires and their verification, covering seven main areas of the KAMI information security index and one supplementary area. The findings reveal that most Islamic boarding schools are at maturity levels I and I+, indicating that information technology security management is still carried out informally and has not been properly documented. Key aspects such as risk management, personal data protection, and information asset management have not yet been optimally implemented. Furthermore, third-party involvement in supporting information system management remains very limited. Therefore, it can be concluded that the readiness level of information technology security in Situbondo’s Islamic boarding schools is still low, requiring strategic interventions through policy development, capacity building of human resources, and external collaboration to achieve at least maturity level III+. Keywords: Information Technology Governance, KAMI Index, Islamic Boarding Schools, SNI ISO/IEC 27001:2022
Tinjauan Standar Keamanan Penggunaan Rekam Medis Elektronik Rawat Jalan Dalam Menunjang Standar Akreditasi Manajemen Rekam Medis Informasi Kesehatan 2.1 Dan 2.2 Di RS X Devia Anisa Putri Sudrajat; Wowo Trianto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3191

Abstract

Penggunaan rekam medis elektronik (RME) rawat jalan merupakan langkah inovatif dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keamanan informasi di fasilitas kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk meninjau penerapan standar keamanan dalam penggunaan RME rawat jalan guna menunjang akreditasi rumah sakit,khususnya pada elemen Manajemen informasi kesehatan 2.1 dan 2.2. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi terhadap petugas pendaftaran rawat jalan di rumah sakit x.Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem RME telah memenuhi prinsip keamanan berupa kerahasiaan,integritas dan ketersediaan data.Namun,masih ditemukan beberapa kendala berupa kurangnya sosialisasi SOP dan beban kerja petugas tinggi. Dapat disimpulkan bahwa RME di rumah sakit x bandung sudah cukup efektif menukung akreditas MR.MIK 2.1 dan 2.2,namun memerlukan perbaikan teknis dan manajerial.
Forensik Digital dalam Tata Kelola Keamanan Informasi Pendidikan Tinggi Indonesia: Tinjauan Sistematis Rosyid Al-Hakim; Esa Putri
Journal of Law, Economics, and Engineering Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era transformasi digital yang cepat telah menjadikan sektor pendidikan tinggi (PT) sebagai sasaran utama kejahatan siber, yang mencakup insiden data breach dan kecurangan akademik. Kemampuan untuk melakukan investigasi insiden dan mengumpulkan bukti digital yang sah merupakan kebutuhan manajerial yang vital dalam tata kelola keamanan informasi. Penelitian ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara penerapan teknis forensik digital (FD) dan implikasi strategis manajerial, hukum, serta kepatuhan di lingkungan PT Indonesia. Metode yang digunakan adalah Tinjauan Literatur Sistematis (Systematic Literature Review atau SLR) berdasarkan kerangka PRISMA untuk menjamin rigor metodologis. Hasilnya menunjukkan bahwa FD berperan penting dalam menjaga integritas akademik, misalnya melalui analisis artefak digital untuk kasus contract cheating. Secara hukum, meskipun UU ITE mengakui bukti elektronik, PT menghadapi tantangan dalam standardisasi prosedur FD dan pemeliharaan Chain of Custody (CoC) untuk memastikan keabsahan bukti. Kesimpulannya, efektivitas FD di PT menuntut komitmen manajerial strategis dan integrasi Digital Forensic Readiness (DFR) ke dalam kebijakan tata kelola untuk memperkuat akuntabilitas publik.
Pemetaan Data Hadis Melalui Teknologi Blockchain: Upaya Menjaga Keotentikan dan Keamanan Informasi Hadis Sulhayani Sulhayani
Hamidah: Jurnal Ilmu Hadis Vol. 1 No. 1 (2025): Hadith and Digitalization
Publisher : Yayasan Albahriah Jamiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64691/fw9hcf02

Abstract

The authenticity of hadith, the second most important source of Islamic teachings after the Quran, has become a crucial issue in the digital era, where the massive and unverified flow of information opens up opportunities for distortion, manipulation, and duplication of hadith data in cyberspace. Challenges to the validity of hadith data require a digital mapping and verification system capable of ensuring the integrity of the sanad (transmitted text) and matan (transmitted text) in a multi-layered manner. This study aims to develop a blockchain-based hadith data mapping model as an innovative effort to maintain the authenticity, transparency, and security of hadith information in the digital ecosystem. Using a qualitative descriptive-analytical method, this study relies on data sourced from the latest academic literature on hadith digitization and blockchain technology. Data analysis was conducted using a content analysis and conceptual synthesis approach to formulate a conceptual model for hadith mapping that is adaptive to blockchain characteristics. The results show that the application of blockchain technology can provide a decentralized, immutable, and transparent hadith data storage and distribution system, where each blockchain serves as an authentic record of sanad and matan transactions that cannot be changed or falsified. This technology enables chronological and verifiable tracing of the origins of hadith and strengthens smart contract-based digital validation mechanisms. Theoretically, this research enriches the body of digital hadith knowledge by integrating cutting-edge technological paradigms into the study of hadith authenticity. Practically, the results provide new directions for developing a more secure, credible, and future-oriented implementation model for a digital hadith literacy system.

Page 110 of 131 | Total Record : 1304