Filter By Year

1945 2024


Found 1,218 documents
Search PENELITIAN DI INDONESIA

SEDIKIT GAMBARAN TENTANG ANALISA POLLEN DALAM PENELITIAN ARKEOLOGI INDONESIA Yuwantiningsih, Sri
Berkala Arkeologi Vol. 3 No. 1 (1982)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v3i1.293

Abstract

Perkembangan penelitian arkeologi ternyata tidak pernah lepas dari berbagai disiplin ilmu, yang kesemuanya bertujuan untuk mempercepat pemecahan masalah arkeologi yang ada. Penggunaan ilmu lain termasuk pengembangan teknik modern dalam arkeologi, meliputi juga konsep dari lingkungan ilmu-ilmu eksakta.Analisa pollen merupakan salah satu kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan multidisipliner dalam penelitian arkeologi. Kegiatan ini adalah usaha yang menyangkut penerapan ilmu dari lingkungan biologi-geologi kearah arkeologi. Penerapan analisa pollen di negara-negara maju sudah lebih dahulu dikerjakan. Dengan pengembangan analisa pollen dalam penelitian arkeologi di Indonesia, akan membuat penelitian arkeologi setapak lebih maju dan diharapkan sesuai dengan negara maju yang lain.
Pelatihan Penulisan Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi Guru Bahasa Indonesia di Kota Singkawang Seli, Sesilia; Effendy, Chairil; Martono, Martono; Priyadi, Antonius Totok; Syam, Christanto; Patriantoro, Patriantoro; Mandala, Yoga; Elofhia, Loriya; Iqbal, Muhammad; Syarmila, Syarmila
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 2 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i2.21028

Abstract

Pelatihan membuat proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diberikan kepada para guru Bahasa Indonesia di Kota Singkawang yang bertempat di SMPN 15 Singkawang, yang beralamat di Jalan Sanggau Kulor, RT 11 RW 5, Kelurahan Sanggau Kulor, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk melatih para guru bahasa Indonesia di kota Singkawang dalam menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas yang meliputi judul penelitian, latar belakang penelitian, identifikasi masalah penelitian, rumusan masalah penelitian; tujuan penelitian; manfaat penelitian; landasan teori; metodologi penelitian; dan daftar Pustaka. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat terdiri dari tahapan: (1) pemberian materi pelatihan yang meliputi hakikat dan sistematika penulisan proposal penelitian tindakan kelas; (2) latihan menulis proposal penelitian tindakan kelas; (3) menilai proposal penelitian tindakan kelas yang disusun guru; dan (4) memaknai tanggapan peserta pelatihan terhadap kegiatan PKM yang dilakukan. Keberhasilan dari pelatihan ini terlihat dari kemampuan para peserta menyusun proposal PTK. Sebanyak 22 peserta (81,5%) telah menyusun proposal dengan sistematika yang lengkap dan hanya 5 peserta (8,5%) yang sistematika proposalnya belum lengkap. Hal-hal yang masih perlu ditingkatkan adalah identifikasi masalah penelitian, tinjauan teoretis, metodologi penelitian, dan penulisan daftar pustaka. Tanggapan para peserta pelatihan terhadap kegiatan PKM ini sangat positif yakni yang berkaitan dengan pelayanan tim PKM, penguasaan materi, relevansi materi, penyajian materi, sistematika materi, ketersediaan waktu, dan rencana pelaksanaan PTK. Namun demikian, masih ditemukan 6 peserta yang masih ragu-ragu untuk melaksanakan PTK. Hal tersebut disebabkan oleh kekurangpahaman dan kekhawatiran karena selama ini belum pernah melakukan PTK.
DATA PENELITIAN KEONG MAS DI INDONESIA SEBAGAI DASAR KEBIJAKAN BERBASIS SAINS Muttaqin, Mafrikhul
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 1 (2024): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v11i1.51210

Abstract

Keong mas, Pomacea canaliculata, adalah salah satu hama padi di Indonesia. Berbagai penelitian terkait hama tersebut telah banyak dilakukan di Indonesia dan negara lainnya. Untuk memberikan masukan kebijakan berbasis sains, penelitian ini membandingkan basis data penelitian keong mas di Indonesia dan negara lainnya. Analisis menunjukkan tren penelitian keong mas sebagai pakan ternak di Indonesia. Penelitian moluskisida keong mas secara umum lebih populer di dunia. Penelitian bertema keong mas lain di Indonesia masih perlu dilakukan bersamaan dengan peningkatan kualitasnya, seperti penggunaan metode eksperimen dan analisis terkini. Selanjutnya, perlu dilakukan upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam manajemen informasi distribusi keong mas dan kearifan lokal penanganannya. Hal-hal tersebut dapat menjadi dasar untuk formulasi penelitian lanjutan, kebijakan, dan manajemen keong mas berkelanjutan.
PENDAMPINGAN OLIMPIADE MADRASAH INDONESIA (OMI) RISET SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI PENELITIAN SISWA MTSN 3 KOTA TIDORE Adam, Adiyana; Limatahu, ,Kartini; Sapil, Nusin; Asmiraty, Asmiraty; Irfan, Irfan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 11 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i11.4240-4247

Abstract

Kegiatan pendampingan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Riset di MTsN 3 Kota Tidore dilaksanakan sebagai upaya peningkatan kompetensi penelitian siswa madrasah. Program ini melibatkan 15 siswa dan 3 guru pembina melalui tahapan pelatihan, workshop, serta pendampingan intensif dari dosen perguruan tinggi. Pendekatan yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, coaching, dan learning by doing agar siswa terlibat langsung dalam setiap tahap penelitian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep penelitian sebesar 32%, terutama dalam aspek perumusan masalah, tujuan penelitian, dan teknik pengumpulan data. Selain itu, kemampuan presentasi dan kepercayaan diri siswa juga meningkat signifikan. Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan literasi sains siswa, tetapi juga memperkuat kapasitas guru pembina dalam membimbing riset. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan madrasah terbukti efektif sebagai model kemitraan pengembangan budaya riset di lingkungan pendidikan menengah.
PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, PROFITABILITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY: (Penelitian pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia) Fitriana, Rosa
Jurnal Ilmu Keuangan dan Perbankan (JIKA) Vol. 8 No. 2: Juni 2019
Publisher : Program Studi Keuangan & Perbankan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.875 KB) | DOI: 10.34010/jika.v8i2.1652

Abstract

Pengungkapan Corporate Social Responsibility merupakan wacana yang makin umum dalam dunia bisnis di Indonesia, dimana fenomena ini dipicu oleh semakin mengglobalnya tren mengenai praktik CSR dalam bisnis. Penelitian mengenai Pengungkapan Corporate Social Responsibility menghasilkan temuan yang berbeda-beda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh mekanisme corporate governance dan ukuran perusahaan terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2013 yang laporan tahunannya berisi tentang aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan dan dapat diakses melalui website BEI, yaitu sejumlah 30 perusahaan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis statistik. Hasilnya menunjukkan bahwa kepemilikan institusional terbukti secara signifikan berpengaruh positif terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility, sementara ukuran perusahaan juga terbukti secara signifikan berpengaruh positif. Penelitian ini menyarankan: (1) untuk para peneliti agar meneliti efektivitas pengungkapan Corporate Social Responsibility, menemukan variabel baru yang digunakan pada penelitian selanjutnya, memberi acuan ketidak konsistenan penelitian sebelumnya, dan peneliti dapat memperbanyak sampel penelitain dan tahun penelitian. (2) untuk perusahaan agar terus melakukan pengungkapan Corporate Social Responsibility berkelanjutan dan memiliki divisi khusus mendukung pengungkapan Corporate Social Responsibiiy. (3) untuk pemerintah agar memberikan acuan peningkatan dari voluntary menjadi mandatory dan menetapkan aturan mengenai sanksi-sanksi untuk perusahaan yang tidak melaksanakan pengungkapan Corporate Social Responsibility.
Analisis Risiko Ketersediaan Energi yang Rendah dan Gangguan Makan pada Penari Elit Wanita di Sekolah Tari X di Jakarta, Indonesia: Hasil Penelitian Sudarsono, Nani Cahyani; Lestari, Ria; Natasa, Yose
Cermin Dunia Kedokteran Vol 51 No 6 (2024): Cardiology
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v51i6.1045

Abstract

Due to their aesthetic demand and high training load, ballet dancers are often at risk of low energy availability (LEA), with or without eating disorders (ED). A prolonged state of LEA may alter physiological function and lead to other major health concerns. This study aims to analyze the risk of LEA and eating disorders in female elite dancers at X dance school in Jakarta. This descriptive cross-sectional design study was followed by 11 dancers. Risk of LEA was assessed using the low energy availability in females questionnaire (LEAF-Q), eating behaviors using the eating attitude test (EAT-26) questionnaire, and body composition using the bioelectrical impedance analysis (BIA) instrument. A total of 18.2% of dancers were at risk of LEA (LEAF-Q score ≥8) and no dancers were at risk of eating disorders. The most common characteristics of LEA are gastrointestinal dysfunction (90.9%), followed by menstrual disturbance (45.5%), and musculoskeletal injury (9.1%). Compared to the first study in Indonesia, this study showed lower proportion of dancers at risk of LEA and ED at X dance school in Jakarta. Despite a lower proportion, most dancers experienced other characteristics of LEA, thus prevention and health management are required to reduce further health issues.
Hubungan Kemampuan Refleksi Diri dengan Tingkat Stres Mahasiswa Tahun Pertama Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia: Hasil Penelitian Salsabila, Faradilla; Armyanti, Ita; Fitrianingrum, Iit
Cermin Dunia Kedokteran Vol 51 No 12 (2024): Kedokteran Umum
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v51i12.1188

Abstract

Latar Belakang. Stres sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pada mahasiswa kedokteran. Stres pada mahasiswa kedokteran dapat mengganggu perkuliahan dan mengganggu kinerja individu, sehingga diperlukan manajemen stres, salah satunya refleksi diri. Tujuan. Mengetahui hubungan kemampuan refleksi diri dengan tingkat stres pada mahasiswa tahun pertama Program Studi Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Metode. Studi analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Jumlah sampel 141 orang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner MAI, kuesioner MSSQ, dan lembar identifikasi stres akut. Uji hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil. Terdapat 107 responden (75,9%) memiliki kemampuan refleksi diri dengan kategori baik, 73 responden (52,1%) memiliki tingkat stres kategori sedang. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 dan nilai koefisensi korelasi sebesar -0,282. Simpulan. Terdapat korelasi negatif yang signifikan antara kemampuan refleksi diri dengan tingkat stres pada mahasiswa tahun pertama Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia, bahwa semakin baik kemampuan refleksi diri, semakin rendah tingkat stres individu dan sebaliknya.
Visualisasi Apendiks pada USG Abdomen di RS Kasih Ibu Saba, Gianyar, Indonesia: Hasil Penelitian Darmawan, Made Alit; Artawan, I Komang
Cermin Dunia Kedokteran Vol 51 No 12 (2024): Kedokteran Umum
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v51i12.1190

Abstract

Apendisitis merupakan salah satu kasus tersering dengan keluhan nyeri perut kanan bawah. USG menjadi modalitas pertama untuk diagnosis apendisitis, dengan tingkat sensitivitas, spesifisitas, angka prediksi positif, dan angka prediksi sebesar 86%, 94%, 100%, dan 92%. Modalitas ini memiliki tingkat akurasi tinggi dan tanpa efek samping radiasi. Namun, tingkat sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan ini beragam karena beberapa faktor operator, alat, ataupun kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata–rata jarak apendiks dari dinding abdomen yang bisa tervisualisasi dengan USG. Dari 103 pasien nyeri perut kanan bawah, sebanyak 31,05% apendiks dapat tervisualisasi dan 53,12% di antaranya didiagnosis apendisitis. Adapun jarak rata–rata apendiks dari dinding abdomen yang dapat tervisualisasi pada pemeriksaan USG adalah 22,828 mm.
Profil Kematian Neonatal di Rumah Sakit Umum Daerah dr. M. Haulussy Regional Hospital, Indonesia: Hasil Penelitian Thiono, Marischa Tita; Polanunu, Masayu Ramadhani
Cermin Dunia Kedokteran Vol 52 No 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v52i2.1247

Abstract

Background: The infant mortality rate (IMR) is one of the indicators commonly used to determine overall public welfare. This study aims to look deeper into the profile of neonatal mortality in Maluku region, particularly at dr. M. Haulussy Regional Hospital. Methods: This study was conducted on the neonatal population in the neonatal intensive care unit (NICU) of dr. M.Haulussy Regional Hospital DR M Haulussy from January 1, 2022, to August 31, 2023. A total of 34 neonates met the inclusion criteria. Results: The main factors causing neonatal death were respiratory failure/asphyxia, LBW, and sepsis with the percentage of 25.6%, 24.4%, and 22.2% respectively. Conclusion: The most common factors of neonatal mortality in this sample population were respiratory failure/asphyxia, LBW/BBLR/BBLT, and sepsis.
Pengaruh ASI Eksklusif, Berat Badan Lahir Rendah, dan Tinggi Badan Ibu terhadap Kejadian Stunting pada Anak di Bawah Usia 2 Tahun di Kabupaten Tapin, Indonesia: Hasil Penelitian Riza, Ade
Cermin Dunia Kedokteran Vol 52 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v52i1.1292

Abstract

Background: Stunting affects intergenerational linear growth; short mothers are preceded by stunted childhood and will give birth to babies with low birth weight (LBW). Exclusive breastfeeding is known as one of the factors to prevent stunting. This study was conducted to see the effect of exclusive breastfeeding, history of low birth weight, and mother’s height on the incidence of stunting among below-two-year-old children in Tapin district. Method: Cross-sectional with a bivariate Chi-Square analysis test with odds ratio to assess the risk. Result: The results showed that the incidence of stunting was associated with the mother’s height (p=0.002, OR 8.325, 95% CI 2.117–32.741). Exclusive breastfeeding and low birth weight were not associated with the incidence of stunting (p=0.751, OR 1.303, 95%CI 0.454-3.738 for exclusive breastfeeding and p=0.201, OR 2.222, 95%CI 0.849–5.818 for LBW). Conclusion: Mother’s height affects the incidence of stunting in below-two-year-old children in Tapin district. 

Page 90 of 122 | Total Record : 1218