Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

INTEGRASI LAHAN BASAH DALAM BAHAN AJAR BIPA SEBAGAI OPTIMALISASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI MAHASISWA ASING Karolina; Rizky Amelia; Noor Eka Chandra
Jurnal Humaniora Teknologi Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Humaniora Teknologi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jht.v9i1.125

Abstract

Bahan ajar BIPA yang relevan dengan kehidupan mahasiswa asing merupakan kesempatan untuk memperkenalkan lingkungan lahan basah kepada mahasiswa asing yang berkuliah di Kalimantan Selatan. Salah satu tujuan dari integrasi lahan basah ini yaitu untuk mengoptimalisasikan pembelajaran bahasa Indonesia karena pembelajaran yang diberikan merupakan pembelajaran kontekstual. Pentingnya mengetahui persepsi pengguna suatu bahan ajar merupakan salah satu bagian dari pengembangan dan evaluasi sebuah bahan ajar. Sehingga, penelitian ini berupaya menjawab tiga rumusan masalah yang berfokus pada optimalisasi pembelajaran Bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing yaitu 1. bagaimana pentingnya keberadaan bahan ajar BIPA dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing dan pengajar BIPA, 2. bagaimana sebuah bahan ajar yang ideal bagi mahasiswa asing dan pengajar BIPA, dan 3. bagaimana integrasi bahan ajar BIPA dengan lingkungan lahan basah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan populasi seluruh mahasiswa asing pada Universitas Lambung Mangkurat dan seluruh pengajar BIPA, sedangkan partisipan pada penelitian yaitu sembilan (9) mahasiswa asing pada Universitas Lambung Mangkurat dan lima (5) pengajar BIPA di Kalimantan Selatan yang bersedia untuk menjawab angket berisi 12 pertanyaan yang diberikan melalui Google Forms dan bersedia diwawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama ketersediaan bahan ajar merupakan komponen yang diperlukan dalam pembelajaran. Kedua, bahan ajar BIPA berbasis lingkungan lahan basah ini memuat teks bahan ajar yang relevan yang berkaitan dengan kebahasaan dan pemakaian Bahasa Indonesia secara kontekstual dan nyata. Ketiga, pengemasan bahan ajar tentang kehidupan di Banjarmasin dengan menggunakan basis lingkungan lahan basah merupakan kolaborasi yang sangat tepat sebagai bentuk sumbangsih pendidikan terhadap keberlangsungan lingkungan dengan konsentrasi lahan basah.
ONOMATOPE INDONESIA DAN VIETNAM SEBAGAI BAHAN AJAR BIPA Andriyana, Andriyana; Hieu, Ho Ngoc; Hidyat, Arip
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 13, No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.13.1.1-8

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran onomatope dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dengan mengacu pada konsep pemerolehan bahasa awal pada anak-anak. Berdasarkan kajian dari beberapa penelitian sebelumnya, onomatope dianggap sebagai alat yang efektif dalam menghubungkan bahasa dengan pengalaman sensorik dan mempercepat pemahaman serta produksi kata dalam bahasa baru. Dalam konteks BIPA, onomatope memiliki potensi besar untuk membantu pembelajar memahami dan mengingat kata-kata dengan lebih mudah karena sifatnya yang ikonik dan langsung mengindikasikan makna melalui bunyi. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana onomatope dapat meningkatkan kemampuan fonologis pembelajar BIPA, sekaligus membantu mereka membangun asosiasi antara suara dan makna kata dalam situasi komunikasi yang lebih alami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk menganalisis jenis-jenis onomatope yang ditemukan dalam Bahasa Indonesia dan membandingkannya dengan bahasa Vietnam. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara dengan pengajar dari USSH dan UNIKU dengan sampel perolehan data menggunakan teknik purposif sampling. Fokus penelitian mencakup empat kategori utama onomatope: suara hewan, suara alam, suara benda, dan suara tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa onomatope dalam kategori-kategori ini memiliki kontribusi dalam pembelajaran BIPA, membantu pembelajar dalam mengenali dan memproduksi kata-kata dengan cara yang lebih intuitif dan efektif.
Model Pengembangan Bahan Ajar BIPA Pemula dengan Pendekatan Budaya Lokal: Studi Kasus di Sulawesi Selatan Shafariana; Nurhusna; Wijayanti, Tuti; Rapi, Muhammad; Hamsa, Akmal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat (AbdiMas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v3i1.8582

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengajar BIPA dalam menyusun bahan ajar BIPA Pemula berbasis budaya lokal Sulawesi, guna mendukung penguatan keterampilan berbahasa, pemahaman budaya, serta pengembangan media pembelajaran yang komunikatif dan interaktif. Melalui workshop yang terdiri atas pemaparan materi, diskusi kelompok, praktik penyusunan, serta presentasi hasil, peserta diharapkan mampu mengatasi kendala dalam integrasi budaya lokal ke dalam bahan ajar BIPA. Metode yang diterapkan mencakup identifikasi kebutuhan peserta, pengembangan unit pembelajaran tematik, penyusunan media digital berbasis QR code, serta evaluasi keterlibatan peserta selama proses pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman prinsip pengembangan bahan ajar, keterampilan teknis penyusunan unit pembelajaran, serta peningkatan kepercayaan diri peserta dalam mengembangkan bahan ajar BIPA berbasis budyaa lokal. Selain itu, kolaborasi dan kreativitas peserta dalam mengembangkan konten budaya Sulawesi turut meningkat, menghasilkan luaran berupa modul pembelajaran Bahasa Indonesiaku: Di Tanah Sulawesi—BIPA Pemula yang memuat 15 unit pembelajaran tematik. Program ini memberikan dampak positif terhadap penguatan kapasistas pengajar BIPA, ketersediaan bahan ajar lokal, serta penguatan jejaring antarpraktisi BIPA di wilayah Sulawesi. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan memberikan kontribusi nyata dalam penguatan pembelajaran BIPA berbasis budaya lokal.
Effectiveness of Implementing Productive Skills Evaluation for Students in BIPA Learning Haryanti, Novi; Eriyanti, Ribut Wahyu; Sunaryo, Hari
Acuity: Journal of English Language Pedagogy, Literature and Culture Vol. 10 No. 3 (2025): Acuity: Journal of English Language Pedagogy, Literature and Culture
Publisher : LPPM Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/acuity.v10i3.4025

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of evaluation practices in developing students' productive skills in Indonesian Language Learning for Foreign Speakers (BIPA), particularly in speaking and writing. Using a mixed methods approach, data were collected through speaking and writing tests, questionnaires, semi-structured interviews, and observations. The findings show that consistent evaluation frequency and relevant learning contexts significantly influence students’ perceptions and the development of their productive skills. Performance-based evaluations—such as monologues, dialogues, and writing tasks grounded in real-life situations—were found to be the most effective and meaningful. However, feedback delivery remains a major weakness, as many students felt that the feedback they received was too vague and not helpful enough for improving their skills. Therefore, there is a need to develop an evaluation system that is not only regular and contextual but also provides practical and targeted feedback. These findings are expected to serve as a reference for designing more effective BIPA evaluation strategies, focusing on strengthening speaking and writing skills, and supporting students in becoming active users of the Indonesian language in their daily lives.
Representasi Nilai Budaya dalam Tradisi Mapag Tamba serta Implementasinya sebagai Materi Ajar BIPA Gasanti, Rosi; Yudin, Jaki; Atikah, Atikah
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4782.122-133

Abstract

One of the oral traditions in Indonesia that needs attention so that its existence does not become extinct is the Mapag Tamba tradition in Tugu Village, Sliyeg District, Indramayu Regency. This research aims to describe, explore, find, and its implementation as BIPA teaching material in an effort to preserve it. The method used in this research is descriptive qualitative. Data collection was done through literature study, observation, and interviews. For data analysis techniques using Grounded Theory perspective.  Based on the research findings, the stages of the Mapag Tamba ceremony and the cultural values contained in the tradition are described. The cultural values include; 1) cultural values of human relations with God; 2) cultural values of human relations with nature; 3) cultural values of human relations with other humans; 4) cultural values of human relations with society, dan 5) cultural values of human relations with themselves. Furthenmore, as an effort to preserve oral tradition, the values contained in the Mapag Tamba tradition are implemented in the form of BIPA teaching materials. The utilisation of oral traditions in BIPA learning can enrich learners' cross-cultural understanding and strengthen their communicative competence. This tradition offers values that can build the cultural sensitivity of BIPA learnes. AbstrakSalah satu tradisi lisan di Indonesia yang perlu mendapat perhatian supaya tidak punah keberadaannya adalah tradisi Mapag Tamba di Desa Tugu Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan, menggali, menemukan, serta implementasinya nilai budaya dalam tradisi Mapag Tamba sebagai materi ajar BIPA dalam upaya pelestariannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan yang merepresentasikan nilai budaya pada tradisi Mapag Tamba dengan sumber data berupa informan/narasumber tokoh masyarakat setempat. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara. Untuk teknik analisis data menggunakan perspektif Grounded Theory. Berdasarkan hasil temuan penelitian, dideskripsikan proses tahapan pelaksanaan upacara Mapag Tamba dan nilai-nilai budaya yang terdapat pada tradisi tersebut. Nilai budaya yang dimaksud di antaranya; 1) nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan, 2) nilai budaya hubungan manusia dengan alam; 3) nilai budaya hubungan manusia dengan manusia lain; 4) nilai budaya hubungan manusia dengan masyarakat; dan 5) nilai budaya hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Selanjutnya, sebagai upaya pelestarian tradisi lisan, nilai-nilai yang terdapat pada tradisi Mapag Tamba tersebut diimplementasikan dalam bentuk materi ajar BIPA. Pemanfaatan tradisi lisan dalam pembelajaran BIPA dapat memperkaya pemahaman lintas budaya para pemelajar dan memperkuat kompetensi komunikatif mereka. Tradisi ini menawarkan nilai-nilai yang dapat membangun sensitivitas budaya para pemelajar BIPA.
SOUTH KOREAN STUDENTS' PERSPECTIVES ON THE NEED FOR BIPA READING TEACHING MATERIALS BASED ON LIVELIHOOD CULTURE Dinar Asri; Suci Sundusiah; Mochamad Whilky Rizkyanfi
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 5 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i5.3350

Abstract

This study aims to identify the views of South Korean students on Indonesian Language reading materials for Foreign Speakers (BIPA) that raise the theme of livelihood culture. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through questionnaires filled out by Busan University of Foreign Studies BIPA 3 and 4 students. The results of the study show that students are interested in cultural themes, such as civet coffee, salt farmers in Bali, and Minang restaurants. They expect reading materials that are presented digitally and interactively, equipped with supporting images or videos to be more interesting and easy to understand. In addition, students consider the similarity of cultural values ​​between Indonesia and South Korea as a factor that facilitates understanding and increases interest in learning.
PERCEPTIONS OF MULTINATIONAL STUDENTS ON SUNDANESE GASTRONOMY READING ENRICHMENT ASSISTED BY AUGMENTED REALITY FOR BIPA LEARNERS Jessie Mulyanie; Nuny Sulistiany Idris; Mochamad Whilky Rizkyanfi
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 5 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i5.3354

Abstract

This study aims to provide reading learning materials enriched with Augmented Reality (AR) using Sundanese Gastronomy for non-native Indonesian language learners (BIPA). This study emphasizes the importance of incorporating local culture into language education and the limited use of interactive technologies, such as Augmented Reality, in BIPA classes. This study used a descriptive qualitative methodology, including an open-ended questionnaire for data collection from six BIPA learners representing various countries. The collected data were analyzed thematically to reveal learners’ responses, needs, and perspectives on the resulting learning materials. The results showed that all participants had no prior experience with AR media but showed significant interest in its use in learning. The resulting learning tools improved reading comprehension, interestingly presented Indonesian culture, and stimulated more active learning. The application of Sundanese Gastronomy in reading materials provided an authentic cultural background, while the Augmented Reality (AR) aspect enhanced visualization and participation in learning. The findings suggest that creating AR-based reading materials that integrate local culture can provide a new approach to enhance interactive, contextual, and intercultural BIPA learning.
CHALLENGES AND STRATEGIES IN CHILDREN'S BIPA LEARNING ELEMENTARY SCHOOL LEVEL IN JAKARTA INDONESIA KOREAN SCHOOL Muhammad Nur Alfi Syahri; Nuny Sulistiany Idris; Suci Sundusiah
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 5 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i5.3362

Abstract

This study aims to describe the challenges and strategies for learning Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) in Jakarta Indonesia Korean School (JIKS), an international school based on the Korean curriculum whose participants are linguistically and culturally homogeneous. The main challenges in learning BIPA in JIKS include minimal interaction in Indonesian outside the classroom, the dominance of Korean language use in students' daily lives, and low learning motivation due to the position of BIPA subjects which are not included in the Korean core curriculum. This study uses a qualitative descriptive approach through literature studies, analysis of learning contexts, and reflection on teaching practices. The results show that the thematic-contextual approach is an effective and relevant strategy to overcome these challenges. This strategy includes the application of themes that are close to children's lives, simple project activities, contextual dialogues, role plays, Indonesian language habits in classroom routines, and the use of concrete media such as pictures and real objects. This approach allows students to understand the language in a real context, while building their confidence in using Indonesian. These findings are expected to be a reference for BIPA teachers in designing learning that is appropriate to the conditions of students in homogeneous international schools.
EFFECTIVENESS OF TOTAL PHYSICAL RESPONSE METHOD IN VOCABULARY LEARNING FOR BIPA LEARNERS: A LITERATURE REVIEW Herdi; Nuny Sulistiany Idris; Ida Widia
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 5 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i5.3367

Abstract

Vocabulary is the most important aspect and also the main foundation in Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) or Indonesian as a Foreign Language (IFL) to foreign learning to improve foreign language skills including listening, speaking, reading and writing skills. In practice, remembering and using new vocabulary is still an obstacle for foreign learners in communicating, so there needs to be an appropriate learning method to overcome this, namely by using the Total Physical Response (TPR) method, a method that connects commands, speech and movement. This article was written using the literature review method by analyzing 10 national and international studies related to the effectiveness of the TPR method in learning. Based on the research that has been analyzed, it shows that the TPR method makes learning more effective; makes learners feel happy, enthusiastic and actively participates during the learning process; effective for speaking and writing skills; motivates children to be interested in learning, especially training listening; improves vocabulary skills from the cognitive, affective and psychomotor domains; helps learners learn vocabulary and makes learners more active and confident; learning becomes fun, learners become more active, helps students remember and improve word mastery; has a significant good influence, namely it can improve understanding, practice, respond, mention and show various types of vocabulary that have been learned; improve vocabulary process and mastery; able to improve children's motor skills; and make learners quickly master learning materials.
M.A.K. Halliday’s Actualization of linguistic flows in text-based BIPA Learning Rahmawati, Ida Yeni; Santoso, Anang; Taufiqurrahman, Febri; Hyink, Sean
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 11 No 1 (2024): January 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v11i1.3393

Abstract

BIPA teaching today uses a text-based approach as an approach that is believed to be able to help students understand Indonesian language texts. This study aims to explain the actualization of M.A.K.Halliday's linguistic flow in text-based BIPA learning. Qualitative descriptive is a research method used with a content analysis approach. The data for this research were obtained from document data and literature studies. Based on an in-depth analysis, seven types of language functions were found according to Halliday's theory, which are contained in the book My Best Friend Indonesia BIPA. The language functions are (1) informational, (2) directive, (3) contextual, (4) interactional, (5) expressive, (6) poetic, and (7) metalingual. Thus, the book Sahabatku BIPA 7 contains seven language function values, which are in line with Halliday's views in Systemic Functional Linguistics (LFS).

Page 94 of 118 | Total Record : 1176