cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 593 Documents
PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH TOMAT (LYCOPERSICON ESCULENTUM MILL.) TERHADAP PEMBERSIHAN STAIN EKSTRINSIK PADA RESIN KOMPOSIT Ibrahim, Kartika; Kawengian, Shirley E. S.; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10160

Abstract

Abstract: Discoloration of the composite resin is an aesthetic problem that often occurs primarily in anterior teeth caused by extrinsic and intrinsic factors. Bleaching is a kind of treatment that can improve the problem of composite discoloration. One of the bleaching materials oftenly used in dentistry is H2O2. H2O2 compound contained in tomatoes can be used as an alternative treatment to cope with the composite discoloration. This study aimed to determine the effect of tomato juice as extrinsic stain cleaner of the composite resin. This was a laboratory experimental study with a pre and post control group design. Samples were 20 resin composites molded in 5mm diameter and 2mm thickness. Samples were soaked in coffee solution for 10 days to get the extrinsic stain and then discoloration was measured with a spectrophotometer discoloration Libra S12 UV / Visible Biochrom. After that, samples were divided into 2 groups: the control group, immersed in mineral water; and the treatment group, immersed in tomato juice for 3 days. After immersion, measurements were done again with a spectrophotometer. The results were tested statistically using the Wilcoxon test with a P value < 0.05. Conclusion: Tomato juice was a significant extrinsic stain cleaner of the composite resin.Keywords: tomato juice, extrinsic stain, resin compositesAbstrak: Perubahan warna tumpatan komposit merupakan masalah estetik yang sering terjadi terutama pada gigi anterior yang disebabkan oleh faktor ekstrinsik dan intrinsik. Salah satu perawatan untuk menangani masalah ini ialah bleaching dengan H2O2. Senyawa H2O2 terkandung dalam buah tomat yang dapat digunakan sebagai perawatan alternatif untuk mengatasi perubahan warna komposit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah tomat terhadap pembersihan stain ekstrinsik pada resin komposit. Jenis penelitian ini ialah eksperimental laboratorium dengan desain pre and post control group. Jumlah sampel penelitian 20 resin komposit yang dibentuk dengan diameter 5mm dan tebal 2mm. Sampel direndam dalam larutan kopi selama 10 hari untuk melihat adanya stain ekstrinsik kemudian dilakukan pengukuran perubahan warna dengan spektrofotometer Libra S12 UV/Visible BIOCHROM. Setelah itu sampel dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol direndam dalam air mineral dan kelompok perlakuan di dalam jus buah tomat selama 3 hari. Setelah perendaman dilakukan pengukuran kembali dengan spektrofotometer. Hasil penelitian diuji secara statistik dengan uji Wilcoxon mendapatkan nilai P < 0,05. Simpulan: Jus buah tomat berpengaruh secara bermakna terhadap pembersihan stain ekstrinsik pada resin komposit.Kata kunci: jus buah tomat, stain ekstrinsik, resin komposit
Hubungan Status Gizi dengan Erupsi Gigi Molar Pertama Permanen Rahang Bawah pada Anak Usia 6-7 Tahun di SD Negeri 12 Manado Sitinjak, Agnes C. H.; Gunawan, Paulina N.; Anindita, Pritartha S.
e-GiGi Vol 7, No 1 (2019): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.7.1.2019.23308

Abstract

Abstract: Nutritional status is resulted from consumption of food and use of nutrients. If nutrient intake is not fulfilled, the growth pattern of children, generally and specifically in permanent tooth eruption, would be disturbed or associated with delayed eruption. This study was aimed to determine the relationship between nutritional status and first permanent mandibular molar eruption in children aged 6-7 years at SD Negeri 12 (elementary school) Manado. This was an analytical study using a cross-sectional design. Samples were obtained by using total sampling method. This study was conducted by measuring nutritional status using BMI-for-age and by examining the 36 and 46 tooth eruption. Data were analyzed univariately and bivariately, and then were further analyzed by using the Kolmogorov-Smirnov test. Of 60 subjects, 61.7% were classified as normal nutritional status and 95% belonged to the category of erupted first permanent mandibular molar. The Kolmogorov-Smirnov test and the Fisher’s exact test showed the p-values of 0.989 and 0.275 (>0.05). Conclusion: There is no relationship between nutritional status and first permanent mandibular molars eruption in children aged 6-7 years at SD Negeri 12 Manado.Keywords: nutritional status, first permanent mandibular molars eruption Abstrak: Status gizi merupakan keadaan tubuh akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi. Jika asupan zat gizi tidak terpenuhi maka pola pertumbuhan anak, baik secara umum maupun khusus pada erupsi gigi permanen akan terganggu atau terlambat erupsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan erupsi gigi molar pertama permanen rahang bawah pada anak usia 6-7 tahun di SD Negeri 12 Manado. Jenis penelitian ialah analitik dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran status gizi melalui indeks massa tubuh (IMT/U) dan memeriksa erupsi gigi 36 dan 46. Analisa hasil penelitian menggunakan analisis univariat dan bivariat kemudian diolah menggunakan uji Chi-square. Dari 60 subyek penelitian, 61,7% tergolong status gizi normal dan 95% tergolong dalam kategori gigi molar pertama permanen rahang bawah telah erupsi. Hasil analisis bivariat terhadap hubungan antara status gizi dan erupsi gigi molar pertama permanen rahang bawah menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan uji Fisher’s exact menunjukkan nilai p=0,989 dan p=0,275 (>0,05). Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan erupsi gigi molar pertama permanen rahang bawah pada anak usia 6-7 tahun di SD Negeri 12 Manado.Kata kunci: status gizi, erupsi molar pertama permanen rahang bawah.
GAMBARAN KECEMASAN PENCABUTAN GIGI ANAK DI PUSKESMAS BAHU MANADO Rehatta, Vivian C.; Kandou, Joyce; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5830

Abstract

Abstrak: Masalah dalam pencabutan gigi yang sering timbul terutama pada pasien anak merupakan suatu tantangan yang tidak akan berakhir. Banyak anak merasa cemas jika harus berkunjung ke dokter gigi karena anak merasa bahwa alat-alat yang berada di dalam tempat praktek menakutkan dan mengakibatkan rasa nyeri. Kecemasan adalah suatu keadaan atau perasaan afektif yang tidak menyenangkan yang disertai dengan sensasi fisik yang memperingatkan orang terhadap bahaya yang akan datang. Hal ini menyebabkan pasien anak menjadi cemas sehingga memengaruhi kunjungan rutin pasien anak untuk ke dokter gigi. Kecemasan dalam praktek dokter gigi merupakan halangan yang sering memengaruhi perilaku pasien dalam perawatan gigi,  terutama prosedur pencabutan gigi merupakan penyebab kecemasan dental paling tinggi yang ditakutkan pada anak-anak. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk meneliti tentang gambaran kecemasan prosedur pencabutan gigi pada anak di Puskesmas Bahu. Metode penelitian yang dipakai bersifat deskriptif dengan menggunakan cross sectional study dan dilakukan wawancara pada orangtua beserta anak dengan menggunakan kuisoner. Rasa cemas pada penelitian ini diukur menggunakan Corah’s Dental Anxiety Scale (DAS). Hasil penelitian dari 55 sampel yang didapat, sebanyak 28 sampel ( 50,91 %) mengalami cemas berat. Sampel berjenis kelamin perempuan lebih banyak mengalami kecemasan daripada laki-laki. Penyebab kecemasan adalah cemas terhadap alat-alat yang berada di dalam tempat pratek menakutkan dan mengakibatkan rasa nyeri. Kata kunci: Kecemasan Anak, Pencabutan Gigi.     Abstract: Problems in tooth extraction which commonly occurs especially in children are one never ending challange. Most Children feel anxious to visit a dentist because they feel the equipment in the dentist office was very fraightened and causing pain.  Anxiety is an affective state or feeling of uncomfort accompanied by physical sensation that warn people of the danger ahead. This causing the children patients tend to anxious about his/her routin visit to the dentist. Anxiety in dental practice is the most common obstacle to the children patients behaviour in dental healthcare. Particularly tooth extraction is the most common dental anxiety to the children. based on the background above, the writer have enormous interest to study about the representation of anxiety in tooth extraction procedure in children at Bahu Community Healthcare Center. Rresearch method that was used is descriptive cross sectional study and inteview to the parents and children with questionaire. Anxiety feeling numbered using corah's Dental Anxiety Scale (DAS). The result 28 (50,91%) of 55 samples having hard anxiety. Sample with woman sex tend to felt more anxious compare to the man. The cause of anxiety is the fear of dental equipment in dental office and causing of feelinf pain. Keywords: Children Anxiety, Tooth Extraction.
Perbedaan efektivitas DHE dengan media booklet dan media flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa SDN 126 Manado Bagaray, Felisa E. K.; Wowor, Vonny N. S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13487

Abstract

Abstract: Oral health is still a problem in Indonesia, including Manado. General sources of dental health problems are closely related to the behavior of dental and oral hygiene maintenance. Although Dental Health Education (DHE) could change the bad behavior, it still depends on the media or educational tools. This study aimed to analyze the differences in the effectiveness of DHE with booklet and flipchart media on the improvement of dental health knowledge of students in SDN 126 Manado. This was a quasi experiment with two group pre-test post-test design. Samples were students of SDN 126 aged 8-10 years obtained by using total sampling method. The samples were divided into two treatment groups: booklet media and flip chart media. Data were statistically analyzed by using the Mann-Whitney test with a confidence level of 95% (p<0.05). The results showed that in improving dental health knowledge of students the DHE using booklet media had a p-value = 0.025 and the DHE using flip chart media had a p-value = 0.008. The statistical test comparing the effectiveness of DHE using both media showed a p-value = 0.688. Conclusion: DHE using booklet media was as effective as DHE using flip chart media in improving the oral health knowledge of students of SDN 126 Manado.Keywords: DHE, booklet media, flipchart media, students’ knowledgeAbstrak: Kesehatan gigi dan mulut hingga kini masih menjadi masalah di Indonesia, termasuk di kota Manado. Sumber masalah kesehatan gigi umumnya berkaitan erat dengan perilaku pemeliharan kebersihan gigi dan mulut. Untuk merubah perilaku yang buruk, salah satunya dengan melakukan intervensi melalui pendidikan, yaitu melalui Dental health education (DHE). Keberhasilan DHE antara lain dipengaruhi oleh adanya media atau alat bantu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas DHE dengan media booklet dan media flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa SDN 126 Manado. Jenis penelitian ini yaitu quasi experiment, dengan two group pre-test post-test design. Sampel penelitian yaitu siswa SDN 126 Manado yang berusia 8-10 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok perlakuan yaitu kelompok yang menggunakan media booklet dan kelompok yang menggunakan media flip chart. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95% (p< 0,05). Hasil penelitian menunjukkan nilai p=0,025 pada DHE menggunakan media booklet dan p=0,008 pada DHE menggunakan media flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak. Hasil uji statistik perbandingan efektivitas DHE dengan menggunakan kedua media tersebut, mendapatkan p= 0,688. Simpulan: DHE menggunakan media booklet dan flip chart keduanya sama efektif terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak SDN 126 Manado.Kata kunci: DHE, media booklet, media flip chart, pengetahuan anak
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK RUMPUT LAUT GRACILARIA SP TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Toy, Torar S. S.; Lampus, Benedictus S.; Hutagalung, Bernat S. P.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6600

Abstract

Abstract: Infection usually caused by microorganism such as bacterial. One example of infection is abscess which caused by Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus is a pathogenic bacterial in mouth. Seaweed is a part of sea plants. Nowadays, seaweed has been used as material of agar-agar, alginate, and even medicine. Indonesia has good potential to develop and use its richness at the sea. One of species that has been cultivated is Gracilaria verrucosa or known with local name “bulung rambu” (Bali) or “sango-sango” (Sulawesi). The characteristics of Gracilaria verrucosa is thallus silindris, slick, and has yellowish-brown or yellowish-green. Green, red, or brown seaweed is a potential source of bioactive compound that useful for pharmacy industry improvement like antibacterial, antivirus, antifungal, and cytostatic. This study purpose was to find out if seaweed extract (Gracilaria sp.) can inhibit growth of Staphylococcus aureus. This study was an experimental laboratory with true experimental design and posttest only control design. study subject are seaweed extract Gracilaria sp. that dissolved with 95% ethanol which evaporated in oven. Inhibition zone of Gracilaria sp. extract evaporated in the oven at each repeated were 2.5mm, 3.5mm, 3mm. Inhibition zone created from Gracilaria sp. extract that evaporated with vacuum rotary evaporator in each repeated were 2mm, 2mm, and 2.5mm. Study results showed that seaweed extract (Gracilaria sp.) didn’t have exhibition zone against Staphylococcus aureus.Keywords: inhibition test, seaweed (gracilaria sp), staphylococcus aureus.Abstrak: Penyakit infeksi yang biasanya disebabkan oleh mikroorganisme yaitu bakteri. Salah satu contoh penyakit infeksi tersebut yaitu abses yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus adalah patogen utama dalam rongga mulut. Rumput laut merupakan bagian dari tumbuhan laut perairan. Saat ini rumput laut telah dimanfaatkan sebagai bahan baku industri agar-agar, dan alginat bahkan obat-obatan. Indonesia mempunyai potensi yang baik untuk mengembangkan dan memanfaatkan kekayaan lautnya. Salah satu jenis yang sudah banyak dibudidayakan adalah Gracilaria verrucosa atau dikenal dengan nama daerah bulung rambu (bali) atau sango-sango (sulawesi). Ciri-ciri dari Gracilaria verrucosa, yaitu thallus silindris, licin, dan berwarna kuning-coklat atau kuning-hijau.Rumput laut hijau, merah ataupun coklat merupakan sumber potensial senyawa bioaktif yang sangat bermanfaat bagi pengembangan industri farmasi seperti sebagai antibakteri, antivirus, antijamur dan sitotastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak rumput laut (Gracilaria sp.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium, menggunakan rancangan eksperimental murni (true experimental design) dengan rancangan penelitian posttest only control design. Subjek dari penelitian ini ialah ekstrak rumput laut Gracilaria sp. yang dilarutkan dengan etanol 95% yang dievaporasi menggunakan rotary vacuum evaporator dan dipanaskan dalam oven. zona hambat dari ekstrak Gracilaria sp. yang dievaporasi dengan oven pada masing-masing pengulangan ialah 2,5 mm, 3,5 mm, 3 mm. Demikian juga zona hambat yang terbentuk dari ekstrak Gracilaria sp. yang dievaporasi dengan vacuum rotary evaporator pada masing-masing pengulangan ialah 2 mm, 2 mm, dan 2,5 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rumput laut (Gracilaria sp.) tidak memiliki daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus.Kata kunci: uji daya hambat, rumput laut (gracilaria sp.), staphylococcus aureus.
Pengaruh tingkat pendidikan masyarakat terhadap upaya pemeliharaan gigi tiruan di Kelurahan Upai Kecamatan Kotamobagu Utara Mokoginta, Randy S.; Wowor, Vonny N.S.; Opod, Hendri
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.14158

Abstract

Abstract: Denture appliances is not just as a replacement for any kind of tooth loss but it is also a necessary to keep the hygiene and maintenance of the denture appliance, therefore, the denture appliances will not cause any bad effects on oral health. Knowledge of how to keep the denture appliance clean could be represented by a positive attitude through cleaning one’s denture appliance. This study was aimed to analyze the effect of education level on the maintenance efforts of denture appliances among denture users in Upai, North Kotamobagu.This was an analytical descriptive study with a cross-sectional design. Samples were obtained by using total sampling method. The instrument of this study was a valid and reliable questionnaire. Data were analyzed with the Chi-Square test. This study was conducted from February to August 2016. The results showed that 41.9% of the samples had moderate level of education; 47.1% had low education; and 11% had high education. In keeping their denture appliances clean, there were 74.2% that had moderate efforts; 13,6% had bad efforts; and 12.2% had good efforts. The Chi-square test showed a p value of 0.001 (p<0.05). Conclusion: Most of the denture users were low-level educated, however, most of them had moderate efforts in keeping their dentures clean.Keywords: education level of society, maintenance efforts of denture appliances. Abstrak: Penggunaan gigi tiruan tidak hanya sebatas penggantian gigi yang hilang tetapi harus memperhatikan pemeliharaan kebersihannya agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan rongga mulut. Pengetahuan yang baik dari masyarakat akan membentuk sikap positif dan diwujudkan melalui tindakan pemeliharaan gigi tiruan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan masyarakat terhadap upaya pemeliharaan gigi tiruan di Kelurahan Upai Kecamatan Kotamobagu Utara. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Populasi penelitian yakni masyarakat pengguna gigi tiruan lepasan (GTL) di Kelurahan Upai Kecamatan Kotamobagu Utara sebanyak 155 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis hasil penelitian digunakan uji statistic Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 41,9% masyarakat kelurahan Upai memiliki tingkat pendidikan sedang, 47,1% memiliki tingkat pendidikan rendah, dan 11% memiliki tingkat pendidikan tinggi. Terdapat 74,2% memiliki upaya yang cukup dalam pemeliharaan gigi tiruan, 13,6% buruk, dan 12,2% baik. Hasil uji Chi Square mendapatkan p=0,001 (p<0,05). Simpulan:: Tingkat pendidikan masyarakat pengguna gigi tiruan umumnya tergolong rendah tetapi memiliki upaya yang cukup dalam pemeliharaan gigi tiruan. Juga terdapat pengaruh bermakna dari tingkat pendidikan masyarakat terhadap upaya pemeliharaan gigi tiruan. Kata kunci: tingkat pendidikan masyarakat, upaya pemeliharaan gigi tiruan.
Gambaran Pelaksanaan Rekam Medis di Balai Pengobatan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi Manado berdasarkan Permenkes RI Nomor 269 Tahun 2008 Longkutoy, Windah Milany
e-GiGi Vol 1, No 2 (2013): e-GiGi Juli-Desember 2013
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.2.2013.3127

Abstract

Rekam medis merupakan berkas yang berisi catatan dan dokumen identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan serta tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis sangat penting dalam pelayanan bagi pasien karena selain dapat memberikan informasi untuk menentukan keputusan dalam pengobatan, penanganan serta tindakan medis tetapi juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam menjadi alat bukti untuk menyelesaikan perkara hukum. Kewajiban dokter dan dokter gigi dalam membuat rekam medis dalam tempat praktik, puskesmas dan rumah sakit telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269 tahun 2008 yang di dalamnya tentang pengisian rekam medis dengan akurat, lengkap dan tepat waktu. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan rekam medis di BP-RSGM Unsrat Manado berdasarkan Permenkes RI no 269 tahun 2008 tentang rekam medis. Populasi dalam penelitian ini adalah data rekam medis yang ada di BP-RSGM Unsrat Manado pada tahun 2010-2012 dan besar sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan rumus deskriptif kategorik. Analisa data diolah secara manual dalam bentuk persentase, dianalisis kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan grafik disertai penjelasan. Kesimpulannya, kelengkapan pengisian rekam medis di BP-RSGM Unsrat Manado mencapai 96,3% dan pelaksanaan rekam medis belum seluruhnya (100 %) sesuai, penyimpanan rekam medis yang merupakan sampel penelitian 100 % sudah sesuai, kerahasiaan rekam medis hanya 20 % yang sesuai, pengorganisasian, pembinaan dan pengawasan rekam medis 100% tidak sesuai dengan permenkes Nomor 269 Tahun 2008. Diharapkan untuk dokter / tenaga kesehatan yang mengisi rekam medis di BP-RSGM Unsrat Manado hendaknya mengisi seluruh catatan rekam medis dengan lengkap dan dikelola dengan baik sesuai dengan permenkes Nomor 269 Tahun 2008 serta adanya pembinaan dan pengawasan pelaksanaan peraturan rekam medis oleh pimpinan BP-RSGM Unsrat Manado maupun kepala dinas kesehatan dan organisasi profesi terkait.Kata kunci: rekam medis, pelaksanaan, permenkes RI nomor 269 Tahun 2008ABSTRACTMedical records are files containing patient records and identity documents, test results, treatment given and actions and other services that have been provided to the patient. Medical records are very important in the service for the patient because in addition to providing information to determine treatment decisions, treatment and medical treatment but also has a very important role in being evidence to settle lawsuits. Obligations of doctors and dentists in making medical records in place practices, health centers and hospitals have been set in the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 269 of 2008 in which about charging medical records with accurate, complete and timely. This research is a descriptive study that aimed to determine the implementation of the medical records in the BP - RSGM Unsrat Manado based Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 269 of 2008 concerning medical records . The population in this study were medical records that exist in theBP-RSGM Unsrat Manado in 2010-2012 and the sample size in this study were taken by using a formula categorical descriptive. Analysis of the data processed manually in the form of a percentage, analyzed and then presented in the form of frequency distribution tables and charts with explanation. In conclusion, the complete filling medical record at BP-RSGM Unsrat Manado reached 96.3% and the implementation of the medical record has not been entirely (100%) corresponding, record-keeping, a sample of 100% is appropriate, the confidentiality of medical records is only 20% were appropriate, organizing, coaching and supervision medical records are not 100% in accordance with Health Minister Regulation No. 269 of 2008. Expected to doctors / health workers who fill medical records in BP-RSGM Unsrat Manado should fill the entire medical record with complete and properly managed in accordance with the Minister of Health No. 269 of 2008 as well as the guidance and supervision of the implementation of the regulations by the leadership of the medical records of BP-RSGM Unsrat Manado and the head head of health and related professional organizations.Keywords: medical records, execution, Minister of Health the Republic of Indonesia No. 269 of 2008
KEBUTUHAN PERAWATAN ORTODONTI BERDASARKAN INDEX OF ORTHODONTIC TREATMENT NEED PADA USIA REMAJA 15 – 17 TAHUN Oley, Axel B.; Anindita, P. S.; Leman, Michael A.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8770

Abstract

Abstract: Dental and oral health is an important factor that must be maintained. Things that affect dental health problems and oral one of them is malocclusion. The application needs orthodontic treatment is aimed at correcting malocclusions that can affect the health of the teeth and oral cavity as well as the appearance of a person's face. Research conducted a descriptive study. The purpose of this study to determine the needs of orthodontic treatment based Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN), which consists of two components, namely the Aesthetic Component (AC) and the Dental Health Component (DHC). The study was conducted in high school 3 Tondano country with the number of students 390 people. Data collection was performed by inspection and measurement using the AC and DHC. The results showed that 85.94% based on the air-conditioning was not / little need of treatment, 9.37% needed treatment and of 4.69% borderline desperate need of care, while 51.56% based DHC no / little need of treatment, 35.94% need treatment of borderline and 12.5% in dire need of treatment.Keywords: malocclusion, Index of Orthodontic Treatment Need, Aesthetic Component, Dental Health Component.Abstrak: Kesehatan gigi dan rongga mulut merupakan faktor penting yang harus dijaga. Hal yang mempengaruhi masalah kesehatan gigi dan rongga mulut salah satunya ialah maloklusi.Penerapan kebutuhan perawatan ortodonti ditujukan untuk memperbaiki maloklusi yang dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan rongga mulut serta penampilan wajah seseorang.Penelitian yang dilakukan merupakan suatu penelitian yang bersifat deskriptif.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan perawatan ortodonti berdasarkan Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN), yang terdiri dari dua komponen yaitu Aesthetic Component (AC) dan Dental Health Component (DHC).Penelitian dilakukan di SMA negeri 3 Tondano dengan jumlah siswa 390 orang.Pengambilan data dilakukan dengan pemeriksaan dan pengukuran menggunakan AC dan DHC. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan AC 85,94% tidak/sedikit membutuhkan perawatan, 9,37% membutuhkan perawatan borderline dan 4,69% sangat membutuhkan perawatan, sedangkan berdasarkan DHC 51,56% tidak/sedikit membutuhkan perawatan, 35,94% membutuhkan perawatan borderline dan 12,5% sangat membutuhkan perawatan.Kata kunci: Maloklusi, Index Of Orthodontic Treatment Need, Aesthetic component, Dental Health Component.
Uji daya hambat ekstrak biji buah alpukat (Persea americana Mill.) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans Bujung, Anggriana H.; Homenta, Heriyannis; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 5, No 2 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.2.2017.16535

Abstract

Abstract: In addition to daily consumption, avocado is also used to treat oral diseases. Scientific studies showed that avocado seed contained flavonoids, tannins, and alkaloid which were expected to inhibit bacterial growth. This study was aimed to obtain the bacterial inhibitory effect of avocado seed (Persea americana Mill.) extract on Streptococcus mutans as the primary cause of dental caries. This was a true experimental study with the post test only control group design. This study used a modified Kirby-Bauer method with paper disk. The positive control was erythromycin and the negative control was aquadest. Avocado seeds were extracted by using maceration method with 96% ethanol. The Streptococcus mutans bacteria were obtained from pure stock of Microbiology Laboratory of Pharmacy Study Program University of Sam Ratulangi Manado. The results showed that the mean diameter of inhibition zone of avocado seed extract was 21.8 mm which was classified as very strong inhibition. Conclusion: Persea Americana Mill. seed extract had a very strong inhibitory effect on the growth of Streptococcus mutans.Keywords: avocado seed (Persea americana Mill.), Streptococcus mutans, inhibition effectAbstrak: Selain menjadi bahan konsumsi masyarakat yang lezat, ternyata alpukat telah lama dipercaya dapat mengobati penyakit di dalam rongga mulut. Di dalam buah alpukat terdapat biji yang terbukti melalui penelitian ilmiah mengandung flavonoid, alkaloid, dan tannin yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak biji buah alpukat (Persea americana Mill.) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Jenis penelitian ialah eksperimental murni dengan post test only control group design. Metode yang digunakan ialah modifikasi Kirby-Bauer dengan paper disk. Kontrol positif menggunakan antibiotik eritromisin dan kontrol negatif menggunakan akuades. Biji buah alpukat diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Bakteri Streptococcus mutans diambil dari stok bakteri murni Laboratorium Mikrobiologi Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian menunjukkan diameter rerata zona hambat dari ekstrak biji buah alpukat yang terbentuk ialah 21,8 mm dan digolongkan sebagai zona hambat sangat kuat. Simpulan: Ekstrak biji buah alpukat memiliki daya hambat sangat kuat terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans.Kata kunci: biji buah alpukat (Persea americana Mill.), Streptococcus mutans, daya hambat
Gambaran tumpatan glass ionomer cement pada mahasiswa akademi keperawatan rumah sakit tingkat III Robert wolter monginsidi Hakim, Rudy
e-GiGi Vol 1, No 2 (2013): e-GiGi Juli-Desember 2013
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.2.2013.3229

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu faktor penting dalam mencegah timbulnya penyakit di dalam tubuh. Salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yaitu karies. Salah satu cara penanggulangan karies adalah dengan membuang jaringan karies dan menumpatnya dengan bahan restorasi. Bahan restorasi berfungsi untuk memperbaiki dan merestorasi struktur gigi yang rusak. Saat ini pasien dan dokter gigi mempunyai banyak pilihan yang bervariasi dalam memilih material dan prosedur untuk merestorasi gigi yang berlubang akibat karies. Material-material restorasi yang digunakan yaitu amalgam, komposit dan glass ionomer kaca.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan di AKPER Rumkit TK. III TNI-AD R. W Monginsidi Manado. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa AKPER Rumkit TK. III TNI-AD R. W Monginsidi Manado yang berjumlah 315 mahasiswa. Sampel penelitian yaitu mahasiswa yang menggunakan tumpatan GIC dengan total populasi yang berjumlah 83 mahasiswa.Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penggunaan tumpatan GIC pada mahasiswa AKPER yang paling banyak yaitu wanita dengan alasan pemilihan bahan tumpatan sesuai anjuran dokter gigi. Sebagian besar tumpatan GIC yang mengalami ketidakutuhan berusia 1 sampai 6 bulan karena dipakai mengunyah makanan keras yang di tumpat kurang dari 24 jam.Kata kunci: Karies, tumpatan, glass ionomer kaca.ABSTRACTOral health is an important factor in preventing the onset of disease in the body. One of the problems of oral health is caries. One way to resolve this problem is by removing the caries prevention of caries and restore the tissue with restorative material. Restorative materials and restoration works to improve the damaged tooth structure. Currently, the patient and the dentist have a lot of options that vary in selecting materials and procedures for the restoration of dental cavities caused by caries. Restoration materials used are amalgam, composite and glass ionomer cement. This is a descriptive study. This study was conducted in the Army Nursing Academy Hospital TK.III R. W Monginsidi Manado. The population in this study is all the students of Army Nursing Academy Hospital TK.III R. W Monginsidi Manado, amounting to 315 students. Sample of this study is students who use dental restorative material GIC with a total population of 83 students. The highest number of sample wuth dental restorative material GIC in Nursing Academy students is women with the reasons of selection of materials as recommended by dentist. Most of which have damage of GIC 1 to 6 months old that used in chewing hard foods that are less than 24 hours.Keyword: Caries, dental restorative material, Glass ionomer Cement.