cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam
ISSN : 20881886     EISSN : 25800663     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 273 Documents
STRATEGI PEMBELAJARAN MASA PANDEMI COVID-19 STIT AL-IBROHIMY BANGKALAN Fauzi, Muhammad
AL - IBRAH Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Covid-19 virus outbreak has a very broad impact in the joints of life, including the education sector. So that the government implements an Education policy in an Emergency Period for the Spread of the Corona Virus. This is in anticipation of the spread of the corona virus in schools and colleges. One of the points emphasized by the government is that learning carried out in schools and colleges is transferred to online learning at home. Learning is carried out from home using a laptop, computer, or smartphone accompanied by various applications that support the learning process. However, online learning that has been implemented since the Covid-19 pandemic, has had several problems faced by students and educators. We do not realize that the theory of learning strategies so far is mostly only concerned with the conventional (face-to-face) learning process. So that when there is an emergency phenomenon, the learning strategy will not run effectively and efficiently. Here, distance learning using online media is felt by the community to be burdensome for students by allocating special funds for purchasing expensive packages. Responding to such problems, the STIT al-Ibrohimy campus implemented government recommendations and also considered the condition of the Galis community with community-based online and offline learning process methods. The community-based learning process here is to provide MiFi assistance to students to be used to study in groups in a predetermined place while still paying attention to health protocols.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING DALAM PANDANGAN SISWA MI AL-FALAH DAKIRING-BANGKALAN Alfiyatin, Yuliana
AL - IBRAH Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia pendidikan banyak sekali tantangan yang dihadapi seorang guru, seperti pengelolaan kelas, pemilihan media pembelajaran ataupun tentang pemilihan strategi,model ataupun metode pembelajaran yang semuanya untukmenciptakan kondisi yang efektif dengan tujuan menggiring siswa mencapai tujuan belajar yang diharapkan. Yamin dan maisah berpendapat bahwa usaha guru dalam menciptakan kondisi yang diharapkan akan efektif apabila: pertama, diketahui secara cepat faktor-faktor yang dapat menunjang terciptanya kondisi yang menguntungkan dalam proses pembelajaran, kedua, dikenal masalah-masalah yang diperkirakan dan biasanya timbul dan dapat merusak iklim pembelajaran, ketiga, dikuasainya berbaga pendekatan dan pengelolaan kelas dan diketahui pula kapan dan untuk masalah mana pendekatan digunakan. Permasalahan-permasalahan di atas lebih cenderung permasalahan yang dihadapi dalam proses belajar mengajar dikelas. Namun kini dunia sedang dilanda wabah secara global, pun juga Indonesia. Wabah ini dikenal dengan sebutan covid-19 atau coronavirus disease 19 yang menyerang manusia serta penularan manusia terhadap manusia. Dunia Pendidikan di Indonesia saat ini khususnya Lembaga Pendidikan formal baik tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi menerapkan pembelajaran daring/jarak jauh melalui aplikasi online pendukung seperti telepon, whatsapp,classroom, dan sebagainya. Begitu pula pembelajaran ini juga diterapkan di MI Al-Falah Dakiring-Bangkalan. Melalui wawancara dengan kepala madrasah, wali kelas 1 sampai kelas 6 mendapatkan hasil bahwa pembelajaran daring diterapkan sejak akhir maret hingga sekarang, dan dalam proses penerapannya terdapat banyak kendala antara lain tidak semua siswa dan wali siswa mempunya HP android, sehingga usaha yang dilakukan adalah meminjam atau menumpang pada teman lain yang mempunyai HP android, selain itu terdapat kendala sinyal baik dari pihak ssiswa maupun guru dalam proses belajar mengajar, serta hasil rekapitulasi angket yang dilakukan terhadap seluruh siswa sejumlah 78 siswa MI Al-Falah Dakiring Bangkalan terkait efektivitas penerapan pembelajaran daring yang disesuaikan dengan kriteria efektif dalam penelitian ini mendapatkan hasil bahwa : (1)Berdasarkan hasil angket diperoleh, data yang didapat kurang dari 18% responden secara keseluruhan yang menjawab iya atau setuju. Artinya hal tersebut tidak memenuhi kriteria efektif dalam penerapan pembelajaran daring. Selain itu didukung dari hasil wawancara kepala madrasah dan para guru wali kelas yang menyatakan bahwa pembelajaran daring kurang efektif diterapkan dalam proses belajar mengajar di MI Al-Falah Dakiring socah.(2) terdapat kurang dari 54% nilai ulangan harian siswa secara keseluruhan yang mendapat nilai diatas KKM pada mata pelajaran matematika pada saat penerapan pembelajaran daring yang berarti bahwa hal tersebut tidak memenuhi kriteria efektif dalam penerapan pembelajaran. Artinya pembelajaran daring kurang efektif diterapkan dalam proses belajar mengajar di MI Al-Falah Dakiring socah.
PENGEMBANGAN KURIKULUM SEKOLAH: KONSEP, MODEL DAN IMPLEMENTASI Rouf, Muhammad; Said, Akhmad; Eko Riyadi HS, Dedi
AL - IBRAH Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kurikulum tidak dapat lepas dari berbagai aspek yang mempengaruhinya, seperti cara berpikir, sistem nilai yaitu moral, keagamaan, politik, budaya, dan sosial, proses pengembangan, kebutuhan peserta didik, kebutuhan masyarakat maupun arah program pendidikan. Pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan dan penyusunan kurikulum oleh pengembang kurikulum dan kegiatan yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan secara nasional. Model-model pengembangan kurikulum adalah sebagai berikut: Model Administratif, Model Pendekatan Grass Roots, Model Demonstrasi, Model Beauchamp, Model Roger’s, Model Pemecahan Masalah dan Taba’s Inverted Model. Adapun prosedur dalam pengembangan kurikulum meliputi perencanaan kurikulum, pengorganisasian kurikulum, penyusunan staf dan kontrol kurikulum. Implementasi kurikulum yang sukses, dihasilkan dari perencanaan hati-hati dan memperharikan dua hal penting yaitu mengkomunikasikan rencana implementasi dan adanya dukungan semua sumber daya dalam implementasi tersebut.
PERAN PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN TERHADAP TINGKAT BACA-TULIS SISWA Mujiburrohman
AL - IBRAH Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan sebagai salah satu sumber belajar memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, karena dengan adanya perpustakaan bisa meningkatkan pemahaman dengan banyak membaca, baik yang berkaitan langsung dengan pelajaran di kelas, maupun yang berkaitan dengan masalah-masalah kehidupan secara luas. Adapun rumusan masalahnya adalah: bagaimanakah pengelolaan perpustakaan di SMP Negeri 2 Bangkalan, dan bagaimanakah peran Perpustakaan SMP Negeri 2 Bangkalan terhadap tingkat baca-tulis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di Perpustakaan SMP Negeri 2 Bangkalan yang berlokasi di Jl. KH. Hasyim Asary no. 20 Bangkalan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Sedangkan penelitiannya merupakan penelitian evaluatif, karena meneliti tentang pelaksanaan kebijakan pemerintah, yaitu Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah. Penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan pengelolaan perpustakaan di UPTD SMP Negeri 2 Bangkalan sudah sesuai SNP, dan beberapa yang lain belum sesuai SNP. Sedangkan dari sisi literasi, penelitian menyimpulkan bahwa siswa-siswa SMP Negeri 2 Bangkalan cukup antusias mengunjungi dan meminjam koleksi perpustakaan. Terbukti dalam kurun waktu 8 bulan tercatat 4582 kali siswa berkunjung ke perpustakaan atau sekitar 25 siswa per hari. Dan terjadi peminjaman koleksi oleh siswa sebanyak 3869 judul koleksi atau sekitar 19 judul koleksi perhari dipinjam siswa.
IMPLEMENTASI MODEL KOLABORATIF LEARNING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM Siri, Abu
AL - IBRAH Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut UUD No 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS mengatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki spiritual keagamaan, pengendalaian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam konteks islam pendidikan secara bahasa ada tiga kata yang digunakan yang pertama tarbiyah, atta’lim, dan tiga atta’dib,ketiga kata ini mengandung makna yang amat dalam, menyangkut manusia dan masyarakat serta lingkungan yang dalam hubungannya dengan Tuhan saling berkaitan satu samalain.Pada hakekatnya pendidikan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Selain itu pendidikan berperan penting dalam pembangunaan untuk kemajuan suatu bangsa, sehingga tidak salah jika pemerintah senantiasa menigkatkan mutu pendidikan. Pendidikan dapat dilaksanakan dimana saja, salah satu lembaga yang memberikan pendidikan adalah sekolah. Sekolah merupakan tempat terjadinya proses belajar mengajar secara formal, yang bertujuan utuk meningkat mutu pendidikan. Dalam proses belajar mengajar dikatakan berhasil apabila siswa mampu memahami dan menguasai mata pelajaran yang diajarkan. Proses pendidikan, baik dalam pembelajaran diperlukan perangkat-perangkat untuk menunjang dan memperlancar proses belajar mengajar. Dalam menerapkan pembelajaran diperlukan suatu model pembelajaran agar siswa dapat memahami materi dengan mudah serta proses belajar mengajarpun dapat berjalan sesuai dengan harapan dan tercapainya sebuah tujuan.
PENDIDIKAN PESANTREN DAN PEMBANGUNAN BANGSA DALAM PANDANGAN K.H. HASYIM ASY’ARI Mo'tasim
AL - IBRAH Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Paper ini akan mendiskusikan bagaimana pesantren memberikan warna pokok dalam berbangsa, K.H. Hasyim Asy’ari menyebutkan ada lima ajaran pokok Pesantren dalam membangun nilai Nusantara melalui pendiidan Pesantren. Pertama, Pesantren dengan system pendidikannya telah mengajak bangsa ini untuk mandiri secara ekonomi, politik dan budaya dan dalam kerja pengetahuan. Kedua, Pendidikan Pesantren telah mengajak dan memberikan pesan persatuan bangsa se-Nusantara, bhineka tunggal ika. Ketiga, Pengetahuan diabdikan untuk kepentingan nusa dan bangsa, itu sebabnya pesantren mengajarkan berbagai jenis kebudayaan Nusantara. Keempat, Karena dalam sejarah pergaulan muslim sangat rapat dengan bangsa lain, maka pesantren mengajarkan cara bersiasah dan bergaul dengan bangsa lain, Kelima, Pesantren mengajarkan kepada semua bangsa untuk memaksimalkan potensi ekonomi dan sumber daya negri ini, itu sebabnya pesantren hadir di tempat-tempat mata air dan suber kekayaan alam. Pendidikan Kemaslahatan yang diajarkan di Pesantren akan berpengaruh kepada sikap inklusifitas dan keterbukaan bangsa dalam menyikapi keberagaman nusantara. Abstract This paper will discuss how Pesantren gives the main color of Nusantara, K.H. Hasyim Ash'ari mentioned there are five basic teachings of Pesantren in building the value of Islam Nusantara through the Islamic boarding school. First, Pesantren with its education system has invited this nation to be independent economically, politically and culturally and in working knowledge. Secondly, Pesantren’s Education has invited and gave the message of unity of the nation, “bhineka tunggal ika”. Third, Knowledge is devoted to the interests of the nation and the nation, that's why Pesantren teaches various types of Nusantara culture. Fourth, because in the history of the Muslim community is very close to other nations, the Pesantren teaches how to deal with and associate with other nations, Fifth, Pesantren teaches all nations to maximize the economic potential and resources of this country, that is why pesantren present in the places of the eye water and natural resources.
Disiplin Waktu Dalam Tafsir Al-Thabari: Jalan Menuju Pribadi Mandiri dan Produktif Rosidin; Haliza, Siti Nur
AL - IBRAH Vol 10 No 2 (2025): December 2025
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v10i2.734

Abstract

This study aims to explore the meaning of time discipline as reflected in Surah Al-Muzammil and Surah Al-‘Asr, based on the interpretation of Imam Al-Ṭtabari in Jāmi‘ al-Bayān fī Ta’wīl al-Qur’ān, and its relevance to the formation of an independent and productive Islamic character. A qualitative approach was employed using the library research method, focusing on the analysis of Qur’anic texts and classical tafsir. The findings indicate that Surah Al-Muzammil emphasizes spiritual discipline through the command of qiyām al-lail (night prayer), which trains time awareness, self-control, and worship consistency. Meanwhile, Surah Al-‘Asr highlights the importance of time management in social life by promoting righteous deeds, patience, and mutual encouragement in goodness as criteria for those not among the losers. The study identifies a thematic continuity between the two surahs: one shapes the individual through internal spiritual discipline, while the other guides constructive social behavior. Thus, this research affirms that time discipline in the Qur’an is a comprehensive value that encompasses both inner and social dimensions. These findings are expected to contribute theoretically to the development of Qur’an-based character education, particularly in shaping responsible, independent, and action-oriented Muslim individuals.
Riffat Hasan and the Quest for Gender Justice in Islam. Arisandi, Bustomi; Murtada, Ahmed; Arisandhi, Muhammad Imamul Muttaqin; Ulum, Bahrul
AL - IBRAH Vol 10 No 2 (2025): December 2025
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v10i2.740

Abstract

This article critically examines the concept of Qur'anic feminism through the lens of Riffat Hasan's views on gender equality. The discussion focuses on three key areas: first, Hasan's methodological approach to interpreting verses related to feminism; second, examples of his interpretation of these verses; and third, a critique of his interpretive methodology. Utilizing a descriptive qualitative approach rooted in library research, this study draws on various texts, manuscripts, and literature relevant to the topic. The findings reveal that: (1) Riffat Hasan adopts an empirical and idea-normative approach to interpret verses, aiming to challenge conventional readings; (2) Hasan's interpretation of the term Qawwamun in Surah al-Nisa' 4:34 suggests that the role of financial provider is not limited to men, thereby promoting a more equitable view of gender roles; and (3) Hasan’s interpretations have been critiqued for a lack of traditional exegetical training, leading his approach to sometimes be seen as overly textual and lacking depth in interpretive method. This study contributes to the ongoing discourse on gender equality within Islamic thought by analyzing Hasan’s work and its implications for modern interpretations of gender roles in the Qur'an.
Akuntabilitas Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) dalam Implementasi Undang-Undang Perkawinan di Kantor Urusan Agama Tohir, M; Zakka, Umar; Simun, Mahtumridho Gufron Bin
AL - IBRAH Vol 10 No 2 (2025): December 2025
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v10i2.741

Abstract

This study evaluates the accountability of the Nikah Management Information System (SIMKAH) in the implementation of the Marriage Law at the Office of Religious Affairs (KUA). Using a qualitative approach with a case study design, this research assesses the role of SIMKAH in improving the efficiency, accuracy and transparency of marriage administration. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis. Analysis was conducted thematically, through four main stages: data reduction, coding, theme grouping, and thematic description to identify patterns relating to SIMKAH accountability. The results showed that SIMKAH strengthens KUA accountability by speeding up the recording process, reducing errors, and improving access to information for related parties. However, some constraints such as limited technological infrastructure and lack of user understanding are still a challenge. This study recommends increased training for staff and strengthening technological infrastructure to optimise SIMKAH implementation. The findings provide important insights for the government in developing a more accountable and transparent marriage administration system in Indonesia.
A Tawhid Analysis Of Worshiping Created Beings In Shaykh Ibn Baz's View Harits, Avanticha Dewi; Khadijah, Mutia Azra; Kadiatmaja, Agung Pranoto
AL - IBRAH Vol 10 No 2 (2025): December 2025
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v10i2.759

Abstract

This paper examines the concept of tawhid as the fundamental principle in understanding the prohibition against worshipping created beings, based on the perspective of Shaykh Ibn Baz. The study aims to explain how tawhid al-uluhiyyah (the oneness of divinity in worship) confines all forms of devotion exclusively to Allah while rejecting any form of veneration directed toward prophets, angels, saints, or other creatures. Employing a qualitative, library-based research design through a content analysis approach, this study investigates selected Qur’anic verses, authentic hadiths, and the writings of Shaykh Ibn Baz to identify the patterns of reasoning and theological foundations underlying his thought. The analysis reveals that Ibn Baz consistently emphasizes tawhid al-uluhiyyah as the primary safeguard against various forms of contemporary polytheism, including the deification of individuals and the redirection of supplications to entities other than Allah. The findings indicate that approximately seventy percent of Ibn Baz’s arguments focus on the purification of worship and the prevention of tawhid distortion within modern social contexts. This study concludes that Ibn Baz’s thought not only reinforces the Qur’anic message of purifying worship but also provides a relevant theological paradigm for addressing modern phenomena that may obscure the oneness of Allah.