Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

STUDI ANALISIS TERHADAP PENDAPAT KH. MA. SAHAL MAHFUD TENTANG WALI MUJBIR Muttaqin, . Imamul
The Indonesian Journal of Islamic Family Law Vol 2 No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.017 KB)

Abstract

Penelitian dengan judul “Studi Analisis Terhadap Pendapat KH. MA. Sahal Mahfudh Tentang Wali Mujbir” ini merupakan hasil penelitian kepustakaan untuk menjawab pertanyaan bagaimanapemikiran KH. MA. Sahal Mahfudh tentang wali mujbir? bagaimanametode istinbat hukum KH. MA. Sahal Mahfudh? serta bagaimana analisis terhadap pendapat KH. MA. Sahal Mahfudh tentang walimujbir?. Dalam penelitian kepustakaan ini penulis menggunakan teknik dokumenter dengan memakai metode deskriptif dan pola pikir deduktif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Menurut KH. MA. Sahal Mahfudh terkait dengan wali mujbir ini, bahwa anak berhak menolak dikawinkan dengan laki-laki yang bukan setara tanpa persetujuannya serta orang tua juga berhak menolak keinginan anak gadisnya untuk menikah dengan laki-laki yang tidak setara. Sedangkan metode istinbat KH. MA. Sahal Mahfudh adalah dengan menggunakan metode tekstual (maz|hab qauly) dan kedua adalah  metode   kontekstual/metodologis (manhajy) sekaligus. Di samping itu, nilai maslahah juga dijadikan istinbat KH. Sahal dalam menggali sebuah hukum. Sementara itu, analisis terhadap pendapat KH. MA. Sahal Mahfudh tentang wali mujbir menyimpulkan bahwa pendapat KH. MA. Sahal Mahfudh tentang hak ijbar oleh orang tua lebih mengedepankan maslahah (kemaslahatan). Menurutnya, meminta persetujuan si anak, selain dianggap baik dari sisi nilai ajaran yang disampaikan Rasulullah SAW, juga didukung kaidah fikih al-khuruj min al-khilaf mustahab, keluar dari perbedaan dengan mengompromikan pendapat yang berbeda beda adalah lebih disukai. Mengingat perkawinan ini merupakan suatu ibadah, maka hendaknya dalam melaksanakan perkawinan tidak hanya memperhatikan kepentingan sepihak semata, namun juga mesti memperhatikan kepentingan semua pihak yang bersangkutan. Dan hal lain yang perlu diperhatikan, manusia tidak terdiri atas jisim semata. Dia juga memiliki jiwa dan perasaan sehingga kebahagiaannya pun hanya akan sempurna jika kebutuhan keduanya terpenuhi dengan seimbang. Maka dalam setiap mengambil keputusan  apapun jenisnya harus dipertimbangkan, tidak terkecuali dalam masalah memilih pasangan hidup yang pada akhirnya bisa tercapai kebahagiaan lahir batin, pernikahan yang penuh mawaddah, mahabbah, wa rahmah.
Peran Grup Shalawat Dalam Perubahan Perilaku Remaja Dian Febrianingsih; Muhammad Imamul Muttaqin Arisandi; Zainal Arifin
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 12 No. 2 (2022): TARBIYA ISLAMIA
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/tarbiya.v12i2.700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui kegiatan grup shalawat shoutus syifa di dusun Kedung Banteng Sirigan Paron; 2) mendeskripsikan dan menganalisis peran grup shalawat shoutus syifa dalam perubahan perilaku remaja dusun Kedung Banteng Sirigan Paron. Peran grup shalawat dalam tulisan ini dideskripsikan dengan peran grup shalawat bagi para anggotanya. Sedangkan perilaku remaja yaitu situasi dan kondisi yang dilewati oleh remaja sesuai dengan tugas perkembangan masa remaja. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif dengan studi kasus yaitu studi mendalam tentang individu atau suatu unit dalam jangka waktu tertentu. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, interview/ wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan triangulasi data. Penelitian ini dilaksanakan di Kedung Banteng Sirigan Paron dengan subjek penelitian berjumlah 4 orang remaja. Keempat remaja tersebut adalah anggota grup shalawat shoutus syifa yang menurut pengamatan peneliti mengalami perubahan perilaku setelah bergabung dengan grup shalawat. Hasil dari penelitian ini adalah kegiatan grup shalawat shoutus syifa’ di dusun Kedungbanteng Sirigan Paron meliputi shalawat bergilir dari mushola ke mushola, mengisi hajatan masyarakat dan kegiatan-kegiatan rutinan yaitu kegiatan rutinan shalawatan pada setiap kamis malam dan pengajian Jumat pahing. Grup shalawat shoutus syifa sangat berperan dalam perubahan perilaku remaja anggota grup itu sendiri dalam aspek perubahan keadaan emosi, perubahan sosial, perubahan moral dan hubungan dengan keluarga.
PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PEGADAIAN CABANG PEGADAIAN SYARIAH BANGKALAN : Effect Of Job Satisfaction On Employee Performance In Pawnshop Branch Syariah Bangkalan M. Kholid; Imamul Muttaqin; Uzie Nurhayati
Fenomena Vol 20 No 2 (2021): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v20i2.60

Abstract

Penelitian ini ingin menguji dan mengetahui seberapa besar pengaruh kepuasan kerja (X) dan terhadap kinerja karyawan (Y) dimana populasinya adalah sebagian karyawan Pegadaian Syariah Cabang Bangkalan dan  dalam  penelitian  ini sejumlah 32 karyawan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh, yaitu teknik sampling yang tidak memberikan peluang bagi seluruh anggota populasi dimana penetuan sampel pada sebagian anggota populasi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan angket atau kuesioner. Teknik Analisis yang digunakan adalah uji statistik melalui uji T, koefisien determinasi (R2) dan regresi linier sederhana.     Berdasarkan hasil penelitian dengan Uji T menunjukkan bahwa variabel kepuasan kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai t-hitung lebih besar dari pada t-tabel (2.063 ? 1,694) dan nilai  signifikan lebih  kecil dari 0.05  (0.0478  ?  0.05). Sedangkan   hasil koefisien determinasi (R2) sebesar 0.124 ini berati kontribusi variabel independen (kepuasan kerja) mempengaruhi variabel dependen (kinerja karyawan) sebesar 1,24%  sedangkan sisanya sebesar 98.76% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian. This study examines the influence of job satisfaction (X) on the performance of employees (Y) at Pawnshop Syariah, Bangkalan Branch. The total population in this study was 32 employees. The sampling technique used is a saturated sampling technique, which is a sampling technique that does not provide opportunities for all members of the population. So, the determination of the sample on some members of the research population. The method of data collection is done with a questionnaire or questionnaire. The analysis technique used is a statistical test through T-test, coefficient of determination (R2), and simple linear regression. Based on the results of the research with the T-test, it shows that the job satisfaction variable has a positive and significant effect on employee performance with a t-count value greater than the t-table (2.063 ? 1.694) and a significant value less than 0.05 (0.0478 ? 0.05). While the results of the coefficient of determination (R2) of 0.124 means that the contribution of the independent variable (job satisfaction) affects the dependent variable (employee performance) by 1.24%, while other variables outside the research model influence the remaining 98.76%.
Empowering Religious Educators in the Digital Age: An Evaluation of an ICT-Based Media Training Program M. Imamul Muttaqin Arsandhi; Bahrul Ulum; Mufaizin Mufaizin; Junaidi Junaidi
Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri Vol. 4 No. 1 (2025): Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/sejahtera.v4i1.2912

Abstract

This study evaluates a training program designed to enhance the competence of religious educators, known as "penyuluh agama" in Indonesia, in utilizing ICT-based media for religious education. The program, conducted in Bangkalan Regency, aimed to equip participants with the knowledge and skills to develop and manage effective religious education media in the digital age. A needs assessment was conducted to inform the curriculum development, which covered fundamental aspects of ICT, introduction to ICT-based media, technical skills, and effective communication strategies. The training employed interactive workshops and provided ongoing support to participants. Evaluation results indicated significant improvement in participants' understanding and utilization of ICT-based media for religious education, as well as fostering a strong sense of community among them. This study highlights the effectiveness of ICT-based media training in empowering religious educators to adapt to the evolving needs of the community and expand the reach of religious education in the digital age.
Jurisdictional Authority of Religious Courts in Consumer Protection Cases Within The Islamic Economic Framework: A Normative Legal Study Arisandhi, Imamul Muttaqin; al-Islam, Majid; Ulum, Bahrul
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v11i1.365

Abstract

The rapid development of the Islamic economic system in Indonesia has raised significant legal concerns, particularly regarding consumer protection disputes within Islamic financial institutions. The jurisdictional competence of Religious Courts in adjudicating such disputes has been a subject of legal debate, given the apparent contradiction between the Consumer Protection Act (Law No. 8 of 1999), which designates General Courts as the competent forum, and the Religious Courts Act (Law No. 3 of 2006), which establishes the exclusive jurisdiction of Religious Courts over Islamic economic matters. This study employs a normative juridical approach, analysing relevant legislation and judicial decisions to clarify the legal position of Religious Courts in resolving consumer protection disputes in Islamic finance. The findings indicate that the Constitutional Court’s ruling affirms the exclusive jurisdiction of Religious Courts over Islamic economic disputes, rendering the provisions of the Consumer Protection Act regarding General Court jurisdiction inapplicable in such cases. However, discrepancies in judicial interpretations and procedural inconsistencies highlight the need for legislative harmonisation and judicial capacity-building. This study concludes that comprehensive legal reform is required to reinforce the authority of Religious Courts in consumer protection matters within the Islamic economic framework
Enhancing Religious Counselors' Competence Through ICT-Based Media Training for Effective Spiritual Guidance and Community Empowerment Ali Wafi; Tri Wahyudi Ramdhan; Zainal Hakim; M. Imamul Muttaqin; Bustomi Arisandi; Bahrul Ulum
Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/jmmn.v4i2.441

Abstract

This study evaluates the effectiveness of ICT-based media training in enhancing the competence of religious counselors. The training focuses on developing counselors' digital and communication skills, enabling them to proficiently create, manage, and utilize ICT media for religious education. Using a structured Service-Learning approach, the program consists of four stages: initial needs assessment and planning, implementation with a pre-assessment, post-training evaluation conducted via Google Forms, and subsequent mentoring to reinforce skill application. The results indicate significant advancements in counselors' ability to employ ICT media in engaging and relevant ways that align with modern educational demands. Through this training, counselors are better equipped to deliver religious content that appeals to a broad audience, thereby enhancing the accessibility and effectiveness of religious guidance in today’s digital environment. Findings demonstrate that ICT-based training serves as an effective method for equipping religious educators with vital digital skills, ultimately supporting their role in providing impactful religious counseling within contemporary contexts..
Transformasi Sosial dan Pendidikan: Pemberdayaan Masyarakat Dusun Wedegan melalui Program Pendidikan dan Keagamaan Moh. Holil Baitaputra; Bustomi Arisandi; Zainal Hakim; M. Imamul Muttaqin; Tri Wahyudi Ramdhan; Bahrul Ulum
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 3 No. 4 (2025): ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v3i5.1482

Abstract

Community service in Wedegan Hamlet, Sambikerep Village, Rejoso Subdistrict, Nganjuk Regency aims to improve the quality of education and religious life in order to strengthen community empowerment. This program involves a participatory approach, in which the community plays an active role in planning and implementing various activities that are relevant to their needs. The main focus of this program is the revitalization of religious activities in local mosques and prayer rooms, improving the quality of non-formal education through tutoring, and developing social skills for teenagers through tambourine art training. In addition, this program also seeks to raise community awareness of the importance of education and religious activities as an integral part of daily life. The results achieved show an increase in community participation in religious activities, improved quality of children's education through tutoring, and the creation of more harmonious social relationships among residents. Community empowerment through this program has made an important contribution to creating sustainable social change at the village level.
PENDEKATAN NON-KONSENSUS DALAM HUKUM ISLAM : MENGKAJI ISTIHSAN, ISTIHSAB, DAN MASLAHAH MURSALAH Anisah, Anisah; Ma’bad, Ma’bad; Muttaqin, Imamul
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji pendekatan non-konsensus dalam hukum islam melalui analisis tiga metode ijtihad: istihsan, istishab, dan maslahah mursalah. Istihsan, yang berarti "menganggap baik," digunakan untuk menyimpang dari analogi hukum (qiyas) demi mencapai keadilan yang lebih sesuai. Istishab, yang berarti "melestarikan apa yang telah ada," mempertahankan status hukum yang ada sampai ada bukti yang menunjukkan perubahan. Maslahah mursalah, atau kemaslahatan umum, menetapkan hukum berdasarkan manfaat yang tidak disebutkan secara khusus dalam teks-teks suci. Ketiga metode ini menunjukkan fleksibilitas dan dinamika dalam penalaran hukum islam, memungkinkan penyesuaian dengan konteks dan kebutuhan zaman. Meskipun ada perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai validitas dan penerapannya, metode-metode ini tetap penting dalam diskusi hukum islam dan menunjukkan keragaman pemikiran dalam tradisi hukum Islam.
Konsep Al-Kasb dan Modernisasi Islam Muttaqin , Imamul
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 1 No. 1 (2015): Available online since March 2015
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v1i1.115

Abstract

Kajian ini membahas tentang konsep al-Kasb al-Asy’ariyyah dan modernisasi dan Modernisasi dalam Islam. Permasalahan kajian adalah bagaimanakah eksistensi aliran al-Asy’ariyyah dalam kehidupan umat Islam, apakah aliran ini telah membelenggu fikiran dan kebebasan manusia dan menggiring penganutnya kepada sikap patalisme, determinisme, atau Jabariyyah, bagaimanakah peranan aliran al-Asy’ariyyah terhadap modernisasi. Temuan kajian menyimpulkan bahwa Teologi al-Asy’ariyyah bersifat terbuka, realistis, dan pragmatis, serta bersikap positif terhadap kemajuan sains dan teknologi. Karena itu, menilai aliran al-Asy’ariyyah sebagai aliran fatalisme, determinisme atau Jabariyyah tidaklah tepat, karena teologi ini sangat menghormati akal sebagai anugerah ilahi, juga menghormati dan menjunjung tinggi naqal sebagai tuntunan ilahi yang senantiasa aktual
Analysis of Islamic Economic on Production Management of Home Industry Farmers Group Ambudi Makmur 2 Kramat Bangkalan Arisandi , Bustomi; Mashudi , Mashudi; Muttaqin , Imamul
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v7i2.201

Abstract

The background of this study is because of the number of Salak fruits in wrong treatment so that the group of farmers work together to make the fruits into several processed products.  Home industy of farmers group Ambudi Makmur 2 Kramat Bangkalan is one of home industries in Bangkalan district; this company is engaged in the production and processing of salak. The company has 13 products from the processed salak good management is needed to make the production activities run optimally. Besides, it is also supported by the alignment of production factors so that the production activities are in accordance with the targets of expectation. Because it affects the income and progress of the company, this type of the study is included in field research. To obtain the data in this study, the present study used interview, observation and documentation. Meanwhile, in analyzing the data, this study used qualitative approach such as describing the object according to the actual fenomena. Based on the results of the research that the home industry or Unit Dagang (UD), Budy Jaya has carried out production management properly and does not against the Islamic economic principles, where in production activities uses clean and halal raw materials and equipments. This is done to provide the best hospitality for the benefit of the people. Keywords: Management, production, processed salak, Islamic Economy.