cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal e-Biomedik
ISSN : 2337330X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal eBiomedik memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus dengan cakupan bidang kedokteran dari ilmu dasar sampai dengan aplikasi klinis.
Arjuna Subject : -
Articles 879 Documents
Pengaruh Kopi Terhadap Kekuatan Otot Kakauhe, Gabriella; Wongkar, Djon; Angmalisang, Elvin C.
eBiomedik Vol 9, No 1 (2021): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.9.1.2021.32298

Abstract

Abstract: Coffee is one of the favorite drinks in the world today, with a consumption of 75% of the total consumption of soft drinks worldwide. Coffee consumption is believed to have an impact on health and muscle strength. Muscle strength itself is a component of fitness that has many aspects and is related to performances, which is supported by muscle, nerves, and mechanics factors. This study reviews the literature on the topic of the effect of coffee on muscle strength in order to determine the effects of coffee on muscle strength. This research is a literature review. Data searching was performed using 1 database, namely PubMed, using the keyword coffee AND muscle strength. The final result is (n=13). This study shows that coffee has a significant effect in increasing muscle strength. In conclusion, coffee has a significant effect on muscle strength.Keywords: coffee, muscle strength Abstrak: Kopi merupakan salah satu minuman terfavorit di dunia saat ini, dengan jumlah konsumsi 75% dari angka keseluruhan konsumsi minuman ringan di seluruh dunia. Konsumsi kopi sendiri dipercaya memiliki pengaruh terhadap kesehatan tubuh dan kekuatan otot. Kekuatan otot merupakan komponen kebugaran yang memiliki banyak aspek dan terkait dengan kinerja yang didukung oleh faktor otot, saraf, dan mekanis. Penelitian ini mengulas literatur dengan topik terkait pengaruh kopi terhadap kekuatan otot untuk mengetahui pengaruh kopi terhadap kekuatan otot. Penelitian ini merupakan penelitian yang sifatnya literature review. Pencarian data menggunakan 1 database yaitu PubMed menggunakan kata kunci coffee AND muscle strength. Didapatkan hasil akhir (n=13). Penelitian ini menunjukkan bahwa kopi memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kekuatan otot. Sebagai simpulan, kopi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kekuatan otot.Kata kunci: kopi, kekuatan otot
Pengaruh Latihan Resisten terhadap Kepadatan Tulang Audy K. Bella; Hedison Polii; Herlina I. S. Wungow
eBiomedik Vol. 9 No. 2 (2021): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v9i2.31799

Abstract

Abstract : Resistance or resistance training has been recommended as a widely used treatment strategy for dealing with bone loss. Types of exercise that can be done include walking, running, weights bearing, and swimming. According to WHO in 2018, more than 80% of the adult population worldwide has less physical activity. Studies show that resistant exercise can increase bone density. This literature review aims to determine the effect of resistance training on bone density. This study was in the form of a literature review with data searches using four databases, which are ClinicalKey, Pubmed, MedLine, and Google Scholar. Resistance exercise can increase bone density. There are two types of exercise, named aerobic and anaerobic exercises. Research has shown that anaerobic exercise is more effective in increasing bone mass density compared to aerobic exercise because anaerobic exercise provides a bigger mechanical load to the bones, which triggers the bones to regenerate. The conclusion is that resistance exercise can increase bone density.Keywords : Resistance exercise, bone density.  Abstrak : Latihan tahanan atau resisten telah direkomendasikan sebagai strategi pengobatan yang banyak digunakan untuk menghadapi hilangnya massa tulang. Jenis latihan yang bisa dilakukan antara lain jalan kaki, berlari, angkat beban, dan berenang. Menurut WHO pada tahun 2018, lebih dari 80% populasi orang dewasa di seluruh dunia memiliki aktivitas fisik yang kurang. Penelitian-penelitian membuktikan bahwa latihan resisten dapat meningkatkan kepadatan tulang. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan resisten terhadap kepadatan tulang. Penelitian ini berbentuk literature review dengan pencarian data menggunakan empat database yaitu ClinicalKey, Pubmed, MedLine, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan yaitu physical exercise ATAU resistance exercise ATAU resistance training ATAU effect of resistance exercise ATAU latihan tahanan ATAU latihan beban DAN bone mass ATAU bone mineral density. Latihan secara resisten dapat meningkatkan kepadatan tulang. Latihan dapat dilakukan dengan dua jenis, yaitu latihan aerobik dan anaerobik. Penelitian membuktikan bahwa latihan anaerobik lebih efektif dalam menungkatkan kepadatan massa tulang dibandingkan dengan latihan aerobik karena latihan anaerobik memberikan beban mekanik yang lebih besar untuk tulang sehingga memicu tulang untuk melakukan regenerasi.  Kesimpulannya adalah latihan resisten dapat meningkatkan kepadatan tulang.Kata Kunci : Latihan resisten, kepadatan tulang
Gambaran Faktor Risiko pada Wanita Hamil Trimester 3 yang Terkonfirmasi Positif SARS-CoV-2 Aurelia S. Posumah; Mayer F. Wowor; Glady I. Rambert
eBiomedik Vol. 9 No. 2 (2021): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v9i2.31879

Abstract

Abstract: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) a infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). There are several groups that are susceptible to infection with SARS-CoV-2, one of which is pregnant women. This can be attributed to changes in the physiology and immune system that occur in pregnant women. This study aimed to determine the most risk factors that cause pregnant women in Prof. Dr. R. D. Kandou was infected with SARS-CoV-2. This type of research is descriptive with a retrospective approach, using secondary data in the form of data from the patient's medical record status. From 5 patients studied, there were 4 patients with risk factors for hypertension (80%) and 1 patient with close contact risk factors (20%), but other risk factors such as diabetes mellitus, travel history in transmission areas, obesity and smoking are not found. In conclusion, from 5 patients studied, the most risk factor that causes pregnant women in the third trimester to be infected with SARS-CoV-2 is hypertension (80%).Keywords: 3rd trimester pregnant women, SARS-CoV-2, risk factor  Abstrak: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Terdapat beberapa kelompok yang rentan terinfeksi SARS-CoV-2, salah satunya wanita hamil. Hal ini dapat dikaitkan dengan perubahan fisiologi dan sistem imunitas tubuh yang terjadi pada wanita hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko terbanyak yang menyebabkan wanita hamil di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou terinfeksi SARS-CoV-2. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan pendekatan retrospektif, yaitu menggunakan data sekunder berupa data dari status rekam medik pasien. Dari 5 pasien yang diteliti, didapatkan 4 pasien dengan faktor risiko hipertensi (80%) dan 1 pasien dengan faktor risiko kontak erat (20%), namun pada faktor risiko lain seperti diabetes melitus, riwayat perjalanan di daerah transmisi, obesitas dan merokok tidak ditemukan. Sebagai simpulan, dari 5 pasien yang diteliti, faktor risiko terbanyak yang menyebabkan wanita hamil trimester 3 terinfeksi SARS-CoV-2 adalah hipertensi (80%).Kata Kunci: wanita hamil trimester 3, SARS-CoV-2, faktor risiko
Pengaruh Obat Antihipertensi terhadap Disfungsi Ereksi Amrin, Stela G.; Tendean, Lydia E. N.; Turalaki, Grace L. A.
e-Biomedik Vol 9, No 1 (2021): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v9i1.31766

Abstract

Abstract: Erectile dysfunction (ED) is a condition where intercourse is not interrupted due to the inability of the penis to achieve a penile erection. Drugs that can affect erectile dysfunction are drugs for hypertension therapy, namely diuretics and β-blockers, except for nebivolol and clonidine. The purpose of this study was to determine the effect of antihypertensive drugs on erectile dysfunction. This study was in the form of a literature review by searching data using three databases namely ScienceDirect, Pubmed and Google Scholar. The keywords used were antihypertensive drugs AND erectile dysfunction. After being selected based on inclusion and exclusion criteria, there were 12 literature consisting of 4 randomized controlled trials, 3 cross-sectional studies, 2 cohort studies and 1 case control study. The research shows that 3 out of 5 literature states that there is an effect of diuretic antihypertensive drugs on the occurrence of erectile dysfunction, while 6 out of 9 literature states that there is no effect of β-blocker antihypertensive drugs on the occurrence of erectile dysfunction. In conclusion, diuretic and β-blocker as antihypertensive drugs have an effect on erectile dysfunction. Diuretic antihypertensive drugs have more impact on erectile dysfunction compared to β-blocker antihypertensive drugs.Keywords: Antihypertensive drugs, erectile dysfunction  Abstrak: Disfungsi ereksi (DE) adalah keadaan dimana hubungan seksual terganggu akibat ketidakmampuan penis dalam mencapai ereksi penis. Obat yang dapat mempengaruhi disfungsi ereksi yaitu obat untuk terapi hipertensi yaitu golongan diuretik dan golongan β-blocker kecuali nebivolol dan klonidin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh obat antihipertensi terhadap disfungsi ereksi. Penelitian ini dalam bentuk literature review dengan pencarian data menggunakan tiga database yaitu ScienceDirect, Pubmed dan Google Cendekia. Kata kunci yang digunakan yaitu obat antihipertensi DAN disfungsi ereksi. Setelah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan 12 literatur yang terdiri dari 4 randomized controlled trial, 3 cross-sectional study, 2 cohort study dan 1 case control study. Dari penelitian menunjukan bahwa 3 dari 5 literatur menyebutkan terdapat pengaruh obat antihipertensi golongan diuretik terhadap terjadinya disfungsi ereksi, sedangkan 6 dari 9 literatur menyebutkan tidak terdapat pengaruh obat antihipertensi golongan β-blocker terhadap terjadinya disfungsi ereksi. Sebagai simpulan, obat antihipertensi golongan diuretik dan β-blocker memiliki pengaruh terhadap disfungsi ereksi. Obat antihipertensi golongan diuretik lebih berpengaruh terhadap disfungsi ereksi dibandingkan dengan obat antihipertensi golongan β-blocker.Kata Kunci: Obat antihipertensi, disfungsi ereksi
Uji Potensi Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya linn) sebagai Larvasida terhadap Larva Aedes sp. Di Manado Ammari, Nazzirah A.; Wahongan, Greta J. P.; Bernadus, Janno B. B.
e-Biomedik Vol 9, No 1 (2021): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v9i1.31733

Abstract

Abstract: Papaya leaf extract as a natural larvicide can be used as an alternative to control resistant Aedes aegypti populations. The benefits of controlling the dengue hemorrhagic fever (DHF) vektor are reducing the level of morbidity, mortality and suffering of individuals and their families. This research was conducted with a simple laboratory experimental method. Used papaya leaves extract and larvae of Aedes sp. instar III and IV taken in water float. This study used 100 larvae divided into 2 groups with positive groups, namely the concentration of 5gr, 10 gr, 15 gr and 20 gr and a control group that only used aquadesh which was repeated twice. This study aimed to determine the potential of papaya leaf extract (Carica Papaya Linn) as a larvicide against larvae of Aedes sp. in Manado. In conclusion, papaya leaf extract (Carica Papaya Linn) has potential as a larvicide against Aedes sp. Larvae. where the higher the extract concentration given, so the mortality rate of Aedes sp. larvae higher.Keyword :  Papaya Leaves (Carica Papaya Linn), Larvacides, Larvae Aedes sp.  Abstrak: Ekstrak daun pepaya sebagai larvasida alami dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mengendalikan populasi Aedes aegypti yang telah resisten. Manfaat dari pengendalian vektor penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah mengurangi tingkat kesakitan, kematian, dan penderitaan individu beserta keluarganya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi ekstrak daun papaya (Carica Papaya Linn) sebagai larvasida terhadap larva Aedes sp. di Manado. Penelitian ini dilakukan dengan  metode eksperimental laboratoris sederhana.  Menggunakan ekstrak daun pepaya dan larva Aedes sp. instar III dan IV yang di ambil di penampungan air. Penelitian ini menggunakan 100 ekor larva yang terbagi atas 2 kelompok dengan kelompok uji yaitu konsentrasi 5gr, 10 gr, 15 gr dan 20 gr serta kelompok control yang hanya menggunakan aquadesh  yang diulangi sebanyak dua kali percobaan. Hasil nilai p yang didapat dari uji Kruskall Wallis memiliki nilai p < 0.05, hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kematian larva Aedes sp. setelah 6 jam, 12 jam, 18 jam dan 24 jam pada berbagai konsentrasi perlakuan. Sebagai simpulan, ekstrak daun papaya (Carica Papaya Linn) memiliki potensi sebagai  larvasida terhadap larva Aedes sp. dimana semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang diberikan maka semakin tinggi pula tingkat kematian larva Aedes sp. Kata Kunci : Daun Pepaya (Carica Papaya Linn), Larvasida, Larva Aedes sp.
Molecular Docking Senyawa Vitexin, Ursolic Acid dan Flavonol dalam Tumbuhan Binahong (Andredera Cordifolia (Ten.) Steenis) yang Berpotensi sebagai Penghambat Pertumbuhan COVID-19 Sensea R. Rambitan; Aaltje Manampiring; . Fatimawali; Billy J. Kepel; Fona Budiarso; Widdhi Bodhi
eBiomedik Vol. 9 No. 2 (2021): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v9i2.31825

Abstract

Abstract: Currently, there is no specific treatment for all the COVID-19 patients the procedures that can be done are just a symptomatic and oxygen therapy, Therefore all the people around the world have try to avoid this infection by consuming the potensial plants that can boost our body immunity like Binahong.  This study was an in silico experimental. The finale result is the binding affinity score from each compound, for vitexin’s binding affinity score is – 8.0 kcal/mol, ursolic acid – 7.6 kcal/mol and flavonol – 7.8 kcal/mol. The finale result of this procedure also obtained all the amino acid residues that works on the active site of receptor 6LU7 as a main protase of COVID-19, namely THR24, LEU27, HIS41, THR45, SER46, MET49, PHE140, LEU141, ASN142, GLY143, SER144, CYS145, HIS163, MET165, GLU166 and HIS172. In conclusion, the binding affinity of vitexin, ursolic acid and flavonol are higher than remdesivir. Vitexin, ursolic acid and flavonol have a several similar bonds, particularly the van der waals bond and hydrogen bond.Keywords: Molecular docking, COVID-19, binahong, flavonoid Abstrak: Saat ini belum tersedia rekomendasi tatalaksana khusus bagi pasien COVID-19, termasuk antivirus atau vaksin dan tata laksana yang dapat dilakukan adalah terapi simtomatik dan karena itulah, masyarakat dunia mencoba banyak cara agar menghindari infeksi virus ini dengan mengolah dan mengonsumsi tumbuhan yang dinilai berpotensi dalam meningkatkan imunitas tubuh seperti tumbuhan Binahong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian in silico. Pada hasil akhir penelitian diperoleh nilai binding affinity dari ketiga senyawa yaitu senyawa vitexin - 8.0 kcal/mol, Ursolic Acid -7.6 kcal/mol dan Flavonol -7.8 kcal/mol. Diperoleh data mengenai residu asam amino yang bekerja pada sisi aktif reseptor 6LU7 sebagai main protase COVID-19 yaitu THR24, LEU27, HIS41, THR45, SER46, MET49, PHE140, LEU141, ASN142, GLY143, SER144, CYS145, HIS163, MET165, GLU166, dan HIS172. Sebagai simpulan, binding affinity dari senyawa vitexin, ursolic acid dari flavonol lebih tinggi dari nilai binding affinity remdesivir. Senyawa vitexin, ursolic acid dan flavonol memiliki beberapa jenis ikatan yang sama termasuk ikatan van der Waals dan ikatan hydrogen.Kata Kunci: Molecular docking, COVID-19, binahong, flavonoid
Efek Antioksidan dari C-Fikosianin pada Spirulina Burhan, Henoch W.; Mewo, Yanti M.; Assa, Youla A.
e-Biomedik Vol 9, No 1 (2021): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v9i1.31908

Abstract

Abstract: Free radicals are the products of normal cellular metabolism containing one or more unpaired electrons, which makes them highly reactive and can cause cell damage and disruption of homeostasis. Depletion of antioxidants and/or accumulation of free radicals can cause oxidative stress which plays a role in the process of various diseases such as inflammatory diseases, cancer, hemochromatosis, emphysema, hypertension and aging. C-phycocyanin is one of the main groups in phycobiliprotein and widely found in spirulina. The purpose of this study was to determine the protective effect of C-phycocyanin against free radicals. This research is in the form of literature review by searching data using two databases namely Pubmed and Google Scholar. The keywords used are C-Phycocyanin Antioxidant Effect. After being selected based on inclusion and exclusion, 10 literature was obtained for review. C-phycocyanin content in spirulina as an antioxidant can function as a defense mechanism against free radicals. In conclusion: the C-phycocyanin content from spirulina has antioxidant effect.Keywords: C-Phycocyanin, antioxidant effect, free radical   Abstrak: Radikal bebas merupakan produk normal hasil metabolisme berupa molekul dengan satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan, sehingga bersifat sangat reaktif dan dapat menyebabkan kerusakan sel dan terganggunya homeostasis. Deplesi dari antioksidan dan/atau akumulasi radikal bebas dapat menyebabkan stres oksidatif yang berperan dalam proses terjadinya berbagai penyakit seperti penyakit inflamasi, kanker, hemokromatosis, emfismea, hipertensi dan proses penuaan. C-fikosianin merupakan salah satu gugus utama dalam fikobiliprotein yang larut dalam air dan banyak terdapat dalam spirulina. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek proteksi C-fikosianin terhadap radikal bebas. Penelitian ini berbentuk literature review dengan pencarian data menggunakan dua database yaitu Pubmed dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan yaitu C-Phycocyanin Antioxidant Effect. Setelah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan 10 literatur untuk di review. Kandungan C-fikosianin pada spirulina sebagai antioksidan bisa berfungsi sebagai mekanisme pertahanan terhadap radikal bebas. Sebagai simpulan, kandungan C-Fikosianin dalam spirulina memiliki efek antioksidanKata kunci: C-fikosianin, efek antioksidan, radikal bebas
Gambaran Hematologi pada Wanita Hamil Trimester 3 yang Terkonfirmasi Positif SARS-CoV-2 di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Periode Juli-September 2020 Manopo, Fibriani F.; Berhimpon, Siemona L. E.; Wowor, Mayer F.
e-Biomedik Vol 9, No 1 (2021): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v9i1.31850

Abstract

Abstract: Pregnancy is a condition of physiological and mechanical changes in the body that can reduce the ability of the immune system. During pregnancy, the normal changes that occur can be observed on the hematological index. There are studies that have found decreased levels of lymphocytes and monocytes, total leukocytes, increased platelet counts, and increased Hb in pregnant women infected with SARS-CoV-2. This study aimed to determine an overview of leucocytes, differential counting and platelets in 3rd trimester pregnant women. This research is a descriptive type of retrospective study, by collecting secondary data from medical record status. There were 26 samples of pregnant women in trimester 3 who were confirmed positive for SARS-CoV-2, 17 patients (65%) had an increase in the number of leukocytes. Differential counting was decreased stem neutrophils in 13 patients (50%), normal segment neutrophils in 16 patients (62%), decreased lymphocytes in 13 patients (50%), decreased eosinophils in 14 patients (54%), monocytes increased only in 2 patients (8%) and basophils were normal in all patients. 100% normal platelet count in all samples. In conclusion, the hematological features obtained are leukocytosis, decreased stem neutrophils, 62% normal segment neutrophils, lymphopenia, eosinopenia. normal 92% monocytes are normal, basophils and platelets within normal limits.Keywords: SARS-CoV-2, pregnant women, leukocytes, differential counting, thrombocyte  Abstrak: Kehamilan merupakan suatu kondisi perubahan fisiologis dan mekanis tubuh yang dapat berdampak pada penurunan kemampuan sistem kekebalan tubuh. Selama kehamilan, perubahan normal yang terjadi dapat diamati pada indeks hematologi. Terdapat penelitian yang menemukan penurunan kadar limfosit dan monosit, total leukosit, peningkatan jumlah trombosit, dan peningkatan Hb pada wanita hamil yang terinfeksi SARS-CoV-2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran leukosit, differential counting dan trombosit pada wanita hamil trimester 3. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan studi retrospektif, yaitu dengan mengumpulkan data sekunder berupa data dari status rekam medik. Terdapat 26 sampel wanita hamil trimester 3 yang terkonfirmasi positif SARS-CoV-2, 17 pasien (65%) mengalami peningkatan jumlah leukosit. Differential counting yaitu neutrofil batang menurun pada 13 pasien (50%), neutrofil segmen normal pada 16 pasien (62%), limfosit menurun pada 13 pasien (50%), eosinofil menurun pada 14 pasien (54%), monosit meningkat hanya pada 2 pasien (8%) dan basofil dalam jumlah normal pada semua pasien. Jumlah trombosit 100% normal pada semua sampel. Sebagai simpulan, gambaran hematologi yang didapatkan yaitu leukositosis, penurunan neutrofil batang, neutrofil segmen 62% normal, limfopenia, eosinopenia. monosit 92% normal, basofil dan trombosit dalam batas normal.Kata kunci : SARS-CoV-2, wanita hamil, leukosit, differential counting, trombosit 
Uji Sitotoksik dan Anti-Inflamasi Ekstrak Buah Bengkuang (Pachyrizus erosus (L.) Urb.) terhadap Sel RAW 264.7 yang Distimulasi Lipopolisakarida Li, Wilvia; Li, Novelya
e-Biomedik Vol 8, No 2 (2020): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v8i2.31465

Abstract

Abstract: Jicama, cultivated in Indonesia, has the potential as an anti-inflammatory agent. In this study, cytotoxic test was tested to reveal the safety of jicama’s flesh extract (JFE) to cells’ viability, then the safe concentration of jicama’s flesh extract was tested on LPS-induced RAW 264.7 cells to imitate inflammatory process. There were three kinds of ELISA tests being done to expose the anti-inflammatory activity of jicama, as folows: prostaglandin E2 (PGE2), tumor necrosis factor alpha (TNF-α), and interleukin 1β (IL-1β). The results showed that JFE was safe in concentrations of 12.5 μg/ml, 25.0 μg/ml, and 50.0 μg/ml. JFE with a concentration of 75.0 μg/ml had a significant anti-inflammatory potential, shown by the ELISA test result towards PGE2, TNF-α, and IL-1β. Although JFE with a concentration of 12.5 μg/ml also showed anti-inflammatory effects on TNF-α and IL-1β, but there was no signicifant difference in PGE2 compared to the positive control. In conclusion, JFE is safe in concentrations of 12.5 μg/ml, 25.0 μg/ml, and 50.0 μg/ml. Moreover, JFE with a concentration of 75.0 μg/ml had a significant anti-inflammatory potential.Keywords: jicama’s flesh extract, Pachyrizus erosus, cytotoxic effect, anti-inflammatory effect Abstrak: Salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia ialah buah bengkuang yang berpeluang untuk dimanfaatkan sebagai agen anti-inflamasi. Dalam penelitian ini, ekstrak buah bengkuang (EBB) diujikan terlebih dahulu sitotoksisitasnya untuk mengetahui kadar ekstrak buah bengkuang yang aman untuk keberlangsungan hidup sel. Konsentrasi EBB yang aman pada uji sitotoksik dilanjutkan dengan pengujian pada sel RAW 264.7 (sel makrofag) yang distimulasi lipopolisakarida (LPS) untuk mengimitasi proses inflamasi. Dilakukan 3 jenis uji ELISA untuk mengetahui aktivitas anti-inflamasi ekstrak buah bengkuang, yaitu: Prostaglandin E2 (PGE2), Tumor Necrosis Factor alpha (TNF-α), dan Interleukin 1β (IL-1β). Hasil penelitian menunjukkan bahwa EBB aman pada konsentrasi 12,5 μg/ml, 25,0 μg/ml, dan 50,0 μg/ml. Selain itu, EBB dengan konsentrasi 75,0 μg/mLmemiliki potensi anti-inflamasi yang bermakna, ditunjukkan dengan hasil uji ELISA terhadap protein PGE2, TNF-α, dan IL-1β. Konsentrasi 12,5 μg/mL dari EBB juga memiliki potensi anti-inflamasi, ditunjukkan dengan hasil uji ELISA terhadap TNF-α dan IL-1β, namun tidak memiliki perbedaan bermakna terhadap penurunan PGE2 bila dibandingkan dengan kontrol positif. Simpulan penelitian ini ialah EBB aman pada konsentrasi 12,5 μg/ml, 25,0 μg/ml, dan 50,0 μg/ml melalui uji sitotoksik. Selain itu, EBB 75,0 μg/ml memiliki potensi anti-inflamasi yang bermakna.Kata kunci: ekstrak buah bengkuang; Pachyrizus erosus, sitotoksik, anti-inflamasi
Kandungan Antioksidan Pada Daun Kelor (Moringa Oleifera) dan Potensi Sebagai Penurun Kadar Kolesterol Darah Angelyn Tjong; Youla A. Assa; Diana S. Purwanto
eBiomedik Vol. 9 No. 2 (2021): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v9i2.33452

Abstract

Abstract: One of the biggest risk factors for cardiovascular disease is hypercholesterolemia. Cholesterol is an important fat, however if it is excessive in the blood it can cause various diseases, one of which is cardiovascular disease. One of the traditional medicines used to reduce blood cholesterol levels is Moringa Oleifera leaves, which contain flavonoids and play an important role in lowering blood cholesterol levels. This study aimed to determine the antioxidant content of Moringa Oleifera leaves, the benefits of lowering blood cholesterol levels, and the dosage of administration. This study was conducted by using three databases, namely PubMed, ClinicalKey and Google Scholar to find articles which met the inclusion and exclusion criteria, then the assessment was carried out. There was a significant reduction in blood cholesterol levels when given Moringa leaves, as well as the dose given. In conclusion, antioxidants in Moringa leaves can reduce cholesterol levels in the blood.Keywords: antioxidants, moringa leaves, cholesterol, cardiovascular  Abstrak: Salah satu faktor risiko terbesar penyakit kardiovaskular adalah hiperkolesterolemia. Kolesterol merupakan lemak yang penting, namun jika berlebihan dalam darah dapat menyebabkan berbagai penyakit, salah satunya kardiovaskular. Salah satu obat tradisional yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol darah adalah daun kelor (Moringa Oleifera), yang mengandung flavonoid dan berperan penting dalam menurunkan kadar kolesterol darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan antioksidan daun kelor, manfaat sebagai penurun kadar kolesterol darah, dan dosis pemberian. Pencarian artikel menggunakan tiga database yaitu PubMed, ClinicalKey, dan Google Scholar untuk menemukan artikel sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dilakukan penilaian. Terdapat penurunan kadar kolesterol darah yang signifikan ketika diberikan daun kelor dalam menurunkan kadar kolesterol darah, serta dosis yang diberikan. Sebagi simpulan, antioksidan pada daun kelor dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Kata Kunci: antioksidan, daun kelor, kolesterol, kardiovaskular