cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Pesisir dan Laut Tropis mewadahi kajian-kajian ilmiah dalam bidang bio-ekologi pesisir dan laut, hidro-oesanografi dan morfologi pesisir, toksikologi dan farmasitika, kajian substansi kimiawi biota dan perkembangan bioteknologi kelautan lainnya, di lingkup pesisir dan laut di daerah tropis. Kajian ilmiah dimaksud bisa berupa hasil penelitian maupun critical review. Jurnal ini terbit 3 (tiga) kali dalam satu tahun (Februari, Juni, September). Diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Kelautan FPIK-UNSRAT
Arjuna Subject : -
Articles 329 Documents
KONDISI PADANG LAMUN DI PANTAI TASIK OKI KECAMATAN KAUDITAN KABUPATEN MINAHASA UTARA Manoppo, Toshiko M.; Sondak, Calvyn F.A.; Warouw, Veibe; Gerung, Grevo S.; Kumampung, , Deislie R.H.; Mangindaan, Remy E.P
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.1.2025.60574

Abstract

Lamun adalah tumbuhan berbiji satu (monokotil) yang terdiri dari rhizoma, daun, akar, dan bunga sehingga membuat lamun dikategorikan sebagai tumbuhan tingkat tinggi. Lamun (seagrass) merupakan salah satu komponen ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi laut, termasuk sebagai habitat bagi berbagai biota. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis-jenis lamun dan menilai kondisi ekosistem padang lamun, dengan menghitung tutupan serta melihat kualitas parameter perairan. Metode yang digunakan yaitu survei jelajah dan line transek frame kuadrat. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan 6 jenis lamun yaitu Halodule pinifolia, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, dan Syringodium isoetifolium. Jenis lamun yang mendominasi di Pantai Tasik Oki ini adalah C. rotundata dengan nilai rata-rata tutupan sebesar 11,23%. Berdasarkan hasil perhitungan, transek 1 diperoleh nilai tutupan 19,33%, transek 2 dengan nilai tutupan 28,13% dan transek 3 dengan nilai tutupan 23,73% yang memperoleh nilai rata-rata tutupan lamun sebesar 23,73%. Berdasarkan nilai ini maka kondisi padang lamun di lokasi penelitian dikategorikan jarang/miskin. Kata kunci: padang lamun, identifikasi, kondisi, Pantai Tasik Oki
ANALISIS KESESUAIAN HABITAT SARANG SEMI ALAMI PENELURAN PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI UPTD KPSDKP SUMATERA BARAT Aprilia, Melanny; Rajab, Muhammad Arhan
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.1.2025.60800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian habitat sarang semi alami dan mengukur tingkat keberhasilan penetasan telur penyu dalam upaya pelestarian penyu lekang di UPTD KPSDKP Sumatera Barat. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2024. Data primer diperoleh melalui pengukuran parameter fisik habitat, seperti suhu, kelembapan, dan kedalaman sarang. Analisis keberhasilan penetasan dilakukan pada dua kedalaman sarang berbeda, yakni 30 cm dan 35 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman sarang berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan penetasan telur. Sarang dengan kedalaman 35 cm memiliki tingkat keberhasilan penetasan sebesar 52,9%, lebih tinggi dibandingkan kedalaman 30 cm yang hanya mencapai 35,3%. Suhu dan kelembapan pada kedalaman 35 cm cenderung lebih stabil, mendukung kondisi mikroklimatik yang ideal bagi perkembangan embrio. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi, pelatihan masyarakat, serta penguatan infrastruktur konservasi sebagai langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan program pelestarian penyu lekang di UPTD KPSDKP Sumatera Barat. Kata kunci: kesesuaian habitat, sarang semi alami, konservasi, penyu lekang.  
IDENTIFIKASI KOPEPODA DARI PERAIRAN BATU LUBANG, LEMBEH SELATAN, BITUNG Singon, Cristio; Rimper, Joice R.T.S.L; Warouw, Veibe; Rumengan, Antonius P.; Wullur, Stenly; Kemer, Kurniati
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.1.2025.60829

Abstract

Pulau Lembeh merupakan bagian dari wilayah administratif Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Secara administratif, pulau ini terbagi menjadi dua kecamatan, yakni Kecamatan Lembeh Utara dan Kecamatan Lembeh Selatan. Masyarakat yang tinggal di Pulau Lembeh sangat bergantung pada transportasi laut, terutama kapal, untuk mendukung aktivitas sehari-hari mereka. Aktivitas-aktivitas tersebut berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem, khususnya mengancam populasi plankton Plankton, organisme kecil yang hidup di perairan, memiliki peran penting dalam ekosistem perairan. Mengubah bahan anorganik menjadi organik dan memproduksi oksigen, serta menjadi indikator kualitas perairan. Informasi tentang plankton di Kawasan Perairan Batu Lubang Lembeh Selatan, Kota Bitung, masih terbatas, sehingga penelitian tentang inventarisasi jenis zooplankton perlu dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 genus zooplankton dari kelas Copepoda di Perairan Batu Lubang Lembeh Selatan Bitung Perairan. Suhu rata-rata perairan berkisar antara 28,04°C hingga 28,59°C, yang normal untuk ekosistem perairan. Salinitas, yang juga penting bagi kehidupan plankton, berada dalam kisaran yang normal di stasiun penelitian. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang komposisi zooplankton dan kondisi lingkungan di Perairan Batu Lubang Lembeh Selatan Bitung, serta menyoroti pentingnya pemantauan terus-menerus terhadap kesehatan ekosistem perairan. Kata kunci: Zooplankton, Identifikasi, Lembeh, Plankton
KOMPOSISI DAN DISTRIBUSI GRANULOMETRI SEDIMEN PADA BEBERAPA KAWASAN WISATA PANTAI KECAMATAN LEMBEAN TIMUR KABUPATEN MINAHASA Papoiwo, Evilin; Rampengan, Royke M.; Windarto, Agung B.; Gerung, Grevo S.; Manembu, Indri S.; Mamuaja, Jane M.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.1.2025.61284

Abstract

Kecamatan Lembean Timur di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara merupakan kecamatan  sedang berkembang aktivitas wisata pantainya, memanfaatkan keberadaan lahan gisik sebagai objek utamanya.  Oleh karena itu telah dilaksanakan penelitian bertujuan mendeskripsi komposisi dan menganalisis distribusi granulometri sedimen yang menghampari permukaan gisik beberapa kawasan wisata pantai di Kecamatan Lembean Timur. Pengambilan sampel sedimen dilaksanakan tanggal 6 Juni 2024 di gisik kawasan wisata Kamenti Beach, Kora-Kora Beach, dan BW Beach.  Pengambilan sedimen dilakukan pada permukaan lahan gisik dengan ketebalan 1 cm.  Hasil penelitian menunjukkan komposisi sedimen permukaan lahan gisik terdiri dari sedimen berukuran debu sampai dengan kerakal.  Sedimen pada permukaan gisik lebih dari 90 % berupa pasir dari berbagai ukuran (pasir sangat halus sampai pasir sangat kasar) di mana kondisi ini sangat menunjang berkaitan dengan penggunaan lahan untuk wisata pantai. Peubah rataan empirik  menunjukkan kecenderungan peningkatan ukuran butir sedimen untuk kawasan pantai yang berada di bagian Selatan kecamatan ini.  Kriteria penyortiran umumnya tersortir sedang, kemencengan umumnya berada pada kriteria simetris granulometri sampai asimetris kuat ke ukuran kecil. Peruncingan berada pada kriteria leptokurtik sampai platikurtik di mana pada lahan gisik di kawasan wisata yang terletak semakin ke arah Selatan terjadi peningkatan proporsi kriteria platikurtik. Kata kunci: sedimen gisik, komposisi sedimen, distribusi granulometri, Lembean Timur
Composition and Granulometric Distribution of Sediment in Sindulang–Bitung Karang Ria, Manado Rasmo, Tikas N.P.; Rampengan, Royke M.; Pelle, Wilmy E.; Djamaluddin, Rignolda; Angkouw, Esther D.; Paruntu, Carolus P.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.3.2025.64364

Abstract

Beaches, as coastal landforms comprising unconsolidated sediments, are essential for coastal ecosystems and human activities. The physical characteristics of sediments, particularly grain size (granulometry), reflect the dynamics of sedimentation processes and coastal environmental conditions. This study aimed to describe the composition and analyze the granulometric distribution of sediments collected from the Sindulang to Bitung Karang Ria beach area in Manado City. Sediment samples were collected from nine points on April 28, 2025, at a layer depth of approximately 1 cm from the sediment surface. The sediments were classified using the Wentworth scale and statistically analyzed using the Folk and Ward formula. The results showed that the sediment was dominated by the Sand fraction, ranging from Fine Sand 0.125 mm (3 φ) to Very Coarse Sand 2 mm (-1 φ). The Mean Size (Mz) ranged from 0.445 mm (1.168 φ) to 1.777 mm (-0.829 φ), falling within the Medium Sand to Very Coarse Sand categories. Statistical parameters indicated Sorting (σ₁) was Moderate to Poor, Skewness (Sk) varied from Fine-Skewed to Strongly Coarse-Skewed, and Kurtosis (KG) ranged from Platykurtic to Leptokurtic. This pattern indicates the dominance of active depositional processes and inherent sediment stability in the studied area. Keywords: beach, sediment composition, particle size distribution, Sindulang, Bitung Karang Ria   Abstrak Gisik, sebagai bentuk lahan pesisir yang tersusun atas sedimen lepas, memiliki peran penting bagi ekosistem pantai dan kegiatan manusia. Karakteristik fisik sedimen, khususnya ukuran butir (granulometri), mencerminkan dinamika proses pengendapan dan kondisi lingkungan pesisir. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan komposisi dan menganalisis distribusi granulometri sedimen pada lahan gisik di kawasan Sindulang hingga Bitung Karang Ria, Kota Manado. Sampel sedimen diambil dari sembilan titik pada 28 April 2025 pada kedalaman lapisan ≈ 1 cm dari permukaan sedimen. Sedimen diklasifikasikan berdasarkan skala Wentworth dan dianalisis secara statistik menggunakan formula Folk dan Ward. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen didominasi oleh fraksi Pasir, dengan variasi ukuran dari Pasir Halus 0,125 mm (3 φ) hingga Pasir Sangat Kasar 2 mm (-1 φ). Rataan Empirik (Mz) berkisar antara 0,445 mm (1,168 φ) hingga 1,777 mm (-0,829 φ), yang termasuk dalam kategori Pasir Sedang hingga Pasir Sangat Kasar. Parameter statistik menunjukkan Penyortiran (σ₁) tergolong Sedang hingga Buruk, Kemencengan (Sk) bervariasi dari Asimetris ke Ukuran Kecil hingga Asimetris Kuat ke Ukuran Besar, dan Peruncingan (KG) berkisar dari Platikurtik hingga Leptokurtik. Pola ini mengindikasikan dominasi proses deposisi aktif dan stabilitas sedimen di kawasan yang diteliti. Kata kunci: gisik, komposisi sedimen, distribusi granulometri, Sindulang, Bitung Karang Ria
Integration of IoT and Smart Sensor Technology for Multi-Parameter Monitoring of Seawater Quality Mosey, Handy I.R.; Bakti, Andi Ikhtiar; Bobanto, Maria D.; Mananohas, Mans L.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.3.2025.64667

Abstract

This study designs and implements a portable water quality measuring device as an alternative solution for monitoring the physical parameters of seawater. The system is developed to measure sea surface temperature, Total Dissolved Solids (TDS), and electrical conductivity (EC). It employs a Keystone TDS v1.0 sensor and a DS18B20 temperature sensor. A NodeMCU V3 microcontroller module equipped with Wi-Fi is used as the data processor for sensor readings and as the data transmitter to the internet via a modem. The measurement data are transmitted wirelessly and displayed through the Internet of Things (IoT) applications Blynk and Telegram. Device calibration was carried out using a comparative method compared to standard instruments at the Basic Physics Laboratory, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University (FMIPA-UNSRAT). Performance testing was conducted in the Manado Reclamation Coastal Area on October 17, 2025. The sensor measurement data were validated using the Root Mean Square Error (RMSE) method to evaluate sensor accuracy, yielding an RMSE value of 1.887 with a standard deviation of 0.295. The validation results indicate that the sensor’s data reading accuracy is considerably high. Keywords: water quality, physical parameter, internet of things, sensor   Abstrak Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan perangkat pengukur kualitas air portabel sebagai solusi alternatif untuk pemantauan parameter fisika air laut. Sistem dirancang untuk memantau suhu permukaan, Total Dissolved Solid (TDS), dan konduktivitas Listrik. Sistem ini dirancang dengan menggunakan sensor TDS v1.0 dari keystone dan sensor suhu DS18B20.  Modul mikrokontroler NodeMCU V3 yang telah dilengkapi WiFi digunakan sebagai pemroses data pembacaan sensor dan sebagai pengirim data pengukuran ke jaringan internet melalui modem.  Data hasil pengukuran dikirim secara nirkabel selanjutnya ditampilkan melalui aplikasi Internet of Things (IoT) Blynk dan aplikasi Telegram. Kalibrasi perangkat dilakukan dengan metode komparatif terhadap alat standar pada Laboratorium Fisika Dasar FMIPA-UNSRAT. Uji performa perangkat dilaksanakan di Kawasan Reklamasi Pantai Manao pada 17 Oktober 2025. Data hasil pengukuran sensor divalidasi dengan menggunakan metode Root Mean Square Error (RMSE) untuk mengukur tingkat akurasi sensor, dengan nilai sebesar RMSE sebesar 1,887 dengan standar deviasi sebesar 0,295. Hasil validasi menunjukkan bahwa akurasi pembacaan data sensor sangat tinggi. Kata kunci: kualitas air, parameter fisika air, internet of things, sensor.
Density of Sea Urchin Species (Echinoidea) in The Intertidal Zone of Taruan and Gemeh Subdistricts of Gemeh, Talaud Islands Regency Tegi, Ronald F.; Kaligis, Erly; Kumampung, Deislie R.H.; Rumampuk, Natalie D.C.; Boneka, Farnis; Wagey, Billy Th.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.3b.2025.64776

Abstract

Sea urchins (Echinoidea) are important organisms in intertidal areas that contribute to maintaining the balance of the coastal marine environment. This study aims to identify the level of diversity, population density, and dominance of sea urchin species found in the intertidal zone of Taruan Village and Gemeh Village, Talaud Islands Regency. Data were collected using the 1 × 1 meter belt transect method in the two locations. The results showed that Taruan Village had more species, namely seven species, compared to Gemeh Village which only had four species. The highest density value was recorded in Taruan at 10.5 ind/m², while in Gemeh it was 6.2 ind/m². The diversity index (H') was in the range of 1.220 to 1.662 and belonged to the medium category, while the dominance index (C) value ranged from 0.230 to 0.324, indicating the absence of a significantly dominating species. Environmental parameters such as salinity, temperature, and pH in both locations are within the range that supports the survival of sea urchins. The results of this study should serve as an initial reference for efforts to conserve and manage sustainable marine resources in the Talaud Island region. Keywords:. sea urchins diversity, density, dominance, Talaud   Abstrak                                          Bulu babi (Echinoidea) merupakan organisme penting di kawasan intertidal yang berkontribusi dalam menjaga keseimbangan lingkungan laut pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keanekaragaman, kepadatan populasi, dan dominansi spesies bulu babi yang terdapat di zona intertidal Desa Taruan dan Desa Gemeh, Kabupaten Kepulauan Talaud. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode belt transek berukuran 1×1 meter di dua lokasi tersebut. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Desa Taruan memiliki jumlah spesies lebih banyak, yaitu tujuh spesies, dibandingkan Desa Gemeh yang hanya memiliki empat spesies. Nilai kepadatan tertinggi tercatat di Taruan sebesar 10,5 ind/m², sedangkan di Gemeh sebesar 6,2 ind/m². Indeks keanekaragaman (H') berada pada kisaran 1,220 hingga 1,662 dan tergolong dalam kategori sedang, sedangkan nilai indeks dominansi (C) berkisar antara 0,230 hingga 0,324, yang mengindikasikan tidak adanya spesies yang mendominasi secara signifikan. Parameter lingkungan seperti salinitas, suhu, dan pH di kedua lokasi berada dalam kisaran yang mendukung kelangsungan hidup bulu babi. hasil penelitian ini seharusnya dapat menjadi referensi awal dalam upaya pelestarian dan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan di wilayah Kepulauan Talaud. Kata kunci: bulu babi, keanekaragaman, kepadatan, dominansi, Talaud
Abalone Haliotis varia in Tanjung Likupang, North Minahasa, North Sulawesi Marongi, Bill A.; Ompi, Medy; Kaligis, Erly Y.; Boneka, Farnis B.; Lintang, Rosita A. J.; Mamuaja, Jane M.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.3.2025.64846

Abstract

Abalone (Haliotis varia) is a marine gastropod commonly known as a seven-eyed shell or sea snail. It serves as an important source of marine protein and plays a significant economic role for coastal communities. The abalone has been caught easily by fisherman.  As a result, the abalone population might decrease.  However, there has been limited information of its population in nature up to now. This study aimed to assess the species, density, size, and distribution pattern of abalone in the intertidal zone of Tanjung Likupang, North Sulawesi. Sampling was conducted using the quadrat transect method, with six 25×25 meter (625 m²) placed at two different sites. Each site had 3 replicated.  The results showed variations in abalone density between the two locations. Site 2 had a higher mean density (9.67 individuals/625 m² or 0.02 individuals/m²) compared to Site 1 (7 individuals/625 m² or 0.01 individuals/m²). Size variation at site 1 ranged from 32.9 mm to 52.1 mm (average 40.59 mm), while Site 2 ranged from 20.3 mm to 44 mm (average 38.78 mm). However, statistical analysis indicated no significant difference in both average density and shell length between the two sites. Morisita’s index value was approximately 1 for both locations, suggesting a random distribution pattern. These findings provide a preliminary understanding of the current status of abalone populations in Tanjung Likupang. Keywords: Abalone, Haliotis varia, density, size distribution   Abstrak Abalon (Haliotis varia) merupakan gastropoda laut yang dikenal sebagai sumber protein dan bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat pesisir. Abalone mudah ditangkap di alam oleh nelayan.  Hingga populasinya dihipotesa telah menurun di alam.  Namun informasi tentang popualsi abalone adalah masih terbatas sampai saat ini.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, kepadatan, ukuran, dan pola distribusi abalon di daerah pasang surut Tanjung Likupang, Sulawesi Utara. Metode yang digunakan adalah transek kuadrat, dengan ukuran 25x25 m (625 m²) ditemaptkan di 2 lokasi.  Maisng-masing lokasi memiliki 3 replikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kepadatan abalon antara kedua lokasi. Lokasi 2 memiliki kepadatan rata-rata lebih tinggi (9,67 individu/625 m² atau 0,02 individu/m²) dibandingkan dengan lokasi 1 (7 individu/625 m² atau 0,01 individu/m²). Ukuran panjang abalon di lokasi 1 berkisar antara 32,9 mm hingga 52,1 mm, dengan rata-rata 40,59 mm, sedangkan di lokasi 2 berkisar antara 20,3 mm hingga 44 mm, dengan rata-rata 38,78 mm. Meskipun terdapat perbedaan angka, uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam kepadatan maupun ukuran panjang antara dua lokasi. Nilai indeks Morisita di kedua lokasi mendekati 1, mengindikasikan pola distribusi individu abalon bersifat acak. Temuan ini memberikan gambaran awal tentang kondisi populasi abalon di kawasan Tanjung Likupang. Kata Kunci: Abalon, Haliotis varia, kepadatan, distribusi ukuran
The Potential of Moringa oleifera Leaves as a Natural Anti-Stress Ingredient in Fish Feed Based on Qualitative Phytochemical Screening Talunga, Junianto; Kreckhoff, Reni Lucia; Lintang, Rosita A. J.; Sambali, Hariyani; Pangemanan, Novie Pankie Lukas; Sumilat, Deiske Adeliene; Salaki, Christina Leta
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.3b.2025.65055

Abstract

This study aims to evaluate the potential of Moringa oleifera leaves as a natural anti-stress ingredient in fish feed through qualitative phytochemical screening. The extraction was conducted using maceration with 96% ethanol, followed by solvent evaporation using a rotary evaporator and phytochemical assays employing Dragendorff, Wagner, Mayer, AlCl₃, FeCl₃, concentrated H₂SO₄, and froth tests to identify major groups of bioactive metabolites. The results confirmed a very strong presence of alkaloids, along with positive reactions for flavonoids, tannins, saponins, phenolics, and triterpenoids, while steroids were not detected. This metabolite profile indicates antioxidant, immunomodulatory, antimicrobial, and anti-inflammatory activities that are relevant for reducing physiological stress in fish. These findings demonstrate that ethanol extracts of M. oleifera leaves possess practical potential as an anti-stress feed additive capable of enhancing fish resilience to biotic and abiotic stressors in intensive aquaculture. Practically, the use of M. oleifera leaves offers an accessible and economical natural ingredient for the development of functional aquafeed formulations. Keywords: antistress, aquaculture, moringa leaves, phytochemistry, bioactive compounds   Abstrak Penelitian ini bertujuan menilai potensi daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan anti-stres alami dalam pakan ikan melalui skrining fitokimia kualitatif. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, diikuti penguapan menggunakan rotary evaporator dan pengujian fitokimia menggunakan pereaksi Dragendorff, Wagner, Mayer, AlCl₃, FeCl₃, H₂SO₄ pekat, serta uji busa untuk mengidentifikasi golongan metabolit bioaktif. Hasil menunjukkan keberadaan alkaloid sangat kuat, serta flavonoid, tanin, saponin, fenolik, dan triterpenoid dengan reaksi positif, sementara steroid tidak terdeteksi. Profil metabolit tersebut mengindikasikan aktivitas antioksidan, imunomodulator, antimikroba, dan antiinflamasi yang relevan untuk menurunkan stres fisiologis pada ikan. Temuan ini menegaskan bahwa ekstrak etanol daun kelor memiliki potensi aplikatif sebagai aditif pakan antistres yang dapat meningkatkan ketahanan ikan terhadap stres biotik dan abiotik dalam budidaya intensif. Secara praktis, pemanfaatan daun kelor berpeluang mendukung formulasi pakan fungsional berbahan alami yang mudah diperoleh dan ekonomis bagi industri akuakultur.   Kata kunci: antistres, budidaya, daun kelor, fitokimia, senyawa bioaktif

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 3 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 2 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 1 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 11 No. 3 (2023): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 11 No. 2 (2023): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 11 No. 1 (2023): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 3 (2022): JURNAL PESISiR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 2 (2022): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 1 (2022): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 9 No. 3 (2021): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 9 No. 2 (2021): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 9 No. 1 (2021): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 3 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 2 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 1 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 3 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 2 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 1 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 5, No 2 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 5, No 1 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 4, No 2 (2016): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 4, No 1 (2016): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 3, No 2 (2015): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 3, No 1 (2015): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 2, No 1 (2014): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 3 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 2 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 1 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS More Issue