cover
Contact Name
Christy Vidiyanti
Contact Email
christy.vidiyanti@mercubuana.ac.id
Phone
+628567535557
Journal Mail Official
arsitektur@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan, dan Lingkungan
ISSN : 20888201     EISSN : 25982982     DOI : https://dx.doi.org/10.22441/vitruvian
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Ilmiah VITRUVIAN adalah jurnal yang mencakup artikel bidang ilmu arsitektur, bangunan, dan lingkungan. Jurnal ilmiah Vitruvian terbit secara berkala yaitu 3 (tiga) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Oktober, Februari, dan Juni. Redaksi menerima tulisan ilmiah tentang hasil penelitian yang berkaitan erat dengan bidang arsitektur, bangunan, dan lingkungan.
Articles 286 Documents
STUDI TIPOLOGI DAN MORFOLOGI KOTA (Studi Kasus: Kota Limboto Provinsi Gorontalo) Nirmawaty Laha; Fatimah Az-zahrah; Vierta Ramlan Tallei
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v13i1.006

Abstract

Di Kecamatan Limboto terdapat 14 nama kelurahan yaitu: Biyonga, Bolihuangga, Bongohulawa, Bulota, Dutulana’a, Hepuhulawa, Hunggaluwa, Hutu’o, Ayuhulalo, Ayumela, Malahu, Tenil, Polohungo, Tilihua. Berdasarkan tipologi dan morfologi kota, Kecamatan Limboto tergolong kota kecil dan juga sebagai ibukota Kabupaten Gorontalo. Kecamatan Limboto didominasi fungsi perindustrian diantaranya pertanian, perkebunan dan perikanan. Tujuan penulisan mengarah terhadap pembahasan tipologi dan morfologi kota Limboto dengan melihat sejarah perkembangan kotanya. Pengumpulan data terdiri dari data primer; yaitu metode pengumpulan data serta keterangan yang dikumpulkan dengan cara observasi, dokumentasi, dan wawancara untuk melihat langsung dan mengamati keadaan Kota Limboto. Kemudiian data sekunder; yaitu sumber data penelitian yang diperoleh dari media perantara berupa Skripsi atau Jurnal Penelitian. Proses pengembangan Kecamatan Limboto dapat disimpulkan bahwasannya kecamatan ini mengalami perkembangan pesat di daerah sekitar Menara, karena tempat tersebut menjadi pusat perdagangan/jasa, kawasan perkantoran serta juga terdapat kawasan perumahan yang mejadikan fungsi dominan Kecamatan Limboto itu sendiri. Namun, sangat disayangkan dampak ini mempengaruhi ekosistem yang terdapat disekitar Danau Limboto dikarenakan sikap penduduk yang mempengaruhi Fluktuasi luas danau tersebut.  In Limboto sub-district, there are 14 sub-district names, namely: Biyonga, Bolihuangga, Bongohulawa, Bulota, Dutulana'a, Hepuhulawa, Hunggaluwa, Hutu'o, Ayuhulalo, Ayumela, Malahu, Tenil, Polohungo, Tilihua. Based on the typology and morphology of the city, Limboto District is classified as a small town and is also the capital of Gorontalo Regency. Limboto District is dominated by industrial functions including agriculture, plantations, and fisheries. The purpose of writing leads to a discussion of the typology and morphology of the city of Limboto by looking at the history of the city's development. Data collection consists of primary data; namely the method of collecting data and information collected using observation, documentation, and interviews to see first hand and observe the condition of the City of Limboto. Then secondary data; namely the source of research data obtained from intermediary media in the form of theses or research journals. In the process of developing the Limboto Sub-District, it can be concluded that this sub-district is experiencing rapid development in the area around the Tower because the place is a trade/service center, office area and there is also a residential area which is the dominant function of the Limboto Sub-District itself. However, it is very unfortunate that this impact affects the ecosystem around Limboto Lake due to the attitude of the population which affects the wide fluctuations of the lake.   
ANALYSIS OF SUSTAINABLE DEVELOPMENT CONCEPT IN LEGI MARKET BUILDING AT PONOROGO REGENCY Hilba Yoga Pratama; Agung Budi Sardjono
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2023.v13i1.002

Abstract

Pasar Legi sangat memiliki peran yang sangat penting dan signifikan pada kehidupan masyarakat di Kabupaten Ponorogo, dimana bangunan Pasar Legi ini menjadi tempat untuk aktivitas perdagangan yang utama bagi masyarakat Kabupaten Ponorogo, para pedagang dari penjuru wilayah Kabupaten Ponorogo menjual berbagai produk berupa untuk kebutuhan primer dan sekunder. Tidak hanya itu saja, Pasar Legi ini juga menjadi wadah pertemuan budaya dan sosial dimana tercipta intraksi antar masyarakat. Seiring pesatnya kemajuan zaman, bangunan Pasar Legi terdapat peningkatan yang signifikan pada fasilitas pasar, hal tersebut sebagai pemenuhan aktivitas dan pemenuhan kebutuhan pengguna pasar. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan dan menganalisa terkait dengan aspek konsep pembangunan berkelanjutan pada bangunan Pasar Legi, analisa tersebut mencakup pada building science. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif, untuk pengumpulan data penelitian ini dengan observasi langsung ke Pasar Legi, wawancara langsung dengan pengelola pasar dan pengguna pasar, serta studi literatur yang terkait meliputi laporan, catatan dan arsip yang bertujuan untuk melengkapi dan memvalidasi data penelitian. Hasil dari penelitian ini untuk mengetahui konsep pembangunan berkelanjutan pada bangunan Pasar Legi yang terakit dengan aspek building science, yang meliputi desain bangunan berkelanjutan yang berpedoman pada konsep bangunan hujau, pengelolaan energi yang berkelanjutan berupa inovasi West to Energy, kenyamanan dan keamanan pengguna pasar meliputi penyediaan fasilitas bagi penyandang disabilitas serta sistem keselamatan dan keamanan bangunan, sistem pencahayaan dan penghawaan alami, efisiensi penggunaan lahan berupa terdapatnya ruang terbuka hijau di sekitar bangunan Pasar Legi, adaptasi bangunan untuk zaman mendatang, dan solusi dalam pengelolaan air serta limbah. Maka penelitian ini dapat menjadi rekomendasi bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo dalam meningkatkan aspek pembangunan berkelanjutan pada Pasar Legi yang kedepannya dapat diintegrasikan dalam pengembangan fasilitas pendukung pasar yang lebih baik, dengan berpedoman pada konsep bangunan hijau, dan mengedepankan keamanan dan kenyamanan pengguna bangunan, dengan tetap memperhatikan kelangsungan lingkungan sekitar. Legi Market has a very important and significant role in people's lives in Ponorogo Regency, where the Legi Market building is a place for main trading activities for the people of Ponorogo Regency, traders from all over the Ponorogo Regency area sell various products for primary and secondary needs. Not only that, Legi Market is also a place for cultural and social meetings where interactions between communities are created. Along with the rapid progress of the times, the Legi Market building has seen a significant increase in market facilities, this is to fulfill activities and fulfill the needs of market users. The aim of this research is to explain and analyze aspects of the concept of sustainable development in the Pasar Legi building, this analysis includes building science. The research method used in this research uses a qualitative descriptive approach, to collect data for this research by direct observation at Legi Market, direct interviews with market managers and market users, as well as related literature studies including reports, notes and archives which aim to complete and validate research data. The results of this research are to determine the concept of sustainable development in the Legi Market building which is connected to aspects of building science, which includes sustainable building design guided by the green building concept, sustainable energy management in the form of West to Energy innovation, comfort and safety for market users including providing facilities for people with disabilities as well as building safety and security systems, natural lighting and ventilation systems, efficient land use in the form of green open space around the Legi Market building, adapting buildings for the future, and solutions in water and waste management. So this research can be a recommendation for the Regional Government of Ponorogo Regency in improving aspects of sustainable development at Legi Market which in the future can be integrated in the development of better market supporting facilities, guided by the green building concept, and prioritizing the safety and comfort of building users, while still paying attention sustainability of the surrounding environment.
MEMPERKUAT IDENTITAS KOTA KABUPATEN JEMBER DENGAN PERSEPSI STAKEHOLDER Simatupang, Helen Patrycia; Revana, Dano Quinta; Koesoemawati, RR Dewi Junita
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 14, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2024.v14i3.008

Abstract

Kabupaten Jember memiliki beragam potensi dan julukan yang dapat membangun citra kota. Namun, belum ada city branding yang representatif dan efektif untuk memperkuat identitas kota. Persepsi stakeholder menjadi penting dalam menentukan elemen city branding yang dapat mencerminkan karakter unik Jember. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi stakeholder mengenai city branding Jember serta mengaplikasikannya dalam perancangan elemen fisik kota yang sesuai dengan teori Kevin Lynch. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 10 stakeholder dan dianalisis menggunakan metode Delphi. Penelitian ini mengidentifikasi potensi penunjang city branding Jember, kemudian dikemas melalui rancangan desain elemen fisik kota berdasarkan lima unsur pembentuk citra kota menurut teori Kevin Lynch. Metode penelitian meliputi analisis deskriptif untuk mengidentifikasi potensi penunjang, analisis Delphi untuk menentukan identitas kota, analisis triangulasi untuk menyusun strategi penguatan identitas kota, serta perancangan arsitektur analogi untuk desain elemen fisik kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Kabupaten Jember dapat diperkuat sebagai "Kota Tembakau" dan "Kota Karnaval" dengan implementasi strategi yang mendukung penguatan identitas tersebut. Rekomendasi konsep rancangan meliputi penggunaan elemen visual seperti daun tembakau, sayap, dan topeng untuk mencerminkan karakteristik unik kota.  
Halaman Depan Vol 14 No 3 November 2024 Wicaksono, Agus Arif
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 14, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS KENYAMANAN TERMAL BANGUNAN TRADISIONAL BALE TANI DI DESA SADE LOMBOK Karima, Baiq Wihda; Astidani, Ni Putu Winda; Paramitha, Ni Ketut Rizka Widya; Afifurohman, Zayyan; Budiawan, Erix Kurniasandi; Bachtiar, Jasmine C U; Kamase, Giska Ayu Pradana Putri
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 14, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2024.v14i3.004

Abstract

Pulau Lombok memiliki keberagaman arsitektur, salah satunya terdapat di Desa Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Desa adat ini telah dihuni selama 600 tahun atau 15 generasi dan masih mempertahankan arsitektur tradisionalnya yaitu Bale Tani. Relevansi Bale Tani yang masih ada hingga 600 tahun membuktikan kenyamanan bagi penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kenyamanan termal Bale Tani berdasarkan tiga parameter yaitu temperatur suhu, kelembaban udara, dan arus angin. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer adalah data yang didapatkan melalui pengukuran parameter pada objek penelitian menggunakan alat bantu berupa GPS Temperature & Humidity dan Anemometer. Pengukuran parameter ini dilakukan pada dua Bale Tani dengan kondisi dan posisi yang berbeda sebagai objek penelitian. Bale Tani 1 berada di area yang tidak terkena paparan sinar matahari, dan Bale Tani 2 berada di area yang terkena paparan sinar matahari. Selanjutnya data sekunder didapatkan melalui wawancara bersama pemangku adat Desa Sade sekaligus pemilik Bale Tani. Adapun hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan posisi Bale Tani 1 dan Bale Tani 2 tidak memberikan dampak yang signifikan pada perbedaan suhu, kelembaban, dan arus angin pada kedua bangunan. Hasil akhir dari penelitian ini membuktikan bahwa kenyamanan termal pada Bale Tani belum memenuhi standar SNI 03-6572-2001 yang sebagaimana hal ini disebabkan oleh faktor perubahan iklim dan cuaca, serta minimnya bukaan pada Bale Tani yang menyebabkan pergerakan angin di dalam ruangan tidak tersebar secara optimal. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pemahaman respon rumah adat terhadap iklim yang terus berubah dan pentingnya adaptasi arsitektur pada perubahan bangunan.
EVALUASI PURNA HUNI PASAR TRADISIONIL STUDI KASUS: PASAR ANYAR KOTA TANGERANG Widajanti, Andjar; Putra, Vincen Sari; Setiawan, Setiawan
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 14, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2024.v14i3.009

Abstract

Pasar Anyar merupakan pasar tradisional terbesar yang terletak di pusat kota Tangerang, memiliki luas lahan 24.680 m² dan berlantai tiga bangunan. Di lantai satu dan dua digunakan sebagai aktivitas jual beli berupa toko, kios, dan los. Sementara di lantai tiga digunakan untuk area olahraga indoor, masjid, dan ruang pengelola. Dari beberapa sumber termasuk dari PD Pasar Kota Tangerang, aktivitas jual beli di Pasar Anyar mengalami penyusutan tajam, banyak pedagang yang menutup kiosnya karena mengalami kebangkrutan, terjadinya kesemrawutan, tidak layak digunakan karena terjadi kebocoran kalau hujan dan becek di dalam bangunan pasar, sehingga dalam waktu dekat akan dilakukan revitalisasi. Dari latar belakang tersebut, penelitian ini perlu dilakukan untuk mengevaluasi kondisi bangunan yang semakin memprihatinkan sehingga Pasar Anyar yang menjadi legenda ini banyak mengalami kemunduran. Standarisasi pasar rakyat yaitu SNI Pasar Rakyat 8152:2015, menjadi rujukan dalam melakukan Evaluasi Purna Huni Pasar Anyar. Metode yang digunakan adalah dengan Evaluasi Teknikal, yaitu Observasi dengan membandingkan kondisi Purna Huni Pasar Anyar dengan Standar Nasional Indonesia Pasar Rakyat (SNI 8152:2015). Hasil Evaluasi Purna Huni Pasar Anyar Kota Tangerang adalah sebagai berikut: meskipun Kondisi Lokasi Pasar 100% sesuai dengan Standar Nasional Indonesia, namun terjadi ketidaksesuaian yang sangat besar menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) 8152:2015 tentang Kriteria Pasar Rakyat, yaitu: Tata Ruang Luar Pasar (100% tidak sesuai), Tata Ruang Dalam Pasar (66% tidak sesuai), Fasilitas Kelengkapan Pasar (76% tidak sesuai) serta Fasilitas Utilitas (85% tidak sesuai). Hal inilah yang menyebabkan Pasar Anyar dengan kondisi lokasi yang sangat baik ini banyak mengalami kemunduran.
RENOVASI BANGUNAN BERDASARKAN KONSEP GREEN BUILDING DAN SMART CAMPUS PADA ASET SEKOLAH INDONESIA RAYA KOTA BANDUNG Oktafian, Daniyah Nurkhalisha; Yusup, Moch.
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v13i1.010

Abstract

Sekolah Indonesia Raya memiliki permasalahan terkait green dan smart diantaranya yaitu belum tersedia parkir sepeda, kurangnya area vegetasi, konsumsi energi yang besar, tidak ada biopori, tidak menggunakan gray water, keran air tidak menggunakan autostop, tidak ada pemisahan sampah, pencahayaan kurang, alat bantu virtual classroom terbatas dan absensi dilakukan secara manual. Tujuan proyek ini adalah untuk merencanakan renovasi bangunan berdasarkan konsep green building dan smart campus pada aset bangunan Sekolah Indonesia Raya. Dasar teori yang digunakan adalah Green Building dan Smart Campus. Metode proyek yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan benchmarking. Hasil proyek ini meliputi: (1) dilihat dari hasil rancangan, hasil proyek sudah sesuai dengan tujuan; (2) diperoleh rancangan green building dan smart campus mengenai pengembangan lahan, konservasi air, energi, kualitas sumber daya, penggunaan material, dan sekolah pintar; (3) konsep green dan smart berpengaruh terhadap masalah yang terjadi; (4) menghasilkan output berupa desain 3D, rekomendasi material, estimasi biaya dan animasi video dan (5) Estimasi biaya renovasi aset bangunan di Sekolah Indonesia Raya sebesar Rp1.997.210.583 tahun perhitungan 2023. Hasil proyek ini dapat dijadikan acuan bagi pengelola sekolah untuk melakukan renovasi berdasarkan konsep green building dan smart campus.  The Indonesia Raya School has problems related to green and smart, including the unavailability of bicycle parking, lack of vegetation area, large energy consumption, no biopores, no gray water, no autostop taps, no waste segregation, insufficient lighting, assistive devices virtual classroom is limited and attendance is done manually. The aim of this project is to plan a building renovation based on the concept of green building and smart campus on the building assets of Sekolah Indonesia Raya. The basic theory used is Green Building and Smart Campus. The project method used is descriptive method with a quantitative and qualitative approach. Data collection techniques used are observation, interviews, documentation studies, and benchmarking. The results of this project include: (1) seen from the results of the design, the results of the project are in accordance with the objectives; (2) obtaining green building and smart campus designs regarding land development, water conservation, energy, quality of resources, use of materials, and smart schools; (3) green and smart concepts affect the problems that occur; (4) produce output in the form of 3D designs, material recommendations, cost estimates and video animations and (5) Estimated cost of renovating building assets at the Indonesia Raya School in the amount of Rp. 1,997,210,583 in 2023. The results of this project can be used as a reference for school managers carry out renovations based on the concept of green building and smart campus.
KAJIAN TERITORIALITAS PADA RUANG TERBUKA PUBLIK (STUDI KASUS: TAMAN SANGKAREANG KOTA MATARAM) Indriani, N.K.A. Intan Putri Mentari; Bachtiar, Jasmine Chanifah Uzdah; Kamase, Giska Ayu Pradana Putri; Anantama, Aldhi Nugraha; Gazalba, Zaedar
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 14, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2024.v14i3.005

Abstract

Ruang-ruang publik kerap mengalami pergeseran fungsi karena banyak aktivitas yang bersifat pribadi membentuk zona-zona privat pada ruang yang seharusnya digunakan bersama. Hal ini merupakan salah satu bagian dari perilaku spasial individu dalam merespons lingkungannya. Salah satu bentuk dari perilaku spasial yang dilakukan seseorang dengan melakukan klaim terhadap ruang yang dianggap sebagai bagian dari kepemilikannya disebut sebagai teritorialitas. Hubungan timbal balik antara lingkungan dan perilaku yang terbentuk pada Taman Sangkareang ini tidak dapat dihindari karena keberadaan setting ruang publik yang mengundang kedatangan orang untuk beraktivitas. Penelitian ini difokuskan untuk mengidentifikasi pola teritorialitas yang terbentuk pada Taman Sangkareang guna mengetahui kesesuaian antara penataan setting fisik ruang publik dengan pemanfaatan ruang yang dilakukan pengunjung atau pengguna taman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan metode pemetaan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola teritorialitas yang terbentuk sangat dipengaruhi oleh durasi dan waktu pemanfaatan ruang, jenis kegiatan, juga ketersediaan fasilitas atau setting fisik yang tersedia.
STUDI KENYAMANAN TERMAL DENGAN EKSPERIMEN LAPANGAN MELALUI PENGUKURAN VENTILASI UNTUK MENCAPAI KENYAMANAN DI MASJID AL MADINAH CBD CILEDUG TANGERANG Hidayatulloh, Falatehan; Hidayat, M. Syarif; Jamila, Rona Fika
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 14, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2024.v14i3.010

Abstract

Masjid merupakan tempat ibadah umat Islam, dimana kegiatan utama yang dilakukan setiap hari adalah kegiatan shalat. Pada umumnya masjid menggunakan ventilasi alami sebagai penunjang kenyamanan termal dalam ruang. Namun demikian terdapat kecenderungan banyak masjid sekarang menggunakan penyaman udara (AC) walaupun sebelumnya menggunakan bukaan untuk ventilasi alami. Terdapat fenomena yang menarik pada Masjid Al-Madinah CBD Ciledug dimana masjid ini tidak memiliki lubang khusus untuk ventilasi, namun menggunakan jendela buka tutup serta pintu terbuka untuk ventilasi ruang masjid. Pertanyaannya adalah apakah ventilasi dengan jendela buka tutup dan pintu ini dapat memberikan kondisi termal ruangan yang baik untuk ruang masjid. Apakah ventilasi ini dapat memberikan kenyamanan termal bagi para jamaahnya? Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja ventilasi alami pada Masjid Al-Madinah CBD Ciledug. dan apakah ventilasi tersebut dapat memberikan kenyamanan termal bagi para jamahnya. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan eksperiman lapangan melalui variasi bukaan pada masjid kemudian dilakukan pengukuran kondisi termalnya. Pengukuran kondisi termal dilakukan sebanyak lima kali waktu shalat selanjutnya data yang didapatkan disimulasikan dengan menggunakan aplikasi CBE Thermal Comfort untuk melihat prediksi kenyamanan termal dalam ruangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan aliran udara dalam ruang utama shalat adalah 0.064 m/s dengan keadaan ventilasi tertutup, 0.38 m/s dengan keadaan ventilasi terbuka. adapun kondisi termal ruang shalat adalah keadaan ventilasi alami tertutup 24.34ºc-32.7 ºc, sedangkan pada ventilasi terbuka suhu udara tertinggi mencapai 23.95 ºc-31.99 ºc. Sedangkan hasil simulasi CBE Thermal comfort tool menunjukkan keadaan netral pada waktu subuh, sedikit hangat pada waktu subuh, panas pada waktu dzuhur dan hangat pada waktu ashar hingga isya. Sedangkan pada simulasi ventilasi terbuka bahwa ruang masjid mengalami keadaan netral pada waktu subuh dan hangat pada waktu dzuhur hingga isya.
IDENTIFIKASI POLA PENGGUNAAN RUANG TERBUKA HIJAU BERDASARKAN PENGELOMPOKAN USIA INDIVIDU (STUDI KASUS: TAMAN UDAYANA) Mardhotillah, Diaz Orchida; Perwira, Muhammad Afyadi; Maulana, Sutan Fajri; Mahdani, Alif Rizaldy; Bachtiar, Jasmine Chanifah Uzdah; Indriani, Ni Ketut Ayu Intan Putri Mentari
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 14, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2024.v14i3.001

Abstract

Separuh populasi dunia tinggal di lingkungan perkotaan, di mana interaksi manusia dengan alam terjadi hanya di taman, dan kualitas hidup sangat dipengaruhi oleh keberadaannya di sebuah kota. Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah salah satu elemen penting di kawasan perkotaan yang menawarkan berbagai manfaat bagi masyarakat. Di Kota Mataram, salah satu RTH yang populer adalah Taman Udayana. Namun, RTH tersebut belum didesain berdasarkan demografis pengguna terutama pada kelompok usia. Penelitian ini mengeksplorasi pola penggunaan RTH berdasarkan usia pengguna, dengan tujuan memahami perilaku manusia di RTH dan pengaruh perbedaan usia terhadap penggunaan fasilitas. Penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif ini melibatkan wawancara mendalam dan observasi langsung di Taman Udayana, Mataram, yang melibatkan kelompok usia anak-anak, remaja, dewasa, lansia, dan manula. Hasil akhir merupakan output diagram zoning yang menunjukkan bahwa setiap kelompok usia mempunyai preferensi sendiri terhadap tempat yang dituju saat di RTH. Empat hal utama yang mempengaruhi preferensi tempat dan perbedaannya dari setiap kalangan usia adalah lokasi dari tempat, suasana di tempat dan sekelilingnya, fasilitas, dan motivasi untuk mengunjung tempat tersebut. Manfaat dari penelitian ini adalah menyediakan data yang mendukung pengembangan desain RTH berdasarkan demografi pengguna.