cover
Contact Name
Christy Vidiyanti
Contact Email
christy.vidiyanti@mercubuana.ac.id
Phone
+628567535557
Journal Mail Official
arsitektur@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan, dan Lingkungan
ISSN : 20888201     EISSN : 25982982     DOI : https://dx.doi.org/10.22441/vitruvian
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Ilmiah VITRUVIAN adalah jurnal yang mencakup artikel bidang ilmu arsitektur, bangunan, dan lingkungan. Jurnal ilmiah Vitruvian terbit secara berkala yaitu 3 (tiga) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Oktober, Februari, dan Juni. Redaksi menerima tulisan ilmiah tentang hasil penelitian yang berkaitan erat dengan bidang arsitektur, bangunan, dan lingkungan.
Articles 286 Documents
PENGARUH ELEMEN ARSITEKTUR TERHADAP SPIRITUAL BERIBADAH DI MASJID SUNAN AMPEL Ikhraam, Dimas Muhammad; Utama, Firmansyah Setia; Kusuma, Almath Faiez; Ernawati, Rita; Widiastuti, Mega Ayunda
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i1.002

Abstract

Masjid memiliki fungsi yang terus berkembang, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat hajatan, hiburan religi, dan wisata religi. Dalam konteks Islam, masjid adalah pusat spiritualitas dengan nilai historis yang signifikan. Arsitektur dan spiritualitas merupakan konsep yang saling terkait, memengaruhi kehidupan manusia, sejarah, serta budaya. Spiritualitas mencakup keyakinan individu tentang makna hidup, tujuan, dan hubungan dengan yang ilahi, yang diwujudkan melalui seni dan ilmu arsitektur. Prinsip desain arsitektur memainkan peran penting dalam menciptakan ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga estetis dan bermakna. Masjid Sunan Ampel, sebagai salah satu masjid bersejarah di Indonesia, memiliki peran penting dalam perkembangan peradaban Islam di tanah air. Elemen-elemen arsitektural di masjid ini dirancang untuk menciptakan suasana yang mendukung kekhusyukan beribadah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh elemen-elemen arsitektur di Masjid Sunan Ampel terhadap suasana spiritual jamaah, serta bagaimana elemen-elemen tersebut meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam mengenai hubungan antara arsitektur dan spiritualitas dalam konteks peribadatan di masjid.
PENGARUH ELEMEN SOFTSCAPE TERHADAP KENYAMANAN PENGUNJUNG DI ISLAMIC CENTER TABALONG Normaliah, Normaliah; Razak, Humairoh; Supar, Evan Elianto
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i1.003

Abstract

Elemen softscape memiliki peran penting dalam menciptakan keseimbangan lingkungan dan kenyamanan pengunjung di ruang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh elemen softscape terhadap kenyamanan pengunjung di Islamic Center Tabalong, dengan fokus pada aspek visual, termal, audial, dan emosional. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan kuesioner berbasis skala Likert, melibatkan 30 responden yang dipilih dengan metode accidental sampling. Observasi dilakukan untuk mengukur proporsi elemen softscape seperti vegetasi, tajuk pohon, dan penutup alami, sementara data kuesioner dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata skor dan persentase responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen softscape memiliki pengaruh positif terhadap kenyamanan pengunjung. Aspek visual memiliki tingkat kenyamanan tertinggi (66%), diikuti oleh aspek emosional (61,6%) dan termal (60%). Namun, aspek audial menunjukkan tingkat kenyamanan terendah (41,6%), mengindikasikan perlunya peningkatan elemen peredam kebisingan alami. Temuan ini sejalan dengan Attention Restoration Theory (Kaplan & Kaplan, 1989) yang menyatakan bahwa interaksi dengan elemen alami dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kenyamanan psikologis. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya perancangan ruang hijau dengan menerapkan elemen softscape untuk meningkatkan kenyamanan di Islamic Center Tabalong. Temuan ini dapat menjadi referensi bagi perancang dan pengelola ruang hijau dalam mengoptimalkan desain yang berbasis softscape guna untuk menciptakan lingkungan yang lebih menenagkan dan menyenangkan.
IMPLEMENTASI BIM DENGAN SOFTWARE GLODON CUBICOST DALAM ESTIMASI VOLUME PEKERJAAN ARSITEKTURAL Wibisono, Muhammad Yusuf; Satwiko, Prasasto; Suyoto, Suyoto
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i1.006

Abstract

Praktik konstruksi di Indonesia masih menghadapi banyak kendala dalam pelaksanaan peraturan bangunan, antara lain seringnya terjadi perubahan gambar akibat adanya clash design.  Hal tersebut mengakibatkan pekerjaan menjadi tidak efisien. Perkembangan dan inovasi dunia konstruksi saat ini memperkenalkan Building Information Modeling (BIM) sebagai solusi untuk mengatasi berbagai masalah di bidang konstruksi. Dengan ditetapkannya Permen PUPRRI Nomor 22/PRT/M/2018 tentang pembangunan gedung negara yang mana pada salah satu poinnya menjelaskan bahwa penggunaan Building Information Modeling (BIM) wajib diterapkan pada bangunan milik negara tidak sederhana dengan kriteria luas di atas 2000 m2 (dua ribu meter persegi) dan diatas 2 (dua) lantai. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan Building Information Modeling (BIM) dalam estimasi volume pekerjaan arsitektural pada Proyek Pembangunan Gedung Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Metode penelitian secara mixed methods kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, studi dokumen, studi literatur, dan pemodelan. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah total volume pekerjaan arsitektural 7886,410 m2, penghitungan volume pekerjaan dengan metode konvensional sebesar 8586,676 m2 dan penghitungan volume pekerjaan dengan BIM sebesar 8438,024 m2. Adapun selisih volume pekerjaan arsitektural dengan metode konvensional terhadap perencanaan adalah 700,26 m2 atau sekitar 8,88 % dari perencanaan. Selisih volume pekerjaan arsitektural dengan BIM terhadap perencanaan lebih sedikit dari metode konvensional yaitu 551,61 m2 atau sekitar 6,99 % dari perencanaan.
DEFINING TERRITORIAL BEHAVIOUR AT KAMPUNG’S TRANSITIONAL SPACE Fitria, Tika Ainunnisa; Firdaus, Rohana
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i1.005

Abstract

Yogyakarta’s urban neighborhood, called kampung, encompasses the neighbouring life, shown in its transitional space. Territoriality in the context of kampung cannot be separated from the social ties between its residents, which builds familiarity. The leeway of transitional space use shows the specific behavior of Kampung’s residents towards territorial. Residents have their concepts in interpreting transitional space. There are different interpretations of territory and its significance. However, previous studies have not defined territorial behavior in the kampung context. This study was conducted qualitatively, located in two kampungs, Notoyudan and Prawirotaman. They have significant differences in terms of environmental typology and community background. This study focuses on defining territorial behavior in kampung through 1) a review of literature relating to territorial behavior by Altman (1976); 2) observing territorial phenomena; and 3) resuming the results toward the theory of territorial behavior. This research concludes that territorial behavior can be defined as a territorial transaction as a form of a resident’s social existence in the neighborhood. Territorial behavior becomes a spatial setting, reducing social disparities among Kampung’s residents. This behavior will continue, providing that transitional space still exist. This finding enriches the definition of territorial behavior and contributes to the theory of architecture behavior.
TEKNIK ELISITASI FOTO DALAM PENELITIAN ARSITEKTUR: SEBUAH TINJAUAN METODE Ratnasari, Anisza; Dwisusanto, Yohanes Basuki; Sahid, Sahid
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i2.003

Abstract

Teknik elisitasi foto merupakan pendekatan dalam penelitian kualitatif yang menggunakan gambar atau foto sebagai alat untuk merangsang diskusi dan menggali makna dalam pengalaman partisipan. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik, potensi, serta tantangan teknik elisitasi foto dalam penelitian arsitektur. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis isi terhadap berbagai literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik elisitasi foto memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap persepsi pengguna terhadap ruang, terutama dalam mengungkap pengalaman yang sulit disampaikan secara verbal. Teknik ini efektif dalam mengatasi keterbatasan wawancara konvensional dan mampu memfasilitasi komunikasi non-verbal yang lebih kaya. Namun, tantangan utama dari metode ini meliputi subjektivitas interpretasi dan kebutuhan akan analisis yang lebih kompleks, sehingga diperlukan triangulasi data untuk memvalidasi hasil temuan. Temuan studi ini menegaskan bahwa teknik elisitasi foto dapat menjadi pendekatan inovatif dalam penelitian arsitektur, terutama dalam studi yang berfokus pada pengalaman pengguna dan desain berbasis persepsi.
EVALUASI KINERJA TERMAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP KENYAMANAN PENGUNJUNG MUSEUM BAHARI JAKARTA Anwar, Doddy; Hidayat, M. Syarif
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i2.008

Abstract

Bangunan bersejarah atau situs bersejarah didefinisikan sebagai lokasi resmi di mana potongan sejarah politik, militer, budaya, atau sosial telah dilestarikan karena nilai warisan budayanya. Bangunan ini merupakan bagian integral dari kekayaan warisan setiap negara. Terlepas dari wilayah tempat mereka berada, bangunan bersejarah milik semua orang di seluruh dunia. Salah satu cara untuk melestarikan bangunan bersejarah adalah dengan cara penggunaan bangunan kembali secara adaptif. Masalah yang dihadapi adalah tidak mudah menyesuaikan fungsi baru dengan bangunan lama. Seperti museum. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi kinerja termal pada museum Bahari yang merupakan bangunan lama. Evaluasi kinerja termal ini difokuskan kepada suhu udara dan kelembaban relative. Kedua factor ini berpengaruh terhadap kenyamanan pengunjung dan benda pamer. Metode yang dilakukan dengan menggunakan metode survey untuk mengetahui kondisi termal museum dan persepsi pengunjung terhadap kondisi tersebut. Penelitian ini juga mengkaji persepsi pengunjung terhadap kondisi termal di ruang pamer Museum Bahari yang menggunakan ventilasi alami maupun sistem AC. Hasilnya menunjukkan bahwa suhu rata-rata di kedua jenis ruang tersebut masih berada di atas standar kenyamanan termal ideal (24–26°C). Temuan ini menegaskan perlunya evaluasi sistem penghawaan demi kenyamanan pengunjung dan pelestarian artefak dalam bangunan bersejarah.
EKSPLORASI IDENTITAS KABUPATEN KUBU RAYA MELALUI ARSITEKTUR LOKAL Fannisaningrum, Rahmi; Maurina, Anastasia
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i2.004

Abstract

Identitas arsitektur Kabupaten Kubu Raya masih belum terdefinisi secara jelas, sehingga diperlukan upaya untuk mengidentifikasi dan memperkuat karakter arsitekturalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi elemen arsitektural dari bangunan lokal yang berkontribusi terhadap identitas daerah. Studi dilakukan pada tiga objek representatif, yaitu Kerajaan Kubu, Masjid At-Tamini, dan rumah tinggal lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus majemuk dengan pendekatan kualitatif. Analisis mencakup elemen sejarah, simbol dan makna, formal visual, fungsi ruang, konteks lingkungan, serta teknologi konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ornamen bangunan didominasi oleh empat motif utama yang dapat mengalami transformasi tanpa kehilangan modul dasarnya. Struktur bangunan menampilkan hirarki dengan elemen adiktif pada akses utama, serta tata letak pintu dan jendela yang membentuk simetri. Elemen ruang menunjukkan nilai hirarki yang ditandai dengan penggunaan dinding puadai. Selain itu, orientasi bangunan mengarah ke sungai, mencerminkan peran sungai dalam kehidupan sosial dan ekonomi masa lalu. Teknologi konstruksi tradisional juga berperan dalam membentuk identitas arsitektural daerah. Penelitian ini menegaskan bahwa identitas arsitektur Kubu Raya dipengaruhi oleh sejarah, budaya, dan lingkungan, yang tercermin dalam elemen-elemen desain arsitektural lokal.
ANALISIS ELEMEN PEMBENTUK CITRA RUANG JALAN RAMAH DI KAWASAN BUNDARAN HI Ajie, Muhammad Adithya Dhusten Rizky; Kurniawan, Panji
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i2.009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen pembentuk citra ruang publik yang ramah di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Kawasan ini merupakan pusat aktivitas perkotaan yang memiliki berbagai elemen fisik, sosial, dan visual yang kompleks, sehingga penting untuk mengevaluasi kualitas ruang publiknya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan studi kasus, penelitian ini menganalisis elemen citra kota berdasarkan teori Kevin Lynch (1960) yang mencakup path, edge, node, district, dan landmark. Selain itu, elemen ruang publik ramah juga dikaji berdasarkan empat kategori dari Shaftoe (2008): fisik, geografis, manajerial, dan psikologis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, dokumentasi visual, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bundaran HI telah memenuhi sebagian besar elemen pembentuk citra kota dan ruang publik ramah, terutama dari aspek imageability dan konektivitas transportasi. Namun, beberapa aspek seperti kenyamanan mikroklimatik, persebaran tempat duduk, dan keberagaman aktivitas masih perlu ditingkatkan untuk menciptakan ruang publik yang lebih inklusif dan berkesan.
EVALUASI FAKTOR PENUNJANG PERMUKIMAN BERKELANJUTAN DI TSM TELANG, BANYUASIN Undari, Nyiluh Rahajeng Sofia; Aditantri, Rahmatyas
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i2.005

Abstract

Permukiman Transmigrasi Swakarsa Mandiri (TSM) Telang, Banyuasin menghadapi tantangan kompleks dalam upaya mencapai keberlanjutan kawasan. Kerentanan terhadap bencana, keterbatasan infrastruktur dasar, serta degradasi kualitas lingkungan menjadi isu utama yang belum tertangani secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor-faktor penunjang keberlanjutan permukiman berbasis konteks lokal. Menggunakan pendekatan mix-method, data dikumpulkan melalui survei terhadap 100 kepala keluarga, wawancara mendalam dengan lima pakar, serta studi literatur kebijakan dan regulasi. Analisis dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menetapkan bobot prioritas masing-masing faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur dasar, keterlibatan sosial masyarakat, dan kualitas lingkungan merupakan tiga faktor dominan yang paling menentukan keberlanjutan permukiman. Temuan juga mengindikasikan adanya kesenjangan antara kondisi eksisting dan preferensi penghuni, terutama dalam hal sanitasi dan akses air bersih. Kajian ini menegaskan pentingnya perencanaan adaptif yang berpijak pada partisipasi komunitas serta sinergi antara aspek teknis dan sosial dalam merancang permukiman berkelanjutan. Implikasi penelitian ini tidak hanya relevan bagi TSM Telang, tetapi juga dapat diadopsi pada kawasan transmigrasi lainnya di Indonesia.
AKSESIBILITAS PEJALAN KAKI BERDASARKAN GREENSHIP KAWASAN DI NAVAPARK Sitoresmi, Rurin; Winandari, Maria Immaculata Ririk
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i2.001

Abstract

Mencapai net zero pada tahun 2050 sangat penting untuk mengatasi perubahan iklim dan mengurangi emisi CO2. Salah satu pendekatan berkelanjutan adalah meningkatkan aksesibilitas pejalan kaki guna mendorong aktivitas berjalan yang lebih aman dan nyaman. Studi ini mengeksplorasi aksesibilitas pejalan kaki di perumahan formal berdasarkan standar Greenship Kawasan, dengan Perumahan Navapark di Tangerang sebuah proyek berperingkat platinum sebagai studi kasus. Penelitian ini menelaah pola kegiatan dan kriteria aksesibilitas. Temuan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara standar Greenship dan peraturan yang berlaku di Indonesia, yang sebagian besar disebabkan oleh acuan Greenship terhadap American Disabilities Act tahun 1990. Diperlukan penyesuaian agar sesuai dengan aturan lokal, termasuk lebar jalan, penyediaan rambu, jalur pemandu, serta fasilitas pejalan kaki yang aman dan nyaman.