cover
Contact Name
Christy Vidiyanti
Contact Email
christy.vidiyanti@mercubuana.ac.id
Phone
+628567535557
Journal Mail Official
arsitektur@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan, dan Lingkungan
ISSN : 20888201     EISSN : 25982982     DOI : https://dx.doi.org/10.22441/vitruvian
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Ilmiah VITRUVIAN adalah jurnal yang mencakup artikel bidang ilmu arsitektur, bangunan, dan lingkungan. Jurnal ilmiah Vitruvian terbit secara berkala yaitu 3 (tiga) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Oktober, Februari, dan Juni. Redaksi menerima tulisan ilmiah tentang hasil penelitian yang berkaitan erat dengan bidang arsitektur, bangunan, dan lingkungan.
Articles 286 Documents
Halaman Belakang Vol 15 No 1 Vidiyanti, Christy
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halaman Belakang Vol 15 No 1
PENGARUH VOID SEBAGAI NATURAL DAYLIGHT TERHADAP KENYAMANAN VISUAL RUMAH TINGGAL MELALUI SIMULASI DIALUX EVO Adawiyah, Rabiyatul; Kusumawati, Lili
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2024.v14i2.10

Abstract

Pencahayaan memiliki dampak kenyamanan visual dalam rancangan hunian. Reaksi emosional dapat terjadi jika terpapar dalam waktu yang lama. Pencahayaan yang tepat sangat penting untuk aktifitas rumah tangga. Terdapat ruang tertentu di rumah yang memiliki tingkat aktivitas yang lebih tinggi dibanding ruang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pencahayaan alami di tiga area utama rumah tinggal: dapur, ruang keluarga, dan ruang aktivitas anak-anak. Oleh karena itu, pengaturan bukaan sangat penting untuk dipikirkan dengan baik sehingga memastikan kondisi pencahayaan optimal dan mendukung aktivitas rumah tangga yang efisien. Untuk mencapai tujuannya, penelitian ini akan mencatat intensitas cahaya di dalam rumah pada tiga waktu tertentu, membandingkannya dengan standar SNI menggunakan alat Luxmeter, menganalisa hasil temuan dengan menggunakan aplikasi DIAlux Evo, dan memberikan rancangan bukaan pencahayaan alami melalui simulasi DIAlux Evo. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kuantitatif non-statistik, dimulai dengan tinjauan literatur tematik dan pengumpulan data melalui convenience sampling. Pada akhirnya, menghasilkan rancangan bukaan untuk mendapatkan pencahayan alami sehingga memberikan kenyamanan visual bagi penghuni rumah pada siang hari menggunakan simulasi digital Dialux evo 11.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI AUGMENTED DAN VIRTUAL REALITY DALAM PENELITIAN ARSITEKTUR Rahardjo, Astrid Hapsari; Purwanto, L.M.F.; Ardhianto, Peter
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2024.v14i2.01

Abstract

Teknologi digital augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) memiliki keutamaan dalam menyajikan representasi kondisi di dunia nyata dan mensimulasikan suatu kondisi buatan terhadap kondisi nyata tadi. Keduanya memiliki ciri tersendiri dimana AR mengetengahkan simulasi digital dari modifikasi kondisi buatan atau proyeksi rencana rancangan pada suatu kondisi eksisting lingkungan terbangun sedangkan VR sepenuhnya menyajikan representasi rancangan yang dapat diakses manusia dalam dimensi digital. Di dalam ranah ilmu arsitektur, pemanfaatan teknologi ini ditemukan di dalam penelitian arsitektural dalam rangka investigasi dan pengembangan keilmuan, selain daripada penggunaannya di dalam praktek perancangan dan konstruksi. Studi ini merupakan kajian literatur tentang pemanfaatan teknologi VR dan AR dalam penelitian arsitektur terkait berbagai topik, seperti pelestarian bangunan cagar budaya, pengaruh psikologis biofilia pada pengguna suatu lingkungan binaan, dan preferensi calon pengguna terhadap suatu rancangan arsitektur dan interior. Studi literatur ini disajikan secara sistematis (systematic literature review atau SLR) yang dimulai dengan perbedaan karakteristik antara teknologi VR dan AR kemudian dilanjutkan dengan penelitian mana saja yang menggunakan teknologi AR atau VR.
Cover Vol 14 No 2 Juli 2024 Wicaksono, Agus Arif
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KINERJA TERMAL FASAD DINDING KAYU PADA RUMAH VERNAKULAR DESA SLAGI, KOTA JEPARA Shofie, Athia Maulida Tsania; Prianto, Eddy
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2024.v14i2.06

Abstract

Rumah dengan konsep vernakular menjadi pilihan yang umum digunakan di pedesaan Indonesia. Konsep ini dinilai paling cocok karena tidak membutuhkan orang dengan keahlian arsitektur dan menggunakan material tradisional yang sudah ada. Selain itu, rumah vernakular juga menyesuaikan dengan iklim setempat sehingga dirasa dapat memberikan kenyamanan. Hal ini juga berlaku di Desa Slagi, Kota Jepara yang sebagian besar rumahnya menggunakan kayu karena merupakan bahan tradisional. Namun, pada kenyataannya rumah vernakular di Desa Slagi justru terasa lebih panas dari suhu di luar dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi penggunanya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terhadap fasad dinding kayu rumah vernakular apakah memiliki kinerja termal yang baik agar memberi kenyamanan pada penghuni. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja termal fasad dinding kayu rumah vernakular. Menggunakan metode penelitian in-situ dengan mengumpulkan data kuantitatif menggunakan alat ukur data logger untuk mengetahui variabel suhu dan kelembaban udara di dalam rumah. Akibatnya, fasad dinding kayu rumah vernakular tidak memiliki kinerja termal suhu yang baik dengan nilai -1,33°C tetapi memiliki kinerja termal kelembaban yang baik sebesar 3,4%. Hal ini sejalan dengan salah satu penelitian yang menyebutkan bahwa material kayu menyerap dan menyimpan panas sehingga suhu di dalam ruangan menjadi lebih panas.
KRITERIA UTAMA PERANCANGAN ROSTER PADA FASAD HUNIAN BERDASARKAN PREFERENSI MASYARAKAT Arditra, Arditra; Kusuma, Hanson E.; Larasati, Dewi
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2024.v14i1.004

Abstract

Penggunaan dinding roster atau fasad berlubang semakin meningkat dari waktu ke waktu, namun saat ini, belum ada panduan yang dapat digunakan sebagai dasar acuan dalam memilih roster yang susuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu perlu diidentifikasi berbagai factor yang perlu dipertimbangkan saat memilih atau merancang dinding roster untuk fasad rumah, sehingga penggunaan roster dapat memberikan dampak positif pada peningkatan kinerja bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria-kriteria yang menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih dinding roster, yang juga dapat menjadi panduan bagi arsitek dalam proses perancangan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah penelitian kualitatif grounded theory, yang menggunakan metode survei daring dengan kuesioner yang berisi pertanyaan terbuka tentang alasan di balik pemilihan dinding roster oleh masyarakat. Data teks yang dikumpulkan dari pertanyaan-pertanyaan terbuka tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi. Hasil dari analisis isi ini digunakan untuk menyusun instrumen survei tahap kedua yang bersifat kuantitatif dan bersifat korelasional. Instrumen ini berisi pertanyaan-pertanyaan tertutup mengenai kriteria-kriteria yang memengaruhi pemilihan dinding roster. Data numerik yang diperoleh dari survei tahap kedua kemudian dianalisis menggunakan analisis faktor. Hasil dari analisis faktor mengungkapkan adanya tujuh dimensi atau kriteria dalam pemilihan atau perancangan dinding roster, yaitu pencahayaan alami, privasi, keberlanjutan, peredam kebisingan, estetika bangunan, efisiensi biaya dan waktu konstruksi, serta kenyamanan termal bangunan.
EFEKTIVITAS PENATAAN DAN SIRKULASI RUANG KOMUNAL DI DESA ADAT BAYUNG GEDE MENGGUNAKAN METODE SPACE SYNTAX Nugraha, Putu Gede Wahyu Satya; Suparsa, Tjokorda Gede Dalem; Utari, Cokorda Istri Arina Cipta Bagus; Dharma, I Putu Susila
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i3.004

Abstract

Desa Adat Bayung Gede di Kecamatan Kintamani, Bangli, merupakan Desa Bali Aga dengan nilai sejarah dan budaya yang unik, sehingga memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata. Meskipun berpotensi, desa ini belum memiliki perencanaan pengembangan wisata yang terstruktur dan berkelanjutan, yang sejalan dengan upaya Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penataan ruang komunal publik, terutama dari segi penempatan, sirkulasi, dan visibilitas sebagai dasar perencanaan ruang publik yang mendukung kegiatan social dan pariwisata. Metode yang digunakan adalah teknik Space Syntax yang mampu mengevaluasi struktur spasial berdasarkan metrik konektivitas, integrasi, dan visibilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hierarki spasial yang jelas; pusat-pusat utama seperti Pura Bale Agung, Pura Puseh Jro Kajangan, dan LPD Desa Bayung Gede memiliki nilai konektivitas dan integrasi tertinggi, menjadikannya titik simpul pergerakan dan interaksi sosial. Sebaliknya, fasilitas yang membutuhkan ketenangan (seperti sekolah dan pura tertentu) berada di lokasi dengan konektivitas terendah. Pola visibilitas juga menunjukkan area pusat dan ruang terbuka memiliki visibilitas tinggi, mendukung fungsi kegiatan publik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penataan ruang komunal publik di Desa Adat Bayung Gede dinilai efektif karena telah menciptakan hierarki spasial yang terorganisir dan fungsional. Pola ini berhasil mendukung aktivitas sosial, ekonomi, dan keagamaan dengan menempatkan fasilitas penting sesuai dengan kebutuhan aksesibilitas dan privasi.
EVALUASI PENERAPAN HEALING ARCHITECTURE PADA DESAIN RESORT (STUDI KASUS: TAMAN DAYU RESORT & GOLF) Rozan Hanifah, Salma Nuha; Avenzoar, Azkia
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i3.005

Abstract

Padatnya aktivitas, gaya hidup serba instan, dan keterbatasan ruang hijau membuat masyarakat perkotaan rentan terhadap stres dan kejenuhan mental. Akibatnya, kebutuhan akan ruang yang mampu mendukung pemulihan psikologis (healing space) meningkat. Resort dengan pendekatan healing architecture dapat menjadi pilihan alternatif karena memberikan pengalaman yang menyembuhkan secara fisik, emosional, dan spiritual. Salah satu resort yang memiliki potensi untuk dioptimalkan sebagai ruang penyembuhan pengguna adalah Taman Dayu Resort & Golf. Sebagian besar penelitian healing architecture masih berfokus pada fasilitas kesehatan, dan belum banyak penelitian empiris tentang aplikasinya pada resort tropis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana prinsip-prinsip healing architecture pada desain Taman Dayu Resort dengan meninjau aspek alam, indera manusia, dan kenyamanan psikologis diwujudkan dengan 9 prinsip healing architecture oleh Nousiainen (2011). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif induktif dengan studi kasus, melalui studi literatur, observasi lapangan, dan analisis ulasan pengunjung untuk memperoleh data sekunder mengenai pengalaman spasial pengguna. Hasil evaluasi berdasarkan triangulasi data menunjukkan bahwa meskipun beberapa elemen seperti lanskap terbuka, orientasi visual ke alam, dan material alami telah mendukung relaksasi, aspek inderawi dan psikologis seperti stimulasi sensorik yang beragam, penataan furnitur, pencahayaan lorong, dan aksesibilitas belum optimal. Perbaikan pada elemen-elemen tersebut diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan, orientasi ruang, dan pengalaman penyembuhan secara menyeluruh. Temuan ini memperkuat teori Nousiainen (2011) tentang pentingnya integrasi aspek alam, inderawi, dan psikologis dalam healing architecture, sekaligus menekankan perlunya adaptasi desain agar prinsip-prinsip tersebut dapat berfungsi maksimal di konteks resort tropis.
TENDENSI PENERAPAN PERANGKAT LUNAK BIM (Building Information Modeling) DAN NON-BIM PADA MATA KULIAH PERANCANGAN ARSITEKTUR Bachri, Annizar; Mustikowati, Endah; Nimpuno, Wibisono Bagus
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i3.001

Abstract

Perangkat lunak berbasis Computer Aided Design (CAD) masih menjadi salah satu andalan setiap mahasiswa dalam kegiatan mendesain pada mata kuliah perancangan. Namun, hal tersebut dapat menjadi masalah pada era digitalisasi yang terus berkembang pesat karena disatu sisi perangkat lunak berbasis Building Information Modeling (BIM) sudah mulai banyak digunakan untuk merancang. Perangkat lunak berbasis BIM dalam dunia desain memberikan solusi yang lebih efisien dan terintegrasi, serta sudah berkembang sejak beberapa tahun silam. Metode BIM menawarkan efisiensi waktu pengerjaan desain yang lebih adaptif dan terukur sehingga dapat membantu mahasiswa dalam membuat gambar rancang yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kecenderungan mahasiswa arsitektur yang aktif dalam merancang menggunakan perangkat lunak pada mata kuliah perancangan arsitektur khususnya pada rancangan yang kompleks. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menguji hipotesis dengan mengidentifikasikan tiga faktor dalam kecenderungan pemilihan perangkat lunak BIM dan non-BIM yang memiliki pengaruh penting dalam proses pembelajaran yaitu self-rated Proficiency (Kemampuan), Learning Time / Exposure (Waktu), dan Functional Tendency Principle (Fungsi).  Hasil dari penelitian menunjukan sebagian besar mahasiswa masih cenderung menggunakan perangkat lunak non-BIM. Mahasiswa dengan tingkat pemahaman yang lebih tinggi, masa studi yang lebih panjang, serta kemampuan menyesuaikan penggunaan perangkat lunak dengan kebutuhan perancangan, cenderung memilih BIM sebagai perangkat utama dalam proses desain lanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa tiga faktor tersebut memiliki keterkaitan terhadap kecenderungan mahasiswa dalam memilih BIM atau non-BIM.
KONSEP TRADISIONAL BALI PADA KAWASAN INDONESIA TOURISM DEVELOPMENT CORPORATION (ITDC) NUSA DUA, KABUPATEN BADUNG, PROVINSI BALI Pranditha, I Dewa Gede Agung Surya; Asmiwyati, I Gusti Agung Ayu Rai; Saputra, Kadek Edi
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i3.006

Abstract

Pesatnya perkembangan Bali sebagai destinasi wisata unggulan berpotensi mengakibatkan terjadinya perubahan budaya dan memudarnya konsep arsitektur tradisional Bali di Kawasan pariwisata khususnya ITDC. Untuk mengatasi hal tersebut, maka perlu dilakukan identifikasi konsep arsitektur tradisional Bali dan kesesuaian ruang terhadap kegiatan di ITDC yang berbasis Tri Hita Karana (THK). Penelitian ini memuat tiga tahapan utama yaitu studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara. Data penelitian diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga konsep Tradisional Bali yang diterapkan pada kawasan ITDC yaitu Tri Hita Karana, Tri Mandala, Catur Warna. Tri Hita Karana terlihat dari pembagian ruang berdasarkan tingkat kesucian yaitu parhyangan, pawongan, palemahan. Konsep Tri Mandala membagi ruang berdasarkan keseimbangan dengan orientasi kangin kauh/timur barat, dan konsep Catur warna terbukti dari konsep penanaman tanaman yang sesuai dengan warna arah mata angin di Bali. Hasil penelitian juga menunjukan kesesuaian ruang terhadap kegiatan berdasarkan konsep Tri Hita Karana di ITDC terbukti dari kegiatan yang dilaksakan berdasarkan zona sakral dan profan dimana area parhyangan yang digunakan sebagai zona persembahyangan, pawongan sebagai zona akomodasi wisatawan, dan palemahan sebagai zona pengelolaan limbah. Temuan ini berkontribusi secara praktis terhadap upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan di Bali melalui penerapan prinsip arsitektur tradisional yang selaras dengan nilai-nilai lokal dan keseimbangan lingkungan.