cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL SIPIL STATIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN ABU BATU APUNG TERHADAP NILAI CBR LABORATORIUM Runturambi, Kezia Christy; Ticoh, Jack H.; Manaroinsong, Lanny D. K.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekuatan tanah dasar memegang peranan penting dalam mendukung daya dukung tanah. Pada perencanaan jalan raya, nilai CBR tanah dasar sangat mempengaruhi tebal perkerasan, semakin tinggi nilai CBR tanah, maka tebal perkerasan yang diperlukan semakin tipis untuk menahan beban lalu lintas. Daya dukung tanah dasar dipengaruhi oleh jenis tanah. Tanah lempung merupakan tanah yang kohesifitas besar yang mengakibatkan fluktuasi kembang susut yang relatif besar. Salah satu cara penanganannya, dengan melakukan perbaikan tanah atau stabilitas tanah. Stabilitas tanah menggunakan abu batu apung merupakan bahan stabilisasi yang tergolong ekonomis karena bahan ini mudah didapatkan serta mengandung silika sebagai bahan stabilisasi.Dari hasil penelitian terjadi peningkatan nilai CBR dengan penambahan abu batu apung pada variasi campuran 2% dan 4% dengan peningkatan terbesar terjadi pada variasi campuran 4% dimana nilai CBR tanah asli sebesar 15.23% meningkat menjadi 23.34%. Dan pada penambahan abu batu apung sebesar 6% terjadi penurunan nilai CBR tanah menjadi 21.79%. Kata Kunci: Tanah Lempung, Batu Apung, CBR, Stabilitas Tanah
KETAHANAN TARIK CAMPURAN CTRB YANG MENGANDUNG 40% RAP DAN 60% RAM DENGAN SUBSTITUSI MATERIAL POZOLAN TERHADAP SEMEN Tumbelaka, Inrico; Waani, Joice E.; Palenewen, Steve Ch. N.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan material baru secara terus-menerus dapat mengakibatkan kelangkaan material. Oleh karena itu metode daur ulang dikembangkan untuk mengurangi pemakaian material baru dan mengurangi sampah padat hasil garukan jalan lama. CTRB (Cement Treated Recycling Base) merupakan salah satu teknologi daur ulang untuk rekonstruksi lapis pondasi jalan dengan memanfaatkan material hasil garukan jalan lama yang telah rusak dan digunakan kembali sebagai material dalam campuran perkerasan dengan menggunakan semen sebagai bahan pengikat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di laboratorium. Komposisi campuran 40% RAP: 60% RAM dengan variasi kadar semen 0%, 2%, 4% dan 6% terhadap berat RAP: RAM dan substitusi pozolan 0%, 15%, dan 30% terhadap masing – masing variasi kadar semen. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian Indirect Tensile Strength untuk mengetahui seberapa besar campuran dapat menahan gaya tarik jika semen disubstitusi dengan material pozolan alam (tras). Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa substitusi tras membuat kekuatan campuran cenderung meningkat yaitu campuran dengan substitusi tras 15% terhadap 2% - 4% kadar semen tetapi kekuatan campuran cenderung menurun pada substitusi 30% tras. Pada campuran dengan kadar semen 6%, subtitusi tras memberikan pengaruh baik pada substitusi 15% - 30% tras. Disimpulkan bahwa campuran CTRB dengan proporsi 40% RAP : 60% RAM dimana gradasi gabungan yang tidak memenuhi standar spesifikasi, namun masih memenuhi syarat kekuatan tarik yaitu 250 kPa. Pada kadar semen 6% dan disubstitusi tras 15% dan 30% nilai ITS memenuhi syarat kekuatan tarik yaitu 303,5 kPa, 270,4 kPa, dan 286,9 kPa. Kata Kunci : CTRB, ITS, RAP, RAM, Daur Ulang
ANALISIS SIMPANG TAK BERSINYAL DENGAN BUNDARAN (STUDI KASUS: BUNDARAN TUGU TOLOLIU TOMOHON) Datu, Virgina Victoria; Rumayar, Audie L. E.; Lefrandt, Lucia I. R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 6 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Volume lalu lintas di Kota Tomohon mengalami peningkatan karena pertumbuhan transportasi di kota ini cukup pesat seiring bertambahnya jumlah penduduk, serta peningkatan di sektor perekonomian dan pariwisata. Bundaran Tugu Tololiu Tomohon memiliki tiga lengan dan merupakan kawasan komersil karena adanya pertokoan, restoran, dan adanya lebih dari 5 sekolah di sekitarnya yang menyebabkan volume lalu lintas cukup padat terutama pada jam puncak (peak hour). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kinerja simpang tak bersinyal dengan bundaran, serta melakukan analisis kapasitas simpang melalui simulasi dengan data forecasting.Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dan pengambilan data langsung dari lapangan. Data primer diperoleh dari pengamatan di lapangan, sedang data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Analisis data dilakukan mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Data lalu lintas diperoleh dari hasil pencacahan jumlah kendaraan yang dilakukan selama 4 hari (9, 10, 12, dan 14 Maret 2018) pada jam 06.00 – 21.00 dan disajikan dalam bentuk tabel data arus lalu lintas. Data dianalisis menggunakan formulir RWEAV-I dan formulir RWEAV-II.Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja bundaran Tugu Tololiu pada kondisi eksisting masih cukup baik dengan nilai Derajat Kejenuhan (DS) = 0,464. Pada jam puncak, nilai kapasitas untuk jalinan BC = 2856,96 smp/jam, kapasitas jalinan CD = 2333,86 smp/jam, dan kapasitas jalinan DB = 3538,34 smp/jam. Simulasi menggunakan data forecasting pada tahun 2027 memberikan hasil DS = 0,907. Hasil ini menunjukkan bahwa kinerja bundaran menurun karena nilai DS sudah lebih dari 0,75. Hasil analisis juga menunjukkan adanya tundaan sebesar 18,36 det/smp serta terjadi peluang antrian sebesar 27% - 59%. Dilakukan upaya untuk memperbaiki kinerja simpang di tahun 2027 dengan 2 alternatif. Hasil analisis untuk simulasi alternatif 1 adalah (DS) = 0,896 dan hasil analisis untuk simulasi alternatif 2 adalah (DS) = 0,841. Hasil tersebut berarti bahwa simulasi alternatif 1 dan simulasi alternatif 2 belum berhasil untuk memperbaiki kinerja bundaran karena nilai DS masih berada diatas 0,75, sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui alternatif yang paling tepat agar bundaran Tugu Tololiu Tomohon pada tahun tersebut boleh layak dalam melayani arus lalu lintas. Kata kunci: kinerja simpang, bundaran, derajat kejenuhan, kapasitas jalinan, MKJI 1997.
PENGARUH PEMANFAATAN ABU AMPAS TEBU SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN DALAM CAMPURAN BETON DITINJAU TERHADAP KUAT TARIK LENTUR DAN MODULUS ELASTISITAS Rompas, Gerry Phillip; Pangouw, Jorry D.; Pandaleke, Ronny; Mangare, Jantje B.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu ampas tebu (AAT) yang berasal dari PT. PG Tulangpohula Gorontalo merupakan limbah yang memiliki kandungan silikat sebesar 68,5 %. Penelitian terhadap AAT dilakukan sebagai bahan substitusi parsial semen dengan prosentase secara berturut-turut 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25% terhadap berat semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh AAT terhadap kuat tarik lentur dan modulus elastisitas. Penggunaan air untuk campuran beton dalam penelitian ini dibuat sama untuk setiap prosentase AAT. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi prosentase AAT maka semakin rendah workability beton segar. Penggunaan AAT tidak mempengaruhi peningkatan kuat tarik lentur tetapi memberi peningkatan pada modulus elastistas dan kuat tekan. Modulus elastisitas beton dengan AAT lebih besar dari beton tanpa AAT kecuali pada prosentase 15%. Kuat tekan yang diperoleh melebihi kuat tekan yang direncanakan dan peningkatan terbesar terjadi pada Prosentase 5%. secara keseluruhan AAT dapat dimanfaatkan sebagai bahan substitusi parsial semen dalam campuran beton dengan prosentase optimum pada prosentase 5% berdasarkan kekuatan dan workabilitynya. Kata kunci: ampas tebu, kuat tarik lentur, modulus elastisitas, prosentase optimum
PENGARUH PERUBAHAN RATIO ANTARA PARTIKEL LOLOS SARINGAN NO. #200 DENGAN BITUMEN EFEKTIF, TERHADAP KRITERIA MARSHALL PADA CAMPURAN LATASTON JENIS LAPIS PONDASI DAN LAPIS AUS Wardahni, Tri Utami; Kaseke, Oscar H.; Lalamentik, Lucia
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 1 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Campuran beraspal panas di Indonesia tercantum dalam Spesifikasi Teknik Bina Marga terdiri atas 2 jenis, yakni campuran Lapis Aspal Beton (LASTON) atau Asphalt Concrete (AC) bergradasi menerus dan campuran Lapis Tipis Aspal Beton (LATASTON) atau Hot Rolled Sheet (HRS) bergradasi senjang dan semi senjang; masing-masing terbagi dua jenis yaitu Hot Rolled Sheet-Base Course (HRS-Base) dan Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC). Sampai saat ini metode Marshall masih dapat di terima secara umum untuk digunakan dalam mengevaluasi campuran beraspal panas. Marshall Quotient (MQ) merupakan salah satu kriteria yang diperoleh dari metode Marshall yakni dari uji tekan sedangkan Ratio Antara Partikel Lolos Saringan No. #200 dengan Bitumen Efektif diperoleh dari perhitungan komposisi filler dan kandungan aspal efektif. Spesifikasi Teknik Bina Marga Tahun 2010 revisi 3 terhadap campuran LASTON batasan MQ digantikan dengan batasan Ratio Antara Partikel Lolos Saringan No. #200 dengan Bitumen Efektif sedangkan pada campuran LATASTON tetap menggunakan batasan MQ minimal 250 kg/mm. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah ada pengaruh hubungan antara besaran kriteria Marshall dengan besaran Ratio Antara Partikel Lolos Saringan No. #200 dengan Bitumen Efektif pada campuran LATASTON bergradasi semi senjang jenis HRS-Base dan HRS-WC. Material agregat pecah yang digunakan berasal dari lokasi sumber Kakaskasen dan material pasir digunakan dari lokasi sumber Lolan. Aspal yang digunakan adalah aspal penetrasi 60/70 ex Pertamina yang tersedia di tempat penelitian dan bahan Filler tambahan menggunakan Portland Cement (PC) merk Tonasa. Setelah diperiksa persyaratan awal dari material-material tersebut, kemudian dirancang komposisi gradasi menurut syarat jenis campuran LATASTON, dibuat benda uji dengan variasi kadar aspal, diuji dan dianalisis, didapat komposisi terbaik yang memenuhi semua persyaratan kriteria Marshall. Selanjutnya berdasarkan komposisi terbaik (kadar aspal tetap) dibuat benda uji dengan variasi kandungan material lolos saringan ukuran No. #100 (0,150 mm) dan No. #200 (0,075 mm), sehingga diperoleh Ratio antara Partikel Lolos Saringan No. #200 dengan Bitumen Efektif yang bervariasi antara 0.536-1.369 untuk HRS-Base dan 0.797-1.527 untuk HRS-WC.Dari hasil penelitian diperoleh kriteria Marshall dari campuran HRS-Base dengan nilai rata-rata Ratio antara Partikel Lolos Saringan No. #200 dengan Bitumen Efektif sebesar 0.919 adalah sebagai berikut: Stabilitas 1540 kg, Void in Mix (VIM) 4.93%, Flow 3.23 mm, Void in Mineral Aggregate (VMA) 18.05%, MQ 479 kg/mm dan Void in Filled Bitumen (VFB) 72.69%, sedangkan kriteria Marshall dari campuran HRS-WC dengan nilai rata-rata Ratio antara Partikel Lolos Saringan No. #200 dengan Bitumen Efektif sebesar 1.160 adalah sebagai berikut: Stabilitas 1267 kg, VIM  4.97%, Flow 3.34 mm, VMA 18.24%, MQ 383 kg/mm dan VFB 73.80%. Hal tersebut menunjukkan pengaruh Ratio antara Partikel Lolos Saringan No. #200 dengan Bitumen Efektif terhadap kriteria Marshall campuran HRS-Base dan HRS-WC memenuhi persyaratan spesifikasi, sehingga sesuai dengan Spesifikasi Teknik Bina Marga revisi 3 bahwa tidak perlu ada batasan mengenai Ratio Antara Partikel Lolos Saringan No. #200 dengan Bitumen Efektif.  Kata kunci : LATASTON, Gradasi Semi Senjang , Ratio Antara Partikel Lolos Saringan No. #200 dengan Bitumen Efektif
DAMPAK PUSAT PERBELANJAAN TERHADAP SISTEM KINERJA SIMPANG (STUDI KASUS : GIANT EKSTRA KAIRAGI, MANADO) Harimisa, Glorya Ruth; Rompis, Semuel Y. R.; Rumayar, Audie L. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado merupakan Ibu Kota provinsi Sulawesi Utara yang sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat. Pertumbuhan ini juga memberi pengaruh terhadap pembangunan sektor perdagangan dan jasa termasuk pembangunan pusat perbelanjaan. Pertumbuhan tersebut mengakibatkan tarikan dan bangkitan perjalanan orang dan kendaraan dari berbagai tempat. Giant Ekstra Kairagi merupakan pusat perbelanjaan yang cukup ramai dikunjungi dan letak pusat perbelanjaan ini berada di persimpangan jalan, dan dampak dari pusat perbelanjaan ini cukup memberikan beban terhadap sistem kinerja simpang di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pusat perbelanjaan mempengaruhi sistem kinerja simpang di daerah tersebut dengan berdasarkan acuan nilai derajat kejenuhan (DS). Penelitian ini mengambil data primer berupa volume kendaraan di lapangan dan data sekunder berupa jumlah penduduk dan peta lokasi penelitian. Analisa data menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) dalam penentuan nilai perilaku lalu lintas. Dari hasil analisis, nilai kapasitas (C) persimpangan pada jam puncak sebelum Giant Ekstra beroperasi yaitu = 3567 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) = 1,31, tundaan (D) = 162 det/smp dan peluang antrian = 71 % - 147%. Sedangkan, nilai kapasitas (C) simpang setelah Giant Ekstra beroperasi = 3253 smp/jam, nilai derajat kejenuhan (DS) = 1,52, tundaan = -23,82 det/smp dan peluang antrian = 98,43 % - 214,18%. Besar nilai dampak yang di dapat pada saat Giant Ekstra beroperasi yaitu, untuk kapasitas (C), persentase perbandingannya 8,8 %, derajat kejenuhan (DS) bertambah 0,21, tundaan > 200 det/smp, ditunjukkan dengan angka minus yang berarti pemberhentian kendaraan di sekitar persimpangan sudah terlalu lama sehingga tidak ter-record lagi oleh rumus MKJI 1997, serta peluang antrian bertambah  27,43 % – 67,18 %. Kata Kunci: Giant Ekstra, Persimpangan Tak Bersinyal, Kapasitas (C), Derajat Kejenuhan (DS), Tundaan (D), Peluang Antrian, MKJI 1997.
PENGARUH VARIASI KADAR SUPERPLASTICIZER TERHADAP NILAI SLUMP BETON GEOPOLYMER Aer, Anggie Adityo; Sumajouw, Marthin D. J.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 6 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat besarnya sumbangan industri semen terhadap total emisi karbondioksida (CO2), maka dilakukan berbagai penelitian untuk menekan angka pencemaran lingkungan. Penggantian semen secara total dengan bahan lain seperti abu terbang (fly ash) yang merupakan material hasil produksi sampingan industri dalam proses pembuatan beton, mendapatkan 2 keuntungan sekaligus yaitu mengurangi polusi akibat industri semen dan memanfaatkan limbah buangan yang sudah tidak digunakan lagi. Fly ash sebagai bahan pengikat pengganti semen akan melalui suatu proses polimerisasi anorganik, sehingga disebut beton geopolymer. Campuran beton geopolymer mempunyai sifat kekentalan yang kaku, padahal dalam proses pengecoran workabilitas beton sangat dibutuhkan untuk mempermudah pelaksanaan. Self Compacting Concrete (SCC) bertujuan untuk mengatasi masalah workabilitas tersebut melalui penggunaan berbagai jenis bahan tambahan atau superplasticizer. Penelitian ini mempelajari pengaruh variasi kadar superplasticizer terhadap nilai slump beton geopolymer. Material penyusun beton geopolymer yaitu fly ash sebagai prekursor. Sebagai aktivatornya, digunakan cairan alkalin yang terdiri dari sodium hidroksida (NaOH) dengan konsentrasi 8 molar dan sodium silikat (Na2SiO3), untuk perbandingan NaOH/Na2SiO3 sebesar 0,4. Agregat dan untuk meningkatkan workabilitas campuran beton digunakan superplasticizer Viscocrete-10 sebesar 0,2% sampai 2% dari binder. Perbandingan air/fly ash sebesar 0,3. Penelitian ini dilakukan terhadap 18 sampel, dengan 6 varian campuran yang berbeda. Penelitian yang dilakukan meliputi pemeriksaan komposisi kimia fly ash, pengujian slump dan slump flow, pemeriksaan berat volume beton geopolymer, serta pengujian kuat tekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk varian campuran beton geopolymer dengan penggunaan superplasticizer (0,2% sampai 2%) mencapai slump flow dengan diameter alir ≥ 50 cm sehingga dapat dikategorikan self compacting geopolymer concrete. Berat volume rata-rata beton geopolymer bertambah seiring dengan pertambahan persentase superplasticizer sebanyak 0%-1,5% yang berkisar antara 2033,58 kg/m3 sampai 2109,63 kg/m3, tetapi pada pertambahan persentase superplasticizer sebanyak 2% berat volume rata-rata beton geopolymer mengalami penurunan yaitu 2099,75 kg/m3. Penambahan kadar superplasticizer membuat nilai kuat tekan beton geopolymer menjadi tidak teratur. Pertambahan kadar superplasticizer 0,2%, 0,5% dan 1,5% mengalami kenaikan kuat tekan, akan tetapi pertambahan kadar superplasticizer 1% dan 2% justru menyebabkan penurunan kuat tekan. Kata Kunci :    Beton Geopolymer, Fly Ash, Cairan Alkalin, Superplasticizer Viscocrete-10, Slump, Slump Flow, Self Compacting Concrete, Self Compacting Geopolymer Concrete
PENERAPAN VALUE ENGINEERING PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEREJA GMIM SYALOOM KAROMBASAN Kembuan, Angeline Shanty; Tjakra, Jermias; Walangitan, Deane R. O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 2 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proyek pembangunan gedung sering kali didapati pemborosan biaya yang disebabkan oleh penggunaan bahan-bahan material yang boros dan waktu penyelesaian pekerjaan yang tidak sesuai jadwal. Karena itu diperlukan suatu cara untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu dengan adanya suatu penerapan Value Engineering atau Rekayasa Nilai supaya adanya penghematan biaya tanpa mengurangi fungsi dan kualitasnya dan anggaran biaya proyek dapat digunakan secara efisien. Penerapan Value Engineering dilakukan dalam tahapan rencana kerja Value Engineering, yaitu tahapan informasi, tahapan kreatif, tahapan analisa, tahapan pengembangan, dan tahapan rekomendasi atau penyajian. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, maka setiap tahapan yang ada harus dilakukan secara benar. Dengan menggunakan Aplikasi Value Engineering yang diterapkan pada pekerjaan dinding, plesteran dinding, acian dinding, dan plafon pada proyek pembangunan Gereja GMIM Syaloom Karombasan. Alternatif pengganti pada pekerjaan dinding yaitu bata merah diganti dengan bata ringan, pekerjaan plesteran dan acian dinding yaitu semen tiga roda diganti dengan semen mortar utama, pekerjaan plafon yaitu plafon triplek diganti dengan plafon gypsum. Dengan alternatif tersebut maka penghematan biaya diperoleh Rp. 220.825.479,42 dari biaya awal sebesar Rp. 900.237.625,53 dengan prosentasi biaya penghematan yang didapat 24,5%.   Kata Kunci : Biaya, Tahapan, Penghematan
PENGUJIAN KUAT TARIK BELAH BETON GEOPOLYMER PADA PERAWATAN TEMPERATUR RUANGAN Pangloly, Dewira Rante; Sumajouw, Marthin D. J.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton geopolymer (geopolymer concrete) adalah suatu material konstruksi yang relatif baru dikembangkan tetapi menawarkan berbagai kelebihan dibandingkan dengan beton konvensional  yang menggunakan semen portland. Beton geopolymer ini sama sekali tidak menggunakan semen portland. Bahan dasar utama yang diperlukan untuk pembuatan beton geopolymer ini adalah bahan-bahan yang banyak mengandung unsur-unsur silika dan aluminium. Unsur-unsur tersebut banyak didapat pada material buangan hasil industri, seperti fly ash, abu sekam padi dan limbah karbit, dll. Agar terjadi pengikatan elemen-elemennya, perawatan beton geopolymer dilakukan pada elevated temperatur, 60oC atau 90oC.Dalam Penelitian ini dilakukan pengujian kuat tarik belah beton geopolymer pada perawatan temperatur ruangan. Agar terjadi pengikatan antar elemen-elemennya, maka perlu penambahan bahan pengikat berupa semen. Variasi penambahan semen adalah 0%, 2,5%, 5%, dan 10%. Benda uji yang digunakan untuk pemeriksaan kuat tarik belah adalah silinder 10/20 cm, dengan metode curing room temperature masing-masing 3 sampel dan di uji pada umur 7 dan 28 hari.Hasil penelitian dipresentasikan dalam grafik hubungan kuat tarik belah beton terhadap kuat tekan dengan variasi semen pada curing room temperature, yang menunjukkan bahwa seiring dengan lamanya curing maka nilai kuat tarik belah semakin besar. Kuat tarik belah maksimum terjadi pada umur 28 hari dengan variasi semen 10%. Kata kunci: beton geopolymer, kuat tarik belah, penambahan semen, room temperature
STUDY KORELASIONAL ANTARA SIKAP PEKERJA DENGAN PENERAPAN PROGRAM K3 Tumbelaka, Cendy Merry; Mandagi, Robert J. M.; Tarore, Huibert; Malingkas, Grace Y.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 5 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKeselamatan dan Kesehatan Kerja sekarang ini telah menduduki tempat yang penting dalam perusahaan terutama dalam pekerjaan konstruksi. Rasa aman dan nyaman dalam bekerja merupakan tuntutan bagi perusahaan untuk dapat memenuhinya dalam rangka memberikan jaminan kerja bagi para pekerja proyek maupun karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Sikap Pekerja dengan Penerapan Program K3 pada Proyek pembangunan Mall Star Square Manado dengan perusahaan kontraktor PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap pekerja dengan penerapan program K3 Baik yaitu sebesar 81,67% atau sebanyak 245 orang, Hubungan positif antara sikap pekerja terhadap penerapan program K3 menunjukkan pertanda bahwa program K3 telah di presepsikan secara positif dan di pandang efektif, aman dan sesuai dengan prosedur yang akan menimbulkan perasaan tenang, aman dan nyaman pada diri pekerja proyek maupun karyawan saat bekerja sehingga menimbulkan kepercayaan bahwa perusahaan benar-benar memperhatikan minat dan harapan terkait dengan Kesehatan dan Keselamatannya dalam Bekerja. Oleh sebab itu di harapkan perusahaan lebih memperhatiakn penerapan K3 di perusahaan untuk meningkatkan dukungan pekerja terhadap K3 yang nantinya akan meningkatkan produktifitas kerja bagi Perusahaan.Kata kunci: sikap pekerja, penerapan program K3, pemerintah, perusahaan, pekerja.

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Sipil Statik Vol 10 No 2 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9 No 1 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 6 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 5 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 3 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 8 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 6 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 5 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 4 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 2 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 10 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 8 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 6 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 5 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 3 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 2 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 1 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 12 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 11 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 10 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 9 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 7 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 6 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 5 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 4 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 2 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 1 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 12 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 11 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 10 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 9 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 8 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 6 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 5 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 4 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 3 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 2 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 1 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 7 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 6 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 4 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 3 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 2 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 1 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 12 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 11 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 10 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 8 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 7 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 5 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 4 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 1 (2012): JURNAL SIPIL STATIK More Issue