cover
Contact Name
Debby Ratno Kustanto
Contact Email
koestanto88@gmail.com
Phone
+6281374563222
Journal Mail Official
jurnal.stikespn@gmail.com
Editorial Address
Jl. Khusuma Bhakti No 99 Kelurahan Gulai Bancah Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20857098     EISSN : 26571366     DOI : -
Jurnal Kesehatan STIKes Prima Nusantara merupakan jurnal ilmiah berkala yang ditujukan untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian, pengembangan, dan studi pustaka dibidang ilmu keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat dan ilmu kesehatan pada umumnya.
Articles 453 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA Shinta Dewi Kasih Bratha; Anisa Febristi; Raden Surahmat; Salis Miftahul Khoeriyah; Yafi Sabila Rosyad; Ainil Fitri; Yohanes Andy Rias
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN - Special Issue Hari Kesehatan Nasional 2020
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i0.399

Abstract

Latar Belakang: Penderita Skizofrenia seringkali mengalami kekambuhan setelah kembali ke masyarakat. Hal ini menjadi persoalan serius karena banyak faktor yang mennjadi pencetus kekambuhan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil-hasil penelitian terkait faktor-faktor yang mempengaruhi kekambuhan pasien skizofrenia.Metode: Penelitian ini menggunakan strategi penelusuran artikel penelitian dari tahun 2015 hingga 2020 dengan database pubmed dan google scholar dan menggunakan kata kunci tertentu. Sebanyak 14 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dinilai dengan Duffy’s Critical Apraisal Approach sehingga terpilih 8 artikel yang masuk ke dalam superior average dengan rata-rata skor 278.Hasil: Hasil telaah pada 8 artikel menunjukkan bahwa  sebagian besar faktor-faktor yang mempengaruhi kekambuhan antara lain karakteristik pasien, kepatuhan minum obat (6 artikel), dan dukungan sosial (5 artikel).Simpulan: Faktor-faktor yang mempengaruhi kekambuhan skizofrenia antara lain karakteristik responden (pendidikan, pekerjaan, usia, riwayat keluarga), kepatuhan minum obat, dukungan social dan dukungan keluarga
PERUBAHAN KANDUNGAN ASIP MELALUI PROSES PENYIMPANAN DAN PENCAIRAN Diani Aliansy; Mira Miraturrofi’ah; Suci Rizki Nurul Aeni
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i2.400

Abstract

Latar Belakang  : Air Susu Ibu (ASI) adalah nutrisi ideal bagi bayi karena mengandung banyak zat perlindungan terhadap berbagai penyakit. Rekomendasi World Health Organization (WHO), sebaiknya bayi diberikan ASI selama paling sedikit 6 bulan. Namun bagi ibu bekerja, ASI Eksklusif terkadang sulit untuk dipenuhi. Di Indonesia jumlah wanita bekerja Tahun 2016 sebesar 50,77% meningkat di tahun 2017 menjadi 50,89%, dan > 50% diantaranya adalah ibu menyusui dan memiliki anak di bawah 2 tahun. [1] Masa cuti melahirkan secara tidak langsung ikut berkonrtibusi dalam tidak terpenuhinya ASI Eksklusif. [2] Banyak ibu bekerja yang mensiasati dengan melakukan penyimpanan ASI. Oleh karenanya, pengetahuan dan sikap ibu dalam manajemen ASIP (air susu perah) sangat penting. Hal tersebut diharapkan tidak merubah kandungan gizi saat ASIP diberikan kepada bayi.Tujuan : Mengetahui kandungan makronutrien, jumlah mikroorganisme dan tingkat keasaman ASIP pada berbagai suhu dan lama penyimpanan serta cara pencairannya.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah studi eksperimen. ASI di perah kemudian dihomogenkan lalu ditampung pada botol kaca yang telah disterilkan. Analisis protein menggunakan Bradford, karbohidrat dengan metode fenol sulfat, lemak menggunakan metode Liebermann-Burchard. pH menggunakan indikator universal dan jumlah mikroorganisme menggunakan plate count.Hasil : karbohidrat ASIP optimal selama 8 hari di suhu 150C dan dicairkan terlebih dahulu di refrigerator.  Protein ASIP masih dapat disimpan selama 6 bulan pada suhu -20 0C. lemak ASIP optimal selama 5 hari pada suhu 4 0C. Semakin lama penyimpanan kadar pH semakin menurun. Jemaah mikroorganisme dapat di tekan di suhu -20 0C.Simpulan Manajemen penyimpanan ASIP optimal di suhu < 15 C. Metode pencairan terbaik adalah melalui refrigerator.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ANALGETIK DI RUMAH SAKIT Nindya Prastiwi; Hansen Nasif; Yufri Aldi
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i1.401

Abstract

Pendahuluan : Nyeri merupakan keluhan yang paling sering diutarakan oleh pasien di rumah sakit. Nyeri yang masih dirasakan pasien setelah menerima analgesic, menandakan bahwa terdapat ketidakefektifan penggunaan analgetik pada pasien. Keefektifan penggunaan analgetik menentukan keberhasilan terapi.Tujuan : Mengetahui efektifitas penggunaan analgetik dalam penatalaksanaan nyeri pada pasien terutama dalam penggunaannya di Rumah Sakit.Metode : Literatur review. Strategi pencarian data yaitu adalah mencari langsung grey literatur melalui mesin pencarian data Google dan menggunakan database Google Scholar, Pubmed dan ScienceDirect  dengan kata kunci “Efektivitas Analgetik Rumah Sakit”. Research question dibuat dengan format PEOS dan penyaringan data menggunakan PRISMA Flowcart. Kriteria inklusi meliputi jurnal tentang efektivitas analgetic yang telah dipublikasi dalam sepuluh tahun terakhir (2010-2020), jurnal nasional dengan akreditasi sinta 1-6, dan jurnal internasional yang terindex scopus dengan ranking Q1-Q4. Kriteria eksklusi meliputi jurnal yang tidak terfokus membahas efektivitas analgetic atau intensitas nyeri, dan jurnal yang dengan metode review.Hasil : Dari 18 jurnal yang direview, Sebagian besar jurnal tersebut membahas perbandingan efektivitas antara dua atau lebih analgetik, baik  analgetik tunggal maupun kombinasi. Dari perbandingan tersebut penggunaan analgetic kombinasi dianggap efektif digunakan pengganti opioid.Kesimpulan : Efektivitas suatu analgetic dapat tercapai dengan baik bila disesuaikan dengan derajat nyeri pasien. Saat ini, penggunaan terapi multimodal  sering digunakan di rumah sakit, karena selain efektif menurunkan intensitas nyeri, kombinasi analgetik opioid dengan analgetik non narkotik mampu menekan efek samping yang ditimbukan oleh opioid, mengurangi ketergantungan penggunaan opioid pada pasien, serta mempercepat masa pemulihan, sehingga meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan.
ANALISIS BAHAYA DAN RESIKO PADA UNIT PELAKSANA UJI BERKALA KENDARAAN BERMOTOR Anton Budiharjo; M Iqbal; Mohammad Archi Maulyda Archi Maulyda
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i1.402

Abstract

Pendahuluan : Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) Kabupaten Kebumen merupakan salah satu unit pelayanan publik yang setiap harinya melayani uji berkala kendaraan bermotor (keur) sehingga terdapat potensi bahaya dan resiko kecelakaan kerja yang mengintai setiap harinya.Tujuan : Penelitian ini secara khusus membahas bahaya dan resiko di dalam proses pengujian berkala kendaraan bermotor.Metode : Metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) dipakai dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta mengidentifikasi bahaya serta resiko pada pelaksanaan uji berkala pada UPBKB Kabupaten Kebumen, sehingga dapat diberikan rekomendasi usulan pengendalian dan mitigasi dampak guna meminimalisir kecelakaan kerja berdasarkan jenis dan kategori resikonya.Hasil : Hasil dari penelitian ini adalah resiko pada pengujian kolong bawah kendaraan berada pada level tinggi dengan temuan bahaya berupa terbentur bagian kepala dengan bagian bawah kendaraan, terkena tetesan oli dan cairan panas dari bagian bawah kendaraan, paparan radiasi panas dari bagian mesin kendaraan. Resikonya luka pada kepala, iritasi pada mata dan kulit serta paparan radiasi panas ke tubuh.Kesimpulan : Kesimpulannya terdapat potensi bahaya dan resiko pada UPUBKB Kabupaten Kebumen yaitu pada pengujian kolong kendaraan mendapatkan risk level tinggi sehingga perlu adanya identifikasi dan mitigasi dampak guna mengeliminasi bahaya dan resiko tersebut.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 PADA PELAYANAN GIZI DAN KIA DI KOTA PADANG Yania Febsi; Endang L Achadi
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i2.404

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 dapat berdampak negatif pada berbagai sektor layanan publik, terutama sektor kesehatan, khususnya layanan gizi dan kesehatan ibu dan anak (KIA). Di Indonesia, pandemi COVID-19 berpotensi menurunkan jumlah kunjungan ke layanan gizi dan KIA dan memperburuk masalah gizi dan kesehatan yang sudah ada.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program gizi dan kesehatan ibu dan anak di Kota Padang sebelum dan dalam masa pandemi.Metode: Desain studi menggunakan studi deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan mengelompokkan dua kelompok yaitu sebelum pandemi untuk data di bulan Januari 2019 hingga Februari 2020 dan selama pandemi untuk data bulan Maret-Desember 2020. Penelitian ini menggunakan data skunder milik Dinas Kesehatan Kota Padang.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kenaikan jumlah kasus COVID-19 baru setiap bulannya di Kota Padang, dimana mencapai puncaknya pada bulan Oktober 2020. Program gizi yang paling dipengaruhi oleh pandemi adalah kunjungan balita ke posyandu untuk ditimbang (D/S) dan mendapat pelayanan kesehatan/gizi. Terjadi penurunan tajam, dari 61,5% (Maret 2020) menjadi 5,2% (April 2020). Persentase balita yang mengalami kenaikan berat badan pada yang ditimbang (N/D) menurun dari 80,9% (Mei 2020) menjadi 67,7% (Juni 2020). Program KIA juga mengalami penurunan di KN lengkap dari 99,1% (Maret 2020) turun menjadi 77,7% (April 2020). Untuk K1 terjadi penurunan yaitu 7,9% (Januari 2020) turun menjadi 4,5% (Mei 2020). Kemudian K4 yaitu dari maret 2020 6,9% turun menjadi 6,1% di bulan april 2020.Kesimpulan: Telah terjadi penurunan cakupan program gizi maupun KIA di masa pandemi COVID-19. Direkomendasikan agar pelayanan kesehatan tetap dilaksanakan secara optimal dengan menerapkan protokol kesehatan.
ADOLESCENT BARRIERS IN ACCESSING REPRODUCTIVE HEALTH SERVICE IN DEVELOPING COUNTRIES Siswi Utami; Elli Nur Hayati; Luluk Rosyida
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN-SPECIAL ISSUE KEBIDANAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i0.406

Abstract

Background: Teenagers are those aged 10-19 years who are future leaders and are a human resource who does not receive enough attention. One-fifth of the world's population is a teenager who mostly lives in developing countries. Society considers adolescents to be healthier, but adolescents are more vulnerable and at higher risk of contracting diseases that cause death. In 2015 1.3 million people died in the world during adolescence which could have been prevented. This occurs in low- and middle-income countries (LMICs), which make up two-thirds of Africa's 45 per cent. About 16 million adolescent girls aged 15-19 years and around 2.5 million girls under 16 give birth each year in developing countries. There are about 3 million young women who have unsafe abortions every year aged 15-19 years. Globally, about 2 million adolescents are infected with the human immune virus (HIV), and more than 41 per cent of adolescents become infected with new HIV each year.Purpose: to assess barriers for adolescents to access reproductive health services in developing countries.Method: Appraisal studies program using Critical Appraisal Skills Program (CASP) data sources obtained from PubMed with 2009 – 2019.Results: inadequate space, no privacy, limited service hours, poor service attitude, lack of information, a distance of clinics, high transportation costs, clinics aimed at married couples. Lack of human resources, parental support, peer influence, religion and weak community traditions for adolescent health interventions also trigger adolescents not to access reproductive health clinics.Conclusion: The obstacles for adolescents in accessing reproductive health services are the level of infrastructure, the individual level, the level of human resources and the community level
PEMETAAN KERAWANAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA PADANG Febry Handiny; Gusni Rahmah; Nurul Prihastita Rizyana
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i1.407

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi Demam Berdarah Dengue (DBD) diperkirakan mencapai 3,9 milyar orang di 128 negara berisiko terinfeksi virus dengue. DBD ditemukan didaerah tropis dan sub-tropis dimana Asia berada pada urutan pertama di dunia dalam kasus DBD setiap tahunnya. WHO melaporkan Indonesia adalah negara dengan jumlah penderita DBD tertinggi di Asia Tenggara.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kasus DBD per kecamatan dan sebaran kerawanan penyakit DBD berdasarkan kelembaban udara dan kepadatan penduduk di Kota Padang.Metode: Penelitian ini menggunakan pemodelan spasial faktor-faktor lingkungan fisik yang berpengaruh terhadap kejadian DBD dengan menggunakan sistem informasi geografis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif berbantuan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kota Padang dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang Tahun 2020. Analisa data menggunakan skoring untuk mengahasilkan zona kerawanan DBD.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Kurnji, Koto Tangah dan Padang Timur mempunyai kerawanan yang tinggi. Tingkat kerawanan penyakit demam berdarah di Kota Padang ditampilkan dalam bentuk peta.Simpulan: Perlunya upaya pencegahan penyakit DBD berbasis wilayah dalam pengendalian fakto risiko DBD
PENGOLESAN EXTRA VIRGIN OLIVE OIL PADA STRIAE GRAVIDARUM Indah Putri Ramadhanti; Gita Ruthika Amy
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i1.408

Abstract

Latar Belakang: Pada masa kehamilan, terjadi perubahan pada kulit yang berbeda antara satu wanita dengan wanita lain dikarenakan adanya pertambahan darah yang mengalir ke kulit yang menyebabkan perubahan kulit wanita hamil yaitu striae gravidarum. Hampir 90% ibu Hamil di Indonesia mengalaminya. Kandungan Extra Virgin Olive Oil (EVOO) dapat mengurangi permasalahan kulit tersebut yang masih jarang digunakan di Indonesia.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pengolesan EVOO terhadap perubahan striae gravidarum pada ibu hamil Trimester II di Klinik Bina Kasih Sarolangun.Metode: Metode penelitian adalah Quasy Eksperimen dengan pendekatan one group pre and post test design. Populasi sebanyak 14 orang ibu hamil, sampel 8 responden dengan Teknik purposive samplingHasil: Dari hasil uji normalitas saphiro wilc, didapati data berdistribusi normal sehingga uji bivariat menggunakan paired t-test. Hasil Analisa univariat didapati rerata striae gravidarum pretest adalah 2,38 dengan kategori II (warna merah tua) dan III (warna ungu), rerata striae gravidarum posttest adalah 1,25 dengan kategori I (warna merah muda). hasil Analisa bivariat dengan p-value ­0,012Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengolesan EVOO terhadap perubahan striae gravidarum pada ibu hamil Trimester II. Disarankan bahwa ibu hamil dapat menjaga dan memelihara kulit dari awal kehamilan sehingga dapat mengurangi perluasan striae gravidarum selama kehamilan yang dapat mengganggu kenyamanan selama kehamilan.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY DALAM MENGHENTIKAN KEBIASAAN MEROKOK REMAJA Silvia Intan Suri; Dian Anggraini; Putri Yulianti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 1
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.410

Abstract

Kecenderungan peningkatan prevalensi merokok terlihat lebih besar pada kelompok anak-anak dan remaja. Prevalensi merokok pada remaja usia 10 -18 tahun mengalami peningkatan dari tahun 2013 (7,20%) ke tahun 2018 (9,10%). Perubahan dalam perilaku merokok dapat dicapai dengan penggunaan psikoterapi, salah satunya Cognitive Behaviour Therapy (CBT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektifitas Pemberian Cognitive Behaviour Therapy dalam Menghentikan Kebiasaan Merokok Remaja Di Kota Bukittinggi. Metode penelitian ini adalah penelitian Quasi eksperimen dengan desain penelitian pretest and post test design. Populasi penelitan ini adalah seluruh remaja di Kota Bukittinggi. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 1 kelompok intervensi yaitu sebanyak 30 orang responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan buku/modul CBT. Subjek pada penelitian ini diberi perlakuan CBT yang mengacu pada modul/panduan terapi yang telah melalui Uji Ahli. Dalam proses CBT terdapat pre-test dan post-test dalam bentuk skala kognisi, pemantauan perilaku menggunakan Behaviour Rating Scale (BRS). Dalam mendapatkan hasil penelitian, peneliti menggunakan analisis bivariat menggunakan Dependent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penurunan kebiasaan merokok remaja setelah diberikan Cognitive Behaviout Therapy (CBT) dengan nilai pvalue adalah 0,000 (p≤0,05). Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Cognitive Behavior Therapy (CBT) terhadap kebiasaan merokok remaja. Dalam penelitian ini direkomendasikan untuk menerapkan Cognitive Behavior Therapy kepada perokok oleh perawat yang mempunyai kompetensi.
EDUKASI KEMANDIRIAN KELUARGA TERHADAP PRILAKU PENCEGAHAN GIZI KURANG PADA BALITA: Systematika Review Uswatul Khasanah; Budi Anna Keliat; Sigit Mulyono; Rr Tutik Sri Hariyanti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i2.412

Abstract

Latar Belakang Masalah: Balita merupakan  populasi at risk karena memiliki beberapa faktor baik internal maupun eksternal yang dapat memengaruhi timbulnya masalah kesehatan diantaranya masalah Gizi kurang.Penyebab terjadinya gizi kurang balita terdiri atas penyebab langsung dan tidak langsung. Penyebab langsung berupa biologis, usia, dan penyakit infeksi, sedangkan penyebab tidak langsung berupa ekonomi, karakteritik keluarga, dukungan  keluarga dan perilaku keluarga. Keluarga sebagai sistem pendukung utama  dalam menangani masalah gizi kurang. Peran perawat dalam mendukung agar keluarga secara mandiri melakukan perubahan perilaku pencegahan gizi kurang pada balita.Tujuan : Mengidentifikasi literatur tentang Edukasi keluarga dalam Perilaku pencegahan gizi kurang pada Balita.Metode: Pencarian artikel menggunakan tiga  mesin pencarian yang di publikasi dari tahun  2010 sampai 2021  Medline, Cinahl dan Science Direct. Fokus pencarian artikel untuk mengetahui efektifitas untuk menelaah efektivitas intervensi model promosi kesehatan  terhadap kesiapan keluarga dalam  melakukan pencegahan Gizi kurang pada ballita. Fokus  penelitian pada keluarga dan balita yang berjenis kelamin  perempuan dan laki-laki berusia    0 -60 bulan. Edukasi keluarga   berupa strategi yang diorientasikan kepada perubahan knowledge, affektif dan physcomotor agar keluarga balita  memiliki kemandirian dalam perilaku pencegahan gizi kurang pada balita. Artikel penelitian menggunakan Randomized Controlled Trial..Hasil: Semua penelitian melaporkan bahwa promosi kesehatan berbasis keluarga di komunitas  meliputi couching, counselling dan guideining dapat melakukan pencegahan masalah gizi kurang pada balita.Dibutuhkan penguatan bagi keluarga agar komitmen melakukan tindakan pencegahan   gizi kurang pada balita.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 1 Tahun 2025 (on progress) Vol 15 No 3 (2024): Jurnal Kesehatan Volume 15 Nomor 3 Tahun 2024 Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 3 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 13 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 13 (2022): Supplementary 1 Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 3 (2021): JURNAL KESEHATAN Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN Vol 12 (2021): Supplementary 2 Vol 12 (2021): Supplementary 1 Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN - Special Issue Hari Kesehatan Nasional 2020 Vol 11 No 3 (2020): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN-SPECIAL ISSUE KEBIDANAN Vol 10 No 3 (2019): JURNAL KESEHATAN Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi Vol 10 (2019): Special Issue HKN Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Vol 8 No 1 (2017) Vol 7 No 2 (2016) Vol 7 No 1 (2016) Vol 6 No 2 (2015) Vol 6 No 1 (2015) Vol 5 No 2 (2014) Vol 5 No 1 (2014) Vol 4 No 2 (2013) Vol 4 No 1 (2013) Vol 3 No 2 (2012) Vol 3 No 1 (2012) Vol 2 No 2 (2010) More Issue