cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
JURNAL ENGGANO
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 26155958     EISSN : 25275186     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Enggano is published twice a year, in April and September, and contains a mixture of academic articles and reviews on all aspects of marine science and fisheries.
Arjuna Subject : -
Articles 196 Documents
STUDI STRUKTUR KOMUNITAS IKAN KARANG DI KARANG BAYANG DAN KARANG LEBAR, PERAIRAN PULAU TIKUS,KOTA BENGKULU Zamdial Zamdial; Deddy Bakhtiar; Dede Hartono; Yar Johan; Maya Angraini Fajar Utami; Nurlaila Ervina Herliany
JURNAL ENGGANO Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.7.1.106-120

Abstract

Ekosistem terumbu karang yang cukup luas terhampar di sekitar perairan Pulau Tikus yang terdiri dari ± 238 hektar. Dua lokasi fishing ground bagi nelayan yang tinggal di wilayah pesisir Kota Bengkulu adalah KarangBayang dan Karang Lebar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas ikan karang di kedua lokasi tersebut. Itu menggunakan metode survei. Data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif. Analisis struktur komunitas ikan karang terdiri dari kelimpahan, komposisi jenis (KJ), indeks keanekaragaman (H'), indeks kemerataan (E), dan indeks dominasi (C). Penelitian ini menemukan 11 famili dan 22 spesies ikan karang dengan total 324 individu. Kepadatan ikan karang diperkirakan sekitar 2.160 ekor/ha. Rata-rata ikan target, ikan mayor, dan ikan indikator adalah 9,62%, 61,41%, dan 28,97% untuk Karang Bayang, dan 7,82%, 60,92%, dan 31,27% untuk Karang Lebar. ndeks keanekaragaman ikan karang (H') di setiap lokasi berada pada kisaran 2,37-2,50 dan 2,27-2,46. Selanjutnya nilai indeks kemerataan (E) ikan karang untuk kedua lokasi tersebut rata-rata sebesar 0,92 (Karang Bayang) dan 0,94 (Karang Lebar) yang menunjukkan kondisi populasi ikan karang yang stabil. Indeks dominasi (C) ditemukan agak tinggi di Karang Lebar (0,14) dibandingkan KarangBayang (0,11) yang menunjukkan tidak ada dominasi ikan karang.Kondisi komunitas ikan karang di lokasi penelitian masih cukup baik. Nilai IRDI masing-masing lokasi adalah 34,15% dan 31,70% yang mencerminkan kesehatan terumbu karang dalam kondisi sedang. Kata kunci :  Ikan karang; Karang Bayang; Karang Lebar; Struktur komunitas; Pulau  Tikus
IMPLEMENTASI HACCP PADA PEMBEKUAN FILLET IKAN ANGGOLI (Pristimopoides multidens) BENTUK SKIN ON (Studi Kasus Pada PT. Sulindo Kota Probolinggo) Ramli Ramli; Abdul Muqsith
JURNAL ENGGANO Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.7.2.136-155

Abstract

The fishery product processing industry must comply with and implement the Quality Assurance and Safety System for Fishery Products so that the products produced provide quality assurance and food safety for consumers and as an effort to meet the demands of the export market. The conception of the Quality Assurance and Safety of Fishery Products method that can be applied to the processing of fishery products is the  Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). This study aims to determine the implementation of HACCP on freezing of fillets angoli fish (Pristimopoides multidens) in the form of skin on at PT. SULINDO. The method of data collection was carried out by the survey method. The data obtained and analyzed consisted of primary and secondary data. Data were obtained by conducting interviews and direct observations in the field, in the form of hazard analysis, identification of critical control points and supervision of critical control points and physical testing. The results of the research show that the implementation of HACCP on freezing of fillets angoli fish (Pristimopoides multidens) in the form of skin on at PT. SULINDO consists of 12 steps, which include compiling a HACCP team, describing products, identifying product uses, verifying flow charts, conducting hazard analysis and preventive actions, determining Critical Control Points (CCP), determining critical limits, establishing monitoring systems, establishing corrective actions, establish verification procedures, establishing storage and documentation procedures. Based on decision tree, Critical Control Point (CCP) at the freezing stage of  fillet  Anggoli fish (Pristimopoides multidens) is in the form of skin on at PT. SULINDO, there is only one process stage that is designated as a Critical Control Point (CCP), namely the stage of detecting metals with a significant form of metal fragments in fillet with a critical metal limit applied for prevention, namely Fe 2.5 mm and Non Fe 2 ,5 mm and monitoring measures were carried out on the possibility of Fe metal flakes using a metal detector or sensitivity using a metal taster every hour. Keywords : HACCP implementation, freezing of fillet angoli fish
Optimasi Co-Substrat Glukosa Dan Amonium Nitrat Sebagai Sumber C/N Media Kultur Terhadap Pertumbuhan Dan Aktivitas Protease Ektraseluler Bakteri Bacillus Firmus Simbion Sponge Chalinula Pseudomolitba Muhammad Zainuddin; Delianis Pringgenies; Ocky Karna Radjasa; Haeruddin Haeruddin; Aninditia Sabdaningsih; Vivi Endar Herawati
JURNAL ENGGANO Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.7.1.52-64

Abstract

Pada budidaya udang intensif pakan merupakan komponen utama dan membutuhkan 50-60% dari biaya produksi. Pemberian pakan yang berlebih dalam budidaya intensif mengakibatkan munculnya limbah organik pakan yang secara kimiawi membentuk senyawa amoniak yang bersifat toksik terhadap udang yang dibudidayakan. Senyawa amoniak dapat mengganggu pertumbuhan udang dan bahkan membunuh udang secara masal sehingga tambak mengalami kegagalan panen. Komponen utama dalam limbah organik sisa pakan adalah protein, sehingga untuk mengatasi permasalahan limbah ini adalah dengan cara melakukan remediasi proteinnya. Proeses remediasi protein limbah pakan dapat dilakukan oleh bakteri proteolitik. Bakteri Bacillus Firmus dari simbion sponge Chalinula Pseudomolitba merupakan salah satu bakteri proteolitik yang menghasilkan enzim protease ekstraseluler. Bakteri Bacillus Firmus memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi probiotik dalam budidaya udang. Dalam upaya tersebut diperlukan informasi optimasi konsentrasi co-substrat glukosa sebagai sumber C dan amonium nitrat sebagai sumber N dalam media kultur bakteri Bacillus firmus untuk produksi biomassa bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan optimasi konsentrasi glukosa dan amonium nitrat media kultur Bakteri Bacillus Firmus terhadap pertumbuahan dan aktivitas protease ekstraseluler. Penelitian menggunakan metode eksperimen aboratoris. Penelitian telah berhasil melakukan uji optimasi konsentrasi glukosa dan amonium nitrat media kultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri Bacillus firmus memiliki laju pertumbuah dan aktivitas protease terbaik pada penambahan co-subtrat glukosa sebagai sumber karbon pada konsentrasi 1% yaitu dengan nilai sebesar 0,145 c dan 23,960 c IU/ml. Selain itu juga, dengan penambahan co-subtrat amonium nitrat sebagai sumber nitrogen pada konsentrasi 0,05% sebesar 0,157 c dan 27,514 c IU/ml.
Tingkat Kesejahteraan Nelayan Pada Dua Cluster Kondisi Hutan Mangrove Di Mandah Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Indonesia Yudha Saktian Syafruddin; Yurike Yurike; Mahdi Mahdi; Yuerlita Yuerlita
JURNAL ENGGANO Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.7.1.121-135

Abstract

Kawasan hutan mangrove di Mandah mencapai 31.007 Ha yang berpotensi mengalami kerusakan. Kerusakan hutan mangrove tentunya mengancam kehidupan masyarakat. Hal ini akan mempengaruhi masyarakat sekitar hutan yang menggantungkan hidupnya kepada hutan mangrove. Tujuan dari penelitian ini ingin mengkaji bagaimana ketergantungan mata pencaharian masyarakat terhadap hutan mangrove berdasarkan dua kawasan yang berbeda dan apakah keadaan hutan mangrove yang berbeda mempengaruhi kesejahteraan nelayan. Pengambilan sampel dilakukan secara sensus pada dua desa yang mengalami kondisi hutan mangrove yang masih baik dan yang sudah rusak, didapat 137 responden. Perbandingan analisis kesejahteraan nelayan di dua kawasan dengan menggunakan uji T.  Besar kecilnya proporsi pengeluaran konsumsi pangan untuk seluruh pengeluaran rumah tangga dapat memberikan gambaran tentang kesejahteraan rumah tangga. Pendapatan nelayan dihitung dengan pengeluaran untuk makanan dan non-pangan. Berdasarkan uji T menunjukkan perbedaan yang signifikan. Rumah tangga Nelayan pada kawasan mangrove baik di Bekawan dapat menghemat 33% dari pendapatannya sedangkan nelayan pada kawasan mangrove rusak di Pulau Cawan hanya 8%. Dapat disimpulkan nelayan di Bekawan lebih sejahtera dibandingkan dengan di Pulau Cawan.
KLASIFIKASI HABITAT PERAIRAN DANGKAL BERBASIS OBJEK DENGAN ALGORITMA SVM DAN KNN PADA CITRA WORLDVIEW 2 DAN CITRA SPOT 6 DI GUSUNG KARANG LEBAR Esty Kurniawati; Vincentius P. Siregar; I Wayan Nurjaya
JURNAL ENGGANO Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.7.1.%p

Abstract

This study uses the Object Based Image Analysis (OBIA) approach for mapping shallow-water benthic habitats in Kepulau Seribu. This study aims to compare the capabilities of the classification techniques of Support Vector Machin algorithm and k-Nearest Neighbor on Worldview and SPOT Satellite Images. The selection of SVM and KNN algorithms in the classification process has an influence on the final results of image processing. The results show that the overall accuracy in the Worldview algorithm SVM image is 76% and KNN is 80%, while for SPOT imagery they are 73% and 77% respectively. The results of this study indicate that the SVM and KNN algorithms are able to map the shallow water benthic habitat well in Wordview 2 and SPOT 6 imagery.
ANALISIS FUNGSI PRODUKSI DAN EFISIENSI ALOKATIF TAMBAK KERANG DARAH (Anadara granosa) DI DESA PANIPAHAN KABUPATEN ROKAN HILIR PROVINSI RIAU Munika Hidayah; Redy Badrudin; Ketut Sukiyono
JURNAL ENGGANO Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.7.1.65-78

Abstract

The purpose of this research is 1) to determine the factors that affect the production of blood cockles pond in Panipahan Village Rokan Hilir District Riau Province, 2) to analyse the level of allocative efficiency of using production factors in the blood cockles pond cultivation in Panipahan Village Rokan Hilir District  Riau Province, The samples of this research were 57 farmers of blood cockles pond taken based on the census. The types of data used are primary and secondary data. The method used in this research is multiple linear regression analysis, allocative efficiency analysis and cost analysis. The results of this study indicate that the factors that influence the production of blood clam ponds are the area of the pond and the seeds of blood clams. Allocatively, the use of production factors in the cultivation of blood clam ponds in Panipahan Village is not efficient.
HUBUNGAN STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLAKTON DAN KEBERADAAN BIOTA BERNILAI EKONOMIS PENTING DI PERAIRAN BINTAN SELATAN Nahdah Ayatillah; Ita Karlina; Fadhliyah Idris
JURNAL ENGGANO Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.7.1.1-15

Abstract

Bintan Selatan merupakan wilayah yang berada di Provinsi Kepulauan Riau. Memiliki pesisir dan lautan yang kaya akan sumber daya hayati, salah satunya adalah fitoplankton. Fitoplankton memiliki peran penting dalam ekosistem perairan yaitu sebagai produsen utama. Keberadaan fitoplankton mempengaruhi rantai makanan akuatik yaitu biota bernilai ekonomis penting. Terdapat hubungan antara fitoplankton dan keberadaan biota ekonomis penting, sehingga perlu dikaji mengenai struktur komunitas fitoplankton dan biota bernilai ekonomis penting di Perairan Bintan Selatan. Terdapat tiga stasiun penelitian diantaranya Kampung Bugis, Kawal dan Kijang. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel fitoplankton, parameter kualitas perairan, dan wawancara nelayan. Analisis data yang dilakukan pada fitoplankton adalah analisis kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi. Sedangkan analisis biota ekonomis penting menggunakan uji data non parametrik, krustal wallis. Hasil penelitian menunjukkan fitoplankton yang ditemukan pada tiga lokasi penelitian adalah 4 divisi dari 7 kelas serta 35 genera, memiliki keanekaragaman yang rendah dengan kemerataan stabil dan tidak terdapat jenis fitoplankton yang dominan (dominansi rendah). Sedangkan pada biota ekonomis penting didapatkan sebanyak 34 jenis yang terdiri dari jenis cumi dan udang, ikan pelagis kecil, pelagis besar dan demersal. Keberadaan biota ekonomis penting dipengaruhi oleh kelimpahan fitoplankton. Semakin tinggi kelimpahan fitoplankton semakin besar jumlah biota ekonomis yang didapatkan nelayan
IDENTIFIKASI JENIS IKAN TERUMBU PADA EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PERAIRAN DESA MALAKONI PULAU ENGGANO Mukti Dono Wilopo; Maya Anggraini Fajar Utami; Fenomena Harefa
JURNAL ENGGANO Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.7.1.79-91

Abstract

Desa Malakoni Pulau Enggano memiliki ekosistem pesisir meliputi ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang. Ekosistem terumbu karang di Desa Malakoni hampir tersebar di seluruh pantai Desa Malakoni dan termasuk dalam kategori sedang hingga baik (41.56%-52.2%) dengan rata-rata 46.93%. Keadaan terumbu karang pada perairan Desa Malakoni menyebabkan ikan terumbu sangat melimpah dan beragam sehingga menjadi salah satu sumber pangan bagi masyarakatnya. Informasi jenis-jenis ikan terumbu di perairan Desa malakoni saat ini belum diketahui, sehingga perlu diidentifikasi untuk pengelolaannya. Pengamatan ikan terumbu dilakukan dengan metode survey menggunakan teknik underwater fish visual census (UVC) dengan acuan area sampling terumbu karang. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 140 spesies dari 31 famili dengan kelimpahan total dari semua stasiun pengamatan sebesar 26.144 ind./ha. Jenis ikan indikator ada 16 spesies dari 1 famili, ikan mayor 63 spesies dari 15 famili dan ikan target 62 spesies dari 15 famili. Hasil analisis persentase komposisi ikan berdasarkan kelompoknya di Perairan Desa Malakoni memiliki persentase ikan indikator 6%, ikan mayor 33% dan ikan target 61% dengan 8 status tropik ikan terumbu.
KAJIAN PENGELOLAAN PERIKANAN GILLNET BERBASIS EKOSISTEM PADA DOMAIN SOSIAL DAN EKONOMI DI PERAIRAN DUMAI Ratih Purnama Sari; Roma Yuli F Hutapea; Suci Asrina Ikhsan; Rangga Bayu Kusuma Haris; Ratu Ratu Sari Mardiah; Mathius Tiku
JURNAL ENGGANO Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah pengelolaan perikanan di Kota Dumai termasuk kedalam WPP NRI 571 yaitu wilayah perairan Selat Malaka dan Laut Andaman. Selat Malaka umumnya memiliki produktivitas tinggi, wilayah padat nelayan, dan aktivitas eksploitasi sumberdaya ikan (SDI) dilakukan secara intensif. Kekuatan pengelolaan sumberdaya perikanan terletak pada masyarakat dengan potensi sosialnya dan pemerintah dengan kebijakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kondisi pengelolaan perikanan gillnet berdasarkan indikator pengelolaan perikanan berbasis ekosistem (EAFM). Penelitian ini dilakukan di daerah sekitar wilayah Perairan Dumai. Lokasi yang menjadi objek penelitian ini adalah Kecamatan Selinsing, Purnama, Medang Kampai, dan Mundam. Analisis penelitian dengan pendekatan ekosistem ini dibatasi pada domain ekonomi yang terdiri dari 3 indikator, yaitu: (1) Pendapatan rumah tangga, (2) Rasio tabungan, (3) kepemilikan aset, dan domain sosial yang terdiri dari 3 indikator yaitu: (1) Partisipasi Pemangku Kepentingan, (2) Konflik Sosial, (3) Pemanfaatan Pengetahuan Lokal dalam pengelolaan sumberdaya ikan. Berdasarkan survei dan analisis yang dilakukan, dapat dikatakan bahwa pendapatan rumah tangga perikanan (RTP) nelayan di Kota Dumai kurang dari rata-rata Upah Minimum Regional (UMR). Penilaian terhadap rasio tabungan (Saving Ratio) rata-rata tidak bernilai negatif. Penilaian terhadap kepemilikan aset dapat dikatakan bernilai tetap/tidak ada peningkatan. Konflik antar nelayan dapat terjadi selama 2 hingga 4 kali dalam kurun waktu satu tahun, artinya frekuensi sedang. Adanya upaya dari para stakeholders untuk mendampingi para nelayan dalam pengelolaan sumberdaya ikan namun masih perlu dioptimalkan. Pengetahuan lokal masyarakat nelayan gillnet terkait alat tangkap, daerah penangkapan, peraturan tentang wilayah penangkapan sudah ada, namun masih belum efektif dilakukan untuk pengelolaan yang berkelanjutan.
Penilaian EAFM pada Domain Teknik Penangkapan Ikan di Pulau Sangat Kecil Terluar dan Terdepan Indonesia (Studi Kasus Gugus Pulau Ayau,Raja Ampat) Ilham Marasabessy; Vicky Rizky A. Katili; Muhamad Ali Ulat; Kadarusman Kadarusman; Amir Mahmud Suruwaky; Ismail Ismail; Mohamad Iksan Badarudin; Roger Tabalessy; Dwi indah widyayanti; Siswanto siswanto
JURNAL ENGGANO Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.7.2.156-174

Abstract

Management and utilization of the fisheries resources in the Indonesia”s outermost tiny island, became a crucial concern, in order to ensure the economic improvement of the local communities and the sustainability of the ecosystem. This study aims to determine the value of the status of fisheries resources in the domain of fishing techniques across the Ayau Archipelago. Evaluation of EAFM implementation status is carried out by the adding up of the scores for each criterion and then dividing by the number of indicators. The index score is obtained from the average value of the flag model in the fishing technique domain. The total index value obtained is then analyzed using a multi-criteria system comparing the total index value of all attributes/indicators with the maximum total index. Arcmap GIS 10.3.1 for mapping was made to obtain the coordinates and area of the island. The results analysis of the composite value EAFM is 68.8%. Our Analysis also indicate that fishing capacity and fishing effort as well as crew certification of fishing boat have low scores with the index values of 315 and 60 respectively. Howover, small scale fisheries management in the Ayau archipelago attracts much special attention from related sectors for further improvement.  the management of small-scale fisheries in the Ayau Islands from a technical and implementation point of view needs to be improved.