cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
JURNAL ENGGANO
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 26155958     EISSN : 25275186     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Enggano is published twice a year, in April and September, and contains a mixture of academic articles and reviews on all aspects of marine science and fisheries.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
KEDALAMAN DAN KEPARAHAN KEMISKINAN MASYARAKAT NELAYAN: Studi dengan Pendekatan Ekonomi dan Sosial Mochamad Ridwan; Izharudin Izharudin
JURNAL ENGGANO Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.6.2.294-308

Abstract

The crucial problem faced by the fishermen community, especially traditional fishermen in rural areas is the problem of poverty depth and severity. The purpose of this study is to identify the index of poverty depth and severity in the fishermen community and to reveal the causes of its occurrence through empirical and theoretical studies with economic and social approaches. This study is survey research by taking the case of fishermen community in the rural coastal of Bengkulu. The selected village as the sample area is Pasar Palik Village, Air Napal Sub-District, Bengkulu Utara District. Data analysis was carried out using the quantitative method and the qualitative-descriptive method. The results show that the poverty depth and severity indexes of the fishermen community are considered quite high (poverty that occurred in the fishermen community is quite deep and quite severe). Other results show that the high depth and severity of poverty in the fishermen community (traditional fishermen) stems from the low ability of fishermen as proxied by low effort (capture fisheries facilities and infrastructure), primordial capital system (patron-client), and the marketing system (marketing channels) is not conducive/not open.
ANALISIS KEJADIAN UPWELLING DAN DAERAH POTENSIAL PENANGKAPAN IKAN TUNA DI PERAIRAN TELUK TOLO Amadhan Takwir; Ari Berty Rondonuwu; Nurhalis Wahidin; Arwan Arif Rahman; La Ode Muhammad Gunawan Giu; Muhammad Trial Fiar Erawan
JURNAL ENGGANO Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.6.2.%p

Abstract

            Parameter suhu, klorofil-a dan kejadian upwelling dapat dijadikan sebagai indikator untuk penentuan daerah penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menduga kejadian upweling dan daerah penangkapan ikan baik secara spasial maupun temporal di perairan Teluk Tolo.  Data yang digunakan adalah suhu dan klorofil-a mulai dari Janurari 2016 sampai Desember 2020 yang diperoleh dari model CMES (Copernicus Marine Environment Service). Data dianalisis menggunakan pyferret untuk menampilkan informasi suhu dan klorofil-a perairan spasial dan temporal. Pendugaan daerah potensi penangkapan ikan dianalisis menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis dan dikonfirmasi menggunakan produksi hasil tangkapan tuna yang diperoleh dari data Log Book Perikanan Tangkap di WPP 714 yang dikeluarkan oleh KKP RI. Hasil penelitian menunjukan bahwa musim penangkapan ikan tuna optimun terjadi pada musim barat dengan kisaran rata-rata suhu berkisar antara 280C  - 290C dengan konsentrasi klorofil-a berada pada kisaran 0,125 – 0,2 mg/L. Kejadian upwelling terjadi setiap tahun yang dimulai pada bulan Juli hingga September. Sebaran potensial penangkapan ikan berada pada koordinat 124.036738° BT -  125.104061° BT dan -2.753314° LS -  -3.628224° LS. 
SEBARAN SPASIAL KEMUNCULAN DUGONG (DUGONG DUGON) DI PULAU BANGKA Okto Supratman; Okto Supratman; Arthur Muhammad Farhaby; Okto Supratman
JURNAL ENGGANO Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.6.2.309-322

Abstract

Dugong merupakan satu dari 35 jenis mamalia laut yang dijumpai tersebar di perairan Indonesia khususnya di habitat padang lamun. Dugong merupakan biota yang dilindungi secara nasional berdasarkan Peraturan Pemerintah No.7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Hewan yang telah diperbaharui oleh Permen LHK No.P 20 Tahun 2018 tentang Tumbuhan dan Satwa Liar. Dugong di Pulau Bangka sangat erat kaitannya dengan keberadaan nelayan yang juga memanfaatkan laut untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Penelitian Distribusi dugong dengan pendekatan survei untuk mengidentifikasi sebaran dan lokasi kemunculan Dugong sebagai dasar untuk penyusunan rencana konservasi belum pernah dilakukan. Sebaran kemunculan dugong di Pulau Bangka secara spasial yang terekam adalah di sekitar pulau pulau kecil di Selatan Bangka Hingga ke Pulau Maspari yang terletak berbatasan dengan Provinsi Sumsel, dan bagian tengah bangka terdapat di sekitar Pulau Panjang dan Pulau Ketawai, dengan ciri khas biasanya terdapat padang lamun sebagai ciri lokasi kemunculan dugong. Mayoritas lokasi kemunculan dugong bersinggungan dengan lokasi penangkapan ikan yang dilakukan oleh nelayan di Pulau bangka, sehingga diperlukan pengaturan lebh lanjut mengenai wilayah pengelolaan dan wilayah penangkapan ikan. Rendahnya persepsi kesadaran masyarakat terhadap keberadaan dugong dan termasuk untuk menjual serta mengkonsumsi dugong masih menjadi kendala atau halangan secara social di masyarakat maka perlu ada edukasi lebih lanjut dari segenap pemangku kepentingan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat untuk menjaga keberadaan dugong.
KARAKTERISTIK HABITAT DAN KELIMPAHAN KEPITING BIOLA (Uca spp) DI DAERAH EKSTRIM (PENGARUH ALIRAN AIR PANAS) PADA KAWASAN MANGROVE DI PESISIR JAILOLO. KABUPATEN HALMAHERA BARAT Nebuchadnezzar Akbar
JURNAL ENGGANO Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.6.2.%p

Abstract

Kawasan Pesisir Jailolo ditemukan aliran air panas bumi alami yang mengalir masuk membentuk jalur ke kawasan mangrove. Kepiting Biola (Uca spp) merupakan penghuni dan menjadikan substrat di daerah mangrove sebagai habitat. Pengambilan data di Desa Bobo (Stasiun I) dan Tuada (Stasiun II). Penentuan titik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode transek kuadran. Sampel kepiting biola (Uca spp) diambil kemudian dilakukan identifikasi berdasarkan karakteristik morfologi. Data karakteristik habitat seperti suhu air, salinitas, pH, suhu lubang kepiting dan tekstur substrat. Bentuk dan diameter lubang kepiting biola (Uca spp) diambil menggunakan cairan lilin yang telah dipanaskan, kemudian dituangkan di dalam lubang kepiting setiap spesies Uca spp hingga kering. Analisis data kepiting Uca spp menggunakan rumus kelimpahan. Hasil penelitian ditemukan suhu air di Bobo ditemukan suhu 45-51 ºC dikarenakan mendapatkan pengaruh geothermal yakni sumber air panas bumi dan Desa Tuada 30-31oC. Berdasarkan skala Wentworth ditemukan size, berat dan persentasi sedimen kategori pasir sedang sampai halus. Komposisi spesies Desa Bobo berjumlah yakni Uca Perplexa, Uca Lactea, Uca Annulipes, Uca Crassipes, Uca Vocans, Uca Triangularis, dan Uca Dussumieri serta Desa Tuada yaitu Uca Perplexa dan Uca Lactea. Karakteristik bentuk lubang kepiting biola memiliki bentuk lubang single. Komposisi dan kelimpahan spesies Uca spp pada kedua stasiun pengamatan berbeda, dimungkinan akibat perbedaan kondisi lingkungan dan ketersediaan bahan organik sebagai sumber pakan.Kata Kunci : Ekologi, geothermal, kepiting, liang, morfologi,
PENGEMBANGAN BERKELANJUTAN BANDAR BAKAU DUMAI SEBAGAI EKOWISATA DI RIAU PESISIR Syafri Harto; Aras Mulyadi; Ismandianto Ismandinto
JURNAL ENGGANO Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.6.2.%p

Abstract

Ekosistem mangrove Bandar Bakau Dumai saling berkaitan antara kelestarian hayati, alam,  budaya yang saling berhubungan membentuk suatu sestem untuk kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang akan melahirkan sebuah strategi pengambangan ekowisata.   Di sini peneliti menelaah formulasi kebijakan pemerintah kota dumai dalam pengambangan Bandar Bakau. Studi tentang model pengembangan ekowisata mangrove Bandar bakau dibatasi pada pemahaman atau pengetahuan yang dimiliki pemerintah, masyarakat dan swasta dalam perannya sebagai faktor utama pengambangan ekowisata. Data Primer, untuk mengetahui langsung permasalahan penelitian seperti data tentang berbagai kebijakan tentang pengembangan ekowisata mangrove. Informan penelitian adalah wali kota dumai, Kepala Dinas Pariwisata kota Dumai, LSM pecinta alam bahari. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara penelitian lapangan dan wawancara terhadap sejumlah informan mengenai ragam regulasi dan yang lainnya sesuai yang akan dikaji dalam penelitian ini. Hasil penelitian mengahasilkan model berdasarkan analisis itu dikembangkan strategi yang merupakan interaksi antar faktor penting dalam pengembangan ekowisata mangrove bandar bakau dumai dan digambarkan dalam  hubungan fungsi S = G+(P, So). 
ANALISIS POTENSI DAN TINGKAT PEMANFAATAN CUMI-CUMI DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG DENGAN MODEL BIO-EKONOMI PERIKANAN Wisnu - Ariyanto; Kurniawan Kurniawan; Arief Febrianto
JURNAL ENGGANO Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.6.2.%p

Abstract

Cumi-Cumi merupakan prodak unggulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tingginya permintaan didalam maupun diluar negeri membuat berbagai pihak melakukan eksploitasi sumberdaya ini dengan cukup tinggi. Tingginya tingkat pemanfaatan untuk pemenuhan pasar tentunya  harus memiliki batasan untuk menjaga sumberdaya agar tetap lestari. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji potensi dan tingkat pemanfaatan cumi-cumi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan model MSY dan MEY, serta menganalisis strategi pengelolaan sumberdaya perikanan cumi-cumi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2020 - Desember 2020 di seluruh kabupaten/kota di provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode yang digunakan pada penelitian ini baik MSY maupun MEY mengacu pada model schaefer dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan secara survei langsung dengan melakukan wawancara kepada responden di seluruh kabupaten/kota di provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penentuan jumlah responden di seluruh kabupaten/kota menggunakan rumus slovin. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu pada tahun 2012-2019 sumberdaya perikanan cumi-cumi belum mencapai overfishing baik secara biological overfishing ataupun economic overfishing,  dimana nilai MSY berkisar 8.773 ton/tahun dan upaya optimum sebesar 56.452 trip/tahun. Nilai CMEY mencapai 8.720 ton/tahun dengan nilai EMEY 56.063 trip/tahun dengan estimasi keuntungan mencapai Rp 601.498.692.506 per tahun. Titik COAE mencapai 2.516 ton/tahun dan EOAE sebesar 104.127 trip/tahun. Strategi berupa rekomendasi yang dapat dilakukkan adalah penyediaan sarana prasarana secara merata, pengembangan UMKM yang kreatif dan inovatif serta meningkatkan minat promosi pasar pada sektor perikanan cumi-cumi, pengaturan upaya dan musim penangkapan cumi-cumi, penerapan Perda RZWP3K secara optimal, pengaturan kebijakan harga cumi-cumi berdasarkan ukuran, dan update teknologi perikanan sehingga dapat membantu kegiatan usaha perikanan, serta menjaga ekosistem laut 0 – 2 mil.Kata Kunci : Bioekonomi, Cumi-Cumi, Strategi, Bangka Belitung
ANALISIS MIKROPLASTIK PADA IKAN EKONOMIS DI TELUK SEGARA KOTA BENGKULU Yar Johan; Firman Manalu; Ali Muqsit; Person Pesona Renta; Dewi Purnama
JURNAL ENGGANO Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.6.2.%p

Abstract

Mikroplastik merupakan sampah plastik kecil yang berukuran <5 mm, sebagian besar berasal dari penguraian plastik-plastik berukuran besar yang dikelompokkan dalam 2 jenis mikroplastik yaitu sekunder dan primer. Sampah plastik adalah sampah yang berbahaya baik lingkungan, biota dan maanusia serta salah satu permasalahan belum dapat diselesaikan sampai saat ini. Salah satu bagian dari sampah plastik yaitu mikroplastik. Mikroplastik merupakan pencemaran yang begitu sulit dikendalikan di wilayah pesisir, salah satunya di Teluk Segara Kota Bengkulu. Teluk Segara merupakan Kecamatan yang memiliki luas wilayah terkecil di Kota Bengkulu. Ibukota Kecamatan Teluk Segara terletak di Kelurahan Jitra. Teluk Segara juga memiliki tempat menjual ikan hasil nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mikroplastik pada ikan ekonomis di Teluk Segara Kota Bengkulu. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei  dengan mengambil ikan ekonomis yang ada di Teluk Segara dan analisis kandungan mikroplastik di laboratorium. Mikroplastik yang ditemukan pada saluran pencernaan ikan memiliki tipe dan warna yang bervariasi. Tipe mikroplastik yang ditemukan pada saluran pencernaan yaitu tipe fiber, film, dan fragmen. Warna mikrplastik yang ditemukan adalah warna transparan, hitam, kuning dan merah. Total kandungan mikroplastik adalah yaitu 16 - 41 partikel/ind. 
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK REHABILITASI EKOSISTEM MANGROVE DI PESISIR BARAT KALIMANTAN SELATAN Dafiuddin Salim; Baharuddin Baharuddin
JURNAL ENGGANO Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.7.1.29-41

Abstract

Restorasi dan rehabilitasi lahan atau bekas lahan ekosistem mangrove adalah hal yang sangat penting saat ini. Kerusakan mangrove di Pesisir Barat Kalimantan Selatan dominan diakibatkan oleh aktivitas manusia seperti alih fungsi lahan untuk industri, pelabuhan, perikanan, perkebunan, pertambangan, selain pengaruh gelombang. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mangrove baik secara ekologi dan reproduksi mangrove, sumber benih, sistem zonasi, kondisi fisik terutama pasang surut, keterlindungan, jenis substrat, unsur hara, pH, salinitas maupun pelibatan masyarakat. Hasil analisi kesesuaian menunjukan bahwa dari 10.790,81 ha yang dipetakan diperoleh 2.268,41 ha (21,02%) kategori sangat sesuai, 6.153,16 ha (57,02%) sesuai , 2.322,08 ha (21,52%) sesuai bersyarat dan 47,15 ha (0,44%) tidak sesuai. Dari kondisi tutupan lahan, wilayah mangrove yang sangat sesuai untuk rehabilitasi sebesar 20,84% dan wilayah tambak seluas 40,35% kategori sesuai.
Estimasi Biomasa dan Kandungan Karbon di Kawasan Hutan Mangrove Desa Pasar Banggi, Rembang Alep Amaliyah; Pujiono Wahyu Purnomo; Djoko Suprapto
JURNAL ENGGANO Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.7.1.92-105

Abstract

Meningkatnya kadar gas CO2 yang disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia antara lain penebangan hutan, pencemaran karena transportasi, industri dan mengakibatkan meningkatnya kadar gas - gas rumah kaca di atmosfer, sehingga pada akhirnya terjadi perubahan iklim skala global. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui biomasa dan kandungan karbon pada tegakan dan akar berdasarkan umur dan perbedaan antar umur terhadap biomasa dan kandungan karbon di Kawasan Hutan Mangrove Desa Pasar Banggi, Rembang. Teknik yang digunakan adalah deskriptif-eksploratif. Teknik pengambilan data batang pohon mangrove dilakukan dengan membuat plot berukuran 10 m x 10 m kemudian diameter batang setinggi dada atau 1,3 m dari permukaan tanah diukur. Selanjutnya, dilakukan perhitungan menggunakan model allometrik untuk mengetahui estimasi biomasa tegakan dan akar, dan kandungan karbon. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, total biomasa mangrove sebesar 974,01 ton/ha dan kandungan karbon sebesar 467,17 ton/ha. Uji ANOVA terhadap biomasa dan kandungan karbon antar umur mangrove menunjukan perbedaan yang signifikan. Uji regresi linear terhadap kandungan karbon antar umur mangrove menghasilkan koefisien determinasi sebesar 0,613 dimana umur memiliki pengaruh kontribusi sebesar 61,3% terhadap kandungan karbon.Kata Kunci: biomasa, karbon, mangrove, Rembang, umur
KOMPOSISI SAMPAH LAUT (MARINE DEBRIS) DI KAWASAN PESISIR BARAT PANTAI AMPENAN KOTA MATARAM Chandrika Eka Larasati; Ayu Adhita Damayanti; Nurliah Nurliah; Baiq Hilda Astriana; Ibadur Rahman
JURNAL ENGGANO Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.7.1.%p

Abstract

Marine debris is a material wasted intentionally or unintentionally into coastal and marine environment caused by human activities. Trash has become one of the biggest contributors to coastal and marine pollution that may disrupt the balance of aquatic ecosystem, reduce the aesthetic value of coastal and marine areas, and even disturb human health. This research was conducted to provide information regarding type, weight, and source of trash found around western coastal area of Ampenan Beach, Mataram City. Sampling spots which represented a condition of study area were determined using purposive sampling. Two research locations were chosen around Ampenan Beach, namely Penghulu Agung Beach and estuary of Jangkok River. Trash collection was done done using line transect method based on criteria determined from length of the coastline. The trash collected was then sorted, weighed, and identified based on trash classification system. Marine trash found around the research locations, both at Penghulu Agung Beach (Stasion 1) and at estuary of Jangkok River (Station 2), was dominated by plastics with an average number of trash pieces, respectively, of 7 item/m2 and 9 items/m2. Meanwhile, the weights of plastic trash found at station 1 and 2, respectively, were 29,76 gr/m2 and 213 gr/m2. The amount of plastic trash found at research locations might be the impact of human activities throwing the trash into the estuary and the beach.