cover
Contact Name
Evi Chamalah
Contact Email
chamalah@unissula.ac.id
Phone
+6282225564243
Journal Mail Official
pbsi.fkip@unissula.ac.id
Editorial Address
Jl. Kaligawe Raya Km 4 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
ISSN : 23385944     EISSN : 26145294     DOI : https://doi.org/10.30659/jpbi
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia is a journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Sultan Agung. The journal provides a room for researchers, academists, professionals, practicians, and students to deliver and share various knowledge in forms of research articles, as well as research results or qualified theoretical studies such as case studies, analysis or book review about linguistics, literature and teaching.
Articles 149 Documents
MAKNA NAMA BUNGA DALAM KONSTRUKSI NAMA ORANG PADA MASYARAKAT KUTOARJO-JAWA TENGAH Kristophorus Divinanto Adi Yudono
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 9, No 1 (2021): Januari - Juni 2021
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.9.1.21-26

Abstract

Penelitian bertujuan untuk, 1) mendeskripsikan salah satu wujud kearifan lokal yang  ada pada masyarakat Kutoarjo, 2) mendeskripsikan nilai kearifan lokal, 3) mendeskripsikan makna nama bunga dan penyematan nama bunga dalam konstruksi penaman orang di masyarakat Kutoarjo, dan 4) mengetahui strategi preservasi agar pemberian nama bunga dalam konstruksi penamaan orang di masyarakat Kutoarjo tetap berlangsung secara turun temurun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif etnografi yang dilakukan dengan pendekatan ekolinguistik alamiah. Sumber data dalam penelitian ini adalah 7 narasumber, yang terdiri dari pasangan suami istri yang menamai anaknya dengan menyisipkan nama bunga, serta seorang ibu dan pemuda yang memiliki nama bunga di dalam konstruksi namanya. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan wujud kearifan lokal masyarakat Kutoarjo adalah adat yang  istiadat yang berupa penyematan nama bunga pada konstruksi penamaan orang. Makna dari pemberian nama bunga pada konstruksi penamaan orang bagi masyarakat Jawa adalah sebagai doa, penyampaian harapan, dan kontrol sosial bagi anak dalam menjalani kehidupan. Nilai kearifan lokal dalam penyematan nama bunga dalam konstruksi penamaan orang adalah nilai pendidikan. Strategi preservasi yang dapat dilakukan antara lain mewariskan makna nama bunga dalam penamaan kepada anak, mengintegrasikan ke dalam pembelajaran di sekolah, dan mengemas dalam ensiklopedi nama bunga yang dapat digunakan dalam penamaan orang di masyarakat Jawa.
Penerapan Media Digital Storytelling untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Kemampuan Menulis Teks Prosedur Siswa Kelas VII A SMPN 17 Kota Jambi.docx Wahyuni, Alsa Dilla; Budiyono, Herman; Harahap, Eddy Pahar
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 10, No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.10.1.1-13

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan penerapan media Digital Storytelling untuk meningkatkan kualitas proses belajar dan hasil belajar kemampuan menulis teks prosedur pada siswa kelas VII A SMP Negeri 17 Kota Jambi tahun ajaran 2021/2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi foto. Subjek penelitian adalah kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas VII A SMP Negeri 17 Kota Jambi tahun ajaran 2021/2022 dengan jumlah 19 siswa. Variabel yang diungkapkan dalam penelitian adalah proses belajar dan hasil belajar menulis teks prosedur dengan menggunakan media Digital Storytelling. Adapun tahapan penerapan media Digital Storytelling yang dilakukan saat pembelajaran dimulai dari tahap siswa memahami pengertian, ciri, dan struktur teks prosedur lalu mengamati media Digital Storytelling, kemudian dilanjutkan dengan tahap menuliskan teks prosedur sesuai dengan struktur dari media Digital Storytelling yang telah diamati. Hasil dari penelitian ini rata-rata pada pra tindakan mencapai kurang dari batas KKM yang ditetapkan, yaitu 70. Nilai rata-rata pra tindakan 70,2, siklus I mencapai 74,5. Pada siklus II meningkat mencapai 78,5 dan telah mencapai batas ketuntasan yang telah ditentukan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pada kemampuan menulis teks prosedur pada siswa kelas VII A SMP Negeri 17 Kota Jambi. Disimpulkan bahwa penerapan media Digital Storytelling dengan pengamatan proses pembelajaran menulis teks prosedur pada siklus I telah mengalami peningkatan dibanding pra tindakan akan tetapi masih banyak nilai siswa yang belum mencapai KKM, untuk itu peneliti memperbaiki tindakan yang dilakukan pada siklus II yaitu dengan memberikan topik serupa, perbaikan media, serta bimbingan secara intensif sehingga siswa lebih mampu menulis teks prosedur sesuai dengan struktur dan dapat meningkatkan proses belajar dan hasil belajar menulis teks prosedur siswa.
IMPROVING THE COMPETENCY FOR ESTIMATION OF NON-FIXTIONAL TEXT INFORMATION THROUGH THE APPLICATION OF BASIC LITERACY-BASED PROBLEM-BASED LEARNING MODEL ASSISTED WITH MEDIA CANVA IN CLASS VI ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Panca Dewi Purwati; Hadiansyah Hadiansyah; Naila Nur Niswatul Ula; Andarini Permata Cahyaningtyas
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 11, No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.11.1.56-64

Abstract

Kompetensi memprediksi informasi berdasarkan judul teks nonfikasi belum mencapai ketuntasan karena berbagai faktor. Penyebab utamanya adalah nilai literasi siswa kelas VI SDN 2 Pemulutan masih rendah. Perlu perencanaan pembelajaran yang mendesain program literasi dasar dengan penerapan model PBL dan dilengkapi dengan media canva dalam pembelajaran kompetensi tersebut. Ada dua tujuan penelitian ini: 1) mendeskripsikan desain pembelajaran, dan 2) mendeskripsi tingkat keefektifan pembelajaran memprediksi informasi teks nonfiksi dengan menerapkan model PBL berbasis literasi dasar berbantuan media canva. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian eksperimen kuantitatif jenis One-Group-Pretest-Postest Design. Desain model PBL berbasis program literasi dasar berbantuan media canva tergambar mulai dari kegiatan prapembelajaran (literasi pembiasaan dan literasi pengembangan), yang dilanjutkan dengan kegiatan inti pembelajaran menerapkan sintakmatik model PBL berbantuan media canva (literasi pembelajaran), sampai pada kegiatan pascapembelajaran (produk antologi rangkuman isi teks). Berdasarkan ujicoba diperoleh data hasil pengamatan sikap bertanggung jawab siswa sebesar 3,04 dan sikap percaya diri 2.92. Sebelum perlakuan diperoleh rataan hasil pretes nilai kompetensi pengetahuan 61.35. Berdasarkan ujicoba diperoleh rataan nilai postes siswa sebesar 80.65. Diperoleh data hasil penelitian bahwa penerapan model PBL berbasis literasi dasar berbantuan media canva efektif digunakan pada pembelajaran memperkirakan informasi teks nonfiksi. Terbukti dari peningkatan proses pembelajaran diperoleh rataan hasil observasi nilai sikap bertanggung jawab dan mandiri siswa masuk kategori baik (2.98). Hasil pembelajaran siswa meningkat sebesar 19.30. Disimpulkan bahwa model PBL berbasis literasi dasar berbantuan media canva dapat meningkatkan nilai sikap dan pengetahuan kompetensi memperkirakan informasi teks nonfiksi siswa kelas VI SDN 2 Pemulutan.
KECENDERUNGAN PEMILIHAN TOPIK DAN ANALISIS KESALAHAN PENULISAN JUDUL ESAI MAHASISWA JURUSAN ILMU HUKUM UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG (SEBUAH KAJIAN MKU BAHASA INDONESIA) Meilan Arsanti
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.5.1.1-13

Abstract

Method used in this research was documentation of students’ assignments. Result of the research indicated that students of Law Science department in Unissula preferred topics related to social problems, 28.12% of total 12 topics for 64 students. The rest topics were 7.81% about politics and government, 15.62% of corruption, 7.81% of health, 17.18% of education, 1.56% of economics, 28.12% of social, 0% of art and culture, 10.93% of law, 0% of technology, 0% of sports, and 7.81% of environment. Result of error analysis in writing essay title represented in a bar chart indicated that the errors were 10.93% on capital letter, 4.68% on words, 12.50% on words which are included as conjunctions (linking words), and 3.12% on punctuation. In the aspects of italic words writing, prepositions, repeated words and interjections (feeling exclamations), the errors were 0%. Total error was about 31.23% while the correct writing was 68.77%. Thus, it indicated that students of Law Science department, who mostly known to attach to legal issues, preferred to social topics happened in Indonesia. It was because they were freshmen who did not focus on legal issues yet. Social issues are often sensitive to legal issues. In writing essay title, the errors mostly done by students of Law Science department of Unissula were on conjunctions writing, such as using capital letters on conjunctions which should be written with small letters. Besides, the errors mostly happened when the students used capital letters on words which should be written in small letters.
PERBEDAAN ALUR ANTARA NASKAH DRAMA NENEK TERCINTA KARYA ARIFIN C. NOER DAN PERTUNJUKANNYA Ibrohim Ibrohim; Turahmat Turahmat; Oktarina Puspita Wardani
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 6, No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.6.1.1-9

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena perbedaan alur dalam naskah drama Nenek Tercinta yang ditulis oleh Arifin C. Noer dan pertunjukan yang telah dilaksanakan di Universitas PGRI Semarang pada acara festival lomba drama tingkat SMA/SMK sederajat yang digelar oleh Teater Gema Semarang. Penceritaan dalam pertunjukan Nenek Tercinta garapan Alvianto dengan menghilangkan tokoh dukun serta beberapa tokoh lain. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perbedaan alur antara naskah drama Nenek Tercinta karya Arifin C. Noer dan pertunjukannya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan alur antara naskah drama Nenek Tercinta karya Arifin C. Noer dan pertunjukannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analisis. Pendekatan objektif digunakan sebagai perhatian pada unsur-unsur yang dikenal dengan analisis intrinsik. Sumber data dalam penelitian ini adalah naskah drama Nenek Tercinta karya Arifin C. Noer dan naskah drama adaptasi teater Sukma SMK N 2 Semarang yang di dalamnyaterdapat unsur-unsur instrinsik dan ekstrinsik. Wujud data dalam penelitian ini adalah dialog, kata, kalimat, dan hasil analisis berupa perbedaan alur dalam naskah drama Nenek Tercinta karya Arifin C. Noer dan pertunjukannya. Pengumpulan data dengan menggunakan metode studi pustaka. Analisisperbedaan alur antara naskah drama Nenek Tercinta karya Arifin C. Noer dan pertunjukannya, peneliti menyediakan data yang berupa kutipan peristiwa yang dialami oleh tokoh-tokoh yang berisikan hal-hal yang bersifat ambigu kemudian dianalisis. Penyajian hasil analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan kata-kata biasa tanpa disertai dengan lambang. Pemaparan hasil analisis data berupa perbedaan alur antara naskah drama Nenek Tercinta karya Arifin C. Noer dan pertunjukannya. Dari hasil penelitian diketahui bahwa naskah drama Nenek Tercinta karya Arifin C. Noer memiliki alur erat di mana jalinan peristiwa sangat padu dan tidak meninggalkan salah satu unsur pembentukanalur: penampilan masalah, perumitan (konflik), puncak masalah (klimaks), peleraian, dan kesimpulancerita. Adapun dalam pertunjukannya alur yang digunakan adalah alur longgar dengan meninggalkan salah satu peristiwa penting yaitu keberadaan dukun sebagai perumitan (konflik). Berdasarkanpengakhirannya, naskah drama Nenek Tercinta karya Arifin C. Noer menggunakan alur tertutup di mana cerita hanya sampai kepada dukun yang pamit karena sudah menyelesaikan urusan dan menyatakan bahwa yang berkuasa adalah dalang dari segala dalang, sedangkan naskah pertunjukannyamenggunakan alur terbuka yang akhir ceritanya diserahkan kepada penonton. This research is based on the difference of the flow in the script of the drama "Nenek Tercinta" written by Arifin C. Noer and the performances that have been held at the University of PGRI Semarang in the festival of drama competition of high school / vocational high school level which is titled by Teater Gema Semarang, telling story in the show of beloved grandmother Alvianto claimed by removing the dukun figure as well as several other figures. The formulation of the problem in this research is how is the difference between the plot of "Nenek Tercinta" drama masterpiece Arifin C. Noer and the show? The purpose of this study is to describe the difference between the plot of drama of Nenek Tercinta’s masterpiece by Arifin C. Noer and the show. The method used in this research using descriptive analysis method. The objective approach is used as attention to elements known as intrinsic analysis. Sources of data in this study is the work of playwright Loving grandmother Arifin C. Noer and playwright theatrical adaptations Sukma SMK N 2 Semarang in which there are elements of intrinsic and extrinsic. The form of data in this research is written data in the form of dialogue, word, sentence, and result of analysis in the form of difference of flow in drama script of Nenek Tercinta by Arifin C. Noer and its show. Data collection using literature study method. Analyzing the difference in flow between the script of Nenek Tercinta  drama by Arifin C. Noer and his show, the researcher provided data in the form of quotation of the events experienced by the figures containing the things that are ambiguous, then analyzed. The presentation of the results of data analysis is done descriptively using ordinary words without accompanying the symbol. The exposure of the data analysis resulted in the difference of the flow between the script of Nenek Tercinta drama by Arifin C. Noer and the show. The results show that Arifin C. Noer’s playful Nenek Tercinta drama script has a tight groove, where the fabric of events is very solid and does not leave any of the elements of flow formation: the appearance of the problem, the complexity (conflict), the peak of the problem (climax), the divorce, and the conclusion of the story . While the show, using the loose groove by leaving one of the important events of the existence of shaman as a complication (conflict). Based on the termination, Arifin C. Noer’s Unlawful Script drama script uses a closed path where the story only goes to the dukun who excuses him for completing the affairs and declares that Yang is the master of all dalangs. While the script performances using an open groove that the end of the story submitted to the audience.
KAJIAN STILISTIKA BUKU ANTOLOGI PUISI DAN APLIKASI PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI Aida Azizah; Leli Nisfi Setiana
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 7, No 1 (2019): Januari - Juni 2019
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.7.1.1-10

Abstract

AbstrakKarya sastra adalah hasil pemikiran seseorang yang diciptakan dengan harapan untuk dinikmati serta diapresiasi oleh orang lain. Sebuah karya sastra dapat dianalisis menggunakan kajian stilistika yang dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mengkaji nilai keindahan/estetis dalam sebuah puisi dan prosa fiksi yaitu penggunaan gaya bahasa. Setiap gaya bahasa telah digunakan penulis dengan harapan dapat mengakibatkan terjadinya perbedaan dalam setiap tahap pemberian makna dan cara penafsiran dari ciri serta penggambaran makna di dalam cerita. Salah satu ciri khas puisi yaitu puisi memiliki kepadatan dalam penggunaan bahasa sehingga dimungkinkan dapat menampakkan cici-ciri stilistika secara jelas.Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif.Implikasi pembelajaran sastra dalam penelitian ini adalah mengaplikasikan hasil pembelajaran menganalisis antologi puisi berdasarkan aspek stulistika dalam materi pembelajaran stilistika. Adapun buku antologi puisi yang digunakan adalah “Ketika Malam Tak Mau Pulang” dimana di dalamnya tersirat puisi mengenai kegiatan pembelajaran baik akademik maupun keidupan sosial seperti yang terjadi dalam realita kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: Stilistika, Antologi Puisi, Pembelajaran Sastra AbstractLiterary work is the result of a person's thoughts that are created with the hope to be enjoyed and appreciated by others. A literary work can be analyzed using stylistic studies that can be used as a medium to study the value of beauty / aesthetics in a poem and prose of fiction that is the use of language style. Every language style has been used by the writer in the hope that it can cause differences in each stage of giving meaning and ways of interpreting the characteristics and depictions of meaning in the story. One characteristic of poetry is that poetry has a density in the use of language so that it is possible to show stylistic characteristics clearly. The research method that will be used in this research is qualitative research. stulistika in stylistic learning material. Theanthology poetry book used is "When the Night Won't Go Home" where in it implies poetry about learning activities both academic and social life as happens in the reality of daily life.Keywords: Stylistics, Anthology of Poetry, Literature Learning
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI DENGAN PENERAPAN METODE EDUTAINMENT PADA SISWA KELAS VII MTS NUJUMUL HUDA ISNA DIA’UL ADHA
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Juli - Desember 2019
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.7.2.140-148

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis karangan narasi dengan penerapan metode edutainment pada siswa kelas VII.2 MTs Nujumul Huda Batu Samban Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini berupa Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri atas dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, tahap perencanaan tindakan, tahap observasi dan evaluasi, dan tahap refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, metode tes (dalam bentuk penugasan menulis narasi), dan metode dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil proses pembelajaran diperoleh hasil sebagai berikut. Hasil peningkatan aktivitas guru siklus I mencapai 90,28% meningkat menjadi 94,44% pada siklus II. Pada siklus I aktivitas belajar siswa yaitu 87,72% meningkat menjadi 90,28% pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Perolehan rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I mencapai 66,77 meningkat menjadi 73,37 pada siklus II dengan ketuntasan belajar mencapai 87,09%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode edutainment dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi pada siswa kelas VII.2 MTs Nujumul Huda Batu Samban.Kata kunci: menulis, karangan, narasi, metode edutainmentAbstractThe underlying problem of this research was the low ability of students’ in writingnarrative. This was caused by the lack of interest of students’ in following the lesson and the lack of creativity of teachers when used the method of learning, so that students have difficulty in following the learning of writing narrative. This study aims to determine the improvement of writing narrative ability with the application of edutainment method in the students’ of class VII.2 MTs Nujumul Huda Batu Samban in Academic Year 2016/2017. This research was Classroom Action Research consisting of two cycles. Each cycle consists of the planning stage, the action planning stage, the observation and evaluation phase, and the reflection stage. Data collection methods were used observation methods, test methods (in the form of writing narrative assignments), and documentation methods. The collected data were analyzed used qualitative and quantitative data analysis. Based on the results of the learning process obtained resultsas follows. The results of the increase in teacher activity cycle I reached 90.28%increased to 94.44% in cycle II. In the first cycle students’ learning activity that was 87.72% increased to 90.28% in cycle II. Students’ learning outcomes also increased. The average learning achievement of students’ in the first cycle reached 66.77 increased to 73.37 in cycle II with learning completeness reached 87.09%. Thus it should be concluded that the used of edutainment method can improve the ability of writing narrative essay for the students’ of class VII.2 MTs Nujumul Huda Batu Samban.Keywords: writing, essay, narrative, edutainment method
ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA NOVEL HATI SUHITA KARYA KHILMA ANIS Oktarina Putrianti; Masnuatul Hawa; Nur Alfin Hidayati
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 8, No 2 (2020): Juli - Desember 2020
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.8.2.148-158

Abstract

Project Based Learning sebagai Model Pembelajaran Teks Anekdot Pada Siswa SMA Yuniarti, Yuni
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.9.2.73-81

Abstract

Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) merupakan pembelajaran yang efektif diterapkan karena menekankan pada belajar kontekstual melalui aktivitas sesuai dengan dunia nyata. Model Project Based Learning dalam pembelajaran teks anekdot dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa SMA. Dalam kurikulum 2013 pembelajaran bahasa Indonesia mulai mengarahkan peserta didik untuk menghasilkan produk berupa teks di akhir pembelajaran. Maka dari itu guru sebagai fasilitator harus mampu menyiapkan siswa untuk mencapai hal tersebut. Salah satu cara yang dapat ditempuh guru dalam rangka mencapai tantangan tersebut yaitu membiasakan peserta didik untuk selalu dihadapkan dengan model pembelajaran berbasis berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model pembelajaran dengan berbasis kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran bahasa Indonesia materi teks anekdot. Analisis ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Metode deskriptif digunakan untuk menjelaskan penerapan model pembelajaran pada materi teks anekdot. Hasil analisis disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat ditempuh melalui kegiatan; (1) penentuan pertanyaan mendasar, (2) mendesain perencanaan proyek, (3) menyusun jadwal, (4) memonitor siswa dan kemajuan proyek, (5) menguji hasil, (6) mengevaluasi pengalaman serta membiasakan siswa untuk mencapai level kognitif C6 yaitu mencipta, dalam hal ini peserta didik dituntut untuk menghasilkan sebuah teks anekdot sebagai produk pembelajaran. Kata kunci: project based learning, model, teks anekdot 
An analysis of PBSI students' ability and component levels of narrative texts Dewi, Rishe Purnama; Krismawati, Septina
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.10.2.33-45

Abstract

This research was structured with two objectives, the first, to describe the ability to write personal narrative essays of PBSI USD students with Storybird media.  Second, describe what components of narrative writing need to be improved in Creative Writing lectures. This research is included in quantitative descriptive research. The population in this study were sixty-nine PBSI USD students who took the Creative Writing course. The source of the data in this study is the result of a narrative essay made by the sixty-nine PBSI USD students who took the Creative Writing course. To determine the level of ability to write narrative descriptions, the components of narrative writing that have not been mastered by students include orientation, complications, evaluation (if any), resolution, code, linguistics of narrative essay, and spelling. This research data collection was carried out using a narrative writing test using the Storybird media. Based on the results of calculations and data analysis, two results were obtained from this study. First, the ability to write narratives of personal experiences of PBSI USD students using Storybird is in the medium category with an average of 5,33, the standard deviation of 1.94, and is in the score interval of 4.36-6.2. Second, there are two narrative components that need to be improved in creative writing training, especially in narrative writing. The two components include the structure of the narrative text and linguistic components at the phonological, morphology, syntax, and spelling levels.

Page 6 of 15 | Total Record : 149