cover
Contact Name
Evi Chamalah
Contact Email
chamalah@unissula.ac.id
Phone
+6282225564243
Journal Mail Official
pbsi.fkip@unissula.ac.id
Editorial Address
Jl. Kaligawe Raya Km 4 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
ISSN : 23385944     EISSN : 26145294     DOI : https://doi.org/10.30659/jpbi
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia is a journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Sultan Agung. The journal provides a room for researchers, academists, professionals, practicians, and students to deliver and share various knowledge in forms of research articles, as well as research results or qualified theoretical studies such as case studies, analysis or book review about linguistics, literature and teaching.
Articles 149 Documents
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS DENGAN MODEL MEMBACA SQ3R PADA SISWA KELAS XI MIPA 8 SMA NEGERI 2 SEMARANG Dora Ratna Diniarti; Turahmat Turahmat; Oktarina Oktarina
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 5, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.5.2.39-60

Abstract

Persepsi Dosen dan Mahasiswa terhadap Pembelajaran Apresiasi Sastra Berperspektif Gender Nas Haryati Setyaningsih; Meina Febriani; Zuliyanti Zuliyanti
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 6, No 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.6.2.138-151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap persepsi mahasiswa dan dosen terhadap materi, proses, dan penilaian pembelajaran apresiasi sastra. Salah satu mata kuliah yang harus ditempuh oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia adalah mata kuliah Apresiasi Sastra. Membelajarkan apresiasi sastra kepada peserta didik sesungguhnya bukan hal yang mudah karena guru dituntut untuk memastikan agar siswa memiliki pemahaman, penikmatan, dan penilaian terhadap karya sastra. Di sisi lain, dalam membelajarkan sastra, guru perlu memiliki: (1) pemahaman terhadap tujuan pembelajaran sastra, (2) ketepatan memilih, menentukan, dan mengemas materi ajar sastra berdasarkan nilai-nilai atau muatan yang ada di dalamnya, (3) kemampuan memilih dan menggunakan strategi pembelajaran apresiasi sastra yang mampu memantik minat dan pengalaman apresiatif siswa, dan (4) ketepatan dalam memilih dan menggunakan penilaian pembelajaran apresiasi sastra sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  dengan metode deskriptif. Data penelitian ini berupa persepsi mahasiswa dan dosen terhadap pembelajaran apresiasi prosa berperspektif gender. Sumber data penelitian ini adalah mahasiswa peserta kuliah dan dosen mata-mata kuliah apresiasi sastra (Apresiasi Puisi, Apresiasi Prosa, dan Apresiasi Drama)  pada Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Universitas Negeri Semarang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik teknik angket dan wawancara mendalam. Data kuantitatif di dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik diskriptif persentase. Adapun data yang bersifat kualitatif dianalisis dengan langkah reduksi data, displei data, dan verifikasi data untuk memperoleh simpulan. Hasil penelitian menunjukkan, dosen dan mahasiswa mempersepsi bahwa (1) materi pembelajaran sudah dalam bentuk bahan ajar (hand-out), tetapi belum lengkap karena hanya memuat konsep-konsep yang bersifat teoretis, (2) materi belum memuat nilai-nilai gender, padahal mahasiswa memerlukan nilai tersebut, (2) proses pembelajaran apresiasi sastra menggunakan strategi yang memungkinkan mahasiswa sampai pada tahapan mengapresiasi, akan tetapi metode yang digunakan monoton dan kurang variatif, kegiatan pembelajaran belum sampai pada tahapan akhir apresiasi, yakni mereproduksi, dan proses pembelajaran belum memperhatikan perspektif gender, (3) penilaian pembelajaran apresiasi sastra sudah menggunakan penilaian autentik, namun belum mencakupi keseluruhan aspek penilaian (kognitif, afektif, psikomotor). Penilaian belum memperhatikan perspektif gender.
STRUKTUR BAHASA; Pembentukan Kata dan Morfem sebagai Proses Morfemis dan Morfofonemik dalam Bahasa Indonesia Siti Rumilah; Ibnu Cahyani
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 8, No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.8.1.70-87

Abstract

Pembentukan kata dan morfem dalam bahasa Indonesia merupakan fokus artikel ini. Bahasa merupakan sebuah sistem tanda dan bunyi, berarti bahwa bahasa itu sistemis sekaligus sistematis. Dengan demikian, untuk memahami suatu bahasa terlebih dahulu kita harus memahami proses pembentukan kata dan morfem sebagai bagian terkecil dari bahasa itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Dengan maksud untuk mengungkapkan proses pembentukan bahasa secara objektif dan apa adanya, yaitu dengan teknik menganalisa contoh kata dan morfem dalam bahasa Indonesia, selanjutnya menganalisa proses pembentukan tiap kata dan morfem tersebut. Proses pembentukan bahasa sejatinya melalui proses morfemis (a) derivasi zero, (b) afiksasi, (c) reduplikasi, (d) komposisi, (e) abrevasi, (f) derivasi balik, (g) metanalisis, (h) analogi dan (i) kombinasi proses sekaligus proses morfofonemik (a)  pemunculan  fonem;  (b)  pelesapan  fonem;  (c) peluluhan  fonem;  (d) perubahan  fonem;  (e)  pergeseran  fonem. Proses tersebut perlu dipahami sebagai bentuk kegiatan berkomunikasi untuk mengungkapkan makna, baik sebagai ide untuk mengungkap perasaan, permintaan, penolakan maupun yang lainnya. Ide tersebutlah yang kemudian disampaikan dalam bentuk kalimat yang mengandung makna. 
PENINGKATAN PEMAHAMAN TEMA DAN AMANAT CERITA PENDEK DENGAN METODE PEMBERIAN TUGAS RUMAH SISWA SD Suprapti Suprapti
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 9, No 1 (2021): Januari - Juni 2021
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.9.1.45-57

Abstract

Penelitian ini berjudul “Peningkatan Pemahaman Tema dan Amanat Cerita Pendek Dengan Pemberian Tugas Rumah Siswa SD”. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah penerapan metode pemberian tugas rumah dapat meningkatkan pemahaman tema dan amanat cerita pendek siswa sekolah dasar? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah peningkatan pemahaman tema dan amanat cerita pendek siswa SD, dengan menggunakan metode pemberian tugas rumah. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat secara teoritis dan praktis. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap yaitu tahap siklus I dan siklus II. Subjek dari penelitian ini adalah pemahaman tema dan amanat cerita pendek siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu penggunaan metode pemberian tugas rumah dan peningkatan pemahaman tema dan amanat cerita pendek. Pengumpulan data pada tahap siklus I dan siklus II menggunakan teknik tes dan non tes. Teknik yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman tema dan amanat cerita pendek dengan metode pemberian tugas rumah, pada tes sebelum tindakan/ kondisi awal menunjukkan bahwa skor rata-rata yang dicapai 5,68. Setelah dilakukan tindakan siklus I meningkat menjadi 6,74. Hasil siklus I ternyata sudah memenuhi target pencapaian skor hasil belajar atau Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 6,4 artinya ada peningkatan setelah digunakan metode pemberian tugas rumah. Pada siklus II skor rata-rata mengalami peningkatan kembali setelah digunakan metode pemberian tugas rumah yaitu menjadi 7,26. Dengan menggunakan metode pemberian tugas rumah siswa yang sebelumnya merasa bosan dengan pembelajaran pemahaman cerita pendek menjadi lebih tertarik dan bersemangat. Simpulan yang diperoleh adalah bahwa metode pemberian tugas rumah ternyata sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan memahami tema dan amanat cerita pendek bagi siswa sekolah dasar. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar metode pemberian tugas rumah dapat dijadikan alternatif dalam upaya meningkatkan pemahaman cerita pendek siswa SD.
PEMBELAJARAN MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Rohmah, Naelur
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 10, No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.10.1.56-63

Abstract

Kemampuan menulis teks anekdot tidak terlepas dari implementasi ide dan gagasan secara struktur dalam bentuk tulisan. Metode Mind Mapping mampu melatih ide dan gagasan seseorang secara runtut. Namun keberhasilan belajar seseorang tidak terlepas dari gaya belajar seseorang di antaranya gaya belajar visual maupun auditori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap kemampuan menulis teks anekdot dan perbedaan gaya belajar visual dan auditorial terhadap kemampuan menulis teks anekdot. Metode penelitian yang digunakan adalah pre test post test quasi eksperimental design dengan pendekatan kuantitatif. Kemampuan menulis teks anekdot diukur menggunakan tes esai. Gaya belajar visual dan auditorial menggunakan angket. Pengaruh metode pembelajaran Mind Mapping terhadap kemampuan menulis teks anekdot menggunakan independen T test. Sedangkan perbedaan gaya belajar visual dengan auditorial terhadap kemampuan menulis teks anekdot menggunakan uji compre means. Hasil penelitian diperoleh bahwa metode pembelajaran Mind Mapping berpengaruh terhadap kemampuan menulis teks anekdot. Penerapan metode Mind Mapping pada gaya belajar visual berdampak pada kemampuan menulis teks anekdot lebih tinggi dibanding gaya belajar auditorial.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN LINGUISTIK KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SMA MUHAMMADIYAH SIDAREJA MELIA DWI RENOVRISKA; Fane Trisna Fitriana
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 11, No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.11.1.46-55

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan wujud atau bentuk berbahasa dalam tataran linguistik, yang meliputi : tataran fonologi, morfologi dan sintaksis pada proses pembelajaran di kelas XI SMA Muhammadiyah Sidareja. Adapun tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui apa saja bentuk kesalahan berbahasa yang terjadi di dalam sebuah proses pembelajaran jenjang SMA berdasarkan tataran linguistik Kesalahan yang berhasil dianalisis dalam tataran fonologi meliputi : (1) perubahan fonem, (2) penghilangan fonem,dan (3) peleburan dua fonem, kemudian kesalahan dalam tataran morfologi meliputi : (1) penghilangan afiks berupa sufiks men-kan, dan yang terakhir yaitu kesalahan dalam tataran sintaksis yang meliputi: (1) penggunaan kalimat tanpa subjek, (2) susunan kalimat yang tidak tepat, dan (3) penggunaan unsur yang berlebihan. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar kelas XI SMA Muhammadiyah Sidareja Tahun Pembelajaran 2021/ 2022. Objek penelitian ini adalah fonem, morfem, frasa, klausa dan kalimat selama proses pembelajaran tersebut berlangsung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini juga menggunakan instrumen berupa perangkat keras dan lunak untuk memudahakan dalam proses pencatatan dan analisis data. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan berdasarkan tataran fonologi menjadi kesalahan berbahasa yang paling sering dilakukan selama proses pembelajaran tersebut berlangsung.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN BERBANTUAN BUKU PANDUAN MOTIVATIF DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK Sudiyati Sudiyati
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.5.1.68-75

Abstract

This research focused on entrepreneurship education-based learning within motivation guidebook. Purpose of the research was to determine the effectivity ofthe entrepreneurship education-based learning within motivation guidebook onstudents’ short story writing skill. This research was a quantitative type of research. It was conducted to students of grade XI in SMA Negeri 6 Semarang. Data collection method was a short story writing test. Data analysis was conducted by t-test formula to determine whether there was an improvement before and after the treatment. Result of the research indicated that value of tcount was 6.62 and on 5% significance, n = 30, ttable = 1.68. The tcount was higher than t-table, meaning that ha was acceptable. Thus, the learning of entrepreneurship education-based short story writing within motivation guidebook was effective to develop short story writing skill.
MAKNA DAN TRANSMISI MANTRA PEMANGGILAN ARWAH KESENIAN JAWA BANTENGANDAERAH MBURING MALANG JAWA TIMUR Muhamad Nashichuddin; Muhammad Gibravil Rifki; Patria Lifca P.
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 6, No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.6.1.57-64

Abstract

UPAYA PENGEMBANGAN BAHASA INDONESIA DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER GENERASI ERA MILENIAL ROMI ISNANDA; MIA SETIAWATI
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 7, No 1 (2019): Januari - Juni 2019
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.7.1.58-64

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas permasalahan tentang upaya pengembangan bahasa Indonesia di lingkungan pendidikan sebagai pembentukan karaketer generasi era milenial. Pendidikan merupakan lembaga resmi yang berada di bawah naungan negara, sejatinya pendidikan merupakan hal yang sangat penting yang harus dimiliki setiap individu manusia. Dengan adanya pendidikan diharapkan mampu mencerdaskan anak bangsa. Hal ini terlihat dari kedudukan atau keberadaan pendidikan yang tertera dalam Undang-Undang No.2 tahun 2003. Dalam dunia pendidikan kemampuan yang harus dimiliki setiap individu ialah kemampuan berbahasa yang dapat membantu seseorang dengan mudah berkomunikasidengan baik. Namun pada kenyataannya hal itu tidak berjalan dengan semestinya, terlihat pada ruang dunia pendidikan di era milenial yang masih kurang menerapkan penggunaan bahasa baku dan benar, sehingga bahasa Indonesia selalu diselewengkan oleh penuturannya.Hal ini menjadikan bahasa Indonesia terlihat kurang berwibawa dan tidak teratur. Oleh sebab itu, perlunya upaya untuk menjaga yaitu (1) tidak takut salah dalam pengucapan, (2) tidak malu dalam pengucapan dan kesalahan, (3) tidak cemas jika ada kesalahan, (4) hilangkan ketidak percaya diri.Kata Kunci: Pendidikan, bahasa Indonesia, upaya pengembangan.AbstractThis article discusses the challenges of developing Indonesian in the educationenvironment as millennial generation character formation. Education is an officialinstitution that is under the auspices of the state, in fact education is a very important thing that must be owned by every individual human being. Education is expected to be able to educate the nation's children. This can be seen from the position or education stated in Law No. 2 of 2003. In the world of education, the ability that must be fulfilled by everyone who needs abilities that can help anyone who easily communicates with the good. But when it did not work properly, it was seen in the world of education in the millennial era that it still lacked raw and correct language, so that Indonesian was always distorted by its narrative. This makes Indonesian language look less authoritative and irregular. Therefore, (1) is not afraid of misreading, (2) not afraid of pronunciation andmistakes, (3) not afraid of mistakes, (4) eliminating self-mistrust.Keywords: Education, Indonesian, Development Efforts.
PEMEROLEHAN SINTAKSIS ANAK USIA ENAM TAHUN ENAM BULAN (STUDI KUALITATIF PADA ZIYAN) Aulia Rahmah Zamzami
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 8, No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.8.1.1-15

Abstract

Seorang anak dalam berkomunikasi membutuhkan kemampuan yang didapatkan melalui proses pemerolehan bahasa. Proses pemerolehan setiap anak pun berbeda-beda, oleh karena itu penelitian ini penting untuk melihat sejauh mana seorang anak yang menjadi objek dalam penelitian ini mendapatkan pemerolehan bahasanya. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah peneliti ingin melihat pemerolehan bahasa dalam bidang sintaksis terhadap anak usia 6 tahun 6 bulan yang bernama Sayyid Zikyan Milzam Harahap. Sumber data yang menjadi objek penelitian ini yaitu tuturan atau ucapan lisan anak usia 6 tahun 6 bulan yang bernama Sayyid Zikyan Milzam Harahap dalam bidang sintaksis. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini menggunakan teknik simak, cakap (wawancara), dan juga rekam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak berusia 6 tahun 6 bulan bernama Ziyan sudah mampu menghasilkan kata maupun kalimat dalam setiap kegiatannya. Hal itu dapat dibuktikan dari tuturannya sehari-hari dengan lawan tuturnya yaitu peneliti, ibu kandung, dan juga saudara anak tersebut. Teori yang digunakan dalam menganalisis tuturan Ziyan yaitu merujuk pada Abdul Chaer tentang klasifikasi kalimat yang meliputi kalimat berita (deklaratif), kalimat tanya (interogatif), kalimat perintah (imperatif), dan kalimat seru (interjektif). Hasil dari penelitian ini yaitu Ziyan sudah mampu mengujarkan kalimat deklaratif sebanyak 10 kalimat, kalimat interogatif sebanyak 5 kalimat, kalimat imperatif sebanyak 2 kalimat, dan kalimat interjektif sebanyak 4 kalimat. Adapun simpulan yang dapat peneliti ambil melalui penelitian ini yaitu Ziyan sudah mampu menghasilkan bentuk-bentuk kalimat seperti yang tertera di hasil dan dapat disimpulkan bahwa Ziyan kurang mampu dalam menuturkan kalimat imperatif, hal itu dibuktikan dengan hasil tuturannya berbentuk kalimat interjektif yang tidak dominan.

Page 5 of 15 | Total Record : 149