cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
KORELASI KLINIS PASIEN TENDINITIS KALSIFIK BAHU DENGAN HASIL X-RAY DAN ULTRASONOGRAFI DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG Nasir Aslam, Achmad Bayhaqi; PW, Yuyun Yueniwati
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.867 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.02.1

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas penggunaan modalitas ultrasonografi dan X-ray dalam mengevaluasi ukuran dan fase kalsium pada tendinitis kalsifik bahu dan mengkorelasikan dengan hasil pemeriksaan klinis berupa skor Constant dan Visual Analog Scale (VAS). Sebanyak 14 pasien (usia 58,6±9,74 tahun, 73% perempuan) mengalami kalsifikasi tendon bahu. Tingkat nyeri pasien diklasifikasikan sebagai tidak nyeri (0), ringan (1-3), sedang (4-7), dan berat (8-10). Kemampuan aktivitas sehari-hari  diklasifikasikan bertingkat sebagai buruk (< 60), adekuat (61-70), memuaskan (71-80), baik (81-90), dan sangat baik (91-100). X-ray bahu AP eksorotasi dan endorotasi dilakukan pada bahu yang simptomatis. Ultrasonografi bahu difokuskan pada rotator cuff. Kalsifikasi yang ditemukan diklasifikasikan menjadi fase formatif dan resorptif, ukurannya dibagi menjadi kecil, sedang, dan besar. Fase dan ukuran kalsium dikorelasikan dengan VAS dan skor Constant. semua kalsium tampak pada ultrasonografi, 3 (19,7%) diantaranya tidak tampak pada X-Ray. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rerata yang bermakna secara statistik antara ukuran, fase kalsium pada ultrasonografi dan X-ray dengan skor Constant (p > 0,231). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara temuan radiologis dengan derajat penurunan kemampuan aktivitas sehari-hari. 
DIOCTAHEDRAL SMECTITE MEMPERPENDEK DURASI DIARE KRONIK PADA ANAK Wibowo, Satrio; Primawardani, Putri
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.311 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.02.6

Abstract

 Diare kronik merupakan salah satu masalah saluran cerna tersering pada anak yang dialami oleh sekitar 3–20 % anak dari seluruh episode diare pada balita adalah diare khronis. Diare kronik ditandai dengan diare yang berlangsung lebih dari 2 minggu. Dioctahedral smectite merupakan adsorben yang dipakai luas dalam pengobatan diare pada anak. Ia mampu mengabsorbsi toksin, bakteri dan rotavirus, serta mencegah perlekatannya pada membran usus. Dioctahedral smectite juga bermanfaat memperkuat barrier mukosa usus dan ketika tidak ada mukus mencegah kerusakan mukosa usus. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti manfaat dioctahedral smectite dalam memperpendek masa diare pada anak dengan diare khronis. Seratus empat puluh lima dari anak dengan diare kronis yang dirawat di RS Dr. Saiful Anwar Malang pada bulan Januari 2012 – Desember 2016 dievaluasi dalam penelitian ini. Pasien dengan darah dan parasit pada hasil  feses lengkap dikeluarkan dari penelitian. Terdapat 45 pasien yang memenuhi kriteria inklusi.  Pasien dibedakan menjadi 2 kelompok, yang mendapatkan dioctahedral smectite (14 pasien) dan yang tidak (31 pasien), kemudian dilakukan perbandingan lama diare antara dua kelompok. Rata-rata lama diare pada pasien yang mendapatkan dioctahedral smectite lebih pendek daripada yang tidak, dan lama diare ini berbeda secara bermakna (p < 0,05). Dioctahedral smectite dapat menurunkan durasi diare pada anak dengan diare kronik.  
PENGARUH KARAKTERISTIK LESI TERHADAP ADEKUASI AMBILAN SAMPEL SITOLOGI PADA TINDAKAN BIOPSI JARUM HALUS TRANSTORAKAL-TUNTUNAN USG Erawati, Dini Rachma
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.386 KB) | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.005.02.2

Abstract

Abstrak Biopsi transtorakal untuk lesi perifer memerlukan tuntunan modalitas radiologi dalam pengambilan sampel sitologi.  Ultrasonografi (USG) menjadi modalitas pilihan dalam menuntun prosedur biopsi tersebut. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh karakteristik lesi terhadap adekuasi ambilan sampel sitologi pada tindakan biopsi jarum halus transtorakal dengan tuntunan ultrasonografi. Sebanyak26 pasien dengan lesi paru perifer ditentukan karakteristik lesi berdasarkan posisi, ukuran lesi yang menempel dinding dada, bentuk, ekhogenitas, komponen dominan  dan vaskularisasi lesi, lalu dilakukan biopsi jarum halus transtorakal dengan tuntunan USG. Ambilan sampel sitologi yang adekuat ditentukan dengan laporan analisis sitopatologi oleh ahli patologi. Uji bivariat dilakukan antara karakteristik lesi dengan adekuasi ambilan sampel sitologi yang dituntun USG. Didapatkan 12 (46%) pasien posisinya di anterior, 13 (50%) pasien memiliki ukuran 2 - 5 cm, 22 (84,6%) pasien memiliki bentuk tepi membulat reguler, 20 (76,9%) pasien memiliki ekhogenitas hipoekhoik tanpa bintik hiperekhoik dan 20 (76,9%) pasien terdeteksi adanya vaskularisasi intralesi dengan £ 2 pembuluh darah. Sampel sitologi yang adekuat didapatkan pada 22 (84,6%) dari 26 pasien, termasuk satu pasien dengan lesi berukuran kecil (< 2 cm). Tidak ada komplikasi pasca prosedur pada seluruh pasien. Dapat disimpulkan bahwa karakteristik lesi dengan adekuasi ambilan sampel sitologi dengan tuntunan USG tidak memiliki hubungan yang signifikan. Namun, USG tetap merupakan modalitas radiologi pilihan sebagai penuntun tindakan biopsi transtorakal untuk lesi perifer dengan keberhasilan yang cukup baik, bahkan untuk lesi berukuran kecil (< 2 cm). 
APLIKASI ANALISIS TRANSAKSIONAL BERFOKUS PENGASUHAN ANAK PADA PASANGAN DENGAN MASALAH RELASI PERKAWINAN Yudhantara, Dearisa Surya; Sudiyanto, Aris; Maharatih, Gst Ayu
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.035 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.02.7

Abstract

 Masalah relasi pada pasangan dapat mempengaruhi timbulnya masalah pada pengasuhan anak. Orangtua dengan masalah relasi akan menyebabkan gangguan pada pola asuh anak yang akan menyebabkan beberapa maslah pada anak seperti psikopatologi, gangguan perilaku, dan penurunan prestasi akademik. Peneltian ini adalah penelitian kualitatif berbentuk studi kasus dan aplikasi modul psikoterapi analisis transaksional pada pasangan dengan masalah relasi perkawinan berfokus pada pengasuhan anak. Studi ini melibatkan 3 pasangan Pada pelaksanaan psikoterapi analisis transaksional dengan setting terapi pasangan ini, dua klien dapat mengikuti hingga selesai, sedangkan satu klien tidak menyelesaikan proses psikoterapi. Terdapat perbaikan pada pola pengasuhan anak pada 2 pasangan klien yang mengikuti proses psikoterapi analisis transaksional hingga selesai. Perbaikan pola pengasuhan anak seiring dengan perbaikan relasi pada pasangan. Perbaikan ini berkaitan dengan bertambahnya waktu untuk anak, lebih banyak kasih sayang, dan afeksi kepada anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aplikasi modul psikoterapi analisis transaksional pada pasangan dengan masalah relasi perkawinan dapat memperbaiki relasi, menambah keintiman pasangan, dan memperbaiki psikopatologi. Perbaikan relasi perkawinan turut memperbaiki pengasuhan anak.  
KADAR TUMOR NECROSIS FACTOR- PLASMA PADA BERBAGAI DERAJAT KEPARAHAN AKNE VULGARIS DI RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG Ekasari, Dhany Prafita; Sugiman, Tantari; Widiatmoko, Arif
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.706 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.02.3

Abstract

Abstrak Akne vulgaris (AV) merupakan penyakit peradangan kronis pada unit pilosebaseus. Tumor necrosis factor-α (TNF-α) merupakan sitokin proinflamasi yang terlibat dalam patogenesis inflamasi AV. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui hubungan TNF-α dengan derajat keparahan AV dan menunjukkan hasil yang bervariasi. Hingga saat ini, belum ada data perbandingan kadar TNF-α plasma pada individu dengan berbagai derajat keparahan AV. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar TNF-α plasma pada berbagai derajat keparahan AV dan menentukan perbedaan kadar TNF-α plasma pada berbagai derajat keparahan AV. Desain penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional potong lintang dengan jumlah subjek 72 penderita AV yang datang ke Instalasi Rawat Jalan Kulit dan Kelamin RSUD dr. Saiful Anwar Malang dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek dikelompokkan menjadi 3 kelompok derajat keparahan AV, yaitu ringan, sedang dan berat berdasarkan klasifikasi Combined Acne Severity Scale (CASC) menurut Lehmann. Variabel yang diukur adalah kadar TNF-α plasma dengan metode ELISA. Hasil rerata kadar TNF-α plasma pada AV derajat ringan 14,72±7,97  pg/ml, AV sedang 15,39±12,13 pg/ml, dan AV berat 13,92±7,11 pg/ml. Analisis statistik rerata kadar TNF-α dengan menggunakan uji statistik nonparametrik Kruskall-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p > 0,05) pada ketiga derajat keparahan AV, namun kadarnya masih di atas rentang kadar normal. Penelitian ini menyimpulkan  bahwa kadar TNF-α plasma meningkat pada AV walaupun peningkatannya tidak sesuai dengan derajat keparahan. 
HUBUNGAN ANTARA IL-6 ADENOID DAN TONSILA PALATINA DENGAN IL-6 SERUM PADA ADENOTONSILITIS KRONIS HIPERTROFI Novita, Khuznita Dasa; Handoko, Edi; Indrasworo, Dyah
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.365 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.02.4

Abstract

 Adanya inflamasi lokal persisten pada Adenotonsilitis Kronis Hipertrofi (ATKH) menyebabkan perubahan histomorfologi berupa hiperplasi dan hipertrofi limfoid yang berhubungan dengan proliferasi sel T dan sel B. IL-6 berperan pada inflamasi kronis melalui rekrutmen monosit ke daerah inflamasi dan mengubah keseimbangan Th1/Th2 menuju dominasi Th2. Kadar IL-6 jaringan dan serum meningkat pada ATKH, namun hubungan kadar IL-6 pada adenoid dan tonsila palatina dengan kadar IL-6 serum belum diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar IL-6 adenoid dan tonsila palatine dengan kadar IL-6 serum. Penelitian ini melibatkan 8 anak dengan kasus ATKH (rata-rata umur: 9,63 ± 3,23  tahun dan 8 anak kontrol sehat (rata-rata umur: 10,6 ± 3.02 tahun). Kadar IL-6 diperiksa dari serum, adenoid, dan tonsila palatina dengan metode ELISA. Data penelitian dianalisis dengan independent t-test, uji korelasi, dan regresi linear. Hasil penelitian ini kadar IL-6 serum kelompok kasus lebih tinggi secara bermakna dibandingkan dengan kontrol sehat (p &lt; 0,05). Terdapat hubungan positif yang bermakna antara kadar IL-6 adenoid dengan serum (r = 0,881, p = 0,004). Sedangkan antara kadar IL-6 tonsila palatina dengan serum menunjukkan adanya hubungan yang tidak bermakna (r = 0,556, p = 0,197). Dapat disimpulkan bahwa kadar IL-6 pada adenoid berhubungan positip dengan kadar IL-6 serum. 
JUMLAH RERATA TROMBOSIT DAN PLATELETCRIT (MPV DAN PCT) SEBAGAI PREDIKTOR SYOK PADA ANAK YANG TERINFEKSI DENGUE DI RS Dr. SAIFUL ANWAR MALANG Prameswari, Asri; Iskandar, Agustin; Wafi, Muhammad
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.487 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.03.4

Abstract

Trombosit memegang peran penting pada patogenesis demam berdarah dengue (DBD), fungsi utama trombosit adalah pembentukan sumbat mekanik selama respons hemostasis normal terhadap cedera vaskuler. Gangguan pada trombosit baik jumlah maupun fungsi dapat mengakibatkan kebocoran darah spontan melalui pembuluh darah kecil. Jumlah rerata trombosit dan platelet crit (MPV dan PCT) diduga dapat dijadikan sebagai prediktor syok pada anak yang terinfeksi dengue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jumlah rerata trombosit dan plateletcrit (MPV dan PCT) dapat dijadikan sebagai prediktor syok pada anak yang terinfeksi dengue di RS. Dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian ini menggunakan metode kohort retrospektif dengan pengambilan rekam medis subjek anak yang dirawat dari bulan Januari 2016-April 2017 dengan metode consecutive sampling dan memenuhi kriteria untuk didiagnosis sebagai infeksi dengue. Diperoleh 39 data pasien anak yang terinfeksi dengue dengan rincian 21 sampel syok dan 18 sampel non-syok. Dengan analisis kurva ROC diketahui bahwa  anak yang terinfeksi dengue dengan jumlah trombosit <50.000 mempunyai risiko mengalami syok 2,32 kali lebih besar dengan nilai sensitifitas 44,4% dan spesifitas 90,48%. Pada anak yang terinfeksi dengue dengan nilai MPV >9,7 mempunyai risiko mengalami syok 1,5 kali lebih besar dengan nilai sensitifitas 83,33% dan spesifitas 28,57%. Pada anak yang terinfeksi dengue dengan nilai PCT <0,14 mempunyai risiko mengalami syok 9,52 lebih besar dengan nilai sensitifitas 94,44% dan spesifitas 61,9%. Dapat disimpulkan bahwa MPV dan PCT dapat dipakai sebagai indikator prognosis terjadinya dengue shock syndrome. 
HUBUNGAN MEAN ARTERIAL BLOOD PRESSURE DENGAN KELUARAN PASIEN STROKE TROMBOTIK YANG DINILAI DENGAN SKOR NIHSS Rahayu, Masruroh; Rakhmani, Alidha Nur; Raisa, Neila; Ar Rahmah, Kurnia Auliyana
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.773 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.03.5

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko stroke. Beberapa penelitian menyatakan peningkatan tekanan darah sistol dan diastol pada stroke iskemik menyebabkan keluaran yang buruk pada pasien stroke. Namun berdasarkan penelitian lain, peningkatan tekanan darah sistemik memiliki efek proteksi sehingga menurunkan tingkat keparahan stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mean arterial blood pressure (MABP) dengan keluaran pasien stroke trombotik yang diukur dengan skor Delta National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS). Penelitian ini menggunakan subjek pasien stroke yang dirawat di Stroke Unit RS. Dr. Saiful Anwar Malang selama periode April - Juni 2016 dengan jumlah sample 30 pasien. Kriteria inklusi usia pasien >18 tahun, onset stroke <24 jam, dan diagnosis stroke dengan CT scan kepala sebagai gold standard. NIHSS dan tekanan darah diukur 24 jam pertama sejak terdiagnosis stroke dan NIHSS kembali diukur pada hari 14. Delta NIHSS didapatkan dari NIHSS hari ke 14 dikurangi NIHSS masuk. Penelitian ini menggunakan desain peneltian cross sectional. Berdasarkan hasil analisis didapatkan korelasi yang signifikan antara MABP dengan Delta NIHSS (p = 0,025, r = -0,408) dengan arah korelasi negatif. Semakin tinggi nilai MABP maka akan semakin negatif delta NIHSS. Semakin negatif nilai Delta NIHSS menunjukkan semakin baik klinis dari pasien stroke. Kata kunci: delta NIHSS, MABP, sistol, diastol, stroke.
EFEK PAPARAN SUBKRONIK DEBU VULKANIK GUNUNG KELUD TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL TIKUS JANTAN MODEL DIABETES MELITUS Mayangsari, Elly; Santosa, I Putu Adi; Chikita, Gauca Syadzaiffat
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.784 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.03.1

Abstract

Penduduk disekitar Gunung Kelud yang memiliki riwayat diabetes mellitus berisiko menghirup debu vulkanik yang bisa menyebabkan stres oksidatif melalui terbentuknya radikal bebas. Pada penderita diabetes melitus, keadaan hiperglikemia memicu terbentuknya radikal bebas. radikal bebas yang terbentuk karena kondisi hiperglikemia dan pengaruh paparan debu vulkanik ini menyebabkan kerusakan pada membran sel hepar dan meningkatkan kolesterol total darah. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemaparan debu vulkanik Gunung Kelud mempengaruhi peningkatan kadar kolesterol total pada tikus Wistar model diabetes melitus. studi eksperimental menggunakan post-test only control group design dilakukan pada 25 ekor tikus Wistar jantan. Sampel dibagi ke dalam 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok perlakuan 1, kelompok perlakuan 2, dan kelompok perlakuan 3. Variabel yang diukur adalah kadar kolesterol total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan kadar kolesterol total tikus setelah dipapar debu vulkanik berbeda bermakna (p = 0,049; α = 0,05). Terdapat hubungan yang kuat antara dosis paparan debu vulkanik dengan kadar kolesterol total serum tikus jantan Rattus norvegicus galur Wistar model diabetes mellitus (p = 0,016, r = 0,609). Kesimpulan dari penelitian ini adalah paparan debu vulkanik Gunung Kelud dapat meningkatkan kadar kolesterol total tikus putih model diabetes melitus. 
ASUPAN PROTEIN MEMPENGARUHI TERJADINYA FRAILTY SYNDROME BERDASARKAN FRAILTY INDEX PADA USIA LANJUT DI KOTA MALANG Haryanti, Tita; Sunarti, Sri; Luqyana, Justicia Puspa
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.212 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.03.6

Abstract

Aging atau penuaan merupakan sebuah proses yang merubah seorang manusia dewasa menjadi lanjut usia. Kebanyakan manusia dewasa adalah sehat dan dapat beraktivitas tanpa bantuan siapapun. Lalu, saat berusia lanjut akan mengalami penurunan fungsi fisiologis dan menjadi lebih rentan terhadap berbagai macam penyakit. Frailty syndrome sering dikorelasikan dengan munculnya kondisi patologis pada lanjut usia. Pada penelitian sebelumnya disebutkan bahwa malnutrisi dan imobilitas merupakan kunci dari berkembangnya frailty. Penelitian ini ingin membuktikan adanya hubungan antara pola makan yang dilihat dari asupan protein dengan frailty syndrome di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode case control dengan populasi lansia di Kota Malang. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Frailty syndrome diukur menggunakan frailty index yang berisi 40 item. Asupan protein diukur dalam g/hari dan dalam asupan energi. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan antara jumlah protein dengan frailty syndrome. Namun, tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan energi dengan frailty syndrome. Kesimpulan penelitian ini adalah asupan protein yang tinggi berhubungan dengan semakin kecilnya kejadian frailty syndrome. Namun, asupan energi tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap angka kejadian frailty syndrome. 

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue