cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
HUBUNGAN ANTARA KADAR HORMON DEHYDROEPIANDROSTERONE SULFATE (DHEAS) SERUM DENGAN AKTIVITAS PENYAKIT URTIKARIA KRONIS PADA PEREMPUAN Brahmanti, Herwinda; Rofiq, Aunur; Cholis, Mochammad
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.752 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.04.1

Abstract

Abstrak Urtikaria merupakan lesi kulit yang terdiri dari reaksi wheal dan flare. Sebanyak 15-20% penduduk pernah mengalami urtikaria dalam kehidupannya, dan 25% diantaranya mengalami urtikaria kronik. Kejadian urtikaria lebih banyak dijumpai pada perempuan. Adanya hubungan antara proses imunologis  dan aktivitas neuroendokrin menjadi salah satu hipotesis yang mendasari patogenesis urtikaria. Ditemukannya peran DHEAS dalam fungsi imunomodulator dan antiinflamasi dapat menjadi dasar adanya peran dari terganggunya fungsi DHEAS akibat defisiensi dengan proses inflamasi pada urtikaria. Rancangan penelitian observasional potong lintang dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan antara kadar hormon dehidroepiandrosteron sulfat (DHEAS) serum dengan aktivitas penyakit urtikaria kronis pada perempuan. Hasil uji Kruskall Wallis dengan post hoc Man Whittney menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara aktivitas penyakit urtikaria dengan kadar DHEAS serum (p = 0,000). Analisis uji Spearman menunjukkan adanya korelasi negatif yang kuat antara aktivitas penyakit urtikaria dengan kadar DHEAS serum (r = -0,933; p = 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa pada kadar yang lebih tinggi maka  hormon DHEAS dapat bersifat protektif terhadap perburukan klinis urtikaria, dan sebaliknya pada kondisi urtikaria yang kronis terjadi penurunan kadar hormon DHEAS serum. Dapat disimpulkan bahwa pada wanita, ada hubungan antara kadar DHEAS serum dengan aktivitas penyakit urtikaria kronis. Hasil ini memperkuat kemungkinan terjadinya penurunan kadar DHEAS serum yang berperan dalam patogenesis urtikaria kronis. Kata kunci: aktivitas penyakit, dehidroepiandrosteron sulfat serum, urtikaria kronis
HUBUNGAN JENIS PERSALINAN TERHADAP KEBERHASILAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DI RSUD BANGIL KABUPATEN PASURUAN Putri, Rismaina; Hasanah, Nikmatun; Ahsan, Ahsan
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.923 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.04.4

Abstract

Abstrak Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih terbilang cukup tinggi dibanding dengan negara-negara tetangga di kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). Salah satu cara yang bisa digunakan untuk menurunkan AKB adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD). IMD adalah suatu proses saat ibu melakukan kontak kulit degan bayi dengan cara meletakkan bayi di dada atau perut atas ibu agar dapat  mencari puting susu ibu pada pertama kali, paling sedikit selama satu jam tanpa bantuan (mulut bayi tidak disodorkan langsung ke puting susu ibu). World Health Organization (WHO) dan United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) merekomendasikan IMD sebagai tindakan “penyelamatan kehidupan”, karena IMD dapat menyelamatkan 22% dari bayi yang meninggal sebelum usia satu bulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan jenis persalinan terhadap keberhasilan IMD di RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan. Desain penelitian adalah observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah incidental sampling dengan jumlah sampel sebesar 60 responden. Variabel independen adalah jenis persalinan yang diperoleh dari data rekam medis, sedangkan variabel dependennya adalah keberhasilan IMD yang diukur dengan menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara jenis persalinan terhadap IMD dengan nilai signfikansi (p < 0,05). Dari hasil penelitian ini, diharapkan tenaga kesehatan lebih mengoptimalkan proses pelaksanaan IMD pada semua jenis persalinan sehingga keberhasilan IMD semakin meningkat dan dapat menurunkan AKB. Kata Kunci : jenis persalinan, keberhasilan IMD
TINGKAT AKTIVITAS FISIK MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER TAHUN KEDUA, KETIGA, KEEMPAT Riskawati, Yhusi Karina; Prabowo, Edwin Damar; Rasyid, Harun Al
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.946 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.01.4

Abstract

Penyakit tidak menular merupakan pembunuh nomor satu di dunia hari ini. Salah satu penyebab terjadinya penyakit tidak menular ialah kekurangan aktivitas fisik. Mahasiswa kedokteran sebagai dokter di masa mendatang diharapkan dapat menjadi teladan dan memberikan konsultasi yang baik tentang aktivitas fisik kepada pasiennya sehingga mahasiswa kedokteran perlu memiliki aktivitas fisik yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat aktivitas fisik mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dan pengaruh usia, jenis kelamin, kondisi tempat tinggal, aktivitas organisasi/kepanitiaan dan tingkat pengetahuan terhadap tingkat aktivitas fisik tersebut. Penelitian observasional ini menggunakan desain cross-sectional.  Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 90 orang responden mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter FK UB tahun 2014 – 2016 yang memasuki tahun pendidikan kedua, ketiga dan keempat.  Data usia, jenis kelamin, kondisi tempat tinggal, aktivitas organisasi/kepanitiaan, tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner standar GPAQ (Global Physical Activity Questionnaire) oleh WHO. Analisis data menggunakan uji chi square. Dari hasil analisis didapatkan 60% responden memiliki aktivitas fisik yang rendah. Faktor usia (p = 0,194), jenis kelamin (p = 0,323), kondisi tempat tinggal (p = 0,605), tingkat pengetahuan (p = 0,839) dan aktivitas organisasi/kepanitiaan (p = 0,293) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat aktivitas fisik mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter FKUB tahun kedua, ketiga dan keempat angkatan tahun 2014 – 2016.
PROBIOTIK MENINGKATKAN KONSENTRASI HEMOGLOBIN PADA TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI LIPOPOLISAKARIDA ESCHERICHIA COLI Sari, Efris Kartika; Wihastuti, Titin Andri; Ardiansyah, Wahyu
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.881 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.01.3

Abstract

Infeksi bakteri Escherichia coli (E. coli) dapat menyebabkan gangguan sistem hematologi, di antaranya berupa penurunan konsentrasi hemoglobin. Konsumsi probiotik dianggap sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan sintesis hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Lactobacillus spp. terhadap konsentrasi hemoglobin pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi oleh lipopolisakarida (LPS) E. coli. Rancangan penelitian ini adalah true experimental dengan desain randomized post test only control group. Dua puluh satu ekor tikus putih dibagi ke dalam tiga kelompok yaitu: (1) kelompok tikus tanpa perlakuan sebagai kontrol negatif (n = 7), (2) kelompok tikus yang diinduksi LPS E. coli (n = 7), dan (3) kelompok tikus yang dipapar Lactobacillus spp. dan diinduksi LPS E. coli (n = 7). Konsentrasi hemoglobin diukur dengan metode oksihemoglobin. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan  konsentrasi hemoglobin antara kelompok tikus dengan paparan probiotik dan diinduksi LPS E. coli (8,9±0,3 mmol/L) dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif (8,0±0,8 mmol/L), dan kelompok yang hanya diinduksi LPS E. coli (8,4±0,5 mmol/L) (p &lt; 0,05). Disimpulkan bahwa Lactobacillus spp. dapat meningkatkan konsentrasi hemoglobin pada tikus putih yang diinduksi LPS E. coli. Kata kunci: hemoglobin, Lactobacillus spp., lipopolisakarida E. coli
NILAI DIAGNOSIS DAN PROGNOSIS JUMLAH DAN INDEKS TROMBOSIT, MEAN PLATELET VOLUME (MPV) DAN PLATELETCRIT (PCT) PADA PENDERITA SEPSIS NEONATORUM Iskandar, Agustin; Rosari, M Angelina de; Yuliarto, Saptadi
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.306 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.01.5

Abstract

Sepsis neonatorum merupakan penyebab utama kematian pada neonatus di Indonesia. Kondisi ini dapat memicu terjadinya disseminated intravascular coagulation (DIC), lalu meningkatkan konsumsi platelet dan mengakibatkan trombositopenia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai diagnostik dan prognostik jumlah dan index trombosit, mean platelet volume (MPV) dan plateletcrit (PCT) pada sepsis neonatorum. Penelitan ini adalah penelitian retrospektif menggunakan data sekunder pada neonatus terduga  sepsis yang dirawat di RSU dr. Saiful Anwar Malang. Hasil penelitian menunjukkan nilai diagnostik jumlah trombosit adalah sensitivitas 89,3%, spesifisitas 75%, sedangkan MPV sensitivitas 25% dan spesifisitas 10,7%. Nilai prognostik trombosit untuk menentukan outcome sepsis neonatorum adalah sensitivitas 55,6% dan spesifisitas 58,3%, sedangkan MPV 33,3% dan 33,3%. Kadar PCT tidak bisa digunakan baik untuk  diagnosis maupun prognosis sepsis neonatorum. Kesimpulan penelitian ini adalah jumlah trombosit mempunyai nilai diagnosis dan prognosis yang lebih baik bila dibandingkan dengan MPV pada sepsis neonatorum. Namun penegakan diagnosis dan prognosis sepsis neonatorum harus tetap ditentukan berdasar pada anamnesa baik terkait faktor risiko maupun riwayat penyakit, gambaran klinis, dan pemeriksaan penunjang. Kata kunci: jumlah dan index trombosit, sepsis neonatorum.
PERAN EDUKASI GAYA HIDUP TERHADAP STATUS GIZI, STATUS FUNGSIONAL, DAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 LANJUT USIA Sasiarini, Laksmi; Puspitasari, Ika A; Sunarti, Sri
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.551 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.01.6

Abstract

ABSTRAKIntervensi latihan fisik dan saran diet tinggi protein membantu memperlambat penurunan massa otot, sehingga secara tidak langsung dapat juga memperbaiki status gizi, status fungsional, dan kualitas hidup pada lansia penderita Diabetes Mellitus tipe 2. Penelitian bertujuan apakah terdapat perbedaan status gizi, status fungsional, dan kualitas hidup pada lansia penderita Diabetes Melitus tipe 2 sebelum dan sesudah pemberian latihan fisik dan saran diet tinggi protein. Penelitian eksperimental analitik dengan kohort selama10 minggu. Subjek adalah 56 pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Poli Endokrin RSSA Malang yang 58% adalah wanita dengan rerata usia 65,79±5,74 tahun, penilaian rerata status gizi menunjukkan hasil normal, rerata status fungsional berdasarkan Indeks Barthel menunjukkan ketergantungan ringan, dan rerata kualitas hidup berdasarkan SF 36 menunjukkan nilai yang bagus. Kemudian, subyek dibagi secara acak menjadi 2 kelompok (kelompok perlakuan dan tidak mendapat perlakuan). Analisis data menggunakan uji Independent T Test, Mann Whitney U, dan uji T-Test berpasangan dengan program SPSS for window versi 16.0. Pada kelompok perlakuan, edukasi tentang latihan fisik dan diet tinggi protein didapatkan hasil yang signifikan untuk status gizi, status fungsional, dan kualitas hidup  dibandingkan kelompok kontrol ( p<0,05). Didapatkan juga hasil yang signifikan pada kelompok perlakuan untuk status gizi, status fungsional, dan kualitas hidup sebelum dan sesudah intervensi ( p<0,05).  Kesimpulan dari penelitian ini adalah status gizi, status fungsional, dan kualitas hidup pada lansia penderita diabetes mellitus tipe 2 berbeda secara bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, serta terdapat peningkatan status gizi, status fungsional, dan kualitas hidup sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan. Kata kunci : Lansia penderita Diabetes Mellitus tipe 2, Status Gizi, Status Fungsional, Kualitas Hidup, Latihan Fisik, Diet Tinggi Protein.
EFEK PEMBERIAN ARTEMISIN DAN MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus) TERHADAP PRODUKSI REACTIVE OXYGEN INTERMEDIATE SEL MAKROFAG PERITONEUM MENCIT DIINFEKSI MALARIA Rahmad, Rahmad; Endharti, Agustina Tri; Fitri, Loeki Enggar
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.044 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.01.1

Abstract

Kerusakan jaringan hospes yang terinfeksi malaria dapat disebabkan oleh radikal bebas yang dihasilkan akibat  respons imun yang berlebihan dan mekanisme kerja artemisin. Kandungan beta-karoten dan tokoferol yang tinggi dalam minyak buah merah berfungsi sebagai antioksidan dan imunostimulator. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi kombinasi artemisin dan minyak buah merah terhadap pembentukan reactive oxygen intermediate (ROI) oleh makrofag. Sebagai model malaria digunakan Plasmodium berghei yang diinfeksikan ke mencit Balb/C secara intraperitoneal. Sampel  terdiri dari kelompok mencit normal, mencit yang diinfeksi P. berghei (kontrol positif), mencit yang diinfeksi P. berghei dan diterapi artemisin 0,0364 mg/gBB peroral, mencit yang diinfeksi P. berghei dan mendapat artemisin 0,0364 mg/gBB serta minyak buah merah (dosis 16,5μL/mencit,  49μL/mencit, dan 97,5μL/mencit).  Didapatkan penurunan parasitemia pada kelompok mencit yang diterapi dengan artemisin serta kombinasi artemisin dan minyak buah merah pada hari ke-3. Keadaan ini diikuti dengan rendahnya jumlah sel makrofag yang memproduksi ROI yaitu pada kelompok yang mendapat artemisin saja maupun kombinasinya dengan minyak buah merah dosis 16,5 μL/mencit, dan dosis 49 μL/mencit dibanding kelompok kontrol positif (berturut-turut p = 0,003; p = 0,007; p = 0,003), kecuali pada mencit dosis 97,5 μL yang menunjukkan setara dengan kontrol positif (p = 0,822). Pada hari ke-5, jumlah sel makrofag yang memproduksi ROI lebih rendah pada kelompok kombinasi artemisin dan minyak buah merah dosis 49 μL/mencit, dan dosis 97,5 μL/mencit  dibandingkan dengan kelompok artemisin saja dan kontrol positif (p = 0,000). Disimpulkan bahwa pada infeksi malaria yang diberi terapi artemisin, buah merah dosis tinggi diperlukan sebagai imunostimulator pada fase akut dan sebagai antioksidan pada fase kronis. Kata kunci: artemisinin, makrofag, malaria, reactive oxygen intermediate, buah merah (Pandanus conoideus)
HUBUNGAN ANTARA LAMA SAKIT DENGAN STATUS ANTROPOMETRI PASIEN DM TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG Sasiarini, Laksmi; Andarini, Sri; Sasongko, Ardi
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.087 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.01.7

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan masalah kesehatan yang sering ditemukan saat ini di dunia.Diabetes Mellitus tipe 2 memiliki gejala khas dengan terjadinya penurunan berat badan dan status antropometri pada awal menderita yang dapat mengganggu kualitas hidup penderitanya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama menderita Diabetes Mellitus tipe 2 dengan status antropometri. Penelitian ini adalah penelitian observational dan pengambilan data dilakukan dengan metode cross sectional. Pengukuran dan pencatatan data di lakukan secara manual dan di uji korelasi dengan menggunakan teori pearson correlation adalah penderita Diabetes Mellitus tipe 2 yang sedang rawat jalan di Poli Endokrin RSUD dr Saiful Anwar Malang periode Februari-Maret 2014. Selama penelitian di dapatkan 100 sample penderita Diabetes Mellitus tipe 2 dengan 58% subyek wanita dan 42% subyek pria, serta rentang usia 29-90 tahun. Hasil penelitian ini di dapatkan rata-rata usia pasien ± 59.11 tahun, rata–rata BMI ± 24.75 kg/m2, dan rata-rata lingkar pinggang ± 92.46 cm. Hasil yang di dapat dari penelitian ini bisa diambil kesimpulan bahwa lama menderita Diabetes Mellitus tipe 2 tidak memiliki hubungan dengan status antropometri (p > 0.05). Kata kunci : Diabetes Mellitus, antropometri, lama menderita
LYCOPENE DAN MELATONIN MELINDUNGI KULTUR SEL RETINAL PIGMENT EPITHELIUM MATA KAMBING YANG DIPAPAR HIDROGEN PEROKSIDA Hamid Abdullah, Aulia Abdul
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.665 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.01.2

Abstract

Age Related Macular Degeneration (ARMD) adalah penyakit yang dapat menyebabkan kebutaan dan berkaitan dengan stres oksidatif pada retinal pigment epithelium (RPE). Lycopene dan melatonin merupakan antioksidan yang diduga berpotensi melindungi sel RPE. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek suplementasi lycopene dan melatonin terhadap kadar malondialdehyde (MDA) sel RPE mata kambing yang dipapar dengan hidrogen peroksida (H2O2). Kultur primer sel RPE mata kambing dibagi dalam beberapa kelompok perlakuan suplementasi lycopene atau melatonin dengan dosis 10 μM, 30 μM, dan 100 μM dilanjut dengan paparan H2O2 250 μM. Kadar MDA pada sel kultur diukur dengan metode thiobarbituric assay (TBA). Pada kelompok lycopene, kadar MDA rata-rata adalah 1,2 μg/ml pada kelompok tanpa perlakuan, dan 1,8 μg/ml pada kelompok yang dipapar H2O2 tanpa suplementasi. Sel yang diberi lycopene dengan kadar 10 μM, 30 μM, dan 100 μM memiliki kadar MDA lebih rendah yaitu 0,7 μg/ml, 1,0 μg/ml, dan 1,0 μg/ml secara berurutan. Rerata kadar MDA pada kelompok melatonin, pada kelompok tanpa perlakuan adalah sebesar 2,3 μg/ml dan pada kelompok yang dipapar H2O2 tanpa suplementasi sebesar 3,3 μg/ml. Kadar pada kelompok perlakuan melatonin 10 μM, 30 μM, dan 100 μM adalah sebesar 2,5 μg/ml, 1,7 μg/ml, dan 1,7 μg/ml secara berurutan. Analisis statistik dengan ANOVA menunjukkan bahwa lycopene dan melatonin secara signifikan menurunkan kadar MDA dibanding dengan kelompok tanpa pemberian suplementasi (p = 0,01 dan p = 0,001). Sebagai kesimpulan, lycopene dan melatonin dapat melindungi kultur sel RPE mata kambing yang dipapar dengan H2O2. Lycopene dan melatonin dapat mencegah stres oksidatif pada sel RPE dalam upaya menghambat ARMD. Kata kunci: kultur sel, lycopene, malondialdehyde, melatonin, RPE.
TERAPI METHOTREXATE PADA PASIEN DENGAN VASKULOPATI LIVEDOID Lilasari, Sekar Puspita; Brahmanti, Herwinda; Retnani, Diah Prabawati
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1641.398 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.01.8

Abstract

Penyakit Vaskulopati livedoid (VL) adalah penyakit hialinisasi vascular yang jarang dan ditandai dengan ulkus rekuren, kronik, pada ekstremitas bawah serta livedoid reticularis dan atrophie blanche. Akibat patogenesis yang belum jelas, belum ada konsensus terapi untuk VL. Methotrexate merupakan salah satu modalitas terapi berupa imunosupresan untuk vaskulitis. Dilaporkan satu kasus laki-laki usia 21 tahun dengan adanya luka yang nyeri dan berulang sejak 15 tahun. Luka dapat sembuh sendiri dan meninggalkan bercak kecoklatan disertai bercak putih yang mengkilat. Tidak ada penyakit penyerta sistemik lain. Pemeriksaan dermatologik pada kedua cruris dan kedua dorsum pedis didapatkan ulkus multipel, bentuk bulat dan ireguler, batas tegas, disertai dengan livedo reticularis dan atrophie blanche. Terapi awal yang diberikan adalah metilprednisolon 1x16 mg per oral namun dalam 2 minggu terjadi rekurensi. Kemudian diberikan methotrexate 15mg/minggu per oral, setelah 2 minggu didapatkan perbaikan yang dinilai dari jumlah ulkus baru yang muncul. Namun perlu follow-up lebih lanjut untuk mengetahui rekurensi.  

Page 11 of 34 | Total Record : 334


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue