cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
PERBANDINGAN NILAI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix) DAN BENTUK LIPOSOMNYA Zuhria, Kimiko Hikari; Danimayostu, Adeltrudis Adelsa; Iswarin, Siti Jazimah
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.652 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.02.2

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang memiliki mekanisme kontrol dalam menyeimbangkan konsentrasi ROS (Reactive Oxygen Species). Salah satu sumber antioksidan eksogen adalah daun jeruk purut (Citrus hystrix). Daun jeruk purut mengandung sitronelal yang merupakan antioksidan kuat, sehingga dapat dijadikan alternatif antioksidan eksogen untuk penghambat proses penuaan (antiaging). Antioksidan eksogen pada umumnya terpenetrasi dalam kulit hanya hingga bagian epidermis. Padahal, proses penuaanterutama terjadi pada bagian dermis kulit. Sistem penghantaran obat liposom dipilih dengan tujuan meningkatkan kemampuan penetrasi zat aktif kedalam dermis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara aktivitas antioksidan ekstrak dan liposom ekstrak daun jeruk purut. Studi eksperimental dilakukan dengan membandingkan ekstrak hasil ekstraksi daun jeruk purut dan bentuk formula liposomnya. Dalam formula liposom, digunakan berbagai konsentrasi lesitin yang berperan sebagai komponen utama penyusun liposom. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah nilai aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan antara nilai aktivitas antioksidan yang ditunjukkan oleh nilai IC50 antara ekstrak dengan liposom (p < 0,05). Nilai IC50 ekstrak yaitu 27,434 ppm, lebih rendah daripada nilai antioksidan liposom formula A (28,187 ppm), formula B (28,801 ppm) dan formula  C (29,876 ppm). Semakin tinggi konsentrasi lesitin menunjukkan hasil IC50 yang lebih tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan antara aktivitas antioksidan ekstrak dan liposom ekstrak daun jeruk purut.Kata kunci : antioksidan, antipenuaan, daun jeruk purut(Citrus hystrix), liposom
Profil Kadar Hemoglobin pada Wanita Pre-Eklampsia Berat Dibandingkan dengan Wanita Hamil Normal Tiaranissa, Azhalia; W.B, Siti Candra; Sriwahyuni, Endang
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.7 KB)

Abstract

Pre-eklampsia adalah penyakit yang terdiri dari hipertensi dan proteinuria pada wanita hamil yang terjadi mulai minggu ke-20 kehamilan sampai minggu ke-6 setelah melahirkan. Pada wanita pre-eklampsia ditemui kelainan hematologis yaitu gangguan degradasi heme dan hemokonsentrasi yang menyebabkan peningkatan kadar hemoglobin dibandingkan dengan wanita hamil normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kadar hemoglobin pada wanita pre-eklampsia berat dibandingkan dengan wanita hamil normal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan cross sectional di RSSA Malang. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 60 sampel wanita hamil dengan usia kehamilan > 20 minggu, 30 wanita pre-eklampsia berat dan 30 wanita hamil normal sebagai kontrol. Pengambilan darah dan pengukuran kadar hemoglobin dilakukan di laboratorium Patologi Klinik RSSA Malang. Hasil uji independent T-test didapatkan nilai signifikan (p = 0.000) yang menunjukkan ada perbedaan yang bermakna pada kadar hemoglobin antara wanita pre-eklampsia berat dengan wanita hamil normal. Rata-rata kadar hemoglobin pada wanita hamil dengan pre-eklampsia berat adalah 13,26 ± 0,95 dan rata-rata kadar hemoglobin pada wanita hamil normal adalah 10,74 ± 1,07. Penelitian ini juga menunjukkan adanya peningkatan kadar hemoglobin pada wanita pre-eklampsia berat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kadar hemoglobin pada wanita pre-eklampsia berat lebih tinggi daripada kadar hemoglobin wanita hamil normal. Kata kunci : Hamil normal, Kadar haemoglobin, Pre-eklampsia berat.
PENGARUH KADAR GLUKOSA TERHADAP EKSPRESI PROTEIN AdhO36 BAKTERI Salmonella Typhi Winarsih, Sri; Sujuti, Hidayat; Yasmin, Aulia
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.515 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.03.1

Abstract

Demam tifoid yang disebabkan oleh Salmonella Typhi merupakan salah satu penyakit infeksi terbanyak penyebab rawat inap penderita di Indonesia. Sehingga diperlukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi patogenesitas dari S.Typhi salah satunya adalah kadar glukosa. S. Typhi diketahui memiliki molekul adhesin pada bagian  outer membrane protein (OMP) dengan berat molekul 36 kDa atau disebut juga AdhO36. Molekul adhesin ini berfungsi sebagai perlekatan bakteri pada sel hospes. Pada penelitian ini ingin diketahui pengaruh kadar glukosa terhadap ekspresi protein AdhO36 OMP S. Typhi. Perlakuan glukosa diberikan pada lima kelompok bakteri yaitu konsentrasi 40 mg/100mL, 80 mg/100mL, 160 mg/100mL, 240 mg/100mL dan 320 mg/100mL. Hasil elektroforesis OMP pada lima kelompok bakteri tersebut menunjukkan peningkatan ketebalan pita protein, yaitu semakin tinggi kadar glukosa akan  semakin tebal protein yang  terekspresi. Ketebalan pita protein OMP 36 kDa dibaca menggunakan program Corel Photo Paint 11. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (ANOVA, p = 0,559), namun secara deskriptif terlihat adanya peningkatan ketebalan protein OMP 36 kDa pada perlakuan konsentrasi glukosa yang makin besar. Kesimpulan penelitian ini adalah peningkatan kadar glukosa cenderung akan meningkatkan ekspresi protein AdhO36 S. Typhi. Kata kunci : AdhO36, Kadar Glukosa, OMP, Salmonella Typhi
Efek Ekstrak Jahe (Zingiber officinale Rosc.) terhadap Penurunan Tanda Inflamasi Eritema pada Tikus Putih (Rattus novergicus) Galur Wistar dengan Luka Bakar Derajat II Susila, Andriawan Hendra; Sumarno, Sumarno; SLI, Dina Dewi
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.6 KB)

Abstract

WHO memperkirakan lebih dari 7,1 juta cedera luka bakar pada tahun 2004 dan menyumbangkan angka kejadian 110/100.000/tahun. Penyebab tersering adalah api (55,1 %) dan terbanyak adalah luka bakar derajat II (76,9%). Ekstrak jahe telah diidentifikasi memiliki berbagai efek farmakologis, salah satunya adalah antiinflamasi, sehingga penggunaan ekstrak jahe pada luka bakar diharapkan dapat menurunkan proses inflamasi pada luka bakar. Tujuan penelitian ini untuk menguji ekstrak jahe terhadap penurunan tanda inflamasi eritema. Desain penelitian ini adalah eksperimental murni, dengan sampel terdiri dari 18 ekor tikus Wistar. Sampel dipilih dengan simple random sampling dan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dengan menggunakan silver sulfadiazine (n = 9), dan kelompok perlakuan dengan ekstrak jahe (n = 9). Pengamatan dilakukan setiap 24 jam sekali selama 3 hari, dan data yang diperoleh dianalisis dengan T-test. Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah penurunan tanda inflamasi eritema. Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah ekstrak jahe dapat menurunkan tanda inflamasi eritema pada hari ke-2 (p = 0,001) dan ke-3 (p = 0,006). Namun, ekstrak jahe tidak efektif menurunkan tanda inflamasi eritema dibandingkan dengan penggunaan silver sulfadiazin, dibuktikan dengan hasil nilai signifikansi uji t tidak berpasangan yaitu p = 0,005 pada hari ke-1, kemudian pada hari ke-2 dengan nilai p = 0,271, dan pada hari ke-3 yaitu p = 0,885. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak jahe terbukti mampu menurunkan tanda inflamasi eritema pada tikus putih galur Wistar dengan luka bakar derajat II, namun, tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan menggunakan silver sulfadiazine. Kata kunci: Ekstrak jahe, Eritema, Luka bakar derajat II.
PENGARUH DURASI DAN TAHAPAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) TERHADAP KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DALAM 1 BULAN PERTAMA Herli Mastuti, Ni Luh Putu; Sariati, Yuseva; Fathma, Putri
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.097 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.03.6

Abstract

Untuk menekan angka kematian bayi maka beberapa tindakan perlu ditingkatkan, seperti pemberian ASI eksklusif. Salah satu indikator yang menunjang keberhasilan pemberian ASI eksklusif adalah dengan memulai menyusu dalam waktu 1 jam setelah lahir atau Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Pada penelitian ini ingin dibandingkan pengaruh durasi pelaksanaan IMD dengan tahapan pelaksanaan IMD terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif dalam 1 bulan pertama di Puskemas Cluwak. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan studi kohort. Sampel yang digunakan adalah seluruh bayi baru lahir sebanyak 61 bayi. Data berasal dari observasi langsung pelaksanaan IMD dari kelahiran bayi sampai menyusu pertama selesai, dan pemberian ASI eksklusif setiap minggunya selama 1 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pemberian ASI eksklusif dalam 1 bulan pertama dipengaruhi oleh durasi pelaksanaan IMD (p = 0,001), sedangkan tahapan IMD tidak mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI (p = 0,114). Penelitian di Puskemas Cluwak ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pemberian ASI eksklusif dalam 1 bulan pertama lebih dipengaruhi oleh durasi pelaksanaan IMD daripada tahapan IMD. Kata kunci: ASI eksklusif, durasi, tahapan, inisiasi menyusu dini (IMD)
Pemberdayaan Wamantik dengan Metode Manga Zone sebagai Salah Satu Pencegahan Kasus Demam Berdarah Dengue di Daerah Kelurahan Sawojajar Kota Malang Azhar, Nur Hidayati; Zuhriyah, Lilik
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.725 KB)

Abstract

Kelurahan Sawojajar merupakan daerah dengan angka penderita DBD tertinggi di wilayah Malang. Berdasarkan data dari puskesmas setempat, penderita DBD yang dilaporkan pada tahun 2008 sejumlah  52 orang dan pada 6 bulan pertama tahun 2009 telah mencapai  41 orang. Data dari Riskesda Jawa Timur menyebutkan bahwa anak usia 5-14 tahun memiliki  prevalensi DBD yang lebih tinggi dibandingkan dengan golongan umur yang lain. Sekolah merupakan salah satu daerah yang tidak terpantau oleh kader jumantik. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode yang memberdayakan warga sekolah sebagai pemantau jentik di lingkungan sekolah, misalnya siswa yang dijadikan sebagai Wamantik (siswa pemantau jentik). Manga Zone  merupakan suatu metode yang memanfaatkan gambar Manga (kartun Jepang) baik dengan menggunakan tokoh yang sudah ada maupun dengan tokoh baru yang dibuat. Media yang digunakan adalah komik, stiker, kalender, dan leaveslet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penerapan metode Manga Zone terhadap pemantauan jentik di lingkungan sekolah. Berdasarkan tujuannya, penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental atau eksperimen lapangan. Berdasarkan waktu pengumpulan datam penelitian ini termasuk dalam longitudinal study. Program pemberdayaan Wamantik dengan metode Manga Zone dilakukan melalui empat bagian yaitu konsolidasi dengan sekolah, sosialisasi, monitoring, dan koordinasi dengan pihak sekolah maupun dinas terkait. Media yang menjadi instrumen pelaksanaan program telah diterima dengan baik oleh siswa. Angka kepadatan jentik di sekolah mengalami fluktuasi sebelum dan sesudah pelaksanaan program ini. Tingkat pengetahuan siswa tentang DBD dan pencegahannya sebelum dan sesudah penuyuluhan mengalami peningkatan. Selain itu, pihak sekolah dan Puskesmas pun mendukung penuh pelaksanaan program pencegahan DBD dengan metode Manga ZoneKata Kunci : Demam berdarah dengue (DBD), Manga Zone, Wamantik. 
SURVEI STATUS GIZI DAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA MENGGUNAKAN KUESIONER PRASKRINING PERKEMBANGAN (KPSP) Wani, Yudi Arimba; Wilujeng, Catur Saptaning; Rahmi, Yosfi; Kusuma, Titis Sari; Rahmawati, Widya; Fadhilah, Eriza; Ruhana, Amalia
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.15 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.04.5

Abstract

Abstrak Banyak anak usia 1-5 tahun terancam mengalami gangguan perkembangan karena keterbatasan ekonomi dan kondisi gizi yang tidak optimal. Kegiatan survei perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat tumbuh kembang anak, agar dapat melakukan tindakan perbaikan yang tepat bila ditemukan penyimpangan. Penelitian ini merupakan survei analitik. Jumlah sampel adalah 79 anak, berusia 1-5 tahun dan mendapat kesediaan orang tua untuk menjadi subjek penelitian. Pengukuran anthropometri berat badan dan tinggi badan serta observasi perkembangan dengan KPSP dilakukan pada setiap subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12% anak kurus/sangat kurus, 26% anak gizi kurang/gizi buruk, 38% anak pendek/sangat pendek, dan 10% anak mengalami penyimpangan perkembangan serta 33% memiliki perkembangan meragukan. Disimpulkan bahwa pada penelitian ini, proporsi anak kurang gizi tergolong tinggi. Kata kunci: anak usia 1-5 tahun, KPSP, perkembangan anak, status gizi
EKSTRAK DAUN Nicotiana tabacum MENURUNKAN BERAT LEMAK VISCERAL PADA TIKUS DIABETES MELLITUS TIPE DUA Suprapto, Ratih Paramita; Jonathan, Andrew; Ernanda, Shelby A; Wicaksono, Budi
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.033 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.04.2

Abstract

AbstrakDiabetes mellitus merupakan masalah utama kesehatan di dunia dan prevalensinya selalu meningkat. Pada dosis yang tepat kandungan nikotin dari ekstrak etanol daun tembakau (Nicotiana tabacum) memiliki efek hipoglikemik sehingga berpeluang sebagai terapi alternatif untuk diabetes mellitus. Namun, efeknya pada jaringan adipose penderita diabetes mellitus belum banyak diketahui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun tembakau terhadap berat lemak visceral tikus model diabetes mellitus. Pada penelitian ini tikus galur Wistar dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol negatif (K-), kelompok tikus model diabetes mellitus (K+), dan tiga kelompok tikus diabetes melitus yang diberi ekstrak etanol daun tembakau 90 (P1), 180 (P2) dan 270 (P3) mg/kgBB/hari per oral selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan bermakna berat lemak pada semua kelompok tikus DM yang diberi ekstrak daun tembakau dibandingkan dengan tikus DM tanpa terapi maupun tikus normal (p &lt; 0,05). Kesimpulan penelitian adalah pemberian ekstrak etanol daun tembakau menurunkan berat lemak visceral pada tikus model DM. Penurunan berat lemak visceral kemungkinan disebabkan oleh kandungan nikotin dalam ekstrak yang dapat mengaktivasi lipolisis, menghambat lipogenesis, aktivasi thermogenesis, dan penurunan intake makan.  Kata kunci: berat lemak visceral, diabetes mellitus, daun tembakau (Nicotiana tabacum).
STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN PETUGAS KEPOLISIAN DALAM MEMBERIKAN TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS Ulya, Ikhda; Ratnawati, Retty; Kumboyono, Kumboyono
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.052 KB)

Abstract

Abstrak Petugas kepolisian memegang peranan sangat penting dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan jika terdapat keterbatasan petugas medis untuk memberikan pertolongan. Tentunya polisi memiliki pengalaman tersendiri yang perlu digali untuk mengetahui tindakan pertolongan pertama apa saja yang selama ini dilakukan ketika menolong korban kecelakaan selain tugas utamanya sebagai polisi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif fenomenologi hermeneutic untuk mengeksplorasi dan menginterpretasikan makna pengalaman petugas kepolisian dalam memberikan tindakan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas. Jumlah partisipan sebanyak 5 orang yang bertugas di Pos Lantas Purwodadi Wilayah Polres Pasuruan. Instrumen dalam penelitian ini yaitu peneliti sebagai instrumen inti dan alat penunjang lainnya yaitu berupa netbook yang dilengkapi dengan program perekam suara (camtasia studio), bolpoin, dan kertas untuk field note. Data dikumpulkan melalu in depth interview diolah menjadi tranksrip dan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode Dikelmann et al. Hasil penelitian didapatkan dua tema besar yaitu segera menolong sesuai dengan kemampuan dan peralatan yang ada serta menolong dengan cara apapun demi keselamatan korban. Kesimpulannya yaitu polisi berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dalam memberikan tindakan pertolongan pertama pada korban kecelakaan demi keselamatan korban. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan kemampuan polisi dalam memberikan tindakan pertolongan pertama untuk meningkatkan angka keselamatan korban kecelakaan ditengah keterbatasan pelayanan medis di luar rumah sakit. Kata kunci : kecelakaan lalu lintas, pertolongan pertama, polisi
EFIKASI TERAPI BISFOSFONAT PADA PASIEN OSTEOPOROSIS PRIMER DAN OSTEOPENIA MELALUI PEMANTAUAN SKOR DMT (PENELITIAN DILAKUKAN DI POLIKLINIK RHEUMATOLOGI RSUD SAIFUL ANWAR) Yunita, Ema Pristi; Imananta, Fadhila Putri; Suryana, Bagus Putra
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.838 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.04.3

Abstract

Abstrak  Densitas Mineral Tulang (DMT) yang rendah seringkali terjadi pada penyakit osteoporosis dan osteopenia. Pengobatan lini pertama dari kedua penyakit tersebut adalah bisfosfonat. Terapi bisfosfonat memerlukan waktu lama, harus didukung dengan konsumsi kalsium dan vitamin D, efikasinya tidak dapat dirasakan secara langsung, serta ada aturan khusus pada pemakain rute oral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan DMT pasien osteoporosis primer dan osteopenia dalam rentang waktu 6-18 bulan yang menggunakan terapi bisfosfonat tanpa memperhatikan kepatuhan terapi, cara minum yang rute oral, serta konsumsi kalsium maupun vitamin D. Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong melintang. Sampel berjumlah 26 pasien yang diambil secara retrospektif sejak 2013 sampai Januari 2017 dari rekam medis. Data diambil dari pasien osteoporosis primer dan osteopenia berusia 50-80 tahun yang menggunakan bisfosfonat dan memiliki dua skor DMT. Hasil uji t berpasangan menunjukkan perbaikan skor DMT yang signifikan pada tulang femoral neck sebesar 4,44% (p = 0,048), ward’s triangle 14,4% (p = 0,000), dan g. trochanter 5,37% (p = 0,000). Hasil uji t berpasangan untuk skor T menunjukkan peningkatan yang signifikan pada tulang ward’s triangle 14,52% (p = 0,000) dan g. trochanter 11,65% (p = 0,000). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu selama rentang waktu 6-18 bulan telah terjadi peningkatan DMT yang signifikan pada tulang femoral neck, ward’s triangle, dan g.  trochanter.  Kata kunci: bisfosfonat, densitas mineral tulang (DMT), osteopenia, osteoporosis

Page 10 of 34 | Total Record : 334


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue