cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
Ekstrak Kulit dan Biji Anggur (Vitis vinifera) Menurunkan Jumlah Sel Neuron yang Rusak, Volume Infark, dan Memperbaiki Fungsi Motorik pada Tikus Wistar Model Stroke Iskemik Lukito, Astrid Nandikasari; Indra, Mohammad Rasjad
Majalah Kesehatan FKUB Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.659 KB)

Abstract

Stroke iskemik merupakan penyakit karena tersumbatnya pembuluh darah ke otak sehingga menyebabkan kerusakan neurologis. Kerusakan ini akibat perubahan seluler yang menyebabkan kerusakan neuron, edema otak, dan penurunan fungsi motorik. Ekstrak kulit dan biji anggur (Vitis vinifera) mengandung resveratrol yang mampu melintasi sawar darah otak dan memperbaiki kematian neuron melalui jalur patofisiologi seluler serta menginduksi ERK 1/2 pathway untuk regenerasi otak. Pada penelitian ini ingin diketahui korelasi antara perbaikan jumlah neuron yang rusak, volume infark, dan fungsi motorik setelah pemberian ekstrak kulit dan biji anggur pada tikus. Penelitian eksperimental ini menggunakan tikus (Rattus norvegicus) yang terbagi menjadi 5 kelompok yaitu (1) kontrol positif (+), (2) kontrol negatif (-), (3)  dosis ekstrak 50 mg/kgBB, (4)  dosis ekstrak 100 mg/kgBB, dan (5) dosis ekstrak 200 mg/kgBB. Ekstrak diberikan selama 2 minggu. Tikus diinduksi stroke dengan metode unilateral carotid artery occlusion selama 45 menit. Kemudian diuji fungsi motoriknya dengan ladder rung walking test. Setelah 2 minggu, dianalisis fungsi motorik, jumlah neuron yang rusak dan volume infark dengan metode hematoksilin & eosin. Berdasarkan uji Pearson terdapat korelasi yang cukup antara fungsi motorik dengan jumlah neuron yang rusak maupun volume infark (berturut-turut R = 0,306; R = 0,346). Sementara antara jumlah neuron yang rusak dengan volume infark terdapat korelasi yang kuat (R = 0,645, p = 0,002; p < 0,05). Kesimpulannya terdapat korelasi antara perbaikan jumlah sel neuron yang  rusak, volume infark, dan fungsi motorik.Kata kunci: Kulit dan biji anggur, Motorik, Infark, Regenerasi otak, Resveratrol, Stroke.
Pengaruh Substitusi Tepung Biji Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) dalam Makanan terhadap Kadar Protein Serum Tikus Putih Galur Wistar yang Diberi Diet Rendah Protein Setyohadi, Setyohadi; T, Kanthi Permaningtyas; Putri, Andini
Majalah Kesehatan FKUB Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.041 KB)

Abstract

Kurang energi protein (KEP) adalah kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga pemenuhannya kurang dari 70 % angka kecukupan gizi (AKG). Salah satu dampak dari KEP adalah turunnya kadar protein serum darah yang berpotensi menimbulkan enzim tubuh tidak terbentuk, albumin dan immunoglobulin akan terganggu. Penanggulangan KEP dapat dilakukan dengan asupan protein yang berasal dari biji kecipir tua (mengandung 30-42 % protein). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung biji kecipir dalam makanan terhadap peningkatan kadar protein serum pada tikus putih yang diberi diet rendah protein. Studi eksperimental ini menggunakan desain post test control group dengan hewan coba tikus wistar jantan. Sampel yang dipilih secara acak dibagi ke dalam empat kelompok: kelompok diet normal (K-), kelompok diet rendah protein (K+), kelompok diet substitusi tepung biji kecipir 10 % (P1), dan dengan substitusi tepung biji kecipir 91 % (P2). Pemberian diet dilakukan selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar protein serum K- dengan P1 dan P2 memiliki perbedaan yang signifikan (ANOVA satu arah, p = 0,000). Berdasarkan data laboratorium diperoleh rata-rata kadar protein serum kelompok P2 lebih tinggi 22,35 % dari kelompok P1. Kesimpulannya adalah pemberian tepung biji kecipir pada kondisi diet rendah protein meningkatkan kadar protein serum pada tikus.Kata kunci: Biji kecipir , Kurang energi protein, Protein serum, Tepung.
Optimasi Formula dan Teknik Pembuatan Sampo Susu Sapi Segar Menggunakan Kombinasi Surfactant d an Co- Surfactant Emmawati, Tika; Sidharta, Bambang
Majalah Kesehatan FKUB Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.171 KB)

Abstract

Sampo yang baik dapat membersihkan dan memiliki emulsi minyak dalam air yang stabil. Variasi konsentrasi kombinasi surfactant dan co-surfactant, serta variasi penggunaan pelarut selama proses pengembangan dibutuhkan untuk mencari kombinasi yang paling ideal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula dan teknik pembuatan sampo susu sapi segar yang optimum. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian factorial design. Seluruh rancangan formula (F1-F9) yang menjadi sampel dalam penelitian ini, dibuat dengan konsentrasi kombinasi surfactant (sodium lauryl sulphate) dan co-surfactant (cocamide diethanolamide) yang bervariasi. Sampo dibuat dengan menggunakan pelarut yang berbeda yaitu metode A (aquades) dan B (aquades dan NaCl). Setiap metode diaplikasikan untuk membuat sembilan formula (F1-F9). Replikasi sampel dilakukan sebanyak tiga kali. Pengamatan terhadap kualitas dan akseptabilitas sampo dilakukan selama 60 hari. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah parameter sampo. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi tahap satu terhadap stabilitas fisik dan pH sampo menghasilkan formula sampo 3B sebagai formula dan teknik pembuatan yang optimum. Emulsi formula 3B paling stabil diantara seluruh formula, dengan nilai pH 6,2. Formula sampo 3B memiliki kemampuan mendispersikan kotoran ke dalam air dan kemampuan membersihkan 44,7 %. Busa yang dihasilkan memiliki tekstur lembut. Formula sampo 3B memiliki kandungan protein 0,4 %, nilai viskositas 670 Cp, dan tidak mengandung jamur serta bakteri patogen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formula 3B merupakan formula optimum sampo susu sapi segar, yang menggunakan kombinasi surfactant 30 % dan co-surfactant 1 %, yang dibuat dengan teknik pembuatan menggunakan metode B dengan pelarut berupa larutan NaCl. Kata kunci: Co-surfactant, Kualitas sampo, Sampo susu sapi segar, Surfactant, Teknik pembuatan.
Kombinasi Elektroporasi dan Aspirin Menghambat Aktivasi Nuclear Factor Kappa B (NFkB) pada Kultur Sel Mononuklear Darah Tepi Pasien Leukemia Akut Aulya, Zuly Vita; Arthamin, Maimun Z; Chilmi, Syahrul; Widodo, Moch. Aris; Sujuti, Hidayat
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.602 KB)

Abstract

Leukemia akut (LA) adalah keganasan klonal akibat mutasi gen somatik pada progenitor sel hematopoietik. Mutasi ini menyebabkan pertumbuhan sel hematopoietik berhenti. Penangganan LA saat ini masih menggunakan protokol kemoterapi standar dengan angka kekambuhan yang tinggi sehingga diperlukan peningkatan dosis yang secara tidak langsung meningkatkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan efisiensi kombinasi antara elektroporasi dan aspirin pada kultur sel mononuklear darah tepi pasien LA. Penelitian ini adalah studi eksperimental menggunakan randomized post test only controlled group design. Sampel penelitian adalah isolat sel mononuklear darah tepi (PBMC) pasien LA yang diambil dari lab PK RSSA dengan studi ex vivo yang dibagi dalam 4 kelompok dengan pemberian paparan listrik sebesar 200 Hz selama 5 detik dan aspirin dalam tiga variasi dosis (PA1 = 2,5 mmol ; PA2 = 5 mmol ; PA3 = 10 mmol). Ekspresi NFkB diidentifikasi dengan metode imunositokimia. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji analysis of varian (ANOVA). Adanya perbedaan ekspresi NFkB pada keempat kelompok tersebut diuji dengan post hoc multiple comparison test. Penelitian ini  menunjukkan bahwa pada kelompok PA3 ekspresi NFkB menurun paling tinggi dibandingkan dengan kelompok  PA1 dan PA2. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi elektroporasi  dan aspirin  dapat meningkatkan jumlah kultur sel mononuklear darah tepi pasien leukemia akut yang mengalami apoptosis setelah diberikan perlakuan dengan melihat penurunan ekspresi NFkB secara signifikan. Kata kunci: Apoptosis, Aspirin, Leukemia akut (LA), Listrik pulsasi, NFkB. 
Identifikasi Kesempurnaan Proses Pasteurisasi Ditinjau dari Total Bakteri serta Kandungan Protein dan Laktosa pada Susu Pasteurisasi Kemasan Produksi Pabrik dan Rumah Tangga di Kota Batu Wulandari, Dewi Chrisna; Nurdiana, Nurdiana; Rahmi, Yosfi
Majalah Kesehatan FKUB Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.707 KB)

Abstract

Susu segar merupakan bahan makanan yang bergizi tinggi karena di dalam susu segar mengandung berbagai zat makanan yang lengkap dan seimbang seperti protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Nilai gizi susu yang tinggi menyebabkan susu menjadi medium yang sangat disukai oleh mikrooganisme. Hal tersebut mendorong pertumbuhan dan perkembangan mikroba, sehingga dalam waktu yang sangat singkat susu menjadi tidak layak dikonsumsi bila tidak ditangani secara tepat dan benar. Salah satu cara pengolahan susu agar tetap bertahan lama dalam waktu tertentu adalah dengan pasteurisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  kesempurnaan proses susu pasteurisasi kemasan produksi pabrik dan rumah tangga yang ditinjau dari total mikroba serta kadar protein dan laktosa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional. Sampel yang digunakan sebanyak 5, dengan pengulangan sebanyak 2 kali. Variabel bebas adalah susu kemasan yang sudah dipasteurisasi, sedangkan variabel terikatnya adalah total mikroba, kadar protein serta kadar laktosa. Analisis data total mikroba, kadar protein serta kadar laktosa menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pasteurisasi pada susu kemasan produksi rumah tangga terbukti belum sempurna dengan total mikroba yang terkandung melebihi ambang batas yang telah ditentukan oleh SNI yaitu 30x104 ± 3,0x105 cfu/mL. Kadar protein yang terkandung dalam susu pasteurisasi kemasan produksi pabrik lebih tinggi dibandingkan dengan produksi rumah tangga yaitu 3,95% serta kadar laktosa yang terkandung dalam susu pasteurisasi kemasan produksi pabrik lebih rendah daripada produksi rumah tangga yaitu 0,5192 g per 100g susu. Kata kunci: Susu pasteurisasi, Kadar protein, Kadar laktosa, Total mikroba
Ocichips (Ocimum sanctum Chips): Pengembangan Snack Pengontrol Trigliserida dan High Density Lipoprotein pada Tikus Model Diabetes Melitus Rahma, Amalia; Rahmi, Yosfi
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.903 KB)

Abstract

Diabetes merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling serius dengan penderita sebanyak 150 juta pada tahun 2003 dan diperkirakan akan meningkat menjadi 333 juta pada 20 tahun kedepan. Ocimum sanctum atau kemangi merupakan tanaman perdu yang mudah ditemui  dan minyak atsirinya mengandung eugenol yang tinggi. Penggorengan vakum adalah suatu metode pengurangan kadar minyak pada produk sambil tetap mempertahankan kandungan zat gizi dari bahan untuk membuat produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian OciChips terhadap kadar trigliserida dan HDL  pada tikus model DM. Penelitian ini dilakukan di laboratorium farmakologi FKUB dengan menggunakan desain true experimental laboratory. Metode yang digunakan yaitu randomized posttest only controlled group design. Rancangan penelitian yang dipakai adalah rancangan acak kelompok (RAK). Tikus dibagi menjadi  kontrol negatif, kontrol positif dan OciChips resep (kemangi: tepung terigu: tepung tapioka) formula 1 (15:70:15), formula 2 (17,5:75:17,5) dan formula 3 (20:60:20). Induksi diabetes menggunakan STZ. Produk OciChips dievaluasi dengan uji proksimat . Tikus kemudian dievaluasi kadar Trigliserida dan HDL. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian OciChips dosis 1, 2, dan 3 terbukti mampu menghambat kenaikan, trigliserida  (p = 0.000), dan memicu peningkatan kadar HDL (p = 0.001) dibandingkan tikus diabetes tanpa terapi. OciChips dosis 3 (20:60:20) yang digoreng vakum terbukti memiliki kadar lemak yang lebih rendah dan kandungan volatil yang lebih tinggi. Dengan demikian dapat dikembangkan lebih lanjut penggunaan OciChips untuk menghambat peningkatan trigliserida dan meningkatkan kadar HDL pada penderita diabetes. Kata kunci : High density lipoprotein (HDL), Trigliserida,Ocimum sanctum.
Hubungan antara Partus Lama dengan Kejadian Perdarahan Postpartum Dini di Kamar Bersalin Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang Windu, Siti Candra; Meirani, Rahmaniar; Khasanah, Uswatun
Majalah Kesehatan FKUB Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.843 KB)

Abstract

Persalinan yang tidak ditangani dengan baik  dapat menyebabkan proses persalinan tidak berjalan lancar dan persalinan berlangsung lebih lama atau terjadi partus lama. Partus lama dapat menyebabkan perdarahan postpartum dini, yang merupakan penyebab terpenting kematian maternal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara partus lama dengan kejadian perdarahan postpartum dini. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan terhadap ibu yang bersalin pervaginam di kamar bersalin Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang pada tanggal 11 Juni-11 September 2012. Variabel yang diukur adalah partus lama dan kejadian perdarahan postpartum dini. Dari hasil penelitian didapatkan 25 ibu mengalami partus lama dan 35 ibu tidak mengalami partus lama. Ibu yang mengalami partus lama lebih banyak yang mengalami perdarahan postpartum dini (72%) dibandingkan yang tidak mengalami partus lama (34,29%). Analisis data dengan menggunakan chi square menunjukkann nilai x2 hitung>x2 tabel (8,287 > 6,64) dan p=0,004 < 0,01 yang menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara partus lama dengan kejadian perdarahan postpartum dini. Besarnya hubungan tersebut adalah 0,349 (rendah), yang menunjukkan bahwa partus lama hanya mempengaruhi kejadian perdarahan postpartum dini sebesar 12,18%,  sedangkan sisanya yakni 87,82% di pengaruhi oleh faktor lain. Kesimpulan penelitian ini yaitu semakin lama proses persalinan maka kemungkinan untuk terjadinya perdarahan postpartum dini semakin besar. Kata kunci : Partus lama, Perdarahan postpartum dini.
Pengaruh Perawatan Luka Bakar Derajat II Menggunakan Ekstrak Etanol Daun Sirih (Piper betle Linn.) Terhadap Peningkatan Ketebalan Jaringan Granulasi pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar Kusuma, Reza Fitra; Ratnawati, Retty; SLI, Dina Dewi
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.658 KB)

Abstract

Luka bakar sering terjadi di rumah dan paling banyak ditemukan adalah luka bakar derajat II. Daun sirih (Piper betle Linn.) adalah bahan alam yang memiliki kandungan aktif seperti saponin, tannin, flavonoid, minyak atsiri dan diduga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka, khususnya pembentukan jaringan granulasi. Jaringan granulasi merupakan pertumbuhan jaringan baru yang terjadi ketika luka mengalami proses penyembuhan dan pembentukannya merupakan salah satu komponen penting dalam penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perawatan luka bakar derajat II secara topikal menggunakan ekstrak daun sirih (Piper betle Linn.) terhadap peningkatan ketebalan jaringan granulasi pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar. Desain penelitian menggunakan true experiment post test dilakukan terhadap hewan coba tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar. Sampel diambil dengan teknik rancangan acak kelompok (RAK) dan dibagi dalam empat kelompok yaitu 3 perlakuan ekstrak daun sirih: konsentrasi 15 %, 30 %, 45 %, dan kelompok kontrol dengan normal saline 0,9 %. Data yang diukur adalah ketebalan jaringan granulasi pasca perawatan luka bakar selama 14 hari. Analisis data  menggunakan uji one way ANOVA dengan p = 0,04 (p < 0,05). Melalui uji post hoc test didapatkan bahwa perlakuan yang paling signifikan ditunjukkan oleh konsentrasi daun sirih 45 % dengan p = 0,03 (p < 0,05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perawatan luka bakar derajat II menggunakan ekstrak etanol daun sirih (Piper betle Linn.) mempengaruhi peningkatan ketebalan jaringan granulasi. Kata kunci : Ekstrak daun sirih (Piper betle Linn), Ketebalan jaringan granulasi, Luka bakar derajat II.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KUSTA DENGAN KEPATUHAN MINUM MDT (MULTIDRUG THERAPY) PADA PASIEN KUSTA DI PUSKESMAS KEJAYAN DAN PUSKESMAS POHJENTREK KABUPATEN PASURUAN Meru, Sutik; Winarsih, Sri; Suharsono, Tony
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.866 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.01.3

Abstract

 Kusta merupakan penyakit kronis yang disebabkan Mycobacterium leprae yang menyerang kulit dan saraf tepi. Untuk menunjang keberhasilan program terapi kusta, pemerintah menggunakan rekomendasi WHO yaitu program MDT (Multidrug Therapy)  selama 12 bulan. Penelitian ini berjenis deskriptif analitik observasional dengan desain croos sectional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan pasien kusta dengan kepatuhan minum MDT. Populasi yang digunakan adalah penderita kusta di wilayah kerja Puskesmas Kejayan dan Puskesmas Pohjentrek Kabupaten Pasuruan. Sampel diambil secara purposive sampling, yaitu  penderita kusta yang masih aktif mengikuti program MDT dan penderita masa pengamatan yang memenuhi kriteria inklusi, berjumlah 41 orang. Data tingkat pengetahuan diperoleh melalui kuesioner, data kepatuhan diperoleh melalui lembar observasi yang dibantu petugas kusta. Hasil yang diperoleh dari tingkat pengetahuan pasien kusta dalam katagori tinggi (70,7%), dengan kepatuhan dalam katagori patuh (56,1%). Analisis bivariat dengan menggunakan chi square didapatkan koefisien kontigensi sebesar 6,667 dengan signifikansi p value sebesar 0,025** (p < 0,05).  Dapat disimpulkan ada hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan pasien kusta dengan kepatuhan minum MDT dengan hubungan keeratan rendah. Kepatuhan didukung oleh tingkat pengetahuan yang tinggi, petugas kesehatan yang profesional dan dukungan keluarga melalui peran serta masyarakat. Ketidakpatuhan lebih banyak terdapat pada aspek pengobatan. Kata Kunci: kepatuhan, kusta, multidrug therapy, tingkat pengetahuan.
Kadar C-Reactive Protein (CRP) Serum sebagai Pertanda Prognosis pada Pasien Pneumonia Anak. Afina, Nisrina Nur; Olivianto, Ery; Sujuti, Hidayat
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.355 KB)

Abstract

Pneumonia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak berusia di bawah lima tahun (balita). Menurut Survey Kesehatan Nasional (SKN) 2001, 27,6 % kematian bayi dan 22,8 % kematian balita di Indonesia disebabkan oleh penyakit respirasi, terutama pneumonia. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mencari pertanda yang dapat dipakai sebagai penentu prognosis pasien pneumonia. Namun belum ada  pertanda untuk menilai prognosis pneumonia anak.  Salah satu alternatif pertanda  yang dapat dipakai sebagai nilai prognosis untuk pneumonia anak adalah dengan menggunakan nilai CRP (C-reactive protein).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegunaan nilai CRP sebagai pertanda prognostik pada pasien pneumonia anak. Penelitian ini menggunakan prospective-cohort study terhadap 26 subjek usia 1-60 bulan di RSUD dr.Saiful Anwar. Subjek yang telah didiagnosis pneumonia akan diukur kadar CRP pada hari pertama masuk rumah sakit. Perkembangan klinis pasien akan diikuti setiap hari selama berada di rumah sakit. Dari analisis statistik didapatkan nilai cut off CRP untuk kecepatan penurunan demam adalah 0,24 mg/dl dan pasien yang memiliki nilai CRP < 0,24 memiliki peluang lebih besar untuk memiliki perbaikan demam lebih dari 2 hari. Sementara nilai cut off CRP untuk kecepatan perbaikan gangguan nafas adalah 1,55 mg/dl dan pasien yang memiliki nilai CRP < 1,55 mg/dl memiliki peluang lebih besar untuk memiliki lama perbaikan gangguan nafas lebih dari 2 hari. Dari hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,15 untuk korelasi antara lama rawat dan CRP. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai CRP (C-reactive protein) kurang dapat diandalkan sebagai indikator untuk menentukan prognosis pasien pneumonia anak Kata kunci : CRP, Pneumonia, Pertanda prognosis.

Page 9 of 34 | Total Record : 334


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue