cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
Penggunaan Tes Teichmann untuk Mengidentifikasi Bercak Darah yang Menempel pada Pakaian dengan Paparan Air Tawar, Tanah, dan Udara bebas Puspitaati, Adiarani; Prastowo, Wening; Napitupulu, Onggung MH
Majalah Kesehatan FKUB Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.554 KB)

Abstract

Darah adalah salah satu dari bukti fisik yang paling sering ditemukan pada tempat kejadian perkara. Darah lebih mudah dikenali karena berwarna merah tua, tetapi bisa berubah karena pengaruh lingkungan. Perubahan warna pada bercak darah disebabkan oleh perubahan hemoglobin menjadi methemoglobin yang menyebabkan warna merah tua menjadi merah kecoklatan. Test Teichmann dilakukan untuk memastikan bercak yang diperiksa adalah darah.  Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan potensi tes Teichmann untuk mengidentifikasi bercak darah pada pakaian dengan paparan air tawar, tanah, dan udara dengan lama paparan 20 menit,  1x24 jam, 2x24 jam, 3x24 jam, 4x24 jam, dan 5x24 jam setelah paparan. Dari media dengan paparan air tawar, tanah, dan udara pada 20 menit, 1X24 jam, 2X24 jam, 3X24 jam, 4X24 jam, dan 5X24 jam, didapatkan kristal hematin yang berbentuk batang berwarna gelap kecoklatan yang mengindikasikan hasil positif bercak darah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tes Teichmann dapat mengidentifikasi bercak darah pada pakaian yang dipapar air tawar, tanah, dan udara dalam waktu 20 menit, 1X24 jam, 2X24 jam, 3X24 jam, 4X24 jam, dan 5x24 jam.Kata kunci: Bercak darah, Kristal hematin, Tes Teichmann.
Pengaruh Ion Asing terhadap Kinerja Elektroda Selektif Ion Metanil Yellow Berbasis Aliquat 336-Kitosan sebagai Carrier Membran serta Aplikasinya pada Sampel Tahu D, Bheta Sari; Atikah, Atikah; Sulistyarti, Hermin
Majalah Kesehatan FKUB Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.212 KB)

Abstract

Elektroda selektif ion (ESI) metanil yellow tipe kawat terlapis telah dibuat menggunakan bahan aktif aliquat 336-kitosan, bahan pendukung campuran polivinilklorida (PVC), dan pemlastis dioktiloftalat (DOP) dengan perbandingan aliquat 336:kitosan:PVC:DOP = 0,5%:5 %:34,5 %:60% b/b dilarutkan dalam pelarut tetrahidrofuran (THF) (1:3 b/v). Namun, ESI ini belum diuji selektifitasnya. Maka, pada penelitian ini ingin diketahui pengaruh ion asing terhadap kinerja ESI metanil yellow tipe kawat terlapis bermembran aliquat 336-kitosan serta aplikasinya pada sampel tahu. Pengaruh ion asing ditentukan dengan menentukan koefisien selektivitas (Ki,j) membran dengan metode larutan tercampur. Larutan yang diukur mengandung ion utama metanil yellow dengan rentang konsentrasi 10-5–10-2 M dan ion asing benzoat (C7H5O2-), klorida (Cl-), dan asetat (CH3COO-)dengan konsentrasi tetap 10-3 M. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan ion asing C7H5O2-, Cl-, CH3COO- tidak mempengaruhi kinerja ESI yang ditunjukkan oleh nilai Ki,j kurang dari 1, dengan urutan selektivitas C7H5O2->CH3COO->Cl-. Aplikasi pada penentuan kadar metanil yellow secara potensiometri menggunakan ESI metanil yellow tipe kawat terlapis berbasis aliquat 336-kitosan hasilnya dibandingkan dengan metode standar spektrofotometri menggunakan uji-t dengan tingkat kepercayaan 90% menunjukkan hasil tidak berbeda secara bermakna, sehingga ESI ini dapat digunakan sebagai metoda alternatif untuk pengukuran kadar metanil yellow dalam tahu. Kata kunci: Aliquat 336, Elektroda selektif ion metanil yellow, Ion asing, Kitosan,Validasi.
Pengaruh Penguatan Otot Quadriceps Femoris terhadap Kemampuan Naik Tangga pada Pasien Osteoarthritis Genu di RSUD dr. Saiful Anwar Malang Erviandani, Bella Wahyu; Ridwan, Moch; Agustin, Danik
Majalah Kesehatan FKUB Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.489 KB)

Abstract

Osteoartritis merupakan penyakit degeneratif yang mengenai kartilago sendi. Dengan insiden paling banyak terjadi adalah osteoartritis pada lutut adalah 240 per 100.000 orang/tahun. Seorang dengan osteoarthritis genu akan mengalami kelemahan pada otot quadriceps femoris yang menyebabkan gangguan fungsional seperti kemampuan naik tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penguatan otot quadriceps femoris terhadap kemampuan naik tangga pada pasien osteoarthritis genu. Penelitan ini menggunakan pre-eksperimental dengan sampel sebanyak 15 orang. Variabel bebas adalah penguatan otot quadriceps femoris, sedangkan kemampuan naik tangga merupakan variabel terikat. Analisis data menggunakan uji t dan Wilcoxon. Hasil penelitian diperoleh nilai p < 0,05 yang artinya bahwa penguatan otot quadriceps femoris memberikan pengaruh terhadap kemampuan naik tangga pada pasien osteoarthritis genu. Terapi yang dilakukan selama 10 minggu memberikan perubahan yang lebih signifikan dalam meningkatkan kemampuan naik tangga bila dibanding dengan latihan selama 5 minggu. Dapat disimpulkan bahwa terapi latihan penguatan otot quadriceps femoris memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan naik tangga pada pasien osteoarthritis genu.
Hubungan Ekspresi Glucose Transporter 1 (Glut-1) di Jaringan Plasenta dengan Kejadian Pertumbuhan Janin Terhambat pada Mencit Bunting yang Diinfeksi Plasmodium berghei Pradiptasari, Nur Fahma; Fitri, Loeki Enggar; Sardjono, Teguh Wahju
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.393 KB)

Abstract

Glukosa merupakan substrat utama untuk perkembangan plasenta dan  janin yang ditranspor ke plasenta dengan cara difusi terfasilitasi tidak terikat natrium. Glucose Transporter 1 (GLUT-1) merupakan isoform utama yang mentranspor glukosa melalui plasenta. Malaria pada kehamilan memungkinkan terjadinya hipoksia plasenta yang dapat mengganggu transpor sejumlah nutrisi bagi janin termasuk glukosa. Ekspresi GLUT-1 diduga menurun pada kejadian malaria pada kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati ekspresi GLUT-1 pada jaringan plasenta mencit serta hubungannya dengan kejadian berat badan janin rendah. Penelitian ini menggunakan 17 ekor mencit bunting galur BALB/c yang terdiri atas 9 ekor yang diinfeksi Plasmodium berghei pada hari ke-9 setelah dikawinkan sebagai kelompok perlakuan dan 8 ekor yang tidak diinfeksi sebagai kelompok kontrol. Pada hari ke-18 pasca kawin mencit dikorbankan untuk mengisolasi plasenta dan janin. Hambatan pertumbuhan janin mencit diukur dengan menimbang berat badan janin mencit menggunakan neraca analitik. Ekspresi GLUT-1 di jaringan plasenta diamati secara mikroskopis menggunakan metode Imunohistokimia. Rata-rata berat badan janin pada kelompok perlakuan (0.63±0.12 g) lebih rendah daripada kelompok kontrol (0.94±0.19 g) dengan perbedaan yang bermakna (p = 0,002). Ekspresi GLUT-1 pada jaringan plasenta kelompok perlakuan lebih rendah secara bermakna dibandingkan kelompok kontrol (p = 0,000). Hubungan antara penurunan ekspresi GLUT-1 dengan penurunan berat badan janin menunjukkan hubungan yang tidak bermakna (r = 0,284; p = 0,269). Infeksi Plasmodium berghei mengakibatkan penurunan berat badan janin serta penurunan ekspresi GLUT-1 namun penurunan berat badan janin tidak disebabkan secara langsung oleh penurunan ekspresi GLUT-1. Hal ini menjelaskan bahwa hambatan pertumbuhan janin pada infeksi malaria kehamilan disebabkan oleh banyak faktor penyebab
Hubungan Tingkat Konsumsi Protein, Zat Besi (Fe) dan Zinc (Zn) dengan Kondisi Penyembuhan Luka Perineum Derajat II pada Ibu Nifas Dewi, Septia Sari; Soemardini, Soemardini; Nugroho, Fajar Ari
Majalah Kesehatan FKUB Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.365 KB)

Abstract

Salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia adalah infeksi. Infeksi terjadi karena dampak status gizi yang tidak adekuat sehingga mengganggu proses penyembuhan luka. Infeksi ini sebagai penyebab utama morbiditas dan mortalitas bagi kebanyakan pasien sehingga memerlukan perhatian klinis yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat konsumsi protein, zat besi (Fe) dan zinc (Zn) dengan kondisi penyembuhan luka perineum derajat II. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan cross sectional di BPS Ny. Sumidjah Ipung, Amd.Keb periode Oktober-Desember 2012. Jumlah responden yang digunakan yaitu 30 ibu nifas dengan luka perineum derajat II karena episiotomi dan melakukan kontrol pada hari ke 6-7 postpartum. Selain itu, dilakukan 2x24-hours Recall dengan kunjungan rumah dan observasi luka perineum pada ibu nifas yang kontrol pada hari 6-7 postpartum. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa tingkat konsumsi protein berpengaruh terhadap kondisi penyembuhan luka perineum derajat II (p = 0,008), sedangkan untuk tingkat konsumsi zat besi tidak memiliki pengaruh terhadap kondisi penyembuhan luka perineum derajat II (p = 0,518). Hasil uji chi square tunggal tingkat konsumsi zinc (p = 0,278) menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan tingkat konsumsi zinc dengan kondisi penyembuhan luka. Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat konsumsi protein memiliki pengaruh paling besar terhadap kondisi penyembuhan luka perineum derajat II dibandingkan variabel lain. Kata kunci: Nifas, Penyembuhan luka perineum derajat II, Protein, Tingkat konsumsi, Zat besi, Zinc.
Pengaruh Pemberian Vitamin E Terhadap Kadar Hemoglobin Maternal Tikus Rattus norvegicus Bunting yang Dipapar Asap Rokok Subakut Lovita, Agnestia Naning; Rahayu, Indriati Dwi; Prijadi, Bambang
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.517 KB)

Abstract

Paparan asap rokok pada kehamilan berpengaruh terhadap penurunan kadar hemoglobin akibat proses stres oksidatif yang dapat berakibat buruk pada kehamilan dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa vitamin E dapat mempengaruhi kadar hemoglobin tikus bunting yang dipapar asap rokok subakut. Studi eksperimental menggunakan randomized post test only control group design dilakukan terhadap tikus Rattus norvegicus bunting yang dibagi dalam lima kelompok: kontrol negatif, kontrol positif, dosis vitamin E 100 mg/kgBB/hari, 200 mg/kgBB/hari dan 400 mg/kgBB/hari (n = 4). Pemberian vitamin E dimulai sejak hari pertama kebuntingan sedangkan pemaparan asap rokok dimulai pada hari ke–6 kebuntingan. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah kadar hemoglobin darah maternal tikus bunting yang dibedah pada hari ke–20. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara kontrol negatif dan kontrol positif (p = 0,004), serta kontrol positif dan dosis 400 mg/kgBB/hari (p = 0,013), sedangkan antar kelompok lain tidak menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna. Namun menurut uji d type effect size, pemberian dosis 100 dan 200 mg/kgBB/hari memiliki efek yang besar terhadap perubahan kadar hemoglobin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemaparan asap rokok subakut mengakibatkan kenaikan kadar hemoglobin tikus bunting dan pemberian vitamin E menurunkan kadar hemoglobin tikus bunting. Kata kunci: Asap rokok subakut, Bunting, Hemoglobin, Vitamin E.
Pengaruh Pemberian Tablet Effervescent Mawar Merah (Rosa damascena Mill.) terhadap Kadar Ureum Darah Tikus Putih) Rattus norvegicus) Galur Wistar yang Diinduksi Karbon Tetraklorida (CCl4) Nurdiana, Nurdiana; Kusuma, Aulia Chaya
Majalah Kesehatan FKUB Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.815 KB)

Abstract

Karbontetraklorida adalah senyawa kimia organik volatil, yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan, terutama pada hati dan ginjal.Telah diketahui pula bahwa antosianin pada bunga mawar merah memiliki sifat antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tablet effervescent mawar merah (Rosa damascenaMill.) terhadap kadar ureum darah tikus putih galur wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi oleh CCl4 sebagai penyebab stres oksidatif. Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium in vivo pada hewan coba tikus Wistar denganpost test only control group design. Hewan coba yang digunakan adalah tikus jantan galur Wistar (n=25), dan kerusakan ginjal pada tikus diinduksi dengan pemberian CCl4 secara intraperitoneal dengan dosis  0,36 ml/136 gBB/3hari. Tablet effervescent sebagai antioksidan (1,25 mg, 2,5mg, 5mg) diberikan melalui oral selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CCl4 dapat menyebabkan peningkatan kadar ureum secara signifikan pada kelompok kontrol positif. Peningkatan ureum  mengindikasikan adanya kerusakan pada ginjal tikus. Pemberian tablet effervescent dapat menurunkan kadar ureum darah tikus secara signifikan (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian tablet effervescent mawar merah dapat melindungi ginjal dari stres oksidatif yang diakibatkan oleh CCl4. Kata kunci: antosianin, CCl4, ureum darah, tablet effervescent, mawar merah.
Uji Efek Antimikroba Ekstrak Ethanol Stroberi (Fragaria vesca L.) Terhadap Staphylococcus epidermidis Selvia, Eka; Hamid, Aulia Abdul; Wahjuni, Endang Sri
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.466 KB)

Abstract

Staphylococcus epidermidis adalah flora normal pada manusia namun pada keadaan tertentu dapat menyebabkan infeksi nosokomial pada manusia yang berkaitan dengan penggunaan alat-alat medis yang dapat berakibat sepsis. Buah stroberi mengandung kombinasi ellagitanin, proanthocyanin, dan anthocyanin yang berkerja secara sinergis sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya efek antimikroba ekstrak ethanol stroberi di Indonesia terhadap Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode tube dilution untuk mengetahui nilai kadar hambat minimal (KHM) dan kadar bunuh minimal (KBM). Konsentrasi ekstrak ethanol stroberi yang digunakan adalah 2 %, 1,5 %, 1 %, 0,5 %, dan 0 %. Nilai kadar hambat minimal (KHM) tidak dapat ditentukan karena kekeruhan ekstrak. Kadar bunuh minimal (KBM) didapatkan pada konsentrasi 1,5 %. Hasil uji ANOVA menunjukan bahwa semakin tinggi konsentasi ekstrak ethanol stroberi maka semakin rendah pertumbuhan bakteri S. epidermidis (p < 0,05; koefisien korelasi ekstrak ethanol stroberi = - 0,999). Kesimpulan dari penelitian adalah ekstrak etahnol stroberi mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. epidermidis. Kata kunci : Ekstrak ethanol stroberi, Staphylococcus epidermidis
ANALISIS PERBANDINGAN FIKSASI MENGGUNAKAN LARUTAN FORMALIN DAN LARUTAN CARNOY PADA SOMIT, NEURAL TUBE, DAN VASKULAR EMBRIO AYAM USIA 48 JAM DENGAN PEWARNAAN HEMATOXYLIN-EOSIN Nuralim, Ernst Randy; Rahayu, Indriati Dwi; Bekti, Rachmad Sarwo
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.399 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.01.2

Abstract

Penelitian embriologi memiliki peran penting dalam dunia kesehatan, oleh karena itu diperlukan pengetahuan berbagai faktor pendukung salah satunya adalah larutan fiksatif. Meskipun telah diketahui bahwa larutan Carnoy memberikan efek pengerutan hingga dapat menghancurkan sitoplasma, banyak penelitian yang menggunakan larutan Carnoy sebagai pilihan utama untuk larutan fiksatif pada penelitian embrio ayam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas gambaran embrio yang difiksasi menggunakan larutan Carnoy dan membandingkannya dengan kualitas gambaran  embrio yang difiksasi menggunakan larutan formalin. Telur ayam yang digunakan diperoleh dari peternakan ayam Randu Agung Singosari. Telur ayam diinkubasi selama 48 jam, lalu satu kelompok difiksasi menggunakan larutan Carnoy dan kelompok yang lain difiksasi menggunakan larutan formalin. Hasil fiksasi kemudian dibuat preparat dan diwarnai dengan pewarnaan hematoxylin-eosin (HE), untuk selanjutnya dilakukan evaluasi terhadap somit, vaskuler, dan neural tube. Hasil penelitian dianalisis menggunakan paired T test menunjukkan bahwa larutan Carnoy memberikan hasil yang signifikan berbeda (p < 0,05) dengan larutan formalin pada evaluasi somit dan vaskuler embrio ayam usia 48 jam, namun memberikan hasil yang signifikan tidak berbeda (p > 0,05) penggunaan larutan Carnoy dengan larutan formalin pada evaluasi neural tube embrio ayam usia 48 jam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah fiksasi dengan larutan formalin menunjukkan hasil yang berbeda dengan fiksasi menggunakan larutan Carnoy pada evaluasi somit dan vaskuler, namun tidak berbeda pada evaluasi neural tube embrio ayam usia 48 jam. Kata kunci: embrio, hematoxylin-eosin, larutan Carnoy, larutan formalin, somit, neural tube,  vaskular.
Perbandingan Efek Pemberian Ekstrak Buah Nanas Muda dan Ekstrak Buah Nanas Tua Terhadap Kontraktilitas Uterus Terpisah Marmut (Cavia porcellus) Apsari, Duhita Dyah; Purwantiningrum, Danik Agustin; Soeharto, Setyawati
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.524 KB)

Abstract

Salah satu pendapat di masyarakat saat ini adalah buah nanas berbahaya dikonsumi pada saat kehamilan. Nanas mengandung enzim bromelain  yang dapat menstimulasi peningkatan prostaglandin dan meningkatkan kontraksi uterus. Nanas muda dan nanas tua diduga memiliki perbedaan dalam memberikan efek kontraksi karena perbedaan kadar enzim bromelain. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingan pengaruh ekstrak buah nanas muda dan buah nanas tua terhadap kontraksi uterus. Penelitian ini merupakan studi eksperimental murni rancangan in vitro dengan post control group design menggunakan uterus marmut tidak hamil. Penelitian ini terdiri atas 3 konsentrasi ekstrak buah nanas muda dan 3 konsentrasi ekstrak buah nanas tua dengan dosis yang berbeda ( 0,2 %, 0,4 %, dan 0,6 %). Hasil ANOVA menunjukkan bahwa pemberian ekstrak nanas muda dan tua meningkatkan kontraksi uterus secara bermakna (nanas muda p = 0.000; nanas tua p = 0.000). Hasil uji korelasi Pearson membuktikan bahwa semakin besar dosis pemberian ekstrak buah nanas maka akan semakin kuat  kontraksi otot polos uterus (nanas muda  = 0,944; nanas tua = 0,894). Hasil uji regresi menunjukkan nilai  kemiringan/slope sebesar 7,8215 pada perlakuan ekstrak buah nanas muda dan 4,375 pada perlakuan ekstrak buah nanas tua. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak buah nanas muda dapat meningkatkan kontraktilitas uterus terpisah marmut lebih kuat dibandingkan pemberian ekstrak buah nanas tua. Kata kunci: Ekstrak buah nanas muda, Ekstrak buah nanas tua, Kontraksi uterus marmut (Cavia porcellus).

Page 7 of 34 | Total Record : 334


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue