cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
PENGARUH ANTOSIANIN UBI UNGU (Ipomoea batatas L.) KULTIVAR GUNUNG KAWI TERHADAP EKSPRESI CASPASE-3 PADA JARINGAN OTAK TIKUS MODEL DM TIPE 2 Prakosa, Ardani Galih; Ratnawati, Retty; Prabawati, Risma Karlina
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.081 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.02.1

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakangangguan metabolism yang menyebabkan kondisi hiperglikemia. Hiperglikemia akan memicu pembentukan radikal bebas. Radikal bebas yang berlebihan dapat merusak sistem membran sel dan kematian sel di berbagai jaringan tubuh. Salah satu penanda terjadinya kematian sel pada suatu jaringan adalah caspase-3. Ubi ungu merupakan tanaman tradisional yang mengandung antosianin yang bermanfaat sebagai antiinflamasi, antioksidan, neuroprotektan, dan antidiabetik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian antosianin ubi ungu terhadap ekspresi caspase-3  pada jaringan otak tikus Wistar yang diinduksi DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental post-test only control group. Sampel penelitian terbagi menjadi 5 kelompok  yaitu kontrol negatif, kontrol positif, antosianin dosis 10 mg/kgBB, dosis 20 mg/kgBB, dan dosis 80 mg/kgBB selama 5 minggu. Kontrol positif adalah tikus yang dibuat DM tipe 2, sedangkan kontrol negatif adalah tikus sehat. Ekspresi caspase-3 diukur dengan metode imunohistokimia. Analisis statistik menunjukkan bahwa ekspresi caspase-3 berbeda secara bermakna pada semua kelompok perlakuan (ANOVA, p<0,05). Pemberian antosianin dosis 10 dan 20 mg/kgBB menurunkan ekspresi caspase-3 secara bermakna dibandingkan kontrol positif, sedangkan pemberian antosianindosis 80 mg/kgBB justru meningkatkan ekspresi caspase-3. Dapat disimpulkan bahwa pemberian antosianin dosis 10 dan 20 mg/kgBB menurunkan ekspresi caspase-3 pada jaringan otak tikus wistar model DM tipe 2. Kata kunci: antosianin, ekspresi caspase-3, hiperglikemia, jaringan otak
Pembuatan dan Optimasi Elektroda Selektif Ion Merkuri Berbasis Kitosan untuk Mengukur Kadar Merkuri dalam Sediaan Kosmetik Ayuningtyas, Imalia Nurrachma; Atikah, Atikah; Yunita, Ema Pristi; S, Alvan Febrian
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.685 KB)

Abstract

Kandungan logam merkuri dalam kosmetik sangat berbahaya bagi kesehatan. Merkuri ditambahkan ke dalam kosmetik supaya kulit tampak lebih cerah. Pengembangan metoda sensor potensiometri menggunakan elektroda selektif ion (ESI) merkuri tipe kawat terlapis diharapkan mampu mendeteksi ion logam merkuri. Penelitian ini bertujuan untuk membuat ESI ion merkuri (Hg2+) tipe kawat terlapis bermembran kitosan yang memiliki karakter optimum untuk analisis. ESI dibuat dari kawat platina (Pt) yang dilapisi membran yang terbuat dari campuran bahan aktif kitosan, polimer polivinylchloride (PVC), dan pemlastis dioktilphtalat (DOP) dalam pelarut tetrahidrofuran (THF) dengan perbandingan 1:3 (b/v). Optimasi ESI Hg2+ yang dilakukan adalah optimasi perbandingan komposisi membran dan lama waktu perendaman membran dalam larutan HgCl2 0,25 M pada waktu 10, 20, 30, 40, 50, dan 60 menit. Selain itu, dilakukan karakterisasi sifat dasar ESI Hg2+ yang meliputi faktor Nernst, rentang konsentrasi linier, batas deteksi, dan waktu respon. Penelitian ini menunjukkan perbandingan komposisi optimum membran ESI Hg2+ adalah 3 % kitosan : 39 % PVC : 58 % DOP dengan waktu perendaman optimum selama 40 menit. ESI Hg2+ yang dibuat bersifat Nernstian dengan nilai faktor Nernst 29,35 mV/dekade konsentrasi dan R2 = 0,923; rentang konsentrasi linier 1x10-1 – 1x10-7 M; batas deteksi 7,99x10-8 M atau 0,022 ppm; dan waktu respon 200 detik. Kata kunci: Elektroda selektif ion tipe kawat terlapis, Kitosan, Membran sensor, Merkuri, Potensiometri.
ASUPAN MAKANAN SUMBER ANTIOKSIDAN DAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PENDERITA DM TIPE 2 DI JAWA TIMUR Tritisari, Kanthi Permaningtyas; Handayani, Dian; Ariestiningsih, Ayuningtyas Dian; Kusumastuty, Inggita
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.486 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.02.6

Abstract

Penyakit DM tipe 2 pada perkembangannya dapat menimbulkan stres oksidatif yang mengakibatkan terjadinya perubahan aktivitas antioksidan endogen dan juga meningkatnya kerusakan biomolekul secara oksidatif. Kondisi ini menyebabkan penderita DM tipe 2 memerlukan asupan antioksidan eksogen dalam jumlah besar untuk menghambat kerusakan oksidatif di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan makanan sumber antioksidan dengan kadar glukosa darah puasa pada penderita DM tipe 2 di Jawa Timur.  Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional pada penderita DM tipe 2 di 4 Kota dan Kabupaten di Jawa Timur. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling, dengan jumlah  sampel sebanyak 160 responden. Makanan sumber antioksidan pada penelitian ini adalah makanan sumber vitamin A, vitamin C, vitamin E. Data asupan antioksidan diperoleh dari hasil dietary assessment SQ FFQ, sedangkan kadar glukosa darah diperoleh dari pemeriksaan laboratorium. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara asupan vitamin A (p = 0,185), vitamin C (p = 0,057), dan vitamin E (p = 0,211) dengan kadar glukosa darah puasa. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara asupan makanan sumber antioksidan dengan kadar glukosa darah puasa  penderita DM tipe 2 di Jawa Timur. Kata kunci: antioksidan, DM tipe 2, glukosa darah puasa, SQ FFQ, vitamin
Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Kejadian Gagal Jantung pada Pasien Infark Miokard Akut di Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang Baransyah, Livia; Rohman, M. Saifur; Suharsono, Tony
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.834 KB)

Abstract

Gagal jantung adalah komplikasi yang umumnya terjadi pada pasien infark miokard akut, dengan insidensinya diperkirakan mencapai 10-40 %. Berbagai faktor berpengaruh terhadap kejadian gagal jantung pada pasien infark miokard akut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian gagal jantung pada pasien infark miokard akut. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 orang, yang diambil secara consecutive selama 2 bulan di ruang intermediate ward rumah sakit dr. Saiful Anwar Malang. Gagal jantung diklasifikasikan menggunakan kriteria Killip (kelas 1-4). Pasien kriteria ekslusi adalah pasien dengan riwayat gagal jantung. Dalam peneliian ini terdapat 19 orang (29,23 %) dengan gagal jantung (Killip > 1). Berdasarkan hasil uji Chi square dengan tingkat kepercayaan 95 %, didapatkan dislipidemia berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian gagal jantung pada pasien infark miokard akut dengan (p = 0,026). Dari 65 orang pasien IMA, kejadian gagal jantung (Killip > 1) terjadi pada 19 orang (29,23 %). Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor yang terbukti berpengaruh terhadap kejadian gagal jantung pada pasien infark miokard akut adalah dislipidemia. Kata kunci: Dislipidemia, Gagal jantung, Infark miokard akut.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN PASIEN STROKE DI INSTALASI REHABILITASI MEDIK RUMAH SAKIT DR. ISKAK TULUNGAGUNG Setyoadi, Setyoadi; Nasution, Tina Handayani; Kardinasari, Amanda
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.675 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.03.5

Abstract

Pasien stroke tidak dapat sepenuhnya mandiri disebabkan adanya gejala sisa yang menyertai setelah perawatan akut. Keluarga sangat berperan dalam fase pemulihan, sehingga sejak awal perawatan keluarga diharapkan terlibat dalam penanganan penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian pasien stroke di instalasi rawat jalan rehabilitasi medik Rumah Sakit Dr. Iskak Tulungagung. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pengambilan sample secara purposive sampling dengan jumlah sample 57 pasien. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Barthel index dan kuesioner dukungan keluarga. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan dukungan keluarga skor rata-rata adalah 87,84 termasuk kategori baik. Sementara skor rata-rata kemandirian pasien stroke adalah 81,75 termasuk kategori sesang. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikasi p = 0,00 (α = 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kemandirian. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan petugas kesehatan dapat melibatkan peran keluarga dalam proses pemulihan pada pasien pasca stroke yang menjalani perawatan di rumah.Kata kunci: dukungan keluarga, kemandirian, stroke
Uji Daya Antihelmintik Dekok Daun Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Ascaris suum secara In Vitro Himawan, Vanji Budi; Endharti, Agustina Tri; Rahayu, Indriati Dwi
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.443 KB)

Abstract

Askariasis merupakan salah satu infeksi cacing terbanyak yang disebabkan oleh cacing Ascaris lumbricoides yang merupakan nematoda patogen pada usus halus yang dapat menyebabkan malnutrisi, gangguan pertumbuhan, gangguan kognitif, dan obstruksi saluran pencernaan. Cacing Ascaris suum berasal dari genus yang sama seperti Ascaris lumbricoides serta memungkinkan dilakukannya model terhadap Ascaris lumbricoides penelitian dengan cara in vitro. Adanya efek samping dan harga yang mahal pada obat anthelmintik konvensional, maka perlu dilakukannya evaluasi terhadap tanaman obat sebagai alternatif obat antihelmintik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya antihelmintik dari dekok daun papaya (Carica papaya L.) terhadap cacing Ascaris suum secara in vitro  dan untuk mengetahui lethal time (LT100) dan lethal concentration (LC100) dari dekok daun pepaya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian post test only control group design. Subjek dari penelitian ini adalah cacing Ascaris suum yang didapat dari Rumah Potong Hewan Gadang. Penelitian ini menggunakan 5 kelompok perlakuan yaitu NaCl 0,9 % sebagai kontrol negatif dan pirantel pamoat 1 % sebagai kontrol positif serta dekok daun papaya dengan konsentrasi 25 %, 50 %, dan 75 %. Data yang diperoleh diuji secara statistik dengan analisis probit untuk mengetahui Lethal concentration (LC100) dan Lethal time 100 (LT100) dari dekok daun papaya. Hasil uji normalitas menunjukkan distribusi normal (p > 0,05). Hasil analisis probit menunjukkan lethal concentration 100 (LC100) dekok daun papaya  adalah 72,68 % sedangkan lethal time 100 (LT100) pada konsentrasi 75 % adalah 14.17 jam. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dekok daun papaya  memiliki daya antihelmintik terhadap Ascaris suum secara in vitro. Kata Kunci : Antihelmintik, Ascaris suum, Carica papaya L, Dekok.
Pola Bakteri dan Uji Kepekaan Antibiotik pada Preterm Premature Rupture of Membranes di RSUD dr. Saiful Anwar Malang Periode 2011-2013 Ayu, Revitalia Kusumaning; Winarsih, Sri; Nooryanto, Mukhamad
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.162 KB)

Abstract

Preterm premature rupture of membranes adalah pecahnya ketuban sebelum waktunya tanpa disertai tanda inpartu pada usia kehamilan < 37 minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola bakteri dan uji kepekaan antibiotik pada preterm premature rupture of membranes serta mengetahui keefektifan antibiotik gentamycin yang dipakai sebagai prosedur tetap penatalaksanaan preterm premature rupture of membranes di RSSA Malang hingga saat ini. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional descriptive secara retrospektif. Empat puluh empat sampel dalam penelitian ini adalah pasien preterm premature rupture of membranes dengan infeksi di IRNA III ruang Obstetri RSSA Malang, periode 2011-2013. Metode pengambilan sampel adalah total sampling. Hasil penelitian menunjukkan temuan pola bakteri Gram positif dan Gram negatif dari hasil kultur swab serviks pasien preterm premature rupture of membranes. Bakteri terbanyak yang ditemukan adalah Staphylococcus koagulase negatif yaitu 52,27 % dan Eschericia coli yaitu 25 %. Bakteri Staphylococcus koagulase negatif paling banyak sensitif terhadap amoxycillin+clavulanic acid, fosfomycin, trimethoprim/sulfamethoxazole, dan amikacin. Bakteri Eschericia coli paling banyak sensitif terhadap amoxycillin+clavulanic acid. Pola kepekaan bakteri terhadap antibiotik tidak menunjukkan kesesuaian gentamycin sebagai terapi saat ini.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola bakteri pada preterm premature rupture of membranes di RSSA Malang periode 2011-2013 terdiri dari 11 jenis bakteri yang sebagian besar sensitif terhadap amoxycillin+clavulanic acid, sedangkan gentamycin sudah tidak memiliki tingkat kepekaan yang kuat terhadap jenis bakteri yang ditemukan pada kejadian preterm premature rupture of membranes. Kata kunci: Pola antibiotik, Pola bakteri, Preterm premature rupture of membranes.
Penetapan Kadar Asiatikosida Ekstrak Etanol 70 % Pegagan (Centella asiatica) menggunakan Metode LC–MS Zulkarnaen, Zulkarnaen; F, Alifia Putri; P, Oktavia Eka
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.389 KB)

Abstract

Asiatikosida merupakan komponen utama dalam  tanaman pegagan (Centella asiatica) yang mempunyai khasiat obat terutama sebagai antiinflamasi yaitu wound healing. Pembuatan obat herbal pegagan diperlukan penetapan kadar. Proses penetapan kadar harus dilakukan standarisasi untuk menjamin keseragaman kandungan zat aktif sehingga keamanan, khasiat, dan mutu obat herbal dapat terjamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar asiatikosida pada ekstrak etanol 70 % pegagan dengan menggunakan metode liquid chromatography–mass spectra (LC-MS ). Pembuatan ekstrak pegagan menggunakan metode maserasi dengan pelarut  etanol 70 %. Uji kualitatif asiatikosida ekstrak etanol 70 % pegagan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT).  Kemudian penetapan kadar asiatikosida menggunakan metode LC-MS  termasuk validasi metode yaitu: linearitas, akurasi, presisi, selektivitas, LOD, dan LOQ. Penelitian ini menunjukkan Rf asiatikosida ekstrak pegagan pada uji KLT sebesar 0,2750. Kadar  asiatikosida dengan metode LC-MS sebesar 0,232 %. Semua parameter validasi dalam penetapan kadar asiatikosida, linearitas mempunyai nilai korelasi hubungan (r) 0,999 dengan LOD 65,6361 ppb dan LOQ 218,7869 ppb. Akurasi  (% recovery) 99,2867–105,5843 %, dan presisi (% koefisien variasi) 0,0613 – 0,2245 %. Kata kunci: Asiatikosida, Centella asiatica, LC-MS, Pegagan.
Pengaruh Aromaterapi Rosemary (Rosmarinus officinalis) terhadap Peningkatan Memori Jangka Pendek Siswa Kelas V (10-11 Tahun) di SDN Growok I Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro Puspitasari, Aprilia Dwi; Susmarini, Dian; SLI, Dina Dewi
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.341 KB)

Abstract

Kesulitan belajar kerap dialami anak pada usia 10-11 tahun, salah satunya adalah penurunan kemampuan daya ingat atau gangguan memori jangka pendek. Padahal seharusnya kemampuan memori anak berkembang pesat di usia 10-14 tahun. Ketidakmampuan memberikan perhatian yang cukup terhadap informasi atau menurunnya kemampuan memori jangka pendek membuat aktivitas sehari-hari anak menjadi sulit, frustasi, serta berdampak pada kehidupan akademik, sosial, emosional, dan perkembangan tingkah laku anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aromaterapi rosemary berpengaruh pada peningkatan memori jangka pendek anak usia 10-11 tahun. Desain penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest design, dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rata-rata skor memori jangka pendek anak sebesar 3,048 dengan rata-rata skor memori jangka pendek sebelum diberikan aromaterapi rosemary adalah 15,19  dan setelah diberikan aromaterapi rosemary adalah 18,24. Berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan uji paired-sample t-test didapatkan nilai signifikansi (p) = 0,000, yang artinya p &lt; 0,05, hal ini menunjukkan  pemberian aromaterapi rosemary meningkatkan memori jangka pendek siswa kelas V (10-11 tahun) di SDN Growok I, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menyimpulkan aromaterapi rosemary dapat meningkatkan kemampuan memori jangka pendek siswa kelas v (usia 10-11 tahun) di SDN Growok I, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Kata kunci : Aromaterapi rosemary, Memori jangka pendek.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Melati (Jasminum sambac L. Ait) secara Topikal terhadap Peningkatan Kontraksi Luka Bakar Derajat II A pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar Wibawani, Larasati; Wahyuni, Endang Sri; Utami, Yulian Wiji
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 4 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.821 KB)

Abstract

Setiap tahun sekitar 2,5 juta kasus luka bakar terjadi di Indonesia dan kejadian luka bakar derajat II A banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Penanganan luka bakar dengan penggunaan dressing atau obat topikal masih mempunyai harga yang relatif mahal. Daun melati memiliki kandungan saponin, tanin, dan flavonoid yang membantu proses penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun melati terhadap peningkatan kontraksi luka bakar derajat II A pada tikus putih galur Wistar. Penelitian ini menggunakan design true-experiment dengan metode post test only control group design. Ada 5 kelompok penelitian yaitu 2 kelompok kontrol menggunakan NS 0,9 %, SSD 1 % dan 3 kelompok perlakuan menggunakan ekstrak daun melati 15 %, 30 %, dan 45 %.  Variabel penelitian ini adalah peningkatan kontraksi luka bakar derajat II A yang dihitung pada hari ke-15 dari perawatan luka. Uji one way ANOVA menunjukan ada perbedaan yang signifikan pada  peningkatan kontraksi luka antara NS 0,9 %, SSD 1 %, ekstrak daun melati 15 %, 30 %, dan 45 %  dengan nilai p (0,023) &lt; α (0,05). Hasil uji post hoc menunjukan perbedaan yang signifikan antara NS 0,9 % dengan ekstrak daun melati 45 % dengan nilai p (0,036) &lt; α (0,05), tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan antara ketiga dosis ekstrak daun melati. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak daun melati 45 % mampu meningkatkan kontraksi pada luka yang lebih optimal dibandingkan NS 0,9 %, SSD 1 %, ekstrak daun melati 15 % dan 30 %. Kata kunci: Ekstrak daun melati konsentrasi 15 %, 30 %, dan 45 %, Kontraksi luka, Luka bakar derajat II A, NS 0,9 %, SSD 1 %.

Page 8 of 34 | Total Record : 334


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue