cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 892 Documents
ISLAMIC CONTEMPORER CULTURAL CENTER DI MANADO SYMBOL KALIGRAFI ARABESQUE SEBAGAI STRATEGI DESAIN Imannudin, Imannudin; Erdiono, Deddy; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.15639

Abstract

Belum adanya suatu wadah yang menginformasikan Islam secara lengkap dan menjadi tempat rujukan kegiatan-kegiatan yang bernafaskan Islam yang dapat menyatukan komunitas muslim khususnya di kawasan Kota Manado, sehingga dibutuhkan sebuah wahana yang dapat mewadahi kegiatan-kegiatan yang bernuansa Islam dalam satu tempat sekaligus menjadi rekreasi yang bersifat religi untuk menyeimbangkan kebutuhan jasmani dan rohani di kawasan perkotaan yang memiliki rutinitas tinggi, serta perlu adanya sebuah tempat yang dapat menyatukan komunitas muslim di Kota Manado. Untuk menjawab permasalahan dan tantangan tersebut maka disusunlah Tugas Akhir yang mengusung judul obyek rancang yaitu Islamic Contemporer Cultural Center.Tema yang digunakan untuk melakukan proses perancangan ini adalah arabesque dengan metode pendekatan simbolisme Kaligrafi. Lingkup pelayanan obyek rancang meliputi aktivitas rekreasi, edukasi, dan komersial yang kemudian dituangkan dalam pembagian fasilitas utama dan penunjang. Fasilitas utama meliputi art gallery, ruang edukasi (khusus membahas tentang islam itu sendiri & yang membahas tentang lintas agama).  Perpustakaan  ,serta masjid.Islamic Contemporer Cultural Center Di Manado disini merupakan tempat yang dapat menfasilitasi serta mengakomodasi segala kebudayaan serta kesenian Islami yang ada. Dengan adanya objek ini, kekayaan budaya Islami dapat ditampilkan, dipelajari, serta di identifikasikan untuk pengembangan dan  pelestarian Islamic Contemporer Cultural Center Di Manado ini pula dapat menjadi tempat tujuan wisata untuk pengenalan budaya Islam.Kata kunci : Islam center,Arabesque, Arsitektur Contemporer.
HOTEL RESORT DI PULAU SILADEN. Arsitektur Neo Vernakular Tirsa Tellah; Joseph Rengkung; Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25057

Abstract

Melesatnya jumlah wisatawan yang berkunjung di Sulawesi Utara khususmya di Manado yang mencapai angka fantastis dan terus meningkat setiap tahun di daerah-daerah pusat wisata salah satunya Pulau Siladen yang memiliki begitu banyak keunggulan alam dan sangat menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung, hal ini berdampak pada jumlah akomodasi yang berada di Pulau Siladen yang terbilang sedikit untuk dapat mewadai wisatawan yang terus bertambah, dengan demikian di butuhkan sarana akomodasi yang mampu menibangi jumlah wisatawan yang berkunjung ke pulau siladen yaitu Hotel Resort sebagai salah satu fasilitas penginapan yang menunjang kebutuhan akomodasi di Pulau Siladen.Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Sulawesi Utara khususnya Pulau Siladen yang berguna untuk menaikan devisa negara, dengan menghadirkan Hotel Resort yang memiliki tingkat kenyamanan dan mampu memanfaatkan lingkungan sekitar untuk memikat minat wisatawan, dengan penerapan Tema Arsitektur Neo-Vernakular.Metode perancangan di gunakan Glass Box Method yang kriterianya berupa sasaran yang telah di tentukan, analisa sebelum memecahkan masalah mensistensikan output secara sistematis, kemudian mengevaluasi secara logis suatu rancangan, sehingga menghasilkan gambar-gambar desain perancangan Hotel Resort di Pulau Siladen seperti rencana tapak, layout, denah, dengan konsep bangunana yang sesuai dengan penerapan Arsitektur Neo-VernakularKata kunci : Hotel Resort, Arsitektur Neo-Vernakular, Pulau Siladen.
AGRO RESEARCH CENTER DI KOTAMOBAGU. Biomimicry dalam Arsitektur Hamin, Tiara D.; Wuisang, Cynthia E. V.; Rengkung, Michael M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17287

Abstract

Seiring dengan bertambahnya jumlah jiwa penduduk di Indonesia konsumsi hasil pertanian juga semakin meningkat. Kota Kotamobagu merupakan wilayah yang memiliki kawasan pertanian pangan yang seluas 3.250 ha. Terkait ketahanan pangan, Kotamobagu menjadi salah satu daerah dari Sulut yang diundang pemerintah pusat guna melakukan ketahanan pangan daerah. Rencananya setiap tahun ada persediaan pangan yang akan dibiayai oleh daerah, kurang lebih 2.500 ton. Selain itu belum tersedianya tempat untuk mengembangkan kualitas pertanian, maka pusat penelitian (research center) diharapkan mampu mewadahi kegiatan tersebut. Research Center atau Pusat penelitian adalah bangunan yang didirikan untuk penelitian. Bangunan ini menyediakan ruang dan fasilitas khusus untuk meneliti lebih spesifik tentang suatu obyek. Dengan penggunaan tema Arsitektur Biomimicry dalam perancangan sehingga mampu menghadirkan tempat penelitian yang memiliki perpaduan dengan alam serta fasilitas yang baik sehingga memberikan kenyamanan dalam penggunaannya.Kata kunci : Agro Research Center, Kotamobagu, Penelitian, Biomimicry.
MANADO EXHIBITIONCENTER. Arsitektur Futuristik Pinontoan, Billy J.; Rogi, Octavianus H. A.; Sela, Rieneke L. E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19311

Abstract

Kota Manado menjadi salah satu pusat perkembangan ekonomi dan bisnis di Sulawesi khususnya Sulawesi Utara, selain itu Manado sendiri memiliki berbagai destinasi wisata. Semakin hari perkembangan ini semakin terlihat dari banyaknya perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di kota Manado. Selain dalam bidang ekonomi dan Bisnis, perkembangan juga terlihat di bidang kesenian. Ada begitu banyak karya seni lokal yang pantas untuk dipamerkan. Oleh karena itu, dibutuhkan wadah yang dapat memperkenalkan setiap produk-produk perusahaan juga berbagai karya seni lokal dalam satu bangunan. Di kota Manado pun belum memiliki suatu wadah yang dapat mefasilitasi kegiatan-kegiatan tersebut, maka dengan adanya Manado Exhibition Center ini diharapkan dapat menampung segala kegiatan dan aktivitas tersebut.Pendekatan Perancangan Manado Exhibition Center ini menggunakan pendekatan tipologi objek, pendekatan tema perancangan dan pendekatan analisis tapak dan lingkungan. Dalam pendekatan tipologi objek ini dilakukan dengan melalui pengidentifikasian dan pendalaman objek perancangan serta dilakukan juga studi komparasi yang melakukan perbandingan objek atau fasilitas sejenis objek rancangan. Diperlukan pemahaman terhadap tema untuk bisa mengoptimalkan penerapannya dalam rancangan. Tema yang diambil adalah Arsitektur futuristik , yang mengacu pada prinsip-prinsip dalam Arsitektur futuristik, agar dapat menunjang fungsi objek rancangan.Manado Exhibition Center dirancang sebagai tempat pameran, pertemuan, konferensi dan pergelaran yang sangat berguna untuk masyarakat serta dapat menunjang perekonomian daerah. Dengan hadirnya bangunan ini diharapkan dapat mewadahi segala kegiatan aktivitas pameran, pertemuan, konferensi dan pergelaran yang belum di fasilitasi secara baik dalam segi arsitektur yaitu suatu bangunan yang dapat menampung segala jenis kegiatan tersebut.Kata Kunci : Exhibition,  Jasa, Seni, Futuristik
REDESAIN TERMINAL PELABUHAN REGIONAL DI MELONGUANE KABUPATEN TALAUD - Arsitektur Tepi Air Maniara, Yuratni; Mononimbar, Windy J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i2.570

Abstract

REDESAIN TERMINAL PELABUHAN REGIONAL DI MELONGUANE KABUPATEN TALAUD (ARSITEKTUR TEPI AIR) Yuratni Maniara1 Windy J. Mononimbar2 ABSTRAK Kabupaten Kepulauan Talaud khususnya Melonguane sebagai Ibukota Kabupaten, merupakan daerah bahari karena memiliki luas perairan yang lebih besar dari luas wilayah daratan, untuk itu ketersediaan prasarana dan sarana transportasi laut yang memadai sangat diperlukan, karena terminal penumpang merupakan salah satu sarana penunjang angkutan laut yang berfungsi sebagai media alih moda transportasi di daerah ini belum memenuhi standar pelayanan, baik fasilitas pokok dan fasilitas penunjang pelabuhan sehingga berpengaruh dalam kelancaran dan kenyamanan pergerakan penumpang. Melihat kondisi terminal pelabuhan Melonguane saat ini, sudah seharusnya diredesain kembali dengan mempertimbangkan peranannya terhadap terminal itu sendiri. Dalam mendesain kembali Terminal Pelabuhan Regional, maka harus direncanakan secara matang dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekarang ini. Berangkat dari keterkaitan  antara bangunan/objek rancangan dengan tapak yang berada di kawasan tepi air maka tema yang diambil yaitu Arsitektur Tepi Air, dimana terminal pelabuhan dengan konsep ini dapat mewujudkan suatu lingkungan yang tertata dengan baik serta menghadirkan fungsi-fungsi yang mewadahi kegiatan dalam kawasan tepi air secara efektif dan fungsional. Dengan dihadirkan objek rancangan Terminal Pelabuhan Regional di Melonguane, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas fasilitas transportasi laut di Kabupaten Talaud, serta dapat merangsang peningkatan pembangunan terutama bidang perekonomian dan bidang-bidang usaha lainnya. Kata Kunci : Terminal Pelabuhan, Redesain, Arsitektur Tepi Air     [1] Mahasiswa Program Studi S1 Arsitektur UNSRAT 2 Staf Dosen Pengajar Arsitektur UNSRAT  
BUKIT INSPIRASI CONVENTION CENTER DI TOMOHON. Arsitektur Metabolisme. Losu, Merel M.; Kapugu, Herry; Supardjo, Surijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16709

Abstract

MICE merupakan salah satu kegiatan kepariwisataan yang menguntungkan karena  industry MICE ini merupakan industri yang kompleks dan melibatkan banyak pihak. Kota Tomohon merupakan Kota yang sedang tahap pengembangan. Sehingga dengan adanya gedung Bukit Inspirasi Convention Center ini bisa menampung lebih banyak peserta dari gedung sebelumnya yaitu Auditorium Bukit Inspirasi yang hanya menampung peserta diatas 500 orang. Dan bisa mencakup adanya kegiatan seperti konvensi, meeting, seminar, exhibition dan wedding.Kajian diawali dengan mempelajari tentang Convention Center, standar-standar perancangan dan perencanaan bangunan Convention Center, pengertian dan ciri-ciri Arsitektur Metabolisme, serta studi banding beberapa Convention Center yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Tomohon. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep Arsitektur Metabolisme. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan kontekstual.Sebagai kesimpulan, program ruang sangat diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain. Kata kunci : Convention Center, MICE, Tomohon, Arsitektur Metabolisme
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DI MANADO. Green Architecture Hiskia Y. Dien
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.26787

Abstract

Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas yang keberadaannya sangat diperlukan untuk memfasilitasi perawatan, pengobatan dan konsultasi tidak semata – mata hanya untuk pasien yang sakit. Kehamilan adalah anugerah, untuk itu harus diselamatkan, kehamilan merupakan jalan menuju generasi berikutnya, Kehadiran Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Manado sangat diharapkan akan memberikan kontribusi bagi kemajuan lewat pelayanan kesehatan yang lebih spesifik dalam peruntukannya dengan fasilitas yang lengkap khususnya untuk penderita kaum ibu dan anak – anak, disertai tenaga medis yang handal yang akan menjawab sebagian tuntutan masyarakat untuk mendapatkan penanganan kesehatan yang lebih baik. Tema yang diambil dalam perancangan rumah sakit ibu dan anak ini adalah Green Arsitektur. Green Arsitektur adalah sebuah konsep perancangan Arsitektur yang hemat energy, ramah lingkungan,sehingga akan menghadirkan sebuah perancangan Rumah Sakit yang lebih sehat dan lebih baik tentunya akan memberikan kenyamanan kepada pasien karena di dalam ruangan mereka membutuhkan kesejukan udara. Rumah sakit ibu dan anak memberikan pelayanan dan perawatan kesehatan bagi ibu sebelum dan setelah masa kehamilan, serta pel ayanan kesehat an menyeluruh bagi anak – anak usia 0 – 14 tahun, dan juga menyediakan pelayanan kesehatan bagi ibu – ibu yang mengalami gangguan kesehatan.Kata Kunci :    Rumah Sakit Ibu Dan Anak,  Manado, Green Arsitektur
PASAR SENI DI MANADO ‘PENERAPAN PRINSIP MANIERA MENURUT ARATA ISOZAKI’ Buloglabna, Stevi; Tinangon, Alvin J.; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i2.6028

Abstract

Seni merupakan suatu bentuk ekspresi seniman yang memiliki sifat-sifat kreatif, emosional, individual, abadi dan universal. Sesuai dengan salah satu sifat seni yakni kreatif, maka seni sebagai kegiatan manusia selalu melahirkan kreasi-kreasi baru, mengikuti nilai-nilai yang berkembang di masyarakat. Kurangnya sarana kesenian atau akses yang sulit dijangkau di Kota Manado, mengakibatkan hasil-hasil karya sulit dikomersilkan lagi. Selain itu, tingginya tingkat pengangguran dan jumlah masyarakat miskin di Kota Manado memacu meningkatnya permasalahan sosial dalam masyarakat. Demi mewujudkan kota Manado menjadi kota yang Semarak dan berbudaya, maka masalah sosial seperti ini sudah seharusnya diatasi. Pasar Seni di kota Manado hadir dan bertujuan untuk mewadahi kegiatan Seni dan mewujudkan suatu fungsi komersil dalam memenuhi kebutuhan para seniman dan masyarakat, sekaligus tempat hiburan serta sebagai sarana pembelajaran yang lebih mengarah pada pengembangan diri. Tema perancangan yang digunakan yaitu Penerapan Prinsip “Maniera” Menurut Arata Isozaki, dengan menggunakan beberapa Metode konsep, yaitu Konsep Organis, Metabolism dan Geometris.Pada hasil perancangan Pasar Seni ini, tiga metode desain yang nampak baik pada interior, ruang luar maupun fasade bangunan, menawarkan fasilitas-fasilitas yang mendukung kegiatan jual-beli serta kegiatan seni yang turut mengangkat kota Manado sebagai kota yang semarak dan berbudaya. Kata kunci : Pasar Seni, Geometris, Metabolisme, Organis.
PUSAT REHABILITASI NAPZA DI TOMOHON “MANIFESTASI PROSES TERAPI NAPZA DALAM ARSITEKTUR” Pinontoan, Gladys M. F.; Sondakh, Julianus A. R.; Warouw, Fela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.13022

Abstract

Manado menjadi salah satu sasaran penyelundupan obat-obat terlarang. Tak bisa dipungkiri bahwa penyalahgunaan Narkotika dan Zat-zat Adiktif lainnya telah ada di Sulawesi Utara. Menurut data reskrim polda SULUT telah terungkap sekitar 38.000 dengan jumlah tersangka 48.117 orang dalam penyalahgunaan narkoba. Sekira 2,2% dan 4,2 juta orang terdiri dari pengguna coba pakai, teratur pakai, maupun pecandu. Sementara itu, kepala BNN provinsi (BNNP) SULUT Drs. Sumirat Dwiyanto, MSi mengatakan, Manado merupakan daerah pengguna narkoba terbanyak di Sulut, di ikuti Bolmong. Kota Manado memerlukan tempat yang memadahi usaha penanggulangan korban NAPZA yang merehabilitasi korban baik fisik maupun mental, sehingga bisa mengurangi angka korban NAPZA di Kota Manado. Dengan adanya Pusat Rehabilitasi NAPZA yang mungkin pertama di Manado, yang dengan benar menyediakan fasilitas dan pelayanan pemulihan kesehatan untuk korban NAPZA baik secara fisik dan psikis. Pendekatan tema perancangan yang digunakan diharapkan dapat menghadirkan suatu lingkungan yang aman, nyaman dan dapat menghilangkan kesan buruk terhadap Pusat Rehabilitasi NAPZA atau disebut “ Manifestasi Proses Terapi NAPZA Dalam Arsitektur “. Pengaturan layout ruang banyaknya area terbuka guna mendukung interaksi sosial, terdapatnya elemen yang menstimulasi visual; buka-bukaan yang menghadap ke alam, pencahayaan yang cukup, serta pengaplikasian warna pada ruangan. Berdasarkan tinjauan wilayah diyakini Kota Tomohon mendukung proses pelayanan Pusat Rehabilitasi yang lebih berorientasi ke rehabilitasi psikologi. Karakteristik kota yang masih asri, dikelilingi pemandangan perbukitan dan merupakan lahan dengan topografi bervariasi dengan ketersediaan potensi sangat memungkinkan. Kata kunci : Pusat Rehabilitasi, Manifestasi Proses Terapi, Tomohon
PUSAT PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN MINAT ANAK DI MANADO. Ekspresi Bentuk Munir, Meylita F.; Makarau, Vicky H.; Sondakh, Julianus A. R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20839

Abstract

Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap orang. Tanpa ilmu seseorang tidak bisa mengerti atau melakukan sesuatu. Masa nak-anak merupakan masa yang sangat penting, karena pada masa inilah intelektual anak mengalami pertumbuhan yang amat pesat yang tak akan pernah teralami lagi pada masa berikutnya. Sejak awal perkembangannya, anak perlu diberikan rangsangan-rangsangan berupa psikososial dan pendidikan agar kelak anak tersebut menjadi manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, sudah sepantasnya pendidikan harus menjadi perhatian utama kita, karena bangsa ini akan menjadi kuat salah satunya adalah adanya sumber daya manusia yang baik dan berkualitas. Maka dari itu perkembangan kreatifitas dan minat anak perlu di salurkan sejak dini.Kreatifitas dan bakat pada diri anak perlu dipupuk dan dikembangkan. Karena dengan Karena dengan kreativitas dan bakat yang dimilikinya itu mereka dapat menjadi pribadi-pribadi yang kreatif. Sebagai pribadi yang kreatif ,kelak mereka bukan saja dapat meningkatkan kualitas pribadinya,tetapi juga dapat meningkatkan kualitas kehidupan bangsa dan negara.Sistem pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan disegala bidang, yang memerlukan jenis-jenis keahlian dan keterampilan serta dapat meningkatkan kreativitas, produktivitas, mutu, dan efisiensi kerja.(Kata kunci : Pendidikan, Anak, Kreatif)

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 4 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 4, November 2025 Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue