cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
PUSAT KEGIATAN GEREJA TORAJA MAMASA DI MAKASSAR. Arsitektur Neo Vernakular Clavelin N. Panggalo; Papia J. C. Franklin; . Suryono
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24622

Abstract

Gereja Toraja Mamasa dengan 10 jemaat yang termasuk dalam Klasis Makassar, membutuhkan wadah yang dapat menampung kegiatan-kegiatan kerohanian, seperti beribadah, pelayanan informasi, dan edukasi bagi jemaatnya dan juga umat kristiani yang ada di Makassar. Tujuan perancangan ini tentunya untuk menghadirkan ruang perwadahan yang dapat mengakomodir peribadatan, pusat informatif dan pusat edukatif dalam suatu wilayah sehingga memberi kemudahan bagi jemaat Gereja Toraja Mamasa.Perancangan Pusat Kegiatan Gereja Toraja Mamasa ini menggunakan metode glassbox yaitu berupa penjelasan atau deskripsi yang di dukung adanya literatur-literatur yang berhubungan dengan objek rancangan dan dilakukan secara rasional dan logis oleh perancang dimana konsep tidak datang secara spontan namun melalui tahapan, diantaranya pengumpulan data, analisis data, dan tranformasi konsep.Penerapan tema Arsitektur Neo-Vernakular pada objek perancangan dibuat terlihat pada atap, dinding, lantai, kolom, serta ornament yang digunakan, yang akan kembali membangkitkan arsitektur yang mengandung nilai lokal mamasa yang diharapkan dapat menciptakan suasana peribadatan yang religius dan memperlihatkan image budaya Mamasa yang tidak terlalu mecolok di kota Makassar Kata kunci : Perancangan, Pusat, Gereja, Mamasa, Neo-Vernakular.
HOTEL WISATA DI KOTAMOBAGU. Arsitektur Nusantara Kiriman, Juan O.; Waani, Judy O.; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19023

Abstract

Perkembangan perekonomian Kota Kotamobagu ke depan diperkirakan akan mengalami peningkatan yang pesat dikarenakan dinamika sosial ekonomi yang sangat aktif. Dapat dibayangkan saat ini Kota Kotamobagu telah menjadi simpul utama bagi beberapa kabupaten sekitar yang berdekatan seperti: Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, dan bahkan Minahasa Selatan.            Pada bagian lain Kota Kotamobagu telah berkembang jasa hotel dan restoran yang sangat mendukung pengembangan pariwisata di daerah, baik di Kota Kotamobagu sendiri maupun kabupaten-kabupaten sekitar serta provinsi dan nasional, maka untuk lebih mendukung wisatawan datang ke Kota Kotamobagu, harus ada hotel-hotel mewah yang menarik para wisatawan berkunjung ke Kotamobagu.            Pengembangan Hotel Wisata dengan Tema Arsitektur Nusantara akan menjadi prospek yang menjanjikan dimasa moderen sekarang ini dengan berbagai alasan. Dengan menghadirkan hotel yang berkarakter Kotamobagu akan menjadi daya tarik wisatawan datang ke Kota Kotamobagu.     Kata Kunci : Hotel, Kotamobagu, Arsitektur Nusantara
REDESAIN PASAR TRADISIONAL AIRMADIDI. Pendekatan Arsitektur Vernakular Kontemporer Soputan, Pricilia F. F.; Mononimbar, Windy; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17989

Abstract

Keberadaan pasar tradisional di Indonesia bukan semata urusan ekonomi, namun mencakup isi ruang dan relasi sosial, warisan dan budaya. Bahkan kehadiran pasar tradisional merupakan bukti peradaban yang berlangsung sejak lama mengingat nilai historinya begitu melekat. Pasar Tradisional seringkali dianggap sebagai salah satu prasarana yang membawa citra buruk bagi estetika kota. Kondisi Pasar Tradisional Airmadidi saat ini memprihatinkan dalam hal kebersihan dan rendahnya tingkat kenyamanan, serta kurangnya fasilitas sarana dan prasarana yang sudah tidak layak. Walaupun demikian, minat masyarakat untuk berbelanja di pasar ini tidak berkurang meskipun saat ini pembangunan pasar modern di Kabupaten Minahasa Utara sedang berkembang pesat. Harga barang yang murah dan bersaing yang ditawarkan dalam lingkup pasar tradisional menjadi pilihan solusi berbelanja dari sebagian masyarakat. Banyak pedagang dari dalam dan luar Kabupaten Minahasa Utara bergantung dari hasil dagangannya dipasar ini. Oleh karena keberadaan Pasar Tradisional Airmadidi yang sangat penting dalam perkembangan perekonomian kota, maka perlu dilakukan Redesain Pasar Tradisional Airmadidi. Dengan tidak menghilangkan bagian-bagian yang menjadi ciri khas dari objek, dengan tema Arsitektur Vernakular Kontemporer diharapkan dapat mengatasi hal-hal yang menjadi permasalahan pada objek dan dapat mengangkat kembali citra pasar menjadi suatu ikon atau ciri khas Pasar Tradisional Airmadidi, serta memberikan kemajuan perekonomian di Kabupaten Minahasa Utara. Kata Kunci : Redesain, Pasar Tradisional, Vernakular Kontemporer
RUMAH SAKIT JIWA DI MANADO. Healing Environment Fabiola G. Wuner; Julianus A. R. Sondakh; Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24624

Abstract

             Rumah  sakit jiwa merupakan  salah  satu  pelayanan  kesehatan jiwa yang  berfungsi  memberikan  perawatan dan   pengobatan   medis   kepada   masyarakat yang memiliki gangguan kejiwaan.   Sekarang   ini,   sudah   banyak   rumah   sakit   yang menerapkan healing   environment dalam   perencanaan   rumah   sakit. Healing   environment merupakan  suatu  desain  lingkungan  terapi  yang  memadukan  antara  unsur  alam,  indra  dan psikologis.  Unsur  alam  dapat  dirasakan  melalui  indra. Dengan  indra  dapat  membantu  melihat, mendengar  dan  merasakan  keindahan  alam  yang  didesain.  Hal  tersebut  secara  tidak  langsung mempengaruhi  psikologis  pasien.  Secara  psikologis,  pasien  akan  merasakan  kenyamanan  dan keamanan  dalam  diri  mereka.  Ketiga  aspek  tersebut  saling  berhubungandan  mempengaruhi lingkungan  terapi  yang  dirancang. Contoh  aplikasi  dari  konsep  ini  yaitu  penerapan  elemen  air seperti   air   mancur,   kolam,   akuarium   ataupun   gambar-gambar   latar   yang   menggambarkan pemandangan  alam,  serta  perpaduan  warna  pada  interior  rumah  sakit  dan  perpaduan  warna  pada tanaman  yang  digunakan  untuk  membuat  taman  pada  eksterior  rumah  sakit. Desain healing environment diterapkan dalam interior dan eksterior rumah sakit. Desainnya di maksimalkan pada bagian rehabilitasi juga pad ataman disekitar rumah sakit. Kata kunci : rumah sakit jiwa, healing environment, kesehatan jiwa, gangguan jiwa
PUSAT SIMULASI DAN PELATIHAN PENANGGULANGAN BENCANA (Desain Tanggap Bencana) Tumbol, Sri S; Poli, Hanny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i3.3792

Abstract

ABSTRAK Kota Manado sebagai ibu kota Propinsi Sulawesi Utara memiliki 8 potensi bencana, yaitu gempa, tsunami, letusan gunung berapi, cuaca ekstrim, banjir, kekeringan, gagal teknologi dan longsor. dengan adanya 8 potensi bencana ini sudah tentu masyarakat kota Manado membutuhkan fasilitas simulasi dan pelatihan mengenai bencana dan penanggulanganya. Bencana bisa terjadi kapan saja tanpa kita duga dengan segala dampak merugikan yang menyertai, untuk itu perlu adanya kesiapan dari diri kita untuk menghadapi bencana tersebut.Hal ini bertujuan untuk mengurangi dampak dan kerugian yang mungkin timbul.Salah satu bentuk persiapan diri adalah dengan simulasi mengenai bencana itu sendiri agar kita dapat mengetahui bencana tersebut serta dengan pelatihan mengenai penanggulangan bencana yang dapat memberikan kita pengetahuan mengenai memberikan pertolongan pada korban saat terjadi bencana. Kegiatan simulasi dan pelatihan ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan mengenai bencana, sehingga saat terjadi bencana masyarakat telah siap dan dapat mengurangi jatuhnya jumlah korban. Kata kunci :Bencana, Simulasi, Pelatihan, Manado, Penanggulangan
STADION OLAHRAGA di WOLOAN-TOMOHON. Hi-Tech Architecture Anes, Gabriela M.; Kindangen, Jefrey I.; Rate, Johannes Van
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.18029

Abstract

Olahraga adalah salah satu kegiatan manusia untuk menjaga kebugaran tubuh. Pada era sekarang olahraga pun mulai diminati kembali. Dapat dilihat dari perkembangan yang ada dibeberapa daerah, salah satunya di Kota Tomohon, Kota ini memiliki banyak potensi olaharaga untuk dikembangkan namun sayangnya fasilitas yang ada dalam daerah ini masih belum memadai, kurangnya fasilitas daerah menjadikan animo masyarakat mulai menurun terhadap olahraga. Perancangan Stadion Olahraga di Kota Tomohon dapat menjadi satu wadah untuk menjawab kekurangan yang ada dalam daerah ini. Dalam penulisan ini kajian diawali dengan mempelajari tentang Stadion Olaharaga tersebut, standar-standar perancangan dan perencanaan bangunan Stadion Olaharaga, pengertian dan ciri-ciri High Tech Arsitektur, serta studi banding beberapa Stadion yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Tomohon terlebih untuk lokasi yang berada di Woloan. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep High Tech Arsitektur. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan kontekstual. Sebagai kesimpulan, program ruang sangat diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.Kata Kunci : Stadion Olahraga, Tomohon, High Tech Architecture
SEKOLAH TINGGI MUSIK DI MANADO (SISTEM AKUSTIK SEBAGAI PENDEKATAN DESAIN) Losu, Kennedy V.; Makainas, Indradjaja; Siregar, Frits O. P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.9661

Abstract

Kemajuan iptek yang semakin pesat dan canggih membuat perkembangan dunia musik yang kian marak, banyak bermunculan grup band maupun musisi disetiap tempat dimana saja tidak terkecuali di kota Manado ini, bisa dilihat dengan maraknya even- even musik seperti konser musik daerah sampai dengan konser musik mancanegara, adapula even seperti lomba paduan suara yang sudah menjadi rutinitas tahunan bagi masyarakat sulut khususnya yang ada di kota Manado ini. Penyediaan fasilitas pendidikan berupa sekolah tinggi musik untuk menunjang akan animo masyarakat dikiranya mampu menjawab akan kesemuanya ini, jenjang pendidikan yang berupa jenjang strata-1 atau S-1 merupakan suatu agenda yang dapat mewadahi pendidikan yang ada di kota Manado khususnya di bidang musik. Untuk mencapai tujuan diatas, proses perancangan sekolah tinggi musik didasari atau dilaksanakan dengan sistim akustik dimana penataan akustika ruangan yang menjadi issue dalam proses perancangan ini. Kata kunci : Sekolah Tinggi, Musik, Sistem Akustik.
PANTI REHABILITASI PENDERITA STROKE DI TOMOHON “PENDEKATAN PADA KONSEPSI LIVING ARCHITECTURE” Bambulu, Anggrainy L. B.; Siregar, Frits O.P.; Rate, Johannes Van
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.14784

Abstract

Stroke merupakan ganguan fungsi saraf yang disebabkan oleh ganguan aliran darah dalam otak yang dapat timbul secara mendadak dalam beberapa detik atau secara cepat dalam beberapa jam dengan gejala atau tanda-tanda sesuai dengan daerah yang terganggu. Ada 2 jenis stroke yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Dalam proses pemulihannya diperlukan rehabilitasi bagi penderita stroke. Rehabilitasi stroke merupakan pusat terapi bagi para penderita stroke yang didalamnya berisi berbagai macam terapi mulai dari fisioterapi hingga terapi okupasi. Rehabilitasi stroke memberikan fasilitas pelayanan khusus stroke dengan kualitas pelayanan yang tinggi, lebih intensif dan pelayanan lebih sempurna, dan pengaturan pola hidup disamping upaya penyembuhan dan rehabilitasinya. Panti Rehabilitasi Penderita Stroke menjadi salah satu alternatif yang dapat dijadikan sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi penderita stroke. Dengan menggunakan Pendekatan pada Kosepsi Living Arsitektur dapat memberikan kesan natural bagi objek rancangan. Rancangannya juga dapat menjadi patner dalam proses pemulihan pasien itu sendiri. Hal ini juga dapat membuat para pasien merasa aman dan nyaman selama dalam masa penyembuhan. Kata kunci : Stroke, Rehabilitasi, Living Architecture
CHRISTIAN CENTER DI TONDANO . Pendekatan Arsitektur Minahasa Lovely E. Tampung; Michael M. Rengkung; Johanes Van Rate
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24621

Abstract

Kota Tondano adalah ibu kota Kabupaten Minahasa dan memiliki masyarakat yang beradat dan religious, hal itu terlihat dari banyaknya gereja-gereja yang menghiasi hampir seluruh sudut Kota Tondano. Secara kasat mata akan sangat terlihat banyaknya gereja-gereja dengan berbagai denominasi yang berdiri megah dan mewah menghiasi kota baik dipusat kota maupun daerah pinggiran kota. Ketika suatu daerah mengharapkan lahirnya sumber daya manusia yang mempunyai standar kepribadian yang baik, maka daerah tersebut perlu menunjang sarana dan prasarana yang bisa mendukung lahirnya sumber daya manusia berkepribadian baik, salah satu faktor yang berpengaruh besar dalam pembentukan kepribadian seseorang adalah ketaatanya dalam menganut dan mempercayai ajaran agamanya. Mayoritas penduduk Tondano menganut agama Kristen dalam berbagai denominasi gereja, namun fasilitas untuk mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan selain tempai ibadah masih sangat terbatas. Kehadiran Christian Center ini pun diharapkan bisa menjadi salah satu wadah yang dapat menampung berbagai denominasi gereja dalam suatu kegiatan rohani dengan fasilitas memadai, menjadi tempat pelatihan bagi siapapun yang memiliki keinginan untuk mengembangkan talenta untuk melayani Tuhan dan bahkan diharapkan bisa menjadi lokasi wisata religius yang baru, objek ini di harapkan bisa menjadi ikon baru di Tondano sebagai kota religious. Christian Center dengan pendekatan Arsitektur Minahasa akan lebih menambah nilai budaya dari objek Christian Center karena pendekatan ini dianggap mampu memadukan antara kebudayaan orang Tondano yang juga adalah suku Minahasa dengan keagamaan mayoritas orang Tondano yakni Kristen. Kata Kunci : Tondano, Christian Center, Arsitektur Minahasa
MUSEUM PERFILMAN NASIONAL DI JAKARTA (Analogi Dramaturgi Dalam Arsitektur) Tawalujan, Yieldni; Erdiono, Deddy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i3.3732

Abstract

ABSTRAK Film merupakan suatu karya seni yang juga merupakan  media komunikasi paling modern saat ini. Film telah berkembang demikian pesat sehingga membutuhkan pengaturan yang lebih baik dan apresaisi yang lebih mendalam terhadap dunia perfilman nasional. Museum beserta fasilitas-fasilitas pendukungnya yang menyimpan segala informasi dan benda perfilman ini diharapkan dapat menjadi mata rantai yang terus menjaga rantai perfilman Indonesia. Dengan mempelajari film-film lama dan sejarahnya, kita dapat mengetahui bagaimana cara orang berfikir dari waktu ke waktu. DKI Jakarta merupakan pusat organisasi dari semua bidang dalam perfilman . Ibu kota ini pula menjadi basis utama semua bidang tersebut. Oleh karena itu Jakarta merupakan lokasi yang sesuai dengan objek rancangan ini. Analogi Dramaturgi adalah kegiatan-kegiatan manusia sering dinyatakan sebagai teater (“seluruh dunia adalah panggung‟), dan karena itu lingkungan buatan dapat dianggap sebagai pentas panggung. Manusia memerankan peranan, dan demikian pula bangunan-bangunan merupakan rona panggung dan perlengkapan yang menunjang pagelaran panggung.. Pemanfaatan analogi dramaturgi ini membuat sang arsitek bertindak hamper seperti dalang. Sang  arsitek mengaturaksi seraya menunjangnya. Sebuah drama hadir dari jalinan peristiwa yang disebut alur dan dalam kondisi tertentu alur menjadi sangat berarti ketika ditunjang dengan kesan suasana, dimana peristiwa itu lahir, disini tata panggung menjadi penting. Komponen-komponen ruang luar dan konfigurasi massa bersinergi membentuk sebuah komposisi baru yang saling mengisi kekosongan diantaranya. Seperti sebuah drama yang hadir dalam tautan peristiwa, demikian objek ini, hadir dalam jalinan ruang, fungsi dan sirkulasi yang semuanya itu mampu mengungkapkan makna dibalik sebuah museum perfilman nasional di Jakarta. Kata Kunci : Museum PerfilmanNasional, Analogi, Dramaturgi.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue