cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
KANTOR DINAS PEMADAM KEBAKARAN DI MANADO. Geometri Modular Wongkar, Rocky B.; Waani, Judy O.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17988

Abstract

Di kota Manado telah menunjukan pertumbuhan yang sangat pesat terutama di permukiman yang semakin padat dan menyebabkan rawannya resiko bencana kebakaran. Dalam hal ini sering terjadi pada kawasan-kawasan  padat seperti di pusat kota pertokoan, perkantoran, rumah makan, pasar, pemukiman penduduk (kumuh). Kebutuhan kota akan dinas pemadam kebakaran tidak terpenuhi karena kekurangan Petugas pemadam kebakaran. Akibat dari kondisi tersebut, begitu terjadi kebakaran, warga langsung panik dan tak tahu apa yang harus dilakukannya.Dinas pemadam kebakaran memiliki kantor sebagai pos unsur pelaksana pemadam kebakaran. Kantor tersebut berguna sebagai tempat parkir kendaraan pemadam kebakaran serta penyimpanan sarana dan prasarana dinas pemadaman kebakaran, pusat informasi dan pengaduan, serta lokasi operasi komando pemadam kebakaran.Berdasarakan pendekatan, tema Geometri modular maka kantor dinas pemadam kebakaran di manado ini di rancang. hasil desain merupakan konsep perancangan tapak dan ruang luar, konsep ruang dalam, konsep perancangan bangunan juga konsep-konsep lainnya yang diperlukan pada pengembangan objek rancangan.Perancangan gedungkantor dinas pemadam kebakaran di manado ini di laksanakan dengan pertimbangan – pertimbangan atau konsep – konsep dasar perancangan yang mengacu pada tipologi,tema dan eksisting site.sedangkan desain berdasarkan proses perancangan lima langkah,permulaan,persiapan,pengajuan usul evaluasi dan tindakan.sehingga di capai bentuk arsitektur yang ideal yang memenuhi kebutuhan sesuai dengan  fungsi layanan dinas pemadam kebakaran di kota Manado. Kata Kunci: Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Di Manado, Manado, Geometri Modular
APARTEMEN DI MANADO “PENERAPAN KONSEP VERTICAL GARDEN” Laloan, Yehezkiel R. Y.; Prijadi, Rachmat; Moniaga, Ingerid L.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.9655

Abstract

Semakin menipis lahan hunian pada pusat kota yang mengakibatkan harga lahan untuk hunian tapak (landed house) mahal. Ditambah pertumbuhan warga kota yang meningkat menjadi masalah dalam menyediakan kebutuhan hunian bagi warga kota. Apartemen merupakan solusi kebutuhan hunian dalam bentuk vertikal sehingga mampu memenuhi kebutuhan hunian bagi warga kota. Bahkan bisa menjadi keharusan bagi warga kota yang ingin memiliki hunian berdekatan dengan tempat kerja, fasilitas umum, fasilitas pendidikan dan pusat – pusat kegiatan lainnya. Selain tipisnya lahan hunian, lahan untuk ruang terbuka hijau semakin sedikit.Cara menanam dapat dilakukan secara vertikal yang lebih dikenal dengan Vertical Garden.Taman vertikal ini dapat menciptakan ruang hijau pada apartemen, dapat menambah estetika dan mampu meredam panas dari luar kedalam bangunan. Dengan memanfaatkan pendekatan tersebut, akan menghasilkan rancangan apartemen yang seimbang antara kebutuhan hunian perkotaan dan ruang terbuka hijau. Kata Kunci : Apartemen, Vertical garden
MANADO BAY TOWER “SKYSCRAPER ARCHITECTURE” Irmanto, Israel P; MT, Surjono; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.15647

Abstract

Manado adalah ibukota Sulawesi Utara memiliki kekayaan Wisata Bahari seperti Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Manado Tua, dll yang menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara untuk datang ke Kota Manado. Dengan perkembangan kunjungan wisatawan yang datang ke Kota Manado, secara langsung berdampak pada pertumbuhan perekonomian Kota Manado yang mengalami kenaikan rata-rata pertahun sebesar 6,12% sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengusahan untuk datang berinvestasi di Kota Manado. Seiring berjalannya waktu, wisatawan yang datang ke Kota Manado dilayani dengan pelayanan Exelent Class untuk menunjang kegiatan berwisata di Kota Manado. Bagitu juga dengan pertumbuhan perekonomian Kota Manado yang membutuhkan fasilitas pemasaran barang ataupun jasa. Oleh sebab itu dalam perancangan ini, memilih fungsi bangunan Hotel Bintang Lima, Kantor Sewa dan Fungsi Penunjang Waterpark (Mixed Use Building) dalam satu bangunan “Manado Bay Tower” dengan mengunakan konsep Iconic City di Kota Manado sebagai Magnet Arsitektural bagi wisatawan maupun pengusaha.Konsep Iconic City pada Manado Bay Tower membutuhkan Tema dan Tapak yang mampu menunjang Konsep Iconic City. Dipilih Tema “Skyscraper Arsitektur” dengan Tapak Reklamasi Pulau Rekayasa agar mampu menciptakan karakter kuat pada Manado Bay Tower dan dapat menarik wisatawan dan pengusahan untuk datang ke Kota Manado.          Kata Kunci : Wisata Bahari, Exelent Class, Mixed Used Building, Iconic City, Manado Bay Tower, Skyscraper Architectur.
HOTEL RESORT DI LUWUK. Neo Vernacular Architecture Andre I. Tahaka; Joseph Rengkung; Pingkan P. Egam
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25551

Abstract

Perancangan kawasan wisata merupakan hal penting dalam meningkatkan kualitas kawasan dalam aspek fisik. Kabupaten Banggai merupakan sebuah wilayah yang memiliki banyak potensi - potensi alam yang dapat dikembangkan sebagai daerah wisata. Kota Luwuk yang merupakan Ibukota Kabupaten Banggai memiliki potensi alam yang menarik dan natural sehingga dapat dijadikan daya tarik kalangan masyarakat luas untuk mengenal wilayah tersebut. Pengadaan wadah salah satu alternatif dalam pengembangan kebutuhan wisatawan, perancangan Hotel Resort di kota Luwuk merupakan salah satu strategi yang diambil untuk menyediakan wadah bagi penikmat wisata masyarakat luas baik dalam skala domestik maupun mancanegara. Dalam mengangkat potensi budaya lokal tema perancangan diambil “Neo-Vernacular Architecture” dimana tema ini menghadirkan rancangan yang mengangkat karakteristik lokal secara spesifik sebagai identitas budaya lokal. Strategi korelasi tema dan objek rancangan dikolaborasikan dalam elemen arsitektur seperti pada rancangan atap, material lokal yaitu kayu kumea yang diposisikan pada permainan selubung bangunan.Kata Kunci : Pariwisata, Hotel Resort, Neo-Vernacular Architecture.
TERMINAL BUS ANTARMODA DI ISIMU (GORONTALO) (MOBILITAS SEBAGAI PENDEKATAN DESAIN) Saida, Muh. Zulkifli; Tinangon, Alvin J.; Malik, Andy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6434

Abstract

Salah satu prasarana yang dibutuhkan Provinsi Gorontalo yakni prasarana transportasi baik itu transportasi udara, darat, dan laut sehingga dapat menghubungkan Provinsi Gorontalo dengan Provinsi-provinsi lainnya yang ada di Indonesia terlebih khusus yang ada di pulau Sulawesi. Hal-hal inilah yang di jadikan tujuan untuk merancang Terminal Bus Antarmoda di Isimu (Gorontalo) yang dihadirkan dengan tema mobilitas sebagai pendekatan desain yang berlokasi di kabupaten Gorontalo, kecamatan Tibawa. Metode perancangan secara umum dengan melakukan kajian tipologi tentang Terminal Bus Antarmoda, metode kajian tematik tentang Mobilitas sebagai pendekatan desain, metode analisis tapak dan lingkungan, membuat konsep-konsep desain, dan mentransformasikan konsep tersebut menjadi keutuhan desain melalui proses desain generasi dua. Terminal Bus Antarmoda di Isimu (Gorontalo) adalah sebuah prasarana transportasi jalan untuk keperluan menurunkan dan menaikkan penumpang, perpindahan intra dan atau antar moda transportasi serta mengatur kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum yang berada di desa Isimu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Tema dalam hal ini sebagai acuan dasar dalam perancangan arsitektural, serta sebagai nilai keunikan yang mewarnai keseluruhan hasil rancangan. Tema juga dapat diartikan sebagai koridor dalam pemecahan masalah perancangan, sehingga harus dipertimbangkan faktor asosiasi logis antara tema dan juga objek perancangan. Tema yang digunakan dalam perancangan Terminal Bus Antarmoda di Isimu (Gorontalo) adalah Mobilitas Sebagai Pendekatan Desain. Desain arsitektural Terminal Bus Antarmoda di Isimu (Gorontalo) yang berawal dari imajinasi dan didesain melalui proses analisa-analisa yang dapat mendukung objek ini dihadirkan sehingga menghasilkan suatu wadah yang bisa berfungsi untuk membantu dan mempermudah masyarakat Gorontalo melakukan perjalanan keluar daerah, dan memperlancar hubungkan darat antar wilayah Provinsi yang ada di Pulau Sulawesi. Kata kunci : Terminal Bus Antarmoda di Isimu, dan Mobilitas
FASILITAS EKSIBISI PRODUK KELAUTAN DI BITUNG ‘EXOTIC IN ARCHITECTURE’ Illa, Chrisanto; Supardjo, Surijadi; Lahamendu, Verry
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.13032

Abstract

Dikenal dengan sebutan “Kota Cakalang” karena Bitung memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar sehingga menjadikan sektor ini sebagai primadona dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan potensi laut kota Bitung yang begitu melimpah, maka Visi dan Misi Misi Pemerintah Kota Bitung serta Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah “Bitung penghasil Tuna  terbesar 2016 di Indonesia" dengan misi "Mensejahterahkan masyarakat Kelatutan dan Perikanan kota Bitung". Pemikiran dan persepsi tentang apa yang dihasilkan dari industri-industri yang ada masih menjadi sebuah 'rahasia' masyarakat lokal-bahkan non lokal. 'Fasilitas Eksebisi Produk Kelautan di Bitung' adalah suatu perancangan bangunan yang memamerkan produk-produk industry dan non industry yang dihasilkan dari laut kota Bitung, bahkan produk-produk yang berkaitan dengan kelautan itu sendiri. 'Fasilitas Eksebisi Produk Kelautan di Bitung' bukan hanya menjadi  sebuah produk perancangan, tapi berbicara tentang objek perancangan,  yang menunjukan jati Kota Bitung. 'Exotic in Architecture' atau ke-eksotisan dalam merancangan sebuah objek fasilitas yang mewakili makna - makna arsitektur lokal setempat. Sebuah objek pertanyaan dan persepsi masyarakat yang muncul tentang apa yang dihasilkan dari perairan kota Bitung dan apa saja yang di dalamnya.[1] Kata kunci: Kota Cakalang, Fasilitas Eksebisi, Exotic in Architecture [1] Mahasiswa S1 Program Studi Arsitektur Universitas Sam Ratulangi 2 Staf Pengajar Arsitektur Universitas Sam Ratulangi 3 Staf Pengajar Arsitektur Universitas Sam Ratulangi
HOTEL RESORT. Intelligent Building Tangkilisan, Juard R.; Kindangen, Jefrey I.; Surjono, .
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20844

Abstract

Daerah wisata saat ini menjadi sasaran bagi masyarakat yang menginginkan jeda pada padatnya rutinitas sehari-hari. Kegiatan pariwisata memiliki peranan penting terhadap peningkatan perekonomian daerah, selain itu dapat memperluas lapangan pekerjaan dan kesempatan berusaha bagi masyarakat setempat, mendorong pembangunan daerah serta memperkenalkan nilai budaya atau ciri khas daerah tersebut. Kebutuhan ini berimbas kepada maraknya usaha-usaha sarana hunian wisata yang menawarkan fasilitas rekreasi dan relaksasi sebagai daya jual. Objek wisata dapat berupa wisata alam seperti gunung, danau, sungai, pantai, laut atau berupa objek penginapan dengan berbagai fasilitas untuk mendukung objek wisata. Resort adalah jasa pariwisata yang memenuhi 5 jenis pelayanan yang bisa disebut dengan kriteria resort. Kriteria resort tersebut adalah akomodasi, fasilitas rekreasi,outlet penjualan, hiburan, pelayanan makanan dan minuman (O Shannessy, 2011). Lokasi dibangunnya hotel resort di pantai Tangonggor desa Kamenti Kec. Lembean Timur. Penerapan tema Intellegent Building sebagai suatu respon terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yakni dengan menghadirkan suatu desain bangunan dengan pemikiran masa mendatang yang dapat menjaga stabilitas keberlangsungan pengguna, bangunan, maupun alam sekitar dengan memberikan kenyamanan, keselamtan, keamanan dan penghematan energi.Kata kunci      : Resort, Intelligent Building
FIRE STATION KOTA MANADO (PENERAPAN KARAKTERISTIK API DAN AIR DALAM ARSITEKTUR) Angkouw, Rieka M; Kapugu, Herry
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i2.2099

Abstract

ABSTRAK Semakin padatnya penduduk dan bangunan di Kota Manado maka resiko terjadinya bencana kebakaran semakin meningkat. Bencana kebakaran pada bangunan maupun lingkungan dapat menimbulkan kerugian baik berupa kerugian material maupun korban manusia. Untuk itu Kota Manado membutuhkan Fire Station atau pemadam kebakaran yang senantiasa siap siaga dalam menanggulangi bencana kebakaran yang rentan terjadi pada masyarakat perkotaan. Selain itu juga banyaknya bangunan yang dibangun saling berdekatan, serta bahaya meluasnya kebakaran yang beresiko tinggi, yang tidak dapat diatasi oleh masyarakat awam. Disinilah diperlukan tenaga terlatih yang kompeten dengan peralatan memadai untuk membantu masyarakat terhadap bahaya kebakaran. Kemudian diambil tema yaitu “Penerapan karakteristik Api dan Air dalam Arsitektur” dengan maksud agar dapat mendukung objek Fire Station Kota Manado yang akan dirancang. Hadirnya objek ini kiranya dapat memberi rasa aman kepada masyarakat Kota Manado dari ancaman bahaya kebakaran, selain itu juga objek ini memberi ruang kepada masyarakat untuk dapat menambah edukasi tentang bahaya kebakaran. Kata kunci: Fire Station, Api dan Air.
SEKOLAH TINGGI DESAIN INTERIOR DI MANADO. EKSPRESIONISME ARSITEKTUR Pulukadang, Kartika; Prijadi, Rachmat; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17098

Abstract

Pada dasarnya mendesain adalah sebuah proses yang melibatkan alat untuk memproses (informasi), subjek yang diproses (masalah) dan pemroses (pendesain). Sedangkan kualitas desain tidak hanya diukur dari orisinalitas dan daya kreativitas seseorang dalam menampilkan desain, tapi juga dari penalarannya untuk menguraikan, menjabarkan, menganalisis dan memecahkan masalah yang dihadapi, kemudian mengambil keputusan yang terbaik. Dan untuk mencapai hasil yang optimal diperlukan suatu metodologi berpikir tertentu, baik dalam kurikulum maupun pelaksanaannya. Sebagai jurusan di bidang seni dan desain, desain interior berupaya membentuk integrated professional dengan mempertautkan bidang keilmuan, teknologi, kesenian, dan profesionalisme. Materi kurikulum diarahkan pada pemahaman teoritis tentang kaidah perencanaan dan perancangan ruang dalam pendekatan teknis dan estetis. Sedangkan untuk menunjang proses belajar mengajar dan profesionalisme, pelaksanaan pendidikan dititikberatkan pada pengembangan kreativitas, pengembangan wawasan keilmuan dan akademik serta pembekalan dasar keahlian, dengan penekanan pada ranah kognitif, psikomotorik dan afektif, yang mendorong peserta didik untuk berpikir divergen dan konvergen. Kata kunci : pendidikan berpikir, kritis, kreatif.
PLAZA BACAAN DI MANADO (ATMOSPHERES: PARAMETER DESAIN PETER ZUMTHOR DALAM ARSITEKTUR) Langi, Jean S. P.; Tinangon, Alvin J.; Malik, Andy A.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.8120

Abstract

ABSTRAK Membaca merupakan kegiatan yang sangat penting karena mempengaruhi kualitas hidup setiap manusia. Semakin banyak seseorang membaca, semakin banyak pula pengetahuan dan informasi yang dapat diserap. Hal ini berkaitan juga dengan pola pikir dan kecerdasan masing-masing manusia. Di tengah lajunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta semakin maraknya fasilitas-fasilitas hiburan dan rekreasi membawa dampak pada mulai berkurangnya waktu dan minat untuk membaca bagi sebagian orang. Fasilitas hiburan (mall, pusat belanja, wahana bermain) lebih banyak ditemukan dibandingkan fasilitas yang mewadahi kegiatan membaca atau edukasi (perpustakaan, graha baca, dan sebagainya). Seiring dengan perkembangan dan fenomena tersebut, diperlukan suatu wadah yang dapat menampung dan memfasilitasi kegiatan membaca (edukasi) tanpa melupakan unsur rekreasi bagi masyarakat. Untuk itu perlu direncanakan pembangunan Plaza Bacaan di Manado. Plaza Bacaan di Manado mempunyai tujuan untuk memfasilitasi pelayanan umum dalam hal ini menggabungkan dua fungsi yaitu fungsi edukasi dan rekreasi di kota Manado. Objek rancangan ini merupakan bentuk implemetasi dari beberapa faktor-faktor dalam studi kasus yang coba di angkat oleh perancang, yang dihadirkan dengan tema Atmospheres: Parameter Desain Peter Zumthor dalam Arsitektur. Perancangan proyek tugas akhir ini meliputi perancangan pola dan kondisi tapak serta bentukan massa bangunan. Proses desain akan mengikuti pendekatan tema perancangan dimana sifat serta bentukan yang edukatif, rekreatif dan dinamis akan diaplikasikan pada perancangan ini baik dari pola ruang luar maupun bentuk massa bangunan. Kata Kunci : Plaza, Bacaan, Atmospheres

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue