cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
GALERI DAN PERTUNJUKAN MUSIK DI MANADO. Metaphor Architecture Farrell H. J. Kesek; . Sangkertadi; Cynthia E. V. Wuisang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.26702

Abstract

Musik adalah seni yang sangat melekat di Indonesia, khususnya di Manado. Musik dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk menampung dan mengekspresikan diri dalam seni pertunjukan musik. Berbagai kegiatan pertunjukan dan pameran musik selalu disertai dengan berbagai jenis kegiatan, yang mana musik tersebut menjadi bagian dari proses kehidupan dan simbol dari jati diri masyarakat. Hingga saat ini berbagai kegiatan musik terus dipertahankan. Salah satu cara mempertahankan dan mengembangkannya adalah dengan membuat komunitas musik ataupun sanggar-sanggar musik. Sangat disayangkan, saat ini dengan adanya sanggar-sanggar musik yang menunjang pelestarian dan berkembangnya musik  di Manado, belum ada sarana Gedung yang memadai,  untuk mewadahi mereka yang berjuang dalam bidang musik secara keseluruhan di kota Manado ini.Melihat kurangnya fasilitas seni musik yang dapat menampung serta mengembangkan minat atau hobi masyarakat dalam bermusik di Manado, maka penulis tertarik untuk merencanakan pembangunan Galeri dan Pertunjukan Musik di Manado, dan mengambil lokasi di daerah Mapanget karena melihat kedepannya pusat keramaian dan fasilitas kota Manado akan dialihkan ke daerah Mapanget dan sekitarnya. Dengan mengambil tema Arsitektur Metafora, perancangan Galeri dan Pertunjukan Musik skala kota Manado ini akan dibuat dengan menerapkan konsep sebagai gagasan bentukan perancangan Galeri dan Pertunjukan Musik di Manado Kata Kunci : Galeri dan Pertunjukan Musik, Arsitektur Metafora, Kota Manado, Mapanget
MASJID AGUNG KABUPATEN MINAHASA TENGGARA, KECAMATAN BELANG (Langgam Gothic Pada Bangunan Masjid) Rahman, R.; Supardjo, Surjadi; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i2.6026

Abstract

Di dalam penyusunan seminar ini akan membahas tentang gaya Gothic,dimana gaya gothic merupakan suatu bentuk yang simetris dan memiliki ukiran-ukiran/garis yang sangat indah dan memiliki seni yang tinggi, sehingga terfikir untuk mengangkat suatu desain langgam Gothic yang di mana disain tersebut merupakan disain yang umum bagi bangunan-bangunan Gothic cathedral atau identik terhadap bangunan ibadah umat kristiani. Perancangan pada Tugas Akhir ini merupakan sebuah upaya untuk mendisain suatu rancangan atau konsep bangunan masjid, namun dengan menggunakan langgam bangunan Gothic yang akan di aplikasikan terhadap desain bangunan masjid Agung Kabupaten Minahasa Tenggara, Kecamatan Belang. Kata kunci : Langgam GothicTerhadap Bangunan Masjid
BOARDING SCHOOL DI MANADO ‘ARCHITECTURE FOR CHILDREN’ Ogelang, Oktaviani R.; Sondakh, Julianus A. R.; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.13021

Abstract

Salah satu permasalahan kota adalah kemiskinan. Berdasarkan data yang diperoleh, angka kemiskinan anak di Indonesia lebih besar dari kemiskinan orang dewasa. Manado dalam perkembangannya juga tidak lepas dari permasalahan kota tersebut. Hal ini terlihat pada angka anak putus sekolah yang tergolong tinggi di manado. Pendidikan sangat penting dalam mengembangkan kemampuan dan watak serta peradaban bangsa. Pemahaman akan pentingnya pendidikan sebaiknya sudah dimulai dari anak usia dini. Untuk itu diperlukan kesadaran akan layanan pendidikan yang baik dan bermutu. Oleh karenanya, sebaiknya ada satu wadah yang dapat menampung anak-anak yang kurang mampu yang mana di dalamnya tidak hanya ada kegiatan belajar-mengajar tetapi sekaligus membantu pembentukan karakter, pertumbuhan dan kesehatan anak, juga secara tidak langsung dapat menanamkan kesadaran akan pentingnya pendidikan sejak usia dini. Dengan memakai model pelayanan pendidikan pesantren yaitu model pembelajaran, dimana anak-anak tinggal dalam sebuah asrama yang menyatu dengan proses pendidikan atau biasa juga disebut boarding school, kiranya dapat membantu mengawasi, mengontrol pertumbuhan karakter, kesehatan anak, dan sekaligus membantu meringankan beban hidup keluarga. Architecture for children merupakan cara pandang arsitektur dalam mendesain lingkungan bagi anak-anak. Penerapan Architecture for Children pada objek perancangan boarding school diharapkan dapat menjawab kebutuhan ruang untuk anak-anak yang akan menjadi pengguna objek tersebut. Bagaimana arsitektur dapat menjawab kebutuhan anak-anak akan kebebasan atau fleksibilitas yang ada pada alam, baik secara geometri maupun persepsi. Kata kunci: Kemiskinan, Pendidikan, Boarding School, Architecture for Children.
KAMPUNG SUSUN DI MANADO. Social Design Al Asy Ary, Muhammad Farid; Rondonuwu, Dwight M.; Warouw, Fela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20837

Abstract

Kampung Susun adalah representasi dari hunian vertikal, rumah susun, atau kampung vertikal. Kata kampung disertakan karena fungsi bangunan yang mewadahi hunian warga serta seluruh aktifitas kampung. Berdasarkan hasil identifikasi permasalahan kawasan permukiman kumuh, terdapat 25 lokasi kumuh yang tersebar di Kota Manado. Dengan menerapkan tema Social Design pada perancangan Kampung Susun, bangunan akan fokus kepada faktor manusia dengan menitikberatkan pada konsep pembangunan berkelanjutan yaitu aspek lingkungan binaan yang ekonomis dengan pengembangan lingkungannya. Tujuan perancangan kampung susun adalah untuk merancang ruang layak huni bagi masyarakat dalam kawasan permukiman kumuh di Kota Manado khususnya di daerah yang termasuk prioritas pemerintah yaitu di sepanjang sungai das tondano dalam hal ini yaitu Kelurahan Komo Luar. Pendekatan dalam proses perancangan ini melalui kajian tipologi objek, konsep tematik, dan pendekatan terhadap analisa tapak dilakukan dengan metode perancangan J.C Jones untuk mendapatkan kebutuhan pengguna sebagai kontrol dalam perencangan Kampung Susun. Semua informasi di analisa, lalu disintesiskan untuk menghasilkan konsep tertentu sesuai gagasan awal kemudian di evaluasi. Tahap evaluasi akan menjadi pijakan dalam optimalisasi perancangan. Hasil dari proses perancangan terdiri dari layout, site plan, denah, tampak, potongan, perspektif, dan gambar lainnya. Tema Social Design diterapkan pada ruang – ruang public seperti koridor, taman - taman, dego – dego, fly over antar lingkungan, boulevard kuala, dll.Kata Kunci : Rumah Susun, hunian vertikal, kampung, social design.
KANTOR DPRD KABUPATEN KEPULAUA TALAUD (Semiotika Aspirasi Masyarakat Talaud) Salettia, Fandi O. P.; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013.
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i1.1698

Abstract

ABSTRAK Dewan Pewakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten kepulauan Talaud yang berarti, yang mewakili seluruh suara warga masyarahkat TALAUD dalam hal ini berarti DPRD memiliki peran langsung dan tanggung jawab yang besar          bagi masyarakat TALAUD demi mensejahterakan warga TALAUD. Suatu upaya dalam meningkatkan kinerja para wakil rakyat dan mempermudah seluruh masyarakat  untuk menyampaikan aspirasinya yaitu harus memiliki suatu wadah atau tempat penampungan aspirasi dan menyediakan fasilitas yang sesuai dengan  aktivitas kerja DPRD untuk lebih mendapatkan keamanan dan kenyamanan selama beraktivitas. Dalam hal ini gedung kantor DPRD Talaud belum optimal dalam penyediaan fasilitas untuk mendukdung aktivitas yang DPRD dan belum mampu menampung seluruh aspirasi masyarakat TALAUD. Oleh sebab itu, di lakukan pemindahan tempat atau pemindahan lokasi serta membangun gedung kantor DPRD yang baru dengan tema Semiotika Aspirasi masyarakat Talaud. Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda. Dan aspirasi adalah sebuah ungkapan yang menyampaikan keinginan untuk di capai/. Maka pemindahan tempat serta pembanguna kantor DPRD yang baru ini  di harapkan dapat menjadi Tanda atau simbol dari kinerja para wakil rakyat dan sumber kehidupan masyarakat TALAUD. Serta dapat menjadi ikon baru atau landmark di daerah                 kepulaua TALAUD Kata kunci : DPRD, Aspirasi Masyarahkat Talaud.Semiotika, Simbol, Ikon. Kata kunci : DPRD, Aspirasi Masyarahkat Talaud.Semiotika, Simbol, Ikon.
ONE STOP ENTERTAINMENT DI KOTA MANADO (SIMBIOSIS MUTUALISME) Singon, Jasson S.; MT, Surjono; Prijadi, Rachmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17091

Abstract

Setiap manusia membutuhkan hiburan supaya dapat menyegarkan pikirannya dan kembali bekerja dengan baik. Oleh karena itu diperlukan sebuah sarana hiburan dengan konsep One Stop Entertainment yang bisa menyegarkan pikiran pada saat sedang merasa suntuk dan bosan dalam suatu pekerjaan dan bisa juga untuk mengisi waktu senggang. Kota Manado saat ini mulai dilirik oleh wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Untuk itu, dibutuhkan sarana-prasarana yang mampu menunjang akan sektor pariwisata. Dalam proses perancangan dilakukan pengumpulan data baik secara langsung maupun tidak langsung. Data yang didapatkan kemudian diolah dan digabungkan dengan konsep perancangan untuk mendapatkan sebuah hasil perancangan yang baik. Sebuah fasilitas hiburan terpadu merupakan daya tarik tersendiri. Dengan penerapan Symbiosis Mutualisme mampu menghadirkan sebuah fasilitas hiburan yang dapat membangkitkan kembali kompleks Shopping Center. Sebuah bangunan dengan berbagai fungsi untuk menjawab permasalahan yang ada di lokasi. Kata kunci: One Stop Entertainment, Kota Manado, Symbiosis Mutualisme.
PERANCANGAN HOTEL PANTAI DI PULAU KUMO ‘BIOMORFIK ARSITEKTUR’ Tawakali, Rifons; Erdiono, Deddy; MT, Suryono
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.7743

Abstract

Wisata bahari telah memberikan sumbangan yang berarti bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kontribusi pariwisata bahari ini terhadap pembangunan nasional berupa penyediaan lapangan pekerjaan dan aktivitas ekonomi lainnya serta pemasukan devisa bagi Negara. Halmahera utara mempunyai potensi wisata yang perlu dikembangkan diantaranya meliputi wisata terumbu karang, wisata bahari, wisata budaya, wisata sejarah peninggalan  perang dunia II yang jika dikelola dengan baik dapat memberikan keuntungan kepada berbagai pihak. Pemerintah  Kabupaten  Halmahera Utara memproyeksikan kawasan pulau Tagalaya dan Pulau Kumo sebagai daerah wisata bahari. Pengembangan kawasan wisata tersebut diharapkan menjadikannya sebagai daerah tujuan wisata. Pengembangan tersebut diharapkan memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan penduduk, kelestarian sumberdaya pesisir, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan mendorong pertumbuhan perekonomian Kabupaten Halmahera Utara. Melihat kondisi Halmahera Utara yang semakin hari semakin berkembang diberbagai  sektor dan budaya serta didukung oleh SDM dan infrastruktur yang memadai, maka perlu dihadirkan Hotel Pantai di Pulau Kumo dengan fasilitas rekreasi yang lengkap dengan memanfaatkan potensi dan keadaan alam setempat.     Kata Kunci : Pulau Kumo, Hotel Pantai, Biomorfik Arsitektur
RUMAH SAKIT MATA DI MANADO BLIND SPACE Pello, Pingkan S.; Rogi, Octavianus H. A.; Erdiono, Deddy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i2.14089

Abstract

Kesehatan indera penglihatan merupakan syarat penting untuk kualitas sumber daya manusia dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Penderita penyakit mata di Indonesia semakin meningkat, seperti halnya di Provinsi Sulawesi Utara sesuai data dari Balai Kesehatan Mata Masyarakat total pasien selama tahun 2011 yakni sebanyak 12.090 terhitung seluruh pasien lama maupun pasien baru. Melihat permasalahan tersebut, maka sangat penting Rumah Sakit Mata untuk memenuhi kebutuhan pasien akan pelayanan kesehatan mata, . Perancangan rumah sakit mata ini merupakan program pengembangan dari Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKKM) Sulut dalam rangka meningkatkan status menjadi sebuah Rumah Sakit Khusus Mata. Metode perancangan Rumah Sakit Mata ini dikaji berdasarkan pendekatan perancangan dan kerangka pikir.  Melalui pendekatan dari beberapa aspek, yaitu pendekatan kajian objek, pendekatan kajian tapak dan lingkungan, serta melalui pendekatan tematik. Kerangka pikir dimulai dari latar belakang serta maksud dan tujuan mengapa rumah sakit mata ini perlu dihadirkan di Kota Manado, atas hal tersebut maka hadirlah beberapa poin yang menjadi sebuah rumusan masalah. Deskripsi objek rancangan terdiri dari kajian tipologi objek, kajian tematik, dan kajian lokasi dan tapak. Ketiga kajian tersebut dianalisis sehingga menghasilkan konsep umum perancangan. Konsep tersebut  kemudian di transformasikan dalam bentuk desain yang adalah hasil akhir dari Perancangan Rumah Sakit Mata. Konsep perancangan Rumah Sakit Mata ini adalah bentuk pengaplikasian tema ‘blind space’ dengan eksplorasi ruang melalui direct modes, yaitu berdasarkan kemampuan non visual manusia. Tema ‘blind space’ lebih mengoptimalkan sistem pendengaran, sentuhan dan penciuman. Konsep perancangan dimulai dari ruang luar, yaitu penempatan zoning berdasarkan karakter dan fungsi tiap massa. Massa dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kelompok massa pertama yakni menampung semua aktivitas pelayanan rawat jalan, unit gawat darurat, dan pelayanan penunjang medis dan non medis, kelompok massa kedua diperuntukkan bagi unit rawat inap, dan kelompok massa ketiga yaitu bagian service. Konsep gubahan massa merespon dari bentuk kondisi site dan dirancang sesuai tema, yakni melalui penataan sirkulasi, view, dam aksesbilitas yang baik. Konsep interior ruang dalam dikaji melalui pemilihan warna pada dinding dan lantai, pemilihan perabot/furniture, dan terutama pengunaan/pemilihan material yang dianggap sangat penting dalam rangka pengaplikasian tema ‘blind space’ pada objek rancangan. Kata Kunci : Rumah Sakit Mata, Kota Manado, Blind Space
CONVENTION CENTER DI MANADO. Green Building Gosal, Priscillia N.; Siregar, Frits O. P.; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23827

Abstract

Kota Manado adalah ibukota dari provinsi Sulawesi Utara yang dikenal memiliki banyak potensi dalam pengembangan pembangunan fasilitas umum. Salah satunya menyimpan potensi sebagai destinasi MICE. Pada dasarnya dikota Manado memiliki potensi yang sangat baik untuk kegiatan konvensi bertaraf nasional maupun internasional. Pesatnya perkembangan globalisasi yang merambah sampai diseluruh pelosok kota Manado, memberikan dampak positif peningkatan permintaan yang tajam dari waktu ke waktu, terhadap penyediaan fasilitas Convention Center, namun sayangnya lonjakan permintaan penyediaan fasilitas berbasis Konvensi dikota Manado minimnya sarana dan prasarana yang memadai. Berdasarkan uraian diatas yaitu rancangan objek bangunan Convention Center ini suatu motivasi untuk dapat mengangkat kota Manado sebagai kota yang dipercayai untuk mengadakan event-event yang besar. Berbagai strategi dilakukan dalam persaingan global seperti kegiatan kepariwisataan perdagangan dan investasi serta terlebih khusus dalam hai ini yaitu peran dan ikut serta MICE (Meeting, Incentives, Conferences, Exhibition) sebagai sektor usaha yang memfasilitasi wadah objek Convention Center. Kurangnya kesadaran akan lingkungan yang patut dijaga dan untuk ikut membantu menjaga kelestarian lingkungan. Tema yang akan diimplementasikan pada objek Convention Center yaitu Green Building. Menciptakan objek bangunan Convention Center dengan penerapan Green Building yang ramah lingkungan serta memperhatikan aspek lingkungan yang bernuansa alam dan memberikan dampak positif disekitar lingkungan. Kata Kunci: Manado, Convention Center, MICE, Green Building
MANADO CITY HOTEL. Waterfront Architecture Nur, Ady I. A.; Rondonuwu, Dwight M.; Rogi, Octavianus H. A.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23690

Abstract

City Hotel merupakan sebuah tempat dengan pelayanan akomodasi bagi para wisatawan dan business traveler. Sebuah Gedung City Hotel pada umumnya berfungsi  sebagai tempat tinggal sementara bagi para wisatawan dan business traveler. Kota Manado sebagai ibu kota provinsi Sulawesi Utara menjadi salah satu tujuan utama wisatawan dan business traveler dengan arus wisatawan yang terus bertambah setiap tahunnya. Karena kota Manado merupakan kota Waterfront sehingga Waterfront Architecture dapat diterapkan pada objek City Hotel.Tujuan utama dari perancangan objek ini adalah untuk merancang hotel yang bukan hanya sebagai tempat untuk menginap namun memaksimalkan potensi dan keindahan pesisir kota Manado untuk water activity bagi tamu hotel, untuk memudahkan para wisatawan dan business traveler untuk dapat dengan mudah mengakses pusat kota Manado dan kawasan wisata bahari di sekitar kota Manado, serta memaksimalkan kawasan waterfront objek rancangan untuk menjadi salah satu tempat rekreasi bagi tamu yang menginap maupun hanya datang untuk menikmati kawasan waterfront.Pendekatan dalam proses perancangan menggunakan pendekatan metode desain generasi ke-dua dari Horst Rittel melalui kajian tipologi objek, analisis tapak dan lokasi yakni dengan tahapan pengumpulan data, analisis data, dan konsep tematik serta transformasi konsep.Hasil dari proses perancangan desain terdiri dari, layout,site plan,denah,tampak,potongan,perspektif,dan gambar tambahan lainnya. Dimana tema Waterfront Architecture diterapkan pada  site plan City Hotel yang dimana area tepi air site diolah dengan menempatkan area promenade,water fountain and splash, serta taman tepi air, pembuatan dalam site dan sekitar bangunan untuk lebih mendekatkan tema dengan objek rancangan yang juga berfungsi sebagai pengarah dalam site, orientasi masa bangunan yang diutamakan menghadap arah laut dan fasade bangunan dengan bukaan yang besar untuk memaksimalkan view laut..Kata kunci : City Hotel, Waterfront Architecture, Kota Manado 

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue