cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
HOTEL RESORT DAN WISATA BAHARI DI DESA PULISAN KABUPATEN MINAHASA UTARA. Arsitektur Simbiosis Mutualisme Amiman, Sri I.; Rengkung, Joseph; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17594

Abstract

Hotel Resort adalah bangunan arsitektur dalam bentuk hunian penginapan yang dibangun untuk menfasilitasi para wisatawan mancanegara atau wisatawan lokal yang datang berkunjung kesebuah daerah atau objek wisata untuk menikmati fasilitas-fasilitas  atau tempat-tempat yang ada. Keberadaaan wadah ini sudah cukup banyak tapi masih sedikit yang menyediakan hunian Hotel Resort dan Area Wisata Bahari dengan kualitas dan pelayanan terbaik. Selain itu tingkat kunjungan wisatawan asing maupun lokal terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yang membuka peluang untuk dihadirkan sebuah hunian Hotel Resort dengan fasilitas seperti Wisata Bahari, sesuai lokasi yang direncanakan yaitu berada di tepi pantai Desa Pulisan, yang terletak di Kabupaten Minahasa Utara. Sebagai jembatan dalam merancang objek arsitektur ini “ Arsitektur Simbiosis Mutualisme”, dianggap cocok menjadi tema perancangan, sehingga dengan rancangan Hotel Resort dan Wisata Bahari ini diharapkan dapat meningkatkan perkembangan Wisata di Kabupaten Minahasa Utara Khususnya di Desa Pulisan, dengan menghasilkan keuntungan bersama baik Pengelolah Hotel Resort, wisatawan  mancanegara maupun lokal, dan masyarakat yang ada di Desa Pulisan.Kata Kunci : Hotel Resort, Wisata Bahari, Arsitektur Simbiosis Mutualisme
LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA DIMANADO “NEWFACE” OF CORRECTIONAL INSTITUTION ‘PENERAPAN SUPERIMPOSISI OLEH BERNARD TSCHUMI’ Tambengie, Rendy G.; Tinangon, Alvin J.; Prijadi, Rachmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.8896

Abstract

Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila membuka pemikiran- pemikiran baru mengenai fungsi pemidanaan yang tidak lagi sekedar penjeraan tetapi juga merupakan suatu usaha rehabilitasi dan reintegrasi sosial Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Beberapa fenomena yang menjadi kendala bagi sistem pembinaan dan pembimbingan di lembaga pemasyarakatan sampai saat ini belum mendapat titik penyelesaian, sehingga penilaian masyarakat terhadap lembaga pemasyarakatan tidak ada bedanya dengan penjara membuat mantan narapidana sulit diterima oleh masyarakat. Pendekatan perancangan yang dilakukan meliputi 3 aspek utama. Pendekatan Tipologi Objek : membahas pengertian, pemahaman, prospek, fisibilitas, dan program dasar fungsional Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA. Pendekatan Tapak dan Lingkungan : Membahas kriteria pemilihan lokasi dan tapak di kota manado. Pendekatan Tematik : Membahas tema perancangan yang tepat sebagai solusi dari permasahalan yang ada. Proses perancangan dalam  memecahkan permasalahan yang ada, mengarah pada model proses desain generasi II yang dikembangkan oleh John Zeizel, meliputi Fase I (Tahap Pengembangan Pengetahuan Komprehensif) dan Fase II (Siklus Image-Present-Test). Tema yang diambil adalah “Penerapan Superimposisi Oleh Bernard Tschumi”, yang dalam penerapannya menggabungkan dan menumpuk sistem layer titik, garis, dan bidang yang masing-masing independen atau berdiri sendiri (autonomous). Sehingga dari hasil rancangan dapat memecahkan masalah desain yang ada pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA, yaitu pola penataan ruang, program ruang, konfigurasi alur gerak, dan estetika bangunan. Hasil perancangan memberikan persepsi dan “wajah baru” pada lembaga pemasyarakatan sebagai lembaga yang memiliki peran  dalam merealisasikan tujuan akhir dari sistem peradilan pidana, yaitu rehabilitas dan resosialisasi pelanggar hukum, dan penanggulangan kejahatan (suppression of crime).   Kata kunci : Lembaga Pemasyarakatan, Superimposisi.
REDESAIN KOMPLEKS PASAR BERSEHATI MANADO. ARHITECTURE WATERFRONT Tahulending, T. A.; Tarore, Raymond C. H.; Moniaga, Ingerid
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17080

Abstract

Pasar tradisional seringkali dianggap sebagai salah satu prasarana yang membewa citra buruk bagi estetika kota. Begitu pula kondisi kompleks pasar Tradisional Bersehati di Manado saat ini. Pengelolaan pasar yang buruk, sarana dan prasarana yang sangat minim serta jumlah pedagang yang semakin menjamur sehingga menambah sesak pergerakan dalam pasar, menjadi permasalahan klasik yang menyebabkan ketidak  nyamanan berbelanja.Walaupun demikian, minat masyarakat untuk berbelanja di pasar ini ini tidok berkurang. Harga barang murah dan bersaing yang ditawarkan dalam lingkup pasar tradisional menjadi pilihan berbelanja dari sebagian masyarakat. Banyak pedagang dari dalam dan luar kota bergantung dari hasil dagangannya di kota ini. Keberadaan kompleks pasar tradisional bersehati sangat penting dalam perkembangan perekonomian kota.Oleh karena itu, perlu dilakukan Redesain Kompleks Pasar Bersehati di Manado.Dengan memanfaatkan kondisi alam dan lingkungn sekitar mengingat kompleks Pasar Tradsional Bersehati berada di DAS Tondano,oleh karena itu objek ini di beri tema Architecture Waterfront diharapkan dapat mengatasi hal-hal yang menjadi permasalahan pada objek dan dapat mengangkat kembali citra kompleks pasar tradisional pasar tradisional menjadi positif, serta memberikan kemajuan bagi perekonomian Kota Manado. Kata Kunci : redesain,kompleks pasar tradisional bersehati,architecture waterfront
KANTOR DPRD KABUPATEN TALAUD. Architecture of Light Maariwuth, Yeheskiel A.; Tinangon, Alvin J.; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21249

Abstract

Dewan Perwakilan Rakyart Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Talaud adalah lembaga perwakilan rakyat yang berkedudukan di Kabupaten Kepulauan Talaud, yang merupakan unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Kebutuhan akan gedung kantor DPRD yang memadai dan representatif menjadi suatu hal yang yang diperlukan guna mewadahi seluruh aktifitas anggota DPRD dan sekretariat DPRD, serta mampu memberikan rasa aman dan nyaman dalam proses pelaksanaan tugas dan tanggungjawab.Keberadaan fasilitas sarana dan prasarana gedung kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud sampai saat ini masih belum bisa dikatakan representatif, dikarenakan penataan gedung yang tidak efisien, diamana letak ruang sidang peripurna dan gedung komisi DPRD berjauhan (tidak dalam satu lokasi site), kurangnya ruang kerja bagi anggota DPRD serta alat kelengkapan DPRD, kurangnya ruang sekretariat DPRD serta penataan ruangan yang kurang pas, dan masih banyak lagi kekurangan terkait sarana dan prasarana lainnya, sehingga keberadaan kantor DPRD yang baru menjadi hal yang mutlak untuk direalisasikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud merencanakan membangun kantor DPRD yang baru berlokasi di eks kantor Bupati Kepulauan Talaud, yang memiliki site yang lebih luas dari lokasi sebelumnya. Penerapan konsep rancangan kantor DPRD dengan tema Arhitecture of Light, diharapkan menjadi jawaban akan kebutuhan gedung kantor yang baru, dengan penekanan pada efektifitas pencahayaan alami dan buatan pada perletakan masa dan ruang, sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi setiap pengguna gedung, dan diharapkan berimplikasi pada efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas kedinasan.Kata kunci : DPRD, Ruang, Architecture Of Light.
CHILDREN EDUCATION PLAYGROUND DI MANADO. Hi-Tech Architecture: Gaya Rancang Santiago Calatrava Sumanti, Ceria T.; Kindangen, Jefrey I.; Rengkung, Michael M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17271

Abstract

Suatu Negara yang berkembang memiliki perhatian khusus bagi pertumbuhan bangsanya. Pemerintah setiap Negara menyadari bahwa kesuksesan suatu bagsa dimulai dari usia dini. Untuk itu beragam metode pengajaran mulai bermunculan. Selain pendidikan dasar yang formal, metode informal yang meungkinkan anak belajar ssambil bermain dihadirkan dalam sebuah theme park bernama Kidzania. Penggabungan metode pendidikan formal dan informal kemudian disajikan dalam “Children Education Playground”. Perkembangan suatu Negara beriringan dengan perkembangan tersebut dunia arsitektural. Hi-Tech Architecture yang menjadi bukti nyata akan beragam perkembangan tersebut diaplikasikan pada perancangan “Children Education Playground” dengan konsentrasi pada struktur yang berpedoman pada gaya rancang Santiago Calatrava. Children Education Playground dirancang sebagai wadah edukatif dan kreatif dengan tujuan mengembangkan potensi suatu bangsa lewat anak-anak. Selain itu kolaborasi dengan tema Hi-Tech Architecture: gaya rancang Santiago Calatrava diharapkan dapat menjadi acuan perkembangan dibidang teknologi dan industry dalam arsitektur di kota Manado.Kata Kunci : Hi-Tech Architecture, Santiago Calatrava, Children, Education, Playground 
PUSAT REHABILITASI KENAKALAN REMAJA DI MANADO. Arsitektur Perilaku Stevenly A. Mamesah; Dwight M. Rondonuwu; Roosje J. Poluan
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24618

Abstract

Pusat Rehabilitasi Kenakalan Remaja adalah suatu fasilitas yang menyediakan suatu sarana bagi para remaja yang memiliki masalah – masalah sosial di masyarakat dimana keadaan sosial di masyarakat terlebih pada kisaran umur remaja di Kota Manado sekarang menjadi suatu masalah yang perlu ditanggapai dan memerlukan suatu fasilitas yang memfasilitasi kegiatan rehabilitasi yang diperlukan bagi masyarakat. Tujuan perancangan Pusat Rehabilitasi Kenakalan Remaja ini adalah untuk mendesain suatu sarana bangunan yang dapat mengubah perilaku sosial para remaja di Kota Manado dengan desain – desain bangunan yang menerapkan konsep tema Arsitektur Perilaku. Dalam melaksanakan tahapan proses perancangan dimulai dari metode pengumpulan data berupa studi literatur dan studi komparasi, lalu dianalisis dan kemudian akan menghasilkan konsep perancangan. Tema yang digunakan sebagai pendekatan perancangan, ditransformasikan sehingga menjadi bentuk massa bangunan dengan proses feedback atau proses adanya suatu tanggapan balik dalam data- data yang diperiksa dan dianalisis sesuai dengan perancangan. Dengan demikian Pusat Rehabilitasi untuk para remaja di Kota Manado sebagai suatu solusi perancangan dalam menanggapi permasalahan sosial yang terjadi di kalangan remaja di Manado dengan hasil akhir penerapan tematik pada konsep dan menghasilkan gambar pra desain berupa siteplan, layout, denah bangunan, tampak bangunan, interior dan eksterior bangunan  yang menerapkan tema arsitektur perilaku pada desain bangunan. Kata Kunci : Pusat Rehabilitasi, Kenakalan Remaja, Arsitektur Perilaku, Manado
MEMORIAL PARK DI MANADO “FENG SHUI DALAM GUBAHAN BENTUK DAN RUANG ARSITEKTUR” Loho, Jonathan B.; Siregar, Frits O. P.; Egam, Pingkan P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.14790

Abstract

Manusia akan mengalami siklus kehidupan, mulai dari lahir hingga meninggal, bukan hanya manusia yang hidup yang membutuhkan lahan, bahkan Manusia yang telah meninggal pun membutuhkan lahan sebagai tempat peristirahatan terakhir. Kondisi pemakaman yang ada sekarang ini khususnya di Kota Manado kurang mendapatkan perhatian, dilihat dari kondisi pemakaman yang bertumpuk tumpuk, kotor dan tak terawat mengakibatkan dibutuhkannya kompleks pemakaman yang dikelola secara profesional. Maka diperlukan adanya pemakaman yang berkonsep feng shui serta memiliki fasilitas fasilitas penunjang.Feng shui merupakan ilmu yang mempelajari tentang keseimbangan antara manusia dan lingkungan, feng shui sangat memperhatikan tata letak dan penyatuan antara seseorang dan aktifitas, bangunan sebagai tempat orang itu berada dan lingkungan disekitar bangunan.dengan memperhatikan elemen elemen feng shui seperti kayu, api, logam, air, tanah yang diterapkan melalui pencocokan elemen dengan aktifitas yang terjadi di dalam bangunan, sehingga terciptanya suatu area pemakaman yang memiliki konsep kembali ke alam dengan memperhatikan perancangan ruang luar sesuai dengan feng shui itu sendiri dan juga memperhatikan filosofi yang ada tentang pemakaman itu sendiri. Kata Kunci : Meninggal, Pemakaman, Feng Shui
MANADO FILM ACADEMY. Mimetic Architecture Kawulusan, Melly V. L.; Erdiono, Deddy; Kapugu, Herry
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.18386

Abstract

Animo masyarakat sulawesi utara sangat besar untuk terlibat di dunia hiburan Indonesia, sehingga berdampak di industry perfilman dan broadcasting Indonesia yang membuka peluang  untuk mencari bakat – bakat anak muda. Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi. Perguruan Tinggi Negeri yang selanjutnya disingkat PTN adalah perguruan tinggi yang didirikan dan /atau diselenggarakan oleh pemerintah. Akademi komunitas merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi setingkat diploma satu dan/atau diploma dua dalam satu atau beberapa cabang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi tertentu yang berbasis keunggulan local atau untuk memenuhi kebutuhan khusus. Telah dipahami sebuah film dari segi teori, film yang dimaksudkan dalam pembahasan sebagai objek bukan sekedar sebuah gambar hidup atau movie yang bersifat hiburan, namun merupakan sebuah wadah pendidikan. Kata kunci : Manado,film,Akademi
HOTEL RESORT DI BATU ANGUS KOTA BITUNG. Arsitektur Post Modern: Neo Vernakular Alfredo D. Angkouw; Frits O. P. Siregar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25548

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan nasional. Peranan pariwisata di Indonesia sangat dirasakan manfaatnya, peranan sektor pariwisata dalam menciptakan output pereokonomian dan PDB tahun 2015 mencapai 5.57% dan 5.47% sedangkan di tahun 2016 kontribusi pariwisata dalam output dan PDB Indonesia mencapai 5.89% dan 5.82%. Kota Bitung adalah sebuah Kota di provinsi Sulawesi Utara  yang memiliki potensi pariwisata yang indah. Peningkatan kunjungan wisatawan yang tidak dibarengi dengan peningkatan sarana penunjang pariwisata serta belum adanya sarana akomodasi yang representative di Kota Bitung. Hotel Resort merupakan salah satu sarana pokok dalam menyediakan penginapan dan sarana rekreasi. Perancangan Hotel Resort di Batu Angus Kota Bitung dengan tema ArsitekturPost modern : Neo Vernakular adalah penerapan elemen arsitektur yang telah ada baik fisik (bentuk, konstruksi) maupun non fisik (konsep, filosofi, tata ruang) dengan tujuan melestarikan unsur-unsur lokal yang telah terbentuk secara empiris oleh sebuah tradisi yang kemudian sedikit atau banyak mengalami pembaruan menuju suatu karya yang lebih modern atau maju tanpa mengesampingkan nilai-nilai tradisi setempat. Kata Kunci :    Pariwisata, Hotel Resort, Batu Angus Kota Bitung, Post Modern Architechture, Neo Vernacular
Penerapan The Pleasure of Architecture pada Youth Centre di Manado Umboh, Karry; Waani, Judy O.; Tungka, Aristotulus E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16686

Abstract

Perkembangan arsitektur di Manado stagnan dan melambat pada arsitektur modern, Bernard Tschumi berpendapat bahwa arsitektur modern tidak menyenangkan, karena itu ia menulis esai yang berjudul The Pleasure of Architecture pada tahun 1977, yang mengkritisi arsitektur modern dan mengungkapkan hal-hal yang dapat membuat arsitektur menjadi menyenangkan. Pendekatan The Pleasure of Architecture, berupa metafora oleh karena itu digunakan Semiotika untuk menterjemahkan ke dalam bentuk arsitektur.Perkembangan zaman selalu membawa pengaruh yang positif dan negative, tidak terkecuali berdampak pada remaja di Manado, dengan tingkat kenakalan remaja yang menunjukan tren meningkat, yang disebabkan lingkungan dan pergaulan yang salah. Wadah pendidikan informal dan pengembangan kreatifitas di luar sekolah, menjadi kebutuhan untuk mencegah dan meminimalisir kenakalann remaja berupa Youth Centre di Manado.Dengan mengangkat pendekatan perancangan The Pleasure of Architecture, pada Youth Centre di Manado, dapat mengubah paradigma arsitektur di Manado, serta menambahkan karakter pada objek rancangan yaitu unik dan menyenangkan.Kata Kunci : The Pleasure of Architecture, Kenakalan Remaja, Youth Centre, Manado

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue