cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
PASAR SENI TRADISIONAL DI TANA TORAJA. Etno Modern dalam Arsitektur Sura, Andi K.; Tarore, Raymond Ch.; Prijadi, Rachmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20671

Abstract

Tana Toraja merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang menjadi salah satu daerah tujuan Wisata. Budaya yang dimiliki Tana Toraja merupakan aset penting dalam pengembangan pariwisata, dimana pariwisata sebagai pelestari kebudayaan, dapat berperan aktif melestarikan dan memperkenalkan kebudayaan. Pembangunan industri pariwisata, khususnya berkaitan dengan perkembangan infrastruktur dan kehadiran wisatawan menimbulkan perubahan beberapa bidang di daerah bersangkutan. Pariwisata dapat menjadi sumber utama pendapatan masyarakat maupun pemerintah daerah, atau penggerak kegiatan dan menarik pengembang sektor lain.Perancangan Pasar Seni Tradisional di Tana Toraja ini menggunakan pendekatan tema perancangan “Konsep ‘Etno-Modern dalam Arsitektur”. Konsep utama perancangan ini adalah mentransformasikan kebudayaan mengikuti masa kini sehingga bentuk fisik bangunan selain modern juga memiliki kesan etnis. Dengan itu pesan kebudayaan dapat lebih dipahami dan menyatu sebab disampaikan dengan budaya masyarakat Toraja sekaligus menyimbolkan keterbukaan masyarakat Toraja kepada setiap para wisatawan dari segala penjuru daerah yang datang berkunjung ke Toraja Kata kunci      : Etno-Modern, Transformasi, Pasar Seni, Budaya Toraja
PENCAHAYAAN BUATAN DALAM GEREJA KATOLIK. Pelealu, Sylviana J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16766

Abstract

Gereja sebagai tempat berkumpul umat kristen harus bisa mewadahi berbagai aktivitas ritual/liturgi beserta aktivitas pendukungnya. Dalam Sacrosanctum Concilium ditegaskan bahwa liturgi merupakan puncak dan sumber kehidupan gereja, dimana Kristus hadir ditengah umat manusia. Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR) menuliskan bahwa keindahan tata liturgi, musik dan seni hendaknya dimanfaatkan semaksimal mungkin. Pencahayaan merupakan salah satu unsur penting dalam memenuhi aspek keindahan tata ruang liturgi karena tata cahaya yang baik dapat membawa kita orang lebih khusuk dan sakral dalam mengikuti liturgi.Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan karakteristik jenis pencahayaan buatan yang memenuhi tujuan perayaan liturgi dan kenyamanan visual serta mengevaluasi sistem pencahayaan di gereja Katedral Manado, gereja St. Ignatius dan Hati Kudus Yesus Karombasan sesuai dengan karakteristik dan standar yang ada. Pencahayaan buatan diterapkan dalam suatu ruang bukan hanya untuk penerangan saja melainkan untuk bisa membangkitkan suasana dan membantu pengguna menikmati ruangan tersebut. Bangunan gerejaseharusnya mengundang dan melibatkan Tuhan dalam suasana kebersamaan. Memiliki struktur yang memancarkan keindahan dan menampilkan nilai mulia dan sakral. Aplikasi pencahayaan dalam gereja harus bisa memenuhi standar kenyamanan visual serta meningkatkan nilai estetika dari bangunan itu sendiri sehingga nilai teologis cahaya dalam iman Katolik dapat tercapai.Lewat penelitian kualitatif yang dilakukan serta hasil analisa terhadap data fisik (bentuk ruang dan sistem pencahayaan buatan) dan data non fisik (persepsi ruang, persepsi cahaya dan kenyamanan visual) didapatkan bahwa pemenuhan terhadap kebutuhan ruang liturgi harus bisa menciptakan cahaya sebagai simbol terang yang muncul dalam kegelapan, cahaya untuk membentuk suasana dan menciptakan pengalaman ruang (vertikal dan horisontal) dan cahaya yang memisahkan ruang sakral dengan yang lebih sakral. Sementara untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan visual, ketiga gereja belum bisa sepenuhnya memenuhi prinsip tersebut, sehingga perlu adanya perbaikan dan upaya optimalisasi sistem pencahayaan yang sudah ada.Kata kunci : Pencahayaan Buatan, Liturgi, Kenyamanan Visual, Gereja Katolik
ARENA OLAHRAGA REKREATIF DI MANADO. Analogi Mekanik Lempoy, Wailan K.; Siregar, Frits O. P.; Kapugu, Herry
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20841

Abstract

Kota Manado sebagai salah satu kota yang mulai berkembang di provensi Sulawesi Utara. Seiring dengan perkembangannya masyrakat kota Manado yang semakin hari semakin sibuk dengan pekerjaan meraka pun hanya memiliki waktu yang relatif sedikit untuk berolahraga maupun untuk berrekeasi, dan dilihat dari segi lainnya perkembangan dari masyarakat yang hobi akan olahraga pun semakin hari semakin bertambah. Di kota Manado sendiri sudah terdapat beberapa tempat olahraga namun dalam segi fasilitas yang belum memadai.            Melihat kurangnya fasilitas akomodasi di kota Manado maka penulis tertarik untuk merencanakan pembangunan Arena Olahraga Rekreatif di Manado. Perancangan Arena Olahraga Rekreatif ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyrakat kota Manado.            Dalam perancangan Arena Olahraga Rekreatif ini menggunakan konsep “Analogi Mekanik” dimana bentuk bangunan ini menganalogikan bentuk dari mesin motor sebagai bentukan dasarnya dan mengalami beberapa transformasi  Kata Kunci: Arena Olahraga Rekreatif, Kota Manado, Analogi Mekanik  
RESORT WEDDING CENTER DI MANADO. AMPHIBIOUS ARCHITECTURE Datu, Novianti R.; Egam, Pingkan P.; Wuisang, Cynthia E. V.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17115

Abstract

Resort Wedding Center di Manado adalah sebuah wadah yang melayani akan kebutuhan saat akan melaksanakan pernikahan maupun setelah pernikahan serta bangunan yang menyediakan jasa pelayanan, penginapan, makan dan minum, serta jasa lainnya juga sebagai tempat yang menyediakan sarana rekreasi sehingga dapat menarik minat para turis lokal maupun mancanegara.Wadah ini nantinya akan menjadi alternatif pemecah masalah bagi pasangan kekasih yang ingin menikah atau untuk liburan setelah pasca pernikahan. Amphibious Architecture merupakan tema yang dipilih agar tercipta sebuah Resort Wedding Center yang unik dan baru bagi pengunjungnya karena massa bangunan di desain berada di darat dan ada juga yang di atas air sehingga mampu memberikan sensasi yang berbeda-beda.Kota Manado sebagai kawasan  pengembangan tepian air / waterfront city memenuhi kriteria dalam penerapan tema, serta kota Manado sebagai kota pariwisata banyak menarik turis menjadikan  kota Manado memiliki prospek lokasi yang tinggi dalam pembangunan Resort Wedding Center.  Kata kunci: Wedding Center,Manado, Amphibious Architecture.
RE-DESAIN TERMINAL BANDARA JUDHA TINDAS NAHA. Arsitektur Futuristik Mandak, Michael B.; Egam, Pingkan P.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23959

Abstract

Kabupaten kepulawan sangihe terletak di pulau Sulawesi bagian utara yang terpisah daratan dengan pulau Sulawesi. Dalam pengembangannya telah terdapat sarana transportasi laut yang menjadi moda transportasi utama yang digunakan oleh mayoritas penduduk kabupaten kepulauaan sangihe. Sarana transportasi udara telah ada, yaitu bandara dengan klasifikasi bandara pengumpan yang beroprasi sebanyak tiga kali seminggu, yang terdapat di desah Naha.  Kondisi bandara yang hanya mampu menampung satu maskapai dalam sehari dengan kapasitas pada terminal bandara yang hanya mampu menampung maksimal 55 orang saja dalam sekali pemberangkatan, adalah masalah yang didapati saat ini, maka solusi untuk melakukan re-desain dan pengembangan terminal bandara dan fasilitas penunjang adalah hal yang penting dan patut untuk diperhatikan.Penerapan tema perancangan Arsitektur Futuristik, bertujuan untuk untuk menghadirkan suatu konsep bangunan terminal bandara yang memiliki citra dan ciri khas tersendiri, dan mampu memberikan suasana baru dalam bangunan terminal bandara. Baik dari bentuk, tata ruang dalam dan luar, sirkulasi, material dan lain-lain yang bersifat modern dan futuristic, tampa meninggalkan hal-hal yang menjadi jati diri daerah sangihe itu sendiri.  Kata kunci: Re-desain Terminal Judha Tindas Naha, Arsitektur Futuristik
WISATA PANTAI PULAU SARA’A DI TALAUD. Arsitektur: Lansekap Sequence Andalangi, Vitriani
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19022

Abstract

Wisata bahari merupakan salah satu tempat tujuan rekreasi yang mengedepankan keutamaan potensi alam, terutama potensi laut. Laut  Memiliki potensi yang sangat besar, potensi yang perlu di kembangkan untuk menghasilkan sebuah hasil tempat yang bernilai tinggi dan dapat memberikan refrensi wisata bagi masyarakat. Laut memang merupakan salah satu potensi alam yang seharusnya berkembang melalui kekayaan alamnya maupun dari segi buatan pengelolaan manusia yakni berupa tempat wisata. Dengan hadirnya wisata bahari. Wisata alam di harapkan dapat mewadahi kebutuhan wisatawan sebagai pilihan wisata yang ada pada saat ini.Wisata bahari yang di kembangkan di Kabupaten Kepulauan Talaud, ini juga merupakan wisata antar pulau Sara’a Besar dan pulau Sara’a Kecil yang memberikan kesan yang berbada dari tempat wisata lainnya. Mengunakan wisata alam wisata bahari ini di lihat dari segi estetika, maupun keuntungan bagi para pengunjung.Kabupaten KepulauanTalaud merupakan lokasi dari perencanaan wisata pantai pulau Sara’a ini. Kabupaten yang terletak di bagian perbatasan antara Indonesia dengan negara Filipina, sehingga sangat sesuai untuk dijadikan sebagai tempat wisata.Arsitektur Lansekap Sequence adalah salah satu perwujudan cara untuk menyusun suatu kawasan sesuai urutan hubungan yang tersusun  dengan mengunakan Serial Vision untuk pengelolaan Place dan Content. Dengan landasan tema perancangan ini dapat dikembangkan sebagai konsep dari perancangan dengan mengambil prinsip Arsitektur Lansekap Sequence.Kata kunci : Kabupaten Talaud, Perancangan Wisata Pantai Pulau Sara’a. Arsitektur Lansekap Sequence
PUSAT KESEHATAN SEKSUAL DAN ALAT REPRODUKSI DI MANADO. Arsitektur Perilaku Chelsea E. Songko; Linda Tondobala; Pingkan P. Egam
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25050

Abstract

Kota Manado berkembang dengan begitu pesat. Pertumbuhan penduduk juga semakin meningkat dan pergaulan bebas pun tidak bisa dihindari, semakin hari banyak kaum muda atau remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas dan seks bebas. Oleh karena itu, penyebaran dan penularan HIV/AIDS juga menyebar dengan cepat selain itu masih kurangnya pengetahuan masyarakat khususnya kaum muda atau remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan seksual dan alat reproduksi. Sehingga dari beberapa faktor tersebut maka diperlukan adanya perancangan Pusat Kesehatan Seksual dan Alat Reproduksi di Manado yang bertujuan agar dapat mendapatkan suatu wadah yang membantu pemulihan, pengurangan, dan penanggulangan pergaulan bebas yang menyebabkan penularan HIV/AIDS dan juga masalah-masalah lainnya di kalangan remaja dan juga masyarakat. Dalam peracangan ini diterapkan pendekatan Arsitektur Perilaku yang mempelajari hubungan antara perilaku objek rancangan dengan lingkungan. Arsitektur Perilaku mempertimbangkan perilaku dalam perancangannya dengan memperhatikan kenyamanan, kondisi dan perilaku pengguna, dan juga keamanan dari pengguna. Aplikasi penerapan tema Arsitektur Perilaku dalam perancangan Pusat Kesehatan Seksual dan Alat Reproduksi ini lewat : tata ruang dalam, tata ruang luar, sirkulasi dan entrence, serta pola hubungan ruang. Dengan menghadirkan Pusat Kesehatan Seksual dan Alat Reproduksi di Manado tidak hanya menjadi wadah kesehatan khususnya dibagian seksual dan reproduksi tapi juga sebagai wadah untuk merehabilitasi, bahkan menjadi sarana mengembangkan keterampilan dan pembelajaran tentang kesehatan seksual dan alat reproduksi. Kata kunci : Kesehatan Seksual, Pergaulan Bebas, Arsitektur Perilaku, Kota Manado
POLITEKNIK PERTANIAN DI KOTAMOBAGU DENGAN KONSEP ARSITEKTUR BIOKLIMATIK Alhabsji, Mirza M.; Sangkertadi, Prof.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.15642

Abstract

Kabupaten Bolaang Mongondow merupakan salah satu daerah dengan penghasil komoditi bahan pangan terbesar di Sulawesi utara.  Dengan keadaan geografis yang terletak di garis khatulistiwa, Maka Bolaang Mongondow hanya mengenal 2 musim yaitu musim panas dan musim hujan. Hujan yang terus turun sepanjang tahun berdampak posotif bagi sektor pertanian, karena dapat meningkatkan hasil panen. Hal ini dapat menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan perekonomian dan keseimbangan ekonomi daerah. Namun untuk meningkatkan hasil panen yang lebih baik maka perlu adanya sarana pembelajaran bagi generasi yang akan datang untuk dapat mempelajari ilmu pertanian, dengan cara menghadirkan bidang sarana berupa pendidikan tinggi atau Politeknik Pertanian di Kotamobagu sebagai mana tujuan dari Politeknik Pertanian ini adalah merealisasikan visi yaitu mendorong pengelolaan sumber daya alam secara efektif, efisien dan berkelanjutan. Dengan memperkenalkan alat-alat pertanian yang menggunakan teknologi, di harapkan agar masyarakat khususnya generasi kedepan dapat mempelajari alat-alat teknologi tersebut. Penerapan tema Arsitektur Bioklimatik kenyamanan thermal & hemat energi dengan penambahan sistem solar cell diharapkan dapat menjawab permasalahan penggunaan energi listrik negara yang terlalu besar. Namun tetap memperhatikan lingkungan sekitar agar bangunan mendapatkan keselarasan dengan lingkungannya. Kata kunci : Politeknik Pertanian, Arsitektur Bioklimatik kenyamanan thermal & hemat energi.
REDESAIN EXECUTIVE CLUB HOUSE WENANG GOLF COURSE. Eco Architecture Sigarlaki, Mariana E.; Gosal, Pierre H.; Tungka, Aristotulus E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19841

Abstract

Persaingan dalam usaha pengembangan golf di kota-kota besar di Indonesia sangat kompetitif. Golf merupakan olahraga yang dimainkan diluar ruangan yang dimainkan secara perorangan atau tim yang berlomba untuk memasukan bola kedalam lubang-lubang yang ada di lapangan. Olahraga golf ini banyak digemari oleh pebisnis dan komunitas elit. Interaksi antar sesama pemain diperlunya sarana dimana para pemain tidak hanya bermain golf namun juga dapat melakukan berbagai transaksi bisnis yang bersifat santai/informal. Oleh karena itu fasilitas club house yang lengkap dan sesuai dengan kebutuhan merupakan sarana yang tepat untuk memenuhi keinginan para pemain golf dan menjadi tempat berekreasi dengan keluarga.             Club House merupakan fasilitas yang mendukung kegiatan olahraga golf, di dalamnya terdapat fasilitas seperti tempat kebugaran tubuh (fitness dan aerobic), relaksasi tubuh (spa, sauna dan massage), berbisnis (meeting room, conference room), kegiatan publik (ballroom, promotion room, restaurant), bahkan tempat berlibur keluarga.Penerapan tema pada rancangan adalah berupa konsep desain arsitektural yang memerhatikan masalah energi dan berwawasan lingkungan yaitu Eco-Architecture. Dalam penerapan Eco-Architecture diharapkan arsitektur tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan, melainkan dapat menyatu dengan lingkungan serta memberikan respon positif terhadap lingkungan tempat berdirinya. Selain itu bangunan yang menerapkan Eco-Architecture diharapkan menanggapi masalah energi dengan penggunaan energi yang bersifat terbarukan. Dari tema arsitektur ini diharapkan dapat mempengaruhi manusia untuk tidak merusak alam melainkan menjaga dan melestarikan sebagai warisan untuk keberlangsungan kehidupan manusia di masa mendatang. Kata Kunci : Club House, Eco-Architecture
PANTI WERDHA DI BITUNG. Arsitektur Tropis Pendekatan Kenyamanan Thermal Pilat, Christhalia D. P.; Supardjo, Surijadi; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23695

Abstract

Acuan perancangan ini bertujuan : (1) Menganalisis Kebutuhan dan Kegiatan Lansia di Panti Werdha, (2) Menganalisis Arsitektur Tropis dengan Pendekatan Kenyamanan Thermal dalam Arsitektur, (3) Menganalisis kebutuhan dan besaran ruang, sistem struktur, dan utilitas bangunan yang akan dimanfaatkan dalam Panti Werdha.Untuk menciptakan suatu wujud dan lingkungan dan bangunan yang berfungsi menjawab persoalan keterbatasan ruang para lansia dengan desain yang nyaman, aman, dan sesuai dengan standar dalam segi arsitektural, serta memfasilitasi kebutuhan serta aktivitas lansia dengan memperhatikan aspek perilaku dan lingkungannya, Metodologi yang digunakan adalah glass box dengan studi literature, studi banding dan observasi lapangan, wawancara/interview dan penelitian kepustakaan. Melalui penelitian, peneliti mendapatkan hasil yang mendukung perancangan dengan pemetaan perilaku lansia dan kenyamanannya. Kata Kunci : Lansia, Kebutuhan, Kegiatan, Panti Werdha, Arsitektur Tropis, Kenyamanan Thermal, Kota Bitung.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue