cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
BOUTIQUE HOTEL DI MANADO. Superimpose Architecture Pulu, Astrid A.; Makainas, Idradjaja; Erdiono, Deddy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17292

Abstract

Penyediaan jasa akomodasi yang memadai menjadi salah satu sarana pendukung kelancaran pariwisata suatu daerah. Bagi kota Manado dengan objek pariwisata yang mampu mencuri perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara, hal ini merupakan sesuatu yang sangat penting. Berbagai hotel beserta klasifikasinya pun sudah banyak bermunculan. Namun melihat perkembangan minat wisatawan terhadap properti yang unik dan terasa berbeda semakin meningkat, maka kehadiran boutique hotel sangat dibutuhkan mengingat hotel jenis ini merupakan konsep baru dalam dunia perhotelan. Boutique hotel yaitu suatu hotel tematik dan non standar pada tampilan bentuk dan ukuran ruangannya dengan menampilkan gaya dan desain yang unik dan mampu memberikan suatu produk hotel yang berbeda dari yang biasanya dengan penggunaan struktur dan utilitas pada bangunan tetap memperhatikan syarat dari kekuatan,keamanan dan kenyamanan suatu bangunan.Perancangan boutique hotel di Manado menerapkan tema superimpose architecture (tumpang tindih), yaitu suatu tema yang mengedepankan prinsip dari teori function follow form menjadikan boutique hotel di Manado memiliki keunikan tersendiri sehingga dapat memberikan pengalaman baru bagi para tamu hotel. Dengan menggunakan metode perancangan yang dilakukan berdasarkan studi literatur terhadap karakteristik objek maka dapat disimpulkan bahwa sasaran utama boutique hotel ialah para wisatawan domestik maupun mancanegara, pelancong bisnis dan masyarakat sekitar yang notabenenya memiliki penghasilan menengah ke atas. Kata Kunci : Boutique Hotel, Unik, Superimpose Architecture, Function Follow Form
HOTEL WISATA DI MANADO (Implementasi Konsep Taman Gantung Babylonia) Palit, Rhamanda P. S.; Sondakh, Julianus A. R.; Moniaga, Ingerid L.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6654

Abstract

Dalam ilmu sejarah arsitektur dikenal dengan peradaban arsitektur Mesopotamia dengan ciri khas arsitekturalnya yaitu taman gantung babilonia (Hanging Garden Of Babylon) yang merupakan ikon dari arsitektur hijau di jaman purbakala. Dewasa ini perancangan arsitektur semakin berkembang kepada gaya arsitektur yang tanggap akan lingkungan. Hal tersebut didasari oleh semakin diperlukannya tindakan nyata ataupun tanggapan terhadap kerusakan yang telah disebabkan oleh manusia. Implementasi konsep Taman Gantung Babylonia pada Hotel Wisata di Kota Manado merupakan salah satu wujud nyata dari arsitektur yang tanggap akan lingkungan di masa kini. Tujuan dari Penerapan konsep Taman Gantung Babylonia yaitu untuk menunjang visi ekowisata yang merupakan program dari pemerintah Kota Manado sekaligus membentuk hubungan yang bersinergi antara bangunan dan alam. Upaya ini tentunya tak lepas dari keberadaan Kota Manado sendiri yang memiliki potensi pariwisata yang baik karena ditunjang dengan kekayaan sumber daya alam dan budaya yang besar sehingga menjadikan Kota Manado Sebagai salah satu kota tujuan pariwisata di Indonesia. Dengan dihadirkannya desain Hotel Wisata di Kota Manado diharapkan dapat menunjang kegiatan pariwisata yang ada ataupun dapat menjadi alternatif objek wisata baru dengan penerapan dari tema perancangannya. Kata kunci : Arsitektur Mesopotamia, Taman Gantung Babilonia,Hotel Wisata.
PUSAT WISATA KULINER DI MANADO. Lokalitas Arsitektur Nussy, Juan E.; Rondonuwu, Dwight M.; Tarore, Raymond Ch.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23673

Abstract

Pusat Wisata Kuliner adalah sebuah kawasan pariwisata pusat kuliner yang bisa memenuhi kebutuhan kuliner pengunjung dan wisatawan di kota Manado sekaligus tempat rekreasi dan refreshing dimana pengunjung dapat menikmati berbagai wisata kuliner yang mampu mencerminkan budaya dan ciri khas Kota Manado. Pusat Wisata Kuliner di Manado dirancang untuk menyempurnakan dan melengkapi berbagai kekurangan dari kawasan wisata kuliner yang sudah ada sebelumnya seperti kurangnya perancangan pada ruang luar yang mencakup tempat parkir, ruang terbuka hijau, view  menarik yang disesuaikan dengan fungsi dan prinsip arasitektural. Selain dalam hal ruang luar, perencangan ruang dalam juga menjadi perhatian perancangan tata ruang dan fungsi ruang guna untuk kenyamanan pengguna. Menggunakan konsep perancangan Lokalitas Arsitektur kawasan ini akan menonjolkan ciri khas Sulawesi Utara dalam desain bangunan serta ornament-ornament di dalamnya. Metode perancangan ini menggunakan metode proses desain Glass Box oleh J.C Jones dengan pendekatan perancangan terhadap 3 point utama yaitu, pendekatan terhadap tipologi, pendekatan terhadap tema dan pendekatan terhadap kajian tapak dan lingkungan. Sehingga menghasilkan suatu desain berupa layout plan, site plan, denah, tampak bangunan, potongan bangunan, utilitas dan gambar perspektif sesuai dengan konsep perancangan. Kata Kunci: Kota Manado, Pusat Wisata Kuliner, Lokalitas Arsitektur
MANADO DESAIN CENTER. Semiotika Arsitektur Tangkere, Yosua; Mastutie, Faizah; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17624

Abstract

Kebutuhan masyarakat  akan fasilitas penunjang kegiatan  merupakan salah satu kebutuhan yang mendasar. Kebutuhan  desain, informasi tentang desain dan hasil desain dapat ditunjang melalui sarana dan prasarana atau wadah  yang bukan hanya terbatas pada satu jenis desain pada gedung, melainkan beberapa desain yang digabungkan dan menjadi sesuatu yang terpusat. Bangunan Desain Center di Manado mewadahi beberapa jenis desain.Manado Desain Center merupakan sebuah aset berharga bagi sebuah kota atau negara yang menjadikan sebagai salah satu daya tarik wisatanya dan bisa menjadi brand imagenya sebuah kota.  Melalui tampilan visual bangunan, orang awam akan mampu mengidentifikasi apa makna yang terdapat pada desain bangunan tersebut, dan fungsi dari bangunan tersebut. Jika kita memaknai arsitektur sebagai sebuah bahasa yang digunakan para perancang untuk bekomunikasi dengan masyarakat awam, maka tampilan visual bangunan itulah yang menjadi media pertama perancang dalam berkomunikasi. Semiotika merupakan ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mengidentifikasi sebuah tanda. Di dalam semiotika arsitektur terdapat tiga unsur yaitu sintaksis, pragmatik, dan semantik. Untuk menelusuri makna dalam sebuah desain arsitektur maka digunakan pendekatan melalui unsur semiotika. Melalui pendekatan semiotika arsitektur terhadap tanda – tanda visual pada sebuah desain Manado Desain Center, diketahui bahwa desain sebuah bangunan Desain center merupakan gambaran dari nilai – nilai lokal dan gambaran bentang alam dari lokasi bangunan tersebut berada yang terwujud dalam pengaplikasian desain, terutama pada struktur bangunan tersebut.  Kata Kunci: Manado Desain Center, Semiotika Arsitektur
BARUGA DI KAWASAN FESTIVAL DANAU POSO ARSITEKTUR NUSANTARA Caesaria, Maretifanny; Tinangon, Alvin J.; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.8883

Abstract

Kawasan Festival Danau Poso (FDP) adalah salah satu tujuan wisata yang berlokasi di Tentena, Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah dan merupakan fasilitas yang dikelola pemerintah untuk  event tahunan Festival Danau Poso. Kawasan FDP memiliki potensi keindahan alam yang patut dipertahankan namun, hal ini tidak bersinergi dengan keadaan kawasan FDP yang kualitas bangunan  dan ruang terbuka hijaunya (RTH) sudah mengalami penurunan fungsi, karena hanya dirawat dan digunakan pada event berlangsung. Upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan nilai dari Kawasan FDP ini, adalah dengan menghadirkan sebuah objek rancangan ‘Baruga’ dengan penerapan tema Arsitektur Nusantara, yang dapat menjadi karya arsitektur yang optimal. Metode Perancangan yang digunakan meliputi pendekatan tematik, tipologi objek, kajian tapak serta lingkungan dan desain eksperimental. Sedangkan proses perancangan menggunakan proses desain generasi II karena cenderung tidak membatasi permasalahan. Dalam proses perancangan dilakukan program ruang berdasarkan tipologi objek Baruga, kajian lokasi dan tapak berdasakan lokasi kawasan FDP serta analisis tema arsitektur nusantara meliputi; bentuk gubahan massa, material struktur dan utilitas. Penerapan konsep umum perancangan juga berdasarkan analisis-analisis, juga optimalisasi meliputi implementasi tema, konsep perancangan tapak dan ruang luar, konsep vegetasi, konsep gubahan bentuk, selubung, struktur bangunan dan konsep utilitas. Substansi utama perancangan Baruga di Kawasan Festival Danau Poso yaitu  lokasi rancangan yang tetap berada di kawasan FDP, Baruga sebagai transformasi fungsi baruga sebelumnya yang dikinikan, tema yang digunakan adalah Arsitektur Nusantara, fungsi utama objek rancangan adalah komersial dan edukasi yang dilengkapi dengan fasilitas umum dan pendukung, penggunaan material yang didasarkan pada tema serta struktur dan utilitas. Kata kunci: Baruga, Kawasan Festival Danau Poso, Arsitektur Nusantara
SCIENCE PARK PROVINSI SULAWESI UTARA. “WAYFINDING ARCHITECTURE ” Makagiansar, Trifosa; Rogi, Octavianus H. A.; Siregar, Frits O.P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.15367

Abstract

Masih kurangnya industri yang melakukan kerjasama inovasi dengan perguruan tinggi menjadi permasalahan negara Indonesia untuk mencapai visi sebagai negara maju dan sejahtera pada tahun 2025. Oleh karena itu pemerintah Indonesia berencana melakukan pengembangan SDM dan Iptek yang merupakan salah satu strategi untuk mempercepat tranformasi ekonomi. Merancang science park dan techno park untuk membantu pengembangan SDM dan Iptek. Science Park untuk wilayah provinsi sedangkan Techno Park untuk wilayah kabupaten/kota Menanggapi hal diatas pemerintah dan Bappeda Provinsi Sulawesi Utara telah merancang MasterPlan untuk Science Park Provinsi Sulawesi Utara dalam bidang pertanian dan perkebunan. Penulis tertarik untuk mengangkat sebuah judul tugas akhir perancangan Arsitektur, yaitu Science Park Provinsi Sulawesi Utara. Lokasi Perancangan Science Park ini berdasarkan master plan diatas dengan menggunakan tema Wayfinding Architecture. Pendekatan dalam rancangan objek Science Park Provinsi Sulawesi Utara mencakup 3 yaitu pendekatan tipologi objek, pendekatan tematik, pendekatan analisis tapak dan lingkungan. Penulis menggunakan proses perancangannya 5 langkah oleh James C. Synder dan Antony J. Catanese  yaitu permulaan, persiapan, pengajuan judul, evaluasi, dan tindakan. Konkretisasi desain sebagai hasil dari proses perancangan diatas terdiri dari layout, denah, tampak, potongan, perspektif, dan gambar tambahan lainnya. Dimana tema Wayfinding Architecture diterapkan pada sirkulasi utama objek Science Park ini adalah sirkulasi linear yang didesain berliku dengan penerapan screen vista yang disengaja untuk menutupi gedung utama sehingga membuat pengunjung menjadi penasaran dan terpacu untuk terus menjelajahi jalur sirkulasi yang ada. Pada ruang dalam tema wayfinding architecture di terapkan pada sirkulasi yang didesain terpusat. Selain ruang luar dan ruang dalam, penerapan tema juga terhadap titik-titik keputusan (landmark, signage, vegetasi, hardscape) untuk membuat pengunjung tidak tersesat dan menemukan tujuan mereka. Kata Kunci : Science Park, Wayfinding Architecture
ISLAMIC FASHION COLLEGE DI MANADO. Kongruensi Islamic Fashion dalam Rancangan Arsitektur Kurnia, Widya C. P.; Mastutie, Faizah; Prijadi, Rachmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19307

Abstract

Perkembangan Islamic fashion atau busana muslim saat ini berkembang sangat pesat. Beragam faktor yang membuat Islamic fashion terus berkembang. Mulai dari semakin banyaknya perempuan muslim yang memakai jilbab, munculnya banyak komunitas seperti Hijabers Community, semakin banyaknya Islamic fashion designer baru yang bermunculan sampai diselenggarakannya beragam bazar, dan peragaan busana muslim . perkembangan pesat itu tak lepas dari perhatian dan rencana pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai world Islamic fashion center di tahun 2020.Perkembangan Islamic fashion juga dirasakan di Kota Manado, walaupun Kota Manado bukan merupakan kota dengan mayoritas beragama muslim, tapi dampaknya kian terlihat. Melihat perkembangan minat dalam bidang fashion di Sulawesi Utara khususnya Kota Manado, hal itu mendorong penulis untuk dapat menghadirkan Islamic fashion college sebagai suatu sarana pendidikan dan pelatihan tata busana, sarana informasi, promosi dan sekaligus dapat menampung seluruh aktifitas dan kegiatan bagi para penggiat mode yang ada di Sulawesi Utara khususnya Kota Manado. Dengan tema “Kongruensi Islamic Fashion Metaphoric Dalam Rancangan Arsitektur” mencoba mendukung objek agar kehadirannya di Manado melalui Islamic Fashion College tidak hanya menghadirkan suatu bangunan yang hanya mengutamakan fungsinya saja namun juga dapat menggambarkan bangunan tersebut sebagai fasilitas yang ditujukan khusus untuk penggiat fashion, sehingga memberikan perasaan visual bagi yang menempati maupun yang hanya sekedar melihatnya.Kata Kunci: Islamic fashion, Manado, kongruensi Islamic fashion metaphoric
SYSTEM OF SETTING MASYARAKAT KAMPUNG SANGIR DI MUARA SARIO MANADO. Sari, Dian P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16762

Abstract

Kampung Sangir merupakan sebuah permukiman di muara Sario kelurahan Titiwungen Selatan. Berawal dari sekelompok nelayan etnis Sangir yang yang tinggal di area ini pada tahun 1990an, maka permukiman ini disebut Kampung Sangir. Seiring berkembangnya kota, kelompok rumah ini bertumbuh menjadi permukiman multikultur yang padat dan kumuh. Tanpa penataan yang serius, kampung ini akan menjadi beban bagi Kota. Permukiman sebagai lingkungan binaan bukan hanya wujud fisik semata tapi merupakan hasil dari ekspresibudaya masyarakat setempat dan hasil ekspresi tersebut akan membentuk setting, maka salah satu aspek penting yang harus diketahui dan dikaji dalam perencanaan dan perancangan permukiman adalah bagaimana sistem aktivitas dan system of setting dari masyarakatnya.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem aktivitas masyarakat yang membentuk system of setting kampung Sangir. Tujuan selanjutnya adalah mengetahui intensitas penggunaan setting untuk menentukan ruang aktif dan menggambarkan skala setting dari aktivitas masyarakat kampung Sangir.Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif yang menghasilkan data deskriptif dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Teknik purposive sampling digunakan dalam pengambilan sampel. Penelitian dilakukanmelalui wawancara terstruktur dengan format time budget dan observasi. Selanjutnya data tersebut dikaji berdasarkan teori yang dipakai untuk menjawab pertanyaan penelitian.Hasil penelitian menunjukan bahwa system of setting masyarakat kampung Sangir terbentuk oleh rangkaian aktivitas budaya yaitu aktivitas mata pencaharian pada sektor ekonomi baik formal maupun informal; aktivitasadat dan keagamaan yang bersifat rutin maupun insidental serta aktivitas kemasyarakatan. Rumah, halaman rumah dan jalan lingkungan merupakan ruang aktif dari keseluruhan setting yang digunakan. Skala setting darijangkauan aktivitas yaitu mikro yang terdiri dari rumah dan halamannya; skala meso meliputi jalan, sekolah dan lapangannya, kantor lurah dan halamannya, gereja, dan sungai; sedangkan pada skala makro, jangkauan setting mencakup kota Manado sampai kota Tomohon serta Tondano dan setting pada skala makro padaumumunya merupakan setting dari aktivitas mata pencaharian.Kata kunci : Setting, Aktivitas, Kampung
RUMAH DOA DI MANADO. Penerapan Analogi Tabernakel pada Desain Dowes D. C. Larungkondo; Windy Mononimbar; Hanny Poli
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.27807

Abstract

Kota Manado adalah salah satu kota di Indonesia yang penduduk mayoritasnya beragama Kristen. Untuk itu perlunya dihadirkan fasilitas yang bias menunjang kagiatan kerohanian di Kota Manado yaitu rumah doa. Tema yang akan diterapkan dalam perancangan ini adalah “Penerapan Analogi Tabernakel pada Desain” dengan metode perancangan glass box. Lokasi yang dipilih untuk perancangan adalah Kecamanatan Bunaken di Kelurahan Bailang dengan luas site 3200 m2. Lingkup pelayanan rumah doa ini adalah mencakup seluruh wilayah Kota Manado dan juga kota-kota di sekitarnya seperti Kota Tomohon, dan Kota Bitung. Fasilitas yang dihadirkan pada rumah doa adalah ruang doa, ruang seminar, ruang konseling, ruang baca, penginapan, kantor pengelola, dan kafetaria. Penerapan konsep tema diterapkaan pada unsur zoning, perletakan massa, vegetasi, fungsi, symbol, dan bentuk bangunan.Kata Kunci: Rumah Doa, keKristenan, Analogi, Tabernakel, Manado.
MANADO CONCERT HALL. Optimasi Akustik dalam Ruang Punuh, Gratia S.; Suryono, .; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23692

Abstract

Fasilitas concert hall secara umum mempunyai masalah yang cukup kompleks, bukan hanya dalam ruang lingkup sosial tetapi juga membahas desain bangunan yang membutuhkan penyelesaian yang optimal. Maka sangat perlu diperhatikan juga desain pada ruang utamanya, semakin optimal desain akustik suatu ruang maka semakin optimal pula pesan dan makna yang tersampaikan kepada pendengar. Untuk itu, pemilihan material pada elemen interior dan perabot sangat berperan pada kualitas akustik suatu ruang. Dengan desain arsitektural yang baik, suara-suara yang diinginkan dapat dinikmati dengan sempurna dan suara-suara yang mengganggu pendengaran dapat dihindarkan contohnya pada bangunan khususnya di ruang utama. Di Kota Manado saat ini, peminat seni sudah sangat berkembang pesat khususnya dalam seni musik. Oleh sebab itu untuk meningkatkan kualitas terhadap seni musik di Manado, maka perlu diadakan wadah yang dapat menfasilitasi hal tersebut, karena kota Manado sampai saat ini belum mempunyai standar gedung dengan akustik yang memadai. Sehingga, wadah itu diharapkan bisa memberikan pengaruh yang baik pada perkembangan seni musik di kota Manado. Jadi, kesimpulannya penerapan arsitektural akustik pada Concert Hall di Manado mampu menyajikan bangunan yang modern serta mampu memberikan kenyamanan dan keamanan akustika bangunan. Kata kunci: Concert Hall, Akustik, Kota Manado.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue