cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
REDISAIN TERMINAL PENUMPANG ANGKUTAN LAUT DI KABUPATEN KEPULAUAN SULA. Arsitektur Tropis Sardi, M. Supriady M.; Tungka, Aristotulus E.; Wuisang, Claudia O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20834

Abstract

Terminal Pelabuhan Laut sebagai bagian dari sistem transportasi yang merupakan suatu sarana penghubung yang berfungsi sebagai tempat alih/muat penumpang dan barang.yang akan diantarkan ke daerah-daetah yang dituju. Tujuan untuk mendisain obkel terminal pelabuhan ini untuk Menigkatkan pengembangan infrastruktur dan untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Kepulauan Sula                Terminal Pelabuhan adalah tempat peralihan  manusia dari darat menuju kapal (laut) dengan segala proses yang dilaluinya. Dari segi arsitektural, terminal ini bukan hanya sebagai tempat transisi, melainkan juga berfungsi sebagai landmark / pintu gerbang perekonomian daera. Terminal terbagi dalam tiga tipe, yaitu tipe A, tipe B, dan tipe C, yang dikelompokkan berdasarkan lingkup pelayanan terminal itu sendiri.                Dalam perencanaan proyek ini, dilakukan pendekatan desain tematik dengan konsep Arsitektur Tropis dimana Terminal Pelabuhan dengan konsep ini dapat memanfaatkan sumber alam yang ada di daerah tesebut untuk meminimalisir pemanasan global menampilkan kekuatan struktur dan estetika yang dapat mencerminkan fungsi bangunan itu sendiri. Kata Kunci : Terminal Penumpang Pelabuhan, Arsitertur Tropis.
PENERAPAN FRAKTAL PADA DESAIN ARSITEKTUR APARTEMEN Mandey, Johansen; Waani, Judy O.; Sangkertadi, Prof.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.11476

Abstract

Sebagai hasil karya manusia, arsitektur dikelompokan sebagai karya seni karena merupakan hasil ekspresi perasaan atau sikap dari suatu fenomena yang diwujudkan menjadi lingkungan binaan. Fraktal adalah bentuk pertama yang tidak berdasarkan garis atau nonlinearitas. Seiring dengan peningkatan pertumbuhan penduduk dan keterbatasan akan lahan maka, apartemen merupakan solusi yang tepat untuk menjawab persoalan akan tempat tinggal dan keterbatasan lahan. Geometri Fraktal adalah sebagai salah satu ilmu dalam matematika yang mempelajari sifat-sifat dan prilaku fractal. Carl Bovill berpendapat bahwa penggunaan bentuk-bentuk euclidian geometri (segi empat, segi tiga, lingkaran) menghasilkan karya arsitektur yang datar dan tidak alami, sementara penggunaan fraktal geometri dianggap lebih mendekati bentuk dan prosess transformasi bentuk yang terjadi di alam. Konsep dan metode desain fraktal arsitektur merupakan proses desain yang dilakukan dengan pemikiran empiris untuk menghasilkan suatu desain arsitektur apartemen. Kata Kunci : Arsitektur, Fraktal, Apartemen, Geometri
SENTRA INDUSTRI KAIN KOFFO DI MANGANITU (ARSITEKTUR ORGANIK) Dalawir, Alexander M. P.; Tilaar, Sonny; Poli, Hanny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6446

Abstract

Sangihe merupakan daerah yang dikenal dengan adat dan budayanya dan salah satunya adalah Kain Koffo. Akan tetapi kain ini telah lama punah dan tidak lagi diproduksi. Kain Koffo merupakan kain tenun tradisional Sangihe yang dahulunya dipakai oleh masyarakat daerah. Kain Koffo merupakan hasil tenunan dari serat pisang abaka yang lebih dikenal oleh warga sangihe sebagai pisang hote. Salah satu aksesi pisang abaka berada di daerah Kecamatan Manganitu, daerah ini juga memiliki etnis sosial yang sangat erat dengan kebudayaan. Untuk mengangkat kembali budaya daerah yang telah punah maka muncul gagasan untuk membuat sentra industri kain koffo. Sentra industri ini memiliki fungsi sebagai tempat produksi yang mengolah bahan mentah atau bahan baku yang diproses menjadi barang setengah jadi lalu diolah menjadi bahan jadi. Perancangan objek ini menggunakan proses desain generasi II yang dikembangkan John Zeizel. Proses desain dilakukan dengan beberapa siklus image-present-test diawali dengan pemikiran konsep, dilanjutkan dengan penyajian konsep ke dalam bentuk gambar, lalu mengevaluasi konsep berdasarkan pengujian. Proses tersebut dilakukan secara berulang dengan memperbaiki setiap hasil evaluasi, hingga perancang memutuskan untuk mengakhiri proses pada siklus. Arsitektur organik dipakai sebagai tema perancangan. Strategi penerapan Arsitektur Organik pada objek perancangan mengambil beberapa poin menurut aturan David pearson dan filosofi Frank Lloyd Wright yang diterapkan pada penataan massa, bentuk massa, fasade, penataan ruang luar dan selubung bangunan. Penataan massa dengan konsep penyatuan massa dengan ruang luar. Bentuk gubahan massa mengambil konsep satisfy social, physical and spiritual needs dimana desain organik menempatkan penekanan khusus pada pengembangan yang kreatif dan sensitif dengan para pemakai bangunan. fasade bangunan, ruang luar dan selubung bangunan yang memakai bahan dan material alami untuk memberikan kesan alami pada daerah kawasan Sentra Industri Kain Koffo. Kata kunci : Sentra Industri, Kain Koffo, Arsitektur Organik
FRAGMENTASI SERIAL VISION DALAM PEMBENTUKAN CITRA KAWASAN. Studi Kasus Koridor Jalan Pierre Tendean Sumayku, Andrew R.; Egam, Pingkan P.; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.13201

Abstract

Melihat arah pengembangan kota Manado sebagai kota ekowisata yang berdaya saing tinggi mengacu dari Visi Kota Manado sebagai Kota Cerdas, lebih membuka peluang terhadap pengembangan berbagai fungsi dan aktifitas terutama pada kawasan reklamasi Boulevard On Bussiness. Koridor jalan Pierre Tendean berperan sebagai sumbu penghubung kawasan tersebut sudah diwarnai dengan berbagai macam fungsi dan aktifitas tercermin dari visualnya, citra kawasan pun dipertanyakan kejelasannya. Penelitian ini mengkaji kualitas visual dari koridor Jalan Pierre Tendean dengan menggunakan media teori serial vision menyangkut place dan content, untuk menentukan citra kawasannya. Dimana citra kawasan ditentukan dari kualitas visual dan untuk melihat visualisasi koridor diperlukan media serial vision untuk menyusun sequences. Untuk mempermudah dalam analisis, digunakan metode Fragmentasi terhadap visualisasi yang didapatkan, dimana data – data visual diurutkan dalam sequences dan dibagi dalam beberapa fragment. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan statistik deskriptif. Hasil Penelitian ini, menyimpulkan bahwa tingkat kualitas visual berdasarkan aspek legibility (pengenalan) terbesar ada pada kawasan koridor Manado Town Square, sementara citra kawasan koridor Jalan Pierre Tendean yaitu merupakan kawasan perniagaan dengan gaya arsitektur modern.   Kata kunci : Koridor, Citra Kawasan, Kualitas Visual
GRAHA OLAHRAGA BILLIARDDI MANADO ‘’MANIFESTASI SPORTIVITAS DALAM ARSITEKTUR’’ Basarang, Kartika R.; Tilaar, Sonny; Supardjo, Surjadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.8164

Abstract

ABSTRAK Kota Manado merupakan Ibukota Provinsi Sulawesi Utara memiliki masyarakat yang memiliki penggemar atau peminat olahraga billiar, bermain billiard sekarang sudah menjadi gaya hidup masyarakat Manado, mulai dari remaja hingga orang tua, sehingga olahraga ini bisa dikatakan berkembang di kota manado. Seiring bertambahnya peminat billiard di kota manado, fasilitas yang mendukung minat ini masih kurang dan hanya beberapa tempat saja yang memiliki fasilitas olahraga tersebut, perencanaan Graha Olahraga Billiard di Manado ini didasari oleh belum adanya bangunan yang bisa menampung dan membina serta menjadikan olahraga billiard di Kota Manado bisa berkembang.Maka perencanaan Graha Olahraga Billliard ini diharapkan bisa memfasilitasi akan minat dari masyarakat yang ada di kota manado untuk bisa mengembangkan keahliannya dalam bidang olahraga billiard. Site perancangan graha olahraga billiard ini berada Jl. Laksda John Lie, Kecamatan Wenang. Site perancangan telah disesuaikan dengan peraturan daerah Kota Manado tentang pengembangan sarana Olahraga dan Rekreasi. Dalam perancangan Graha Olahraga Billiard ini, tema yang diangkat adalah Manifestasi Sportivitas dalam Arsitektur yang mana tema ini lebih menekankan pada konsep Sportivitas untuk mendapatkan bentukan yang Manifestasi atau Nyata. Dalam hal ini beberapa arti dari sportivitas akan diangkat dan diaplikasikan pada desain Graha Billiar tersebut yaitu: Jujur, Adil dan Disiplin.   Kata kunci : Kota Manado, Graha Olahraga Billiard, Manifestasi Sportivitas.
GRAHA MODE BUSANA DAN SEKOLAH MODEL DI MANADO ‘FASHION IN ARCHITECTURE’ Iriyansa Lagonda Lagonda, Iriyansa; Makarau, Vecky H.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.9181

Abstract

Perkembangan Dunia Mode khususnya cara berbusana dan Dunia Modeling sangat berkembang pesat. Seiring dengan perkembangan zaman, perkembangan Dunia Mode tak terbendung diberbagai tempat. Dari Eropa dan Amerika sebagai kiblat kegiatan Mode tersebar apa yang dinamakan revolusi Mode, sebuah bentuk revolusi yang kehadiran dan dampaknya tidak mungkin ditolak. Dengan adanya hubungan erat antara Mode dan Model, maka dibutuhkan suatu wadah yang menampung berbagai macam kegiatan tentang Mode Busana dan Pendidikan untuk Model, dimana tersedia fasilitas lengkap untuk memberikan informasi, edukasi dan mempromosikan rancangan, serta pendidikan modeling dari pengembangan diri, seperti pembentukan mental dan kepercayaan diri, etika dan sikap profesional yang akan membentuk Model menjadi profesional, menarik dan terpelajar. Melihat perkembangan minat dalam bidang Mode dan Modelling di Sulawesi Utara khususnya Kota Manado, dan belum adanya suatu wadah yang menjadi sarana Promosi, informasi, pendidikan untuk  bidang Mode Busana dan Modeling, maka dibutuhkan tempat dimana para penggiat Dunia Mode dari perancang busana, fashion stylist, makeup artist, dan Model mendapatkan ruang yang dapat menampung kreatifitas serta media untuk promosi, informasi dan pendidikan. Ruang yang di maksud adalah Graha Mode Busana dan Sekolah Model di Manado dengan tema perancangan Fashion in Architecture. Kata kunci : Graha mode busana, Sekolah Model, Fashion in Architecture
GELANGGANG OLAHRAGA INDOOR DI MANADO. Struktur sebagai Elemen Estetika Susanto, Wahyu N.; Tilaar, Sonny; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16694

Abstract

Olahraga pada dasarnya adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan dan disisi lain dianggap sebagi kegiatan dengan tujuan rekreasi. Oleh karena itu olahraga erat hubungannya dengan kehidupan manusia, olahraga telah terdapat dalam satu dan lain bentuk, di dalam semua kebudayaan, bahkan di dalam kebudayaan tertua sekalipun. Di Propinsi Sulawesi Utara khususnya Kota Manado, animo masyarakat terhadap dunia olahraga semakin meningkat, baik sebagai atlit maupun penonton. seiring dengan itu, tuntutan masyarakat semakin meningkat pula baik sarana dan prasarana maupun pengelolaan terhadap olahraga itu sendiri. Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasaran olahraga sebagai tempat latihan dan pengembangan bakat olahraga yang baik menjadi salah satu jawaban untuk peningkatan prestasi. Struktur Sebagai Elemen Estetika dalam arsitektur merupakan tema yang memberikan kesan yang kuat pada objek ini, sehingga menghasilkan karya arsitektur yang menunjukkan kemegahan suatu bangunan dengan menonjolkan kecanggihan struktur. Dengan hadirnya Gelanggang Olahraga Tertutup ini dapat menunjang program Pemerintah dalam upaya mempromosikan daerah Sulawesi Utara ini khususnya Kota Manado baik lokal maupun Internasional. Kata Kunci : Gelanggang Olahraga, Struktur Sebagai Elemen Estetika.
PLAZA KOMIK DI MANADO. Folding Architecture Fricilia Lalamentik; Joseph Rengkung; Ricky Lakat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.26200

Abstract

Istilah komik menjadi hal yang sudah tidak asing lagi untuk di denga, baik di kalangan anak-anak maupun orang dewasa. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari seseorang bisa mendapatkan media komik di toko buku maupun rental buku yang telah tersebar di setiap tempat yang ada di Indonesia.Di Manado sendiri sebenarnya terdapat beberapa sekolah seni/komik namun masih banyak orang yang belum mengetahui hal tersebut dikarenakan belum adanya informasi yang jelas. Dengan dibentuknya tempat khusus yang mewadahi kegiatan produksi komik serta tempat untuk melakukan eksebisi khususnya dalam bidang komik secara baik. Sesuai dengan namanya maka bangunan ini akan berfungsi sebagai studio komik serta menjadi tempat yang dapat menampung kegiatan-kegiatan tentang komik dan juga sebagai tempat pelepasan komik baru yang akan beredar dipasaran sesuai dengan fenomena yang ada.Perancangan desain ini mengambil tema “Folding Architecture” ini karena mengambil unsur dasar dalam sebuah komik yaitu kertas karan tema ini juga dapat diartikan kedalam bahasa indonesia yaitu arsitektur melipat dimana dilihat dari sisi arsitektur tema ini juga bisa menggunakan unsur kertas didalamnya. Kata Kunci : perkembangan komik di manado, plaza komik, folding architecture
MUSEUM PERDAMAIAN MALUKU DI AMBON “ECO-DESIGN FOR RESPECT THE SPIRIT AND CULTURE OF MOLUCCAN” Tahalea, Medica P.; Tondobala, Linda; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.10743

Abstract

ABSTRAK Museum merupakan salah satu wadah pelayanan publik yang bersifat edukatif dan informatif serta menyimpan dan memamerkan koleksi-koleksi yang memliki makna. Akan tetapi, terkadang museum dianggap ketinggalan jaman dan dibiarkan begitu saja sehingga dianggap kurang menarik sehingga kurang mendapat perhatian publik. Perdamaian adalah impian semua orang didunia. Kerusuhan Maluku pada tahun 1999 membuat citra Maluku sebagai negeri yang aman dan damai berubah mejadi negeri yang tak lagi aman dan penuh dengan pertumpahan darah. Perbedaan suku, ras dan agama menjadi alasan untuk berselisih sehigga tali persaudaraan yag telah dibina mejadi rusak. Banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menyatukan perbedaan ini hingga tercipta kembali perdamaian dan mempererat tali persaudaraan Pela Gandong yang telah ada sejak jaman leluhur. Oleh karena itu, dibutuhkan sarana publik yang dapat memberikan edukasi dan informasi tentang sejarah sekaligus sebagai pengenang perdamaian Maluku. Maka dihadirkanlah Museum Perdamaian Maluku dengan tema perancangan Eco-Design for Respect the Spirit and Culture of Moluccan. Dengan konsep bangunan yang dirancang berdasarkan pertimbangan lingkungan dan kebudayaan Maluku. Dimana penataan ruang luar dan dalam tertata sesuai dengan konsep eco-design sehingga terciptalah bangunan yang ramah lingkungan serta hemat energi dan dapat memberikan kesan lebih bagi para pengunjung. Sehingga nantinya minat dan ketertarikan publik untuk berkunjung ke museum dapat bertambah. Kata kunci: eco-design, museum, perdamaian Maluku.
AMFITEATER DAN KONSER HAL DI PULAU TIDORE. Folasimo, Desriyati H.; Warouw, Fela; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17088

Abstract

Amfiteater merupakan sebuah rancangan teater terbuka yang di fungsikan sebagai sarana dalam mendukung kegiatan kesultanan serta konser hal yang juga merupakan sebuah rancangan gedung pertunjukan yang di fungsikan sebagai sarana pertunjukan seni maupun pertunjukan musik. Tema Perancangan yang digunakan ialah Arsitektur akustik dimana sebuah ruangan dengan perhitungan akustik ruang sehingga tidak mengakibatkan cacat akustik yang disebabkan oleh pantulan suara dari sumber suara (stage) maupun suara yang berasal dari penonton, pengulangan suara akibat pantulan suara yang berulang-ulang maka dibuat berdasarkan konsep akustik pada material ruang berdasarkan fungsinya. Sesuai dengan fungsi kegiatan yaitu untuk melestarikan kesenian daerah yang diselenggarakan  Kesultanan Tidore dan masyarakat maka lokasi pengembangan diarahkan ke Kelurahan Soasio, area kawasan Kesultanan Tidore sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Tidore. Dan fungsi ruang dengan bangunan utama ruang konser untuk menyalurkan bakat seni yang ada serta melestarikan kesenian daerah sesuai dengan visi Kota Tidore menuju Kota Budaya. Konsep bangunan utama konser hal menggunakan bentuk kerang laut yang juga merupakan alat music tradisional Maluku yaitu terompet kerang dengan berdasarkan pada perhitungan akustik ruang. Dengan adanya Amfiteater dan Konser Hal ini diharapkan mampu mewadahi kegiatan didalamnya sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang mempertahankan nilai budaya daerahnya. Kata kunci : Amfitheater,  Konser Hal,  Arsitektur Akustik,  Arsitektur.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue