Articles
882 Documents
RE-DESAIN TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA DEO KOTA SORONG KONSEP TRANSFORMASI SUPREMATISM OF MALEVICH
Kareth, Yusuf D.;
Tinangon, Alvin J.;
Sembel, Amanda S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v5i1.10742
ABSTRAK Salah satu faktor untuk memperlancar proses pembangunan suatu daerah adalah baik atau buruknya sarana transportasi, termasuk transportasi udara. Transportasi udara sebagai fasilitas pendukung dalam pembangunan di seluruh Indonesia. Papua dengan topografi yang didominasi oleh pegunungan dan lembah serta jarak antar pulau yang saling berjauhan, sehingga transportasi udara adalah moda yang berperan penting dalam menunjang mobilitas masyarakat. Adalah Bandar Udara Domine Eduard Osok atau yang lebih dikenal dengan Bandara DEO terletak persis di pusat kota Sorong menjadikan Bandar Udara DEO sebagai pusat penyebaran di Provinsi Papua Barat sekaligus sebagai pintu masuk bagi daerah-daearah disekitarnya selain Provinsi Papua Barat dan Kota Sorong itu sendiri. Upaya memaksimalkan pelayanan jasa penerbangan bagi masyarakat Papua ataupun masyarakat Indonesia pada umumnya, maka tercipta ide serta gagasan untuk pembenahan fasilitas dalam kawasan Bandar Udara khususnya terminal penumpang. Re-desain Bandar Udara DEO sebagai jalan keluar pemecahan masalah dalam upaya peningkatan kualitas serta kuantitas pelayanan bandara DEO. Konsep Transformasi Suprematism of Malevich sebagai saluran kreatifitas, dan merupakan strategi dalam merencanakan serta mendesain kembali fasilitas terminal penumpang Bandar Udara DEO sesuai kebutuhannya. Kata kunci: bandar udara DEO, Suprematism of Malevich, transformasi.
PUSAT PELATIHAN PENYANDANG DISABILITAS FISIK. Arsitektur Perilaku
Damopolii, Darlene;
Tondobala, Linda;
Sondakh, Julianus A. R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23687
Penyandang Disabilitas Fisik merupakan kelainan tubuh yang dimiliki oleh seseorang dalam rentan waktu yang cukup lama dan mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan. Para Penyandang Disabilitas Fisik membutuhkan bantuan untuk mengembangkan diri mereka, karena sampai saat ini masalah menyangkut disabilitas masih sangat terabaikan. Penyandang Disabilitas Fisik perlu untuk mengembangkan kemampuan, ketrampilan, serta bakat mereka agar dapat menyesuaikan diri dan bersosialisasi baik dengan masyarakat luar maupun dengan sesama penyandang disabilitas. Karakteristik dari berbagai macam penderita disabilitas fisik berbeda-beda. Maka dari itu perlu adanya pengamatan terhadap masing-masing klasifikasi disabilitas fisik. Pendekatan Arsitektur Perilaku menjadi langkah yang dipakai untuk mempelajari lebih dalam hubungan antara penyandang disabilitas fisik dan lingkungan. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk merancang Pusat Pelatihan Penyandang Disabilitas Fisik dengan menggunakan tema Arsitektur Perilaku.Arsitektur Perilaku yang memiliki karakteristik untuk mempertimbangkan perilaku perancangan membantu dalam memahami penyandang disabilitas fisik dalam segala aspek yang dibutuhkan. Dengan tema Arsitektur Perilaku inilah arsitektur akan menyesuaikan diri dengan segala keterbatasan yang dimiliki oleh penyandang disabilitas dan menghadirkan objek rancangan Pusat Pelatihan Penyandang Disabilitas Fisik yang memperhatikan keamanan, kemudahan, kenyamanan dan kemandirian dari sang pengguna. Keempat strategi ini yang akan menjadi dasar dalam perancangan pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas ini. Aplikasi tema Arsitektur Perilaku diterapkan pada objek perancangan lewat : pola hubungan ruang, sirkulasi dan entrance, tata ruang dalam, tata ruang luar, selubung bangunan serta utilitas bangunan. Dengan menghadirkan Pusat Pelatihan Penyandang Disabilitas Fisik di Manado dengan tema Arsitektur Perilaku inilah dapat menjadi suatu wadah untuk menyalurkan bakat dan ketrampilan serta menjadi sarana pembelajaran serta pengembangan diri yang lebih baik bagi penyandang disabilitas fisikagar untuk kedepannya mereka dapat secara mantap kembali terjun ke realita kehidupan dengan kualitas yang lebih baik. Kata kunci : Penyandang Disabilitas, Fisik, Arsitektur Perilaku, Pelatihan
PLANETARIUM DI MANADO. Arsitektur Metafora
Putri, Rischi I.;
Kindangen, Jefrey I.;
Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23696
Planetarium merupakan sebuah sarana dalam memperagakan suatu pertunjukan tentang luar angkasa untuk tujuan pendidikan melalui alat proyeksi bintang dan benda-benda luar angkasa. Selain berfungsi sebagai sarana pendidikan, planetarium juga berfungsi sebagai sarana rekreasi bagi para masyarakat khususnya para pelajar. Di Manado sendiri peminat astronomi khususnya para pelajar cukup banyak tetapi tidak diimbangi dengan sarana yang ada bahkan belum ada sama sekali, sedangkan planetarium memegang peran penting dalam memajukan ilmu astronomi. Untuk menghadirkan objek planetarium yang lebih edutainment (edukasi yang rekreatif) maka diterapkanlah tema Arsitektur Metafora dengan mengambil bentukan dari Supernova. Untuk penerapan temanya diaplikasikan kedalam bentuk bangunan, sirkulasi ruang dalam, selubung bangunan, ruang luar, tekstur dan warna sesuai dengan bentukan serta karakter dari supernova. Dengan bentukannya yang lebih fleksibel dan tidak monoton ini dapat menarik minat para pengunjung tidak hanya itu tetapi juga dapat mewadahi peningkatan pendidikan di bidang astronomi serta merangsang apresiasi masyarakat terhadap ilmu astronomi. Kata kunci : Planetarium, Edutaiment, Metafora, Supernova
AQUATIC CENTER DI MINAHASA UTARA. High Tech Arsitektur
Brando H. Macarau;
Alvin J. Tinangon;
Johansen C. Mandey
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24063
Olahraga merupakan bagian dari budaya kehidupan yang telah lama dianggap sebagai cara yang tepat untuk meningkatkan kesehatan baik sehat jasmani maupun rohani. Di samping itu, olahraga dalam kegiatan manusia sangat penting karena melalui olahraga dapat dibentuk manusia yang mempunyai watak kepribadian, disiplin dan sportivitas yang pada akhirnya membentuk manusia yang berkualitas. Yang akan dibahas lebih dalam pada perancangan ini yaitu mengenai olahraga renang, di mana hal ini juga didukung baik dari segi peraturan hokum dan pemerintahan Dalam perancangan Sport Center, tema yang diangkat adalah High Tech Architecture. Istilah High tech disini merujuk pada penggunaan sistem teknologi yang digunakan pada suatu bangunan. Arsitektur High tech menggabungkan elemen-elemen dari industri berteknologi tinggi dan sistem teknologi ke dalam desain bangunan yang mencakup struktur dan material yang maju dan mutakhir, sistem mekanikal dan elektrikal yang otomatis serta merepresentasikan bangunan yang bercitra High tech. Kata Kunci : Aquatic Center, Olahraga, Renang, Arsitektur High Tech
PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR PADA KOMPLEKS PERKANTORAN PEMERINTAHAN KOTA KOTAMOBAGU
Prasitio Lintong;
Veronica A. Kumurur;
Faizah Mastutie
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25054
Kota Kotamobagu berada di Provinsi Sulawesi Utara dan salah satu Kota yang berada di Suku Mongondow. Kota Kotamobagu adalah kota yang saat ini sedang berkembang. Pemerintah Kota Kotamobagu akan membangun Pusat Perkantoran Pemerintahan yang terpusat dalam satu kawasan. Dimana dalam satu kawasan tersebut terdapat kantor Walikota dan Kantor Dinas Pemerintahan. Pembangunan Kawasan Perkantoran Pemerintahan di Kota Kotamobagu menggunakan pendekatan tematik Arsitektur Neo-Vernakular. Melalui pendekatan tematik tersebut objek diharapkan menghadirkan bangunan yang mencerminkan kehidupan dan tidak akan meninggalkan indentidas dari suku mongondow dan juga menghadirkan suatu bentuk arsitektural yang menjadikan sebagai icon atau simbol dari suku mongondow itu sendiri. Dalam bangunan maksimal tidak hanya kualitas (fungsi) tapi juga kuantitas (estetika). Dalam perancangan ini, objek ditutur agar mampu mengoptimalkan perkembangan kota Kotamobagu yang berada dalam satu kawasan perkantoran dalam menjalankan kepemimpinan, serta tugas pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.Kata Kunci: Perkantoran Pemerintahan, Kota Kotamobagu, Arsitektur Neo-Vernakular
HOTEL BISNIS DAN PUSAT KONVENSI DI MANADO “Morphogenesis In Architectureâ€
Hanry, Irwan;
Siregar, Frits O. P.;
MT, Surjono
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v6i1.15650
Kota Manado adalah salah satu kota yang sangat pesat perkembangannya, mulai dari sektor pariwisata, industri, perdagangan dan jasa serta pembangunannya yang semakin maju, hal ini juga didukung oleh faktor letak geografis berada pada lingkaran pasifik yang strategis sebagai pintu masuk ke ekonomi global. Selain itu usaha Pemerintah Kota Manado untuk memperkenalkan sebagai Kota tujuan pariwisata dan bisnis mulai dari penyempurnaan perizinan investasi bagi para investor lokal maupun asing untuk dapat berinvestasi didalamnya. Melihat peluang dan potensi yang dimiliki Kota Manado maka timbul gagasan perencanaan Hotel Bisnis dan Pusat Konvensi berlokasi dipusat Kota Manado, yang mengacu dari kebutuhan akan jasa akomodasi sebagai penunjung program pemerintah serta mendukung pariwisata-pariwisata yang ada di Sulawesi Utara. Dalam perancangan objek Hotel Bisnis dan Pusat Konvensi di Kota Manado dengan tema “Morphogenesis In Architecture†konsep ini mencakup evolusi pada konsep desain bangunan diharapkan dapat mampu beradaptasi dengan penekanan trasformasi bentuk gubahan dengan mempertimbangkan permodelan dalam bentuk bangunan yang dinamis, sehingga desain yang dihasilkan tidak hanya menjadi desain yang kaku dan monoton, tapi juga dapat menjadi desain yang baik dan memperhatikan standar dan kebutuhan ruang yang ada.Kehadiran Hotel Bisnis dan Pusat Konvensi di Kota Manado diharapkan dapat memberikan fasilitas akomodasi yang baik dan lengkap bagi para tamu dengan berbagai tujuan yang berbeda-beda.               Kata kunci          : Kota Manado, Hotel Bisnis, Konvensi, Architecture Morphogenesis
FASILITAS REKREASI PANTAI DI PULAU MANSINAM (Arsitektur Neo Vernakular)
Wekabury, Azarya P.;
Tungka, Aristotulus E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v5i1.12265
Wisata bahari telah memberikan sumbangan yang berarti bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kontribusi pariwisata bahari ini terhadap pembangunan nasional berupa penyediaan lapangan pekerjaan dan aktivitas ekonomi lainnya serta pemasukan devisa bagi Negara. Manokwari mempunyai potensi wisata yang perlu dikembangkan diantaranya meliputi wisata terumbu karang, wisata bahari, wisata budaya, wisata sejarah peninggalan perang dunia II yang jika dikelola dengan baik dapat memberikan keuntungan kepada berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Manokwari memproyeksikan kawasan pulau Mansinam sebagai daerah wisata bahari, wisata budaya dan juga wisata sejarah peninggalan perang dunia II. Pengembangan kawasan wisata tersebut diharapkan menjadikannya sebagai daerah tujuan wisata. Pengembangan tersebut diharapkan memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan penduduk, kelestarian sumberdaya pesisir, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan mendorong pertumbuhan perekonomian Kabupaten Manokwari. Melihat kondisi kabupaten Manokwari yang semakin hari semakin berkembang diberbagai sektor dan budaya serta didukung oleh SDM dan infrastruktur yang memadai, maka perlu dihadirkan Fasilitas Rekreasi Pantai di Pulau Mansinam dengan fasilitas rekreasi yang lengkap dengan memanfaatkan potensi dan keadaan alam setempat. Dalam perancangan Fasilitas Rekreasi Pantai di Pulau Mansinam, tema yang diangkat yaitu Arsitektur Neo Vernakular yaitu berbicara tentang perancangan arsitektur yang mengambil unsur budaya sebagai pendekatan desain pada objek rancangan baik itu dalam penerapan struktur yang akan di gunakan maupun bentuk- bentuk bangunan yang menyerupai keadaan alam. Penerapan tema Arsitektur Neo Vernakular dalam rancangan diharapakan mampu meminimalisir dampak negatif pembangunan terhadap unsur modern terhadap unsur budaya. Kata Kunci: Pulau Mansinam, Fasilitas Rekreasi, Arsitektur Neo Vernakular
GELANGGANG REMAJA / YOUTH CENTER DI TAHUNA ARSITEKTUR POSTMODERN DOUBLE CODING OLEH C.JENCKS
Makatumpias, Rivanly;
MT, Suryono;
Rengkung, Michael M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6658
Kabupaten Sangihe termasuk dalam Provinsi Sulawesi Utara yang dalam pemekaran menjadi Provinsi Nusa Utara. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam pemekaran wilayah ini adalah faktor pendidikan, khususnya pendidikan pada remaja. Jika ditinjau kembali pendidikan remaja sangatlah penting dalam pembentukan karakter suatu daerah. Pendidikan remaja di Kota Tahuna yang semakin lama semakin mengalami penurunan mempengaruhi perkembangan karakter remaja dari segi kepribadian dan sifat yang lebih mengarah ke arah yang negatif, padahal remaja di Kota Tahuna banyak yang memiliki bakat dan minat dalam bidang-bidang kesenian ataupun olahraga. Permasalahan perkembangan remaja di Kota Tahuna yang terbilang masih tertinggal jika ditinjau dari kota-kota besar lainnya seperti di Jakarta ataupun Manado, serta kebutuhan sarana-sarana untuk menunjang bidang minat dan bakat remaja di kota Tahuna yang masih belum ada, maka hal ini menjadi acuan untuk menghadirkan Youth Center atau Gelanggang Remaja di kota Tahuna. Lokasi yang dipilih juga mudah untuk diakses. Selain itu juga lokasi yang dipilih sesuai dengan RTRW sebagai pengembangan kawasan pendidikan. Perancangan Youth Center di Tahuna mengangkat tema Arsitektur Postmodern Double Coding oleh Charles Jencks. Penggunaan tema ini diharapkan mampu mempresentasikan bentuk dengan menyatukan 2 unsur arsitektur yang berbeda seperti arsitektur modern dan tradisional. Hal ini dikarenakan supaya unsur arsitektur tradisional yang ada tidak ditinggalkan dan menghadirkan serta memperkenalkan arsitektur modern yang baru. Diharapkan dengan pemaknaan tema serta analisa berbagai aspek perancangan dapat menghadirkan Youth Center yang dapat menjadi salah satu solusi bagi permasalahan remaja di kota Tahuna, serta menghadirkan objek arsitektur yang dapat menyatukan 2 unsur, mulai dari bentuk, pemakai, dan fungsi bangunan. Â Kata kunci : Youth Center, Remaja, Double Coding, Tahuna
Panti Rehabilitasi Korban Ketergantungan NAPZA di Manado (Aktualisasi sistem pelayanan terapi dan rehabilitas pecandu secara terpadu)
Gerungan, Gloria G. F.;
Makainas, Indradjaja;
Sondakh, Julianus A. R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v4i1.8179
ABSTRAK Panti Rehabilitasi Korban Ketergantungan NAPZA adalah tempat terapi untuk penyembuhan dan pemulihan para korban NAPZA. Perancangan bangunan panti rehabilitasi NAPZA dikarenakan semakin banyaknya para korban NAPZA di kota Manado tidak diperlakukan selayaknya korban penderita penyakit ketergantungan yang membutuhkan perhatian untuk pelayanan rehabilitasi baik fisik maupun non-fisik, sehingga sampai saat ini korban NAPZA selalu meingkat dari tahun ke tahun dikarenakan pembinaan untuk khasus NAPZA yang tidak diwadahi dengan tepat. Dari identifikasi masalah tersebut, maka dapat diambil satu rumusan permasalahan yaitu bagaimana merancang bangunan panti rehabilitasi NAPZA yang dapat membantu proses penyembuhannya para korban NAPZA dan bagaimana aktualisasi sistem pelayanan terapi dan rehabilitasi pecandu secara terpadu dengan berkonsep pada prilaku arsitektur di perancangan panti rehabilitasi NAPZA. Untuk mendapatkan data-data mengenai obyek tentang panti rehabilitasi NAPZA dilakukan studi komparasi, serta obyek tentang panti rehabilitasi NAPZA secara langsung yang memiliki kesamaan fungsi. Dalam perancangan ini diharapkan bisa memenuhi fungsinya sebagai tempat rehabilitasi. Kata Kunci : NAPZA, Panti Rehabilitasi, Perancangan Â
MUSEUM BUDAYA DI TONDANO (Eksplorasi Arsitektur Tradisional Minahasa)
Tendean, Marco G.;
Sondakh, Julianus A. R.;
Sembel, Amanda S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v4i1.9653
Budaya suatu masyarakat merupakan penentu kualitas bahkan kadar kebahagian manusia dalam masyarakat itu. Budayanyalah yang akan menentukan kualitas politik suatu negara serta daerahnya, sehatnya sistem demokrasi, tegaknya penegakan hak asasi manusia, kerukunan antar golongan masyarakat, berkembangnya sistem hukum yang lebih benar, adil tertib dan berkepastian. Demikian halnya dalam bidang ekonomi, sejarah berperan sangat penting dalam membangun sumber daya manusianya yang lebih produktif dan inovatif meskipun di tengah keterbatasan sumber daya alamnya. Sedemikian besar dan pentingnya peran kebudayaan, namun sayang sekali sedemikan pula kebudayaan tersebut kurang mendapat perhatian dari pihak pemerintah dan masyarakatnya. Bertolak dari kenyataaan yang memprihatinkan itulah Museum budaya di Tondano akan di bangun untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya warisan leluhur masyarakat Minahasa. Objek yang akan di bangun nantinya akan mengambil lokasi di kota Tondano yang merupakan ibukota dari kabupaten Minahasa.Site perancangan Museum Budaya Minahasa ini berada Jalan Langowan-Tondano, Kelurahan Roong, Kecamatan Tondano Timur. Dalam proses perancangan nantinya akan dikaji dan di Eksplorasi aspek-aspek dalam Arsitektur tradisional Minahasa dan akan dipakai dalam konsep perancangan. Dan diharapkan dapat menghadirkan kembali hal-hal yang telah hilang atau telah memudar dalam kaitannya dengan aspek sejarah masyarakat Minahasa Kata Kunci: Kota Tondano, Museum Budaya, Eksplorasi Budaya Minahasa.