cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
REST AREA TRANS SULAWESI ANTAR PROVINSI ARSITEKTUR BIOMIMICRY Tandjung, Adrian A.; Prijadi, Rachmat; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.9031

Abstract

Jalan Trans Sulawesi merupakan satu-satunya jalur transportasi darat yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Utara dengan Provinsi lain yang ada di pulau Sulawesi. Melihat betapa pentingnya jalan Trans Sulawesi ini maka seharusnya telah memiliki fasilitas yang memadai bagi para pengguna jalan.Jarak jauh dan perjalanan yang relatif lama sangat memungkinkan seseorang membutuhkan tempat untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ketempat tujuan masing-masing. Kepadatan kendaraan terkadang membuat pengemudi kelelahan yang pada akhirnya dapat menyebabkan kecelakaan.Selain karena kepadatan arus kendaraan, kelelahan juga terjadi akibat perjalanan yang cukup jauh, dimana pengendara tidak mempersiapkan kondisi fisik dan kondisi kendaraan untuk perjalanan tersebut. Untuk mengurangi kecelakaan dan menghilangkan lelah setelah menempuh perjalanan tersebut kebijakan yang diambil adalah dengan cara membangun tempat-tempat istirahat sesuai dengan jarak/interval dengan mempertimbangkan ketahanan pengemudi dalam berkendaraan. Untuk memberikan kenyamanan bagi para pengunjung dan pengguna rest area, maka pendekatan tema perancangan yang dipilih adalah Arsitektur Biomimicry. Dengan penerapan tema ini pada bangunan, diharapkan akan muncul bentuk-bentuk bangunan yang tereksplorasi berdasarkan konsep adaptasi dengan lingkungan sekitar sehingga muncul wujud bangunan benar-benar merupakan hasil penyesuaian diri dengan keadaan sekitar serta memberikan perasaan senang dan nyaman bagi para pengguna rest area. Kata kunci :Trans Sulawesi, Perjalanan, Istirahat, Adaptasi.
STASIUN TELEVISI TVM DI MANADO (REGIONALISME DALAM ARSITEKTUR) Pasuhuk, Lifiana; Egam, Pingkan P.; Prijadi, Rachmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.10034

Abstract

Dalam perkembangan arsitektur modern muncullah sebuah paham baru yang diperkiran berkembang sekitar tahun 1960, yaitu Regionalisme yang merupakan sebuah perhatian besar terhadap ciri kedaerahan. Menurut Suha Ozkan sendiri cirri utama regionalisme adalah menyatunya arsitektur tradisional dan arsitektur modern. Menurut William Curtis sendiri diharapkan dapat menghasilkan bangunan yang bersifat abadi, melebur atau menyatukan antara yang lama dan yang baru, antara regional dan universal. Pendekatan ini adalah salah satu kritik terhadap Arsitektur Modern yang memandang arsitektur pada dasarnya bersifat universal. Regionalisme Dalam Arsitektur pada Stasiun TV Swasta TVM di Manado merupakan salah satu wujud nyata dari peleburan antara arsitektur modern dan arsitektur tradisional. Selain itu, dengan penerapan tema tersebut tentunya dapat menambah nilai estetika dari desain bangunan. Tujuan dari penerapan Regionalisme Dalam Arsitektur yaitu untuk menunjang tujuan dari objek rancang. Sebagai stasiun tv tentu saja unsur modern sangat berkaitan erat tetapi sebagai representative daerah khususnya Manado unsur tradiosional juga tidak kalah pentingnya. Sehingga dengan upaya ini diharapkan agar unsur-unsur daerah dapat dikenal kembali oleh pemirsanya juga diharapkan bisa dikenal oleh seluruh pemirsa Indonesia. Dengan dihadirkannya desain Stasiun Televisi Swasta TVM ini diharapkan dapat menunjang kegiatan pertelevisian kota Manado yang ada ataupun dapat menjadi salah satu wadah bagi para pemuda dan pemudi Manado mengarahkan kekreatifitasan mereka. Selain dari penerapan Regionalisme Dalam Arsitektur sebagai tema perancangan dari Stasiun Televisi Swasta TVM di Manado, tentunya desain stasiun televisis secara keseluruhan harus sesuai dengan standar kenyamanan karena bangunan tersebut berhubungan langsung dengan individu-individu pengguna. Kata kunci : Regionalisme Dalam Arsitektur, Stasiun Televisi Swasta TVM
SEKOLAH FOTOGRAFI DAN SINEMATOGRAFI (Wujud Ekspresionisme) Lahengko, Karter; Van Rate, Johanes
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.12297

Abstract

Sekolah Fotografi dan Sinematografi adalah suatu wadah arsitektural untuk menyelenggaraan Pendidikan khususnya di bidang Fotografi dan Sinematografi, keberadaan wadah ini salah satu sulusi terbik untuk kemajuan di bidang fotografi dan sinematografi di ilayah Indonesia Tengah khususnya Sulawesi Utara, yang pecinta fotografi dan sinematografi semakin bertambah setiap hari. Untuk itu dirasakan perlu adanya rancangan objek Sekolah Fotografi dan Sinematografi yang dapat menampung dan memfasilitasi aktifitas pendidikan dan kegiatan belajar mengajar khusus fotografi dan sinematografi. Dan sebagai jembatan dalam merancang objek tersebut “Penerapan Wujud Ekspresionisme” diangap cocok menjadi tema perancangan obejk dengan pertimbangan dimana Wujud Ekspresionisme sendiri merupakan suatu kebebasan berekspresi untuk menghasilkan suatu hasil karya terbaik di bidang fotografi dan sinematografi. Selain itu Wujud Ekspresionisme sendiri memiliki karakteristik yang dapat diterjemkan dalam bahasa Arsitektut. Kata Kunci: Espresionisme, Arsitektur, Estetika
HOTEL RESORT DI KOTABUNAN KAB. BOLAANG MONGONDOW TIMUR. Aquascape Arsitektur Bakari, Sanjeksen; Siregar, Frits O. P.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23667

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan nasional. Peranan pariwisata di Indonesia sangat dirasakan manfaatnya, karena pembangunan dalam sektor pariwisata serta pendayagunaan sumber potensi kepariwisataan menjadi kegiatan ekonomi yang dapat diandalkan.Hotel Resort merupakan salah satu sarana pokok dalam menyediakan penginapan, sarana rekreasi pendukung lain dan terletak di lokasi pariwisata. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi utara. “Aqua” merupakan Kata yang berasal dari bahasa Latin yang berarti Air.“Scape” merupakan Bentang, yang dimaksud disini Landscape yaitu Bentang darat/ laut.Jadi, Aquascape adalah Bentang air/ elemen air yang digunakan  pada perancangan ruangluar (landscape) yang lebih dominan dengan memanfaatkan unsur-unsur  penting pada air seperti bentuk, transparansi, pantulan, warna, gerak, suara, dan pencahayaan dengan memadukan unsure ruang luar. Kata Kunci :Pariwisata, Hotel Resort, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Aquascape Arsitektur. 
TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN SEMAYANG DI BALIKPAPAN Kontemporerisasi Budaya Dayak secara Arsitektural Hutagalung, Gabriel P.; Van Rate, Johannes; Prijadi, Rachmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.8887

Abstract

Aktifitas perpindahan manusia dari satu tempat ke tempat lain merupakan salah satu indikasi dari perkembangan ekonomi suatu daerah. Inilah yang terjadi di Kota Balikpapan yang memiliki pertumbuhan pendatang dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kelahirannya. Kondisi ini bisa menjadi sebuah keuntungan bagi Balikpapan, terutama jika dibarengi dengan infrastruktur transportasi yang memadai. Pelabuhan Semayang di Balikpapan contohnya, merupakan infrastruktur kebanggaan karena peranannya sebagai pintu gerbang dari provinsi Kalimantan Timur. Salah satu fasilitas tersibuk di Pelabuhan Semayang adalah terminal penumpangnya. Menurut survey tahun 2014, terminal ini tak lagi mampu memenuhi standar pelayanan dan besaran ruang sudah tidak mampu menampung banyaknya penumpang. Tak hanya itu, sistem sirkulasi penumpang tidak berjalan dengan baik menyebabkan kemacetan dan ketidakaturan dalam bangunan. Melihat kondisi tersebut, penulis merasa perlu untuk mendesain kembali terminal penumpang Pelabuhan Semayang, mengingat kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi yang lebih layak. Tema yang dipakai untuk proses perancangan diambil dari keterkaitan antara objek bangunan dengan lokasi objek,yakni Kontemporerisasi Budaya Dayak secara Arsitektural. Tema ini mengangkat/menampilkan nilai-nilai budaya lokal, yaitu Dayak dan Kontemporerisasi yang diartikan sebagai suatu pembaharuan, kekinian atau tidak kaku. Penerapan tema ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas fasilitas transportasi laut, dapat melestarikan kebudayaan local, dan mempromosikan nilai-nilai budaya Dayak. Objek rancangan dibuat dengan mengupayakan keseimbangan dari segi visual dan dari segi fungsi agar dapat menunjang tuntutan aktifitas dan kebutuhan dari masyarakat kini yang modern dan aktif. Kata Kunci : Dayak, Kontemporerisasi, Pelabuhan,Terminal
REDESAIN PERPUSTAKAAAN PROVINSI SULAWESI UTARA (HIBRIDASI PROGRAM) Salaila, Alvonco; Supardjo, Surjadi; Rengkung, Michael M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.9665

Abstract

Masalah utama yang dihadapi bangsa kita, khususnya dalam bidang pendidikan, di era globalisasi adalah rendahnya tingkat kualitas sumber daya manusia. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah dengan pengembangan minat baca dan kebiasaan membaca. Perpustakaan mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap peningkatan tersebut, hal ini dilatari oleh peran dan fungsi perpustakaan sebagai pusat pengembangan minat baca masyarakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada umumnya. Sedangkan saat ini, keberadaan fasilitas Perpustakaan Daerah di Manado masih belum memadai, maka perlu dihadirkannya suatu image yang baru bagi Perpustakaan Provinsi Sulawesi Utara, tidak hanya bersifat edukatif dengan fasilitas yang memadai, tapi juga harus bersifat rekreatif serta menghibur. Tema Hibridasi Program dipakai sebagai acuan dan strategi perancangan. Diharapkan dengan hadirnya Hibridasi Program sebagai tema perancangan yang mana menghadirkan fungsi baru yaitu perpustakaan digital, akan mampu menciptakan perpustakaan yang modern, mampu menghadirkan kemudahan bagi pengunjung serta mampu marik minat baca masyarakat Sulawesi Utara pada umumnya. Kata kunci : Hibridasi Program, Perpustakaan Provinsi Sulut, Redesain Perpustakaan
PUSAT SENI PAPUA DI KOTA NABIRE. Iconic Micky Kapoh; Surijadi Supardjo; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.28808

Abstract

Pusat Seni Papua di Kota Nabire merupakan suatu wadah atau tempat terpusatnya seluruh kegiatan seni daerah Papua. Karya-karya, keahlian, serta seluruh aspek adat istiadat, baik yang pernah ada dan tak terlihat lagi sekarang, maupun yang terwariskan / masih membudaya sekarang ini, semuanya diidentifikasi, dipelajari, dan dikembangkan oleh para pelaku seni dan budayawan yang ada. Lokasi dari wadah ini terletak di Kabupaten Nabire.Pada perancangan ini digunakan Tema Iconic. Tujuan utamanya ialah merancang bangunan sebagai daya tarik. Dalam hal ini aspek visual menjadi sangat spesifik untuk membantu menampilkan karakter tertentu dari sebuah benda hasil karya seni. Selain itu karya arsitektur yang terhadirkan harus bisa mengimplementasikan konsep desain, memaksimalkan hasil kajian tema Iconic dari budaya lokal, bahkan bisa menggarap unic genius loci (keunggulan tapak/lokasi), baik melalui site planning maupun olahan bentuk dan tampilan massa bangunan.Sesuai dengan RTRW Kabupaten Nabire, lokasi pengembangan daerah terletak pada Distrik Nabire dan penulis mengambil lokasi di Jl. Yos Sudarso Distrik Nabire.Dengan adanya Pusat Seni Papua di Kota Nabire ini diharapkan mampu menunjang kebutuhan masyarakat akan pentingnya kesenian di kota Nabire. Kata Kunci : Pusat Seni, Kota Nabire, Iconic
REDESAIN PASAR TRADISIONAL 'PINASUNGKULAN' KAROMBASAN. Arsitektur Hybrid Musak C. A. Sagitha; Roosye J. Poluan; Ricky M. S. Lakat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.28564

Abstract

Pasar tradisional identik dengan kata kotor, bau, dan semrawut. Ketidak nyamanan civitas pasar sudah menjadi bagian wajib yang seharusnya tidak dirasakan. Seperti halnya Pasar Tradisional “Pinasungkulan” Karombasan di Manado. Sarana dan prasarana yang masih tergolong buruk serta revitalisasi yang dilakukan belum terlihat dampak yang signifikan membuat konsumen tidak ingin berlama-lama berada di dalam area pasar ataupun beberapa diantaranya lebih memilih berbelanja di pasar modern (supermarket).Walaupun begitu, pasar tradisional masih menjadi pilihan masyarakat pada umumnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dikarenakan barang yang dijual relatif lebih murah dan bisa melakukan transaksi tawar-menawar. Pasar Tradisional juga memiliki peran penting dalam Pendapatan Asli Daerah khususnya di kota Manado.Maka dari itu, pada Pasar Tradisional “Pinasungkulan” Karombasan perlu adanya redesain dengan tema Arsitektur Hybrid dengan menggabungkan konsep sisi tradisional khususnya Minahasa dengan sisi modern yang diharapkan mampu menciptakan kenyamanan, keamanan, dan  visualisasi bangunan yang baik sehingga pasar ini dapat turut serta dalam perkembangan perekonomian daerah.Kata kunci           : Pasar Tradisional, Arsitektur Hybrid, Redesain
CONDOMINIUM DI MANADO. Arsitektur Bioklimatik Chelsea A. Salindeho; Jeffrey I. Kindangen; Roosje I. Poluan
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.28598

Abstract

      Kota Manado memiliki perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat di berbagai bidang. Sehingga diserbu oleh para pendatang dan dengan jumlah yang terus meningkat tiap tahun, kebutuhan dan permintaan tempat tinggal juga meningkat. Namun kebutuhan akan hunian menjadi sebuah permasalahan, Karena perkembangan perumahan dikota manado selama ini bersifat sporadis yaitu membentuk pola-pola tidak teratur ke seluruh bagian kota. Dampak yang ditimbulkan dari pemekaran kota yang tidak terkendali dapat menyebabkan hilangnya lahan-lahan subur yang produktif didaerah pinggiran karena kepentingan penyediaan perumahaan. Pada umumnya pembangunan perumahan tersebut tidak diikuti dengan penyediaan fasilitas umum dan fasilitas sosial.       Dalam perancangan Condominium di Manado ini menggunakan konsep Arsitektur Bioklimatik. Hal yang utama dari perancangan ini adalah bagaimana perancang menghadirkan sebuah hunian yang mampu menjawab permasalahan-permasalahan yang ada. Seperti kebutuhan akan hunian yang nyaman dan tidak boros energy, serta hunian yang mempunyai fasilitas-fasilitas yang lengkap yang mampu menunjang kegiatan dan kebutuhan penghuni.Kata kunci : Condominium, Arsitektur Bioklimatik, Manado
WEDDING RESORT DI TOMOHON. Arsitektur Organik Jeniffer G. Tumober; Frits O. P. Siregar; Pierre H. Gosal
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.28599

Abstract

Pernikahan adalah suatu peristiwa penting dalam hidup dimana pesta pernikahan harus dirayakan dengan sukses, indah, dan meriah. Tentunya dibalik keberhasilan suatu pesta pernikahan tersebut, memerlukan banyak waktu dan tenaga untuk mempersiapkannya. Kota Tomohon adalah salah satu kota di Sulawesi Utara yang mempunyai potensi alam dari bentuk wilayah, iklim serta hasil – hasil alam menjadi daya tarik kalangan masyarakat luas untuk mengenal wilayah tersebut, namun dalam hal pelayanan pernikahan di kota tomohon belum memiliki sebuah wadah yang lengkap untuk mempersiapkan pernikahan berupa fasilitas penginapan, persiapan pernikahan, pesta pernikahan dan bulan madu yang belum representatif. Oleh karena itu pentingnya kebutuhan akan suatu wadah yang menyediakan seluruh aktifitas pernikahan yang mudah lengkap dan terpusat. Maka dari itu munculah wadah yang menampung segala yang bersangkutan dengan pernikahan yaitu Wedding Resort. Konsep yang akan digunakan dalam mendesain Wedding Resort ini yaitu Arsitektur Organik, dengan alasan menyesuaikan dengan alam dan lingkungan sekitar. Pendekatan tema Arsitektur Organik diharapkan dapat memberi kesan yang alami dengan ciri bangunan yang terinspirasi dari bentukan alam, adanya pengulangan, elastis, lentur, mengikuti aliran, unik sehingga Wedding Resort ini menjadi icon baru di Kota Tomohon.  Kata Kunci : Wedding Resort, Tomohon, Arsitektur Organik

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue