cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
REDESAIN PASAR TRADISIONAL REMU DI SORONG. Arsitektur Vernakular Pabunnak, Ira; Gosal, Pierre H.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20446

Abstract

Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Perkembangan suatu daerah dapat di lihat dari beberapa indikator di antaranya infrastruktur yang tersedia. Suatu daerah yang berkembang sangat baik jika diikuti dengan infrastruktur yang memadai, maju tidaknya ekonomi suatu daerah dapat dilihat dari pasarnya.Kota Sorong merupakan wilayah kota yang pada hakekatnya sebagai pusat kegiatan ekonomi bagi kota itu sendiri maupun wilayah di sekitarnya, mempunyai pusat pertokoan dan pusat perbelanjaan yang dilengkapi dengan pasar yaitu Pasar Tradisional Remu namun pasar tersebut kurang tertata dengan baik, kawasan tersebut menjadi pusat tujuan belanja bagi penduduk di seluruh wilayah Remu Selatan. Keadaan inilah yang menyebabkan dampak ketidaknyamanan masyarakat dalam berbelanja. Maka ada beberapa infrastruktur dan fasilitas yang harus di desain kembali.Berdasarkan masalah yang terdapat pada Pasar Tradisional Remu di Sorong, maka perlunya dilakukan Redesain Pasar Tradisional Remu dengan perencanaan penataan ulang pasar dari kondisi yang didasarkan pada realita dari permasalahan yang ada. Penataan ulang pasar merupakan jawaban. Sebagai pendukung kegiatan di dalamnya menggunakan tema “Arsitektur Vernakular” karena objek perancangan terletak di Kota Sorong Papua Barat maka akan di terapkan budaya dari daerah setempat.Kata Kunci: Kota Sorong, Pasar Tradisional Remu, Redesain Pasar, Arsitektur Vernakular.
GELANDANGAN SHELTER DI MALANG GAGASAN “ORDER AND DISORDER” DALAM ARSITEKTUR Tamboto, Helsi M.; Rengkung, Michael M.; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.10025

Abstract

Fenomena gelandangan merupakan salah satu permasalahan serius yang ada di Kota Malang. Mereka bergelandangan serta mengemis-ngemis terhadap warga. Kehadiran mereka dapat dengan mudah ditemui di beberapa titik di kota Malang, terutama di pusat-pusat keramaian. Upaya pembinaan terhadap gelandangan atau gelandangan dan pengemis (gepeng) di kotaMalang sering terkendala oleh karena ketiadaan tempat penampungan yang cukup layak. Setiap dilakukan pembinaan, pada akhirnya mereka akan kembali berkeliaran di jalan. Hal ini disebabkan belum adanya shelter atau tempat penampungan di kota Malang yang mampu menampung mereka dengan ketersediaan fasilitas untuk gelandangan dalam jumlah yang besar sehingga upaya pembinaan tidak maksimal. Gelandangan merupakan fenomena sosial yang tidak bisa dihindari dan tak akan habisnya dalam suatu kota besar maupun kota yang berkembang. Oleh karena itu, “Gelandangan Shelter” merupakan sarana yang cocok untuk mengatasi fenomena gelandangan tersebut.Objek ini memiliki maksud yaitu untuk menghadirkan suatu shelter yang semenarik dan senyaman mungkin serta layak untuk ditempati agar para gelandangan di Kota Malang tertarik untuk tinggal dan dibina di tempat ini dan tidak berkeinginan lagi untuk kembali ke jalanan selama dalam masa pembinaan. Untuk lebih memperkuat rancangan objek ini maka digunakanlah tema Gagasan “Order and Disorder”dalam Arsitektur sebagai wujud pentrasformasian tujuan dari objek rancangan ini, yaitu memasukkan unsur keteraturan atau order ke dalam diri para gelandangan yang biasanya menggelandang dan hidupnya tidak teratur atau disorder. Dengan adanya objek ini, diharapkan potensi menjamurnya gelandangan dapat teratasi, sehingga dapat juga menopang naiknya tingkat kesejahteraan masyarakat di Kota Malang. Kata Kunci: Gelandangan, Shelter, Order, Disorder. Fenomena gelandangan merupakan salah satu permasalahan serius yang ada di Kota Malang. Mereka bergelandangan serta mengemis-ngemis terhadap warga. Kehadiran mereka dapat dengan mudah ditemui di beberapa titik di kota Malang, terutama di pusat-pusat keramaian. Upaya pembinaan terhadap gelandangan atau gelandangan dan pengemis (gepeng) di kotaMalang sering terkendala oleh karena ketiadaan tempat penampungan yang cukup layak. Setiap dilakukan pembinaan, pada akhirnya mereka akan kembali berkeliaran di jalan. Hal ini disebabkan belum adanya shelter atau tempat penampungan di kota Malang yang mampu menampung mereka dengan ketersediaan fasilitas untuk gelandangan dalam jumlah yang besar sehingga upaya pembinaan tidak maksimal. Gelandangan merupakan fenomena sosial yang tidak bisa dihindari dan tak akan habisnya dalam suatu kota besar maupun kota yang berkembang. Oleh karena itu, “Gelandangan Shelter” merupakan sarana yang cocok untuk mengatasi fenomena gelandangan tersebut.Objek ini memiliki maksud yaitu untuk menghadirkan suatu shelter yang semenarik dan senyaman mungkin serta layak untuk ditempati agar para gelandangan di Kota Malang tertarik untuk tinggal dan dibina di tempat ini dan tidak berkeinginan lagi untuk kembali ke jalanan selama dalam masa pembinaan. Untuk lebih memperkuat rancangan objek ini maka digunakanlah tema Gagasan “Order and Disorder”dalam Arsitektur sebagai wujud pentrasformasian tujuan dari objek rancangan ini, yaitu memasukkan unsur keteraturan atau order ke dalam diri para gelandangan yang biasanya menggelandang dan hidupnya tidak teratur atau disorder. Dengan adanya objek ini, diharapkan potensi menjamurnya gelandangan dapat teratasi, sehingga dapat juga menopang naiknya tingkat kesejahteraan masyarakat di Kota Malang. Kata Kunci: Gelandangan, Shelter, Order, Disorder.
GRAHA SENI MUSIK KONTEMPORER DI MANADO (EKSPOSE STYLISTIKA MELALUI METODE EKSPRESIONISME ARSITEKTURAL) Mamasung, Christy; Tondobala, Linda; Sondakh, Julianus A. R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.12270

Abstract

Banyak unsur-unsur kebudayaan Indonesia yang dapat dikembangkan. Salah satu unsur yang dapat menonjolkan sifat khas dan mutu serta sangat cocok sebagai unsur utama dari kebudayaan nasional adalah kesenian, baik kesenian nasional maupun kesenian daerah, yang kuno maupun yang kontemporer. Salah satu bentuk kesenian adalah seni musik. Seiring dengan perkembangan informasi dan teknologi, maka perindustrian musik di Indonesia juga kian mengalami perkembangan, diantaranya adalah seni musik kontemporer. Seni Musik Kontemporer sebagai suatu jenis seni musik kekinian yang terus berkembang dan bebas dari batasan-batasan baku, dianggap perlu untuk disediakan wadah dalam perkembangannya, khususnya di kota Manado yang merupakan kota berkembang di era global saat ini. “Graha Seni Musik Kontemporer” adalah objek desain yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Tema yang menampilkan Langgam Arsitektur melalui Metode Ekspresionisme Arsitektural diimplementasikan ke dalam bangunan untuk memperkuat impresi visual objek perancangan. Untuk menghadirkan objek perancangan, perencanaannya melewati berbagai proses, seperti analisa hingga transformasi yang melibatkan banyak aspek perancangan. Tujuannya ialah menghadirkan Graha Seni Musik Kontemporer sebagai wadah yang dapat menampung beragam kegiatan seni musik kontemporer di Manado. Kata Kunci : Seni, Musik Kontemporer, Ekspresionisme.
HOTEL RESORT DI DANAU SENTANI KABUPATEN JAYAPURA “ EKOLOGI SEBAGAI PENDEKATAN DESAIN” Kusumawati, Chotijah M.; Moniaga, Ingerid L.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6663

Abstract

Kabupaten Jayapura merupakan salah satu wilayah yang ada di Provinsi Papua, Kabupaten Jayapura memiliki potensi yang besar dalam sektor  pariwisata. Kekayaan objek wisata yang ada di Kabupaten Jayapura antara  lain wisata alam, peninggalan sejarah dan budaya. Salah satu kawasan objek wisata yang terkenal di Kabupaten Jayapura yakni Danau Sentani yang terletak di Distrik Sentani Timur. Danau Sentani merupakan lokasi terpilih dalam perancangan Objek Hotel Resort di  Danau Sentani Kabupaten Jayapura. Dengan penerapan Ekologi Sebagai Pendekatan Desain, perencanaan dan perancangan memperhatikan nilai-nilai ekologi yakni alam sekitar Danau Sentani sebagai pendekatan desain, sehingga tidak merusak kondisi alam di Danau Sentani dan menjaga ekosistem danau, sehingga dapat menarik wisatawan di Kabupaten Jayapura.   Kata kunci : Ekologi,Danau Sentani, Kabupaten Jayapura
ENTERTAINMENT CENTER DI MANADO. Biophilic Architecture Resky A. F. Th. Durandt; Judy O. Waani; Pingkan P. Egam
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24039

Abstract

           Kota Manado adalah Ibukota dari Provinsi Sulawesi utara yang merupakan kota kedua terbesar di pulau Sulawesi, berdasarkan Dinas Pariwisata, kota Manado memiliki 84 obyek pariwisata dimana 78 obyek diantaranya merupakan obyek pariwisata buatan. Pengembangan sektor pariwisata diyakini mampu memberi efek bagi kesejahteraan daerah dan mewujudkan manado sebagai Kota Ekowisata sebagai tujuan turis di ujung utara sulawesi.Entertainment Center merupakan bangunan yang mengakomodasi pusat hiburan terpusat, berdasarkan fenomena masyarakat dan pusat rekreasi yang sudah ada apabila obyek tersebut monoton akan ditinggalkan oleh masyarakat, Maka perlu sebuah bangunan hiburan yang menyediakan fasilitas menarik yang terpusat didalam satu area atau kawasan.Tema yang di terapkan dalam proses perancangan objek Entertainment Center adalah “Biophilic Architecture” tema ini mengangkat dan menampilkan sebuah hasil perancangan yang didalamnya menerapkan Prinsip-prinsip dari Biophilic Design (Nature in the spaces, Natural Analogues, Nature of the spaces) dengan 14 Patterns dan juga Karakter-karakter Biophilic yang menghadirkan suasana alami dengan elemen-elemen alam seperti tumbuhan, material-material alami dan mengadopsi bentuk-bentuk alam dan juga pemanfaatan alam ke dalam konsepsi perancangan massa . Penerapan tema ini diharapkan mampu menjadi sebuah citra baru terhadap fasilitas rekreasi dan entertainment yang unik di Kota Manado, sehingga dapat menarik minat masyarakat dan juga wisatawan dari luar dengan karakteristiknya serta menjadi icon bangunan pariwisata di Kota Manado yang kemudian dapat berdampak meningkatknya pertumbuhan perekonomian daerah di bidang pariwisata. Kata Kunci : Entertainment Center, Biophilic Architecture, Biophilic Design, Prinsip Biophilic Design(Nature in the spaces, Natural Analogues, Nature of the spaces)
REDESAIN PASAR WINENET DI BITUNG. Green Architecture Titaheluw, Patricia M.; Wuisang, Cynthia E. V.; Gosal, Pierre H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20447

Abstract

Pasar merupakan lembaga ekonomi tempat bertemunya pembeli dan penjual, baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk melakukan transaksi perdagangan, begitu juga dengan Pasar Winenet ini yang merupakan salah satu pasar terbesar di Kota Bitung. Eksistensi dari Pasar Winenet yang mulai berkurang akibat dari perkembangan pasar modern. Untuk menghadirkan pasar yang nyaman dan aman maka redesain sangat dibutuhkan agar dapat mengubah citra pasar yang terkesan kumuh. Metode perancangan ini dilakukan melalui studi terhadap tipologi objek, tema “Green Architecture” serta kajian tapak dan lingkungannya. Dalam perancangan ini, proses desain yang dipakai yaitu metode Glass Box(Kotak Kaca) adalah metode yang mirip dengan cara kerja komputer, dimana dalam merancang dibutuhkan data yang kemudian diolah atau di programkan. Hasil pengolahan data ini kemudian menghasilkan out-put desain.Pasar nantinya akan menjadi sebuah pusat perbelanjaan yang tertata dengan baik dan memiliki fungsi yang maksimal, dengan pengaturan los, kios sesuai jenis dagangan dan koridor yang luas mampu memberikan kenyamanan bagi pengunjung pasar. Penerapan tema green architecture pada bangunan pasar ini akan menghasilkan bangunan yang ramah lingkungan, hemat energi serta penerapan utilitas yang maksimal untuk menunjang aktifitas didalam Pasar Winenet tersebut.Kata Kunci: Pasar Winenet, Kota Bitung, Redesain, Green Architecture.
STASIUN KERETA API TRANS SULAWSIDI BITUNG MUTASI GENETIKA DAN EMBRIOGENESIS DALAM ARSITEKTUR Lainus, Nandar L.; Erdiono, Deddy; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.9180

Abstract

Perkeretaapian sebagai salah satu moda transportasi angkutan darat, merupakan salah satu element dalam perkembangan transportasi massal di Indonesia. Seiring dengan perkembangan tersebut, proses modernisasi dan pengembangan sarana prasarana harus terus ditingkatkan baik dari segi kualitas pelayanan maupun kuantitas bangunan stasiun. Untuk itu perlu direncanakan pembangunan sebuah Stasiun Kereta Api yang ada di Sulawesi Utara. Stasiun Kereta Api Trans Sulawesi di Bitung mempunyai tujuan untuk memfasilitasi pelayanan umum dalam hal transportasi dan juga mewadahi perpindahan moda transportasi di Sulawesi Utara. Objek rancangan ini merupakan hasil dari penelitian tentang metode dari beberapa faktor-faktor dalam studi kasus yang coba ditelusuri oleh perancang, yang kemudian di hadirkan dengan tema Mutasi Genetika dan Embriogenesis dalam Arsitektur.Perancangan proyek tugas akhir ini meliputi perancangan pola dan kondisi tapak serta bentukan massa bangunan. Pembangunan Stasiun Kereta Api Trans-Sulawesi merupakan mega proyek pemerintah yang telah resmi akan dibangunan di pulau Sulawesi. Peran dari pemerintah sangat membantu dalam proses perancangan karena dalam proses perancangan ini, perancang sangat membutuhkan data-data yang akurat untuk menunjang perancangan proyek tugas akhir ini. Tema Mutasi Genetika dan Embriogenesis dalam Arsitekturakanmenyebabkan terjadinya sebuah perkawinan antara dua fungsi, yang kemudian dimasukan dalam Indikator rekayasa ruang. Pada tahap berikutnya hasil perkawinan fungsi tersebut dimasukan di dalam sebuah proses embriogenesis, proses ini memungkinkan terjadinya sebuah pertumbuhan dan perkembangan fungsi secara“alami” dan bertahap yang disebut dengan proses Embriogenesis dalam Arsitektur.   Kata kunci : Stasiun Kereta Api, Mutasi Genetika, Embriogenesis.
HOTEL RESORT DI TOMOHON (Implementasi Konsep Accomodating dan Innovative dalam Konteks Arsitektur Posmodern menurut Robert Venturi) Mandagi, Rocky A.; Betteng, Luther; Poluan, Roosje J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.10718

Abstract

Pengembangan kawasan wisata disuatu daerah sangatlah penting dalam pengembangan kualitas suatu daerah. Sulawesi Utara merupakan sebuah wilayah yang memiliki banyak potensi - potensi alam yang dapat dikembangkan sebagai daerah wisata. Kota Tomohon dikenal memiliki potensi alam dari bentuk wilayah, iklim serta hasil – hasil alam menjadi daya tarik kalangan masyarakat luas untuk mengenal wilayah tersebut. Pengadaan wadah wisata dapat menjadi salah satu alternatif guna merespon kunjungan para wisatawan dan melengkapi kebutuhan objek wisata kota Tomohon. Perancangan Hotel Resort di kota Tomohon dapat dijadikan strategi untuk menyediakan wadah bagi penikmat wisata masyarakat luas baik dalam skala domestik maupun mancanegara. Hotel Resort dengan tema perancangan “Implementasi Konsep Accomodating dan Innovative dalam Konteks Arsitektur Postmodern menurut Robert Venturi” menghadirkan rancangan yang mengangkat karakteristik lokal kota Tomohon yang digabungkan dengan perkembangan inovasi arsitektur yang sedang berkembang.   Kata Kunci : Hotel Resort, Objek Wisata, Arsitektur postmodern, accommodating, innovative
HOTEL RESORT DI TANJUNG KASUARI SORONG “ARSITEKTUR EKLEKTIK” Titiheru, Novalin Y.; Rogi, Octavianus H. A.; Sembel, Amanda S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6445

Abstract

Kota Sorong Sebagai kota yang terkenal sebagai salah satu kota dengan peninggalan sejarah bekas perusahaan minyak dan beberapa kawasan wisata lainnya yaitu taman rekreasi pantai Tanjung Kasuari dengan pesona pasir putihnya. Tempat yang perlu dikembangkan  dalam sektor pariwisata Kota Sorong, dengan mengembangkan fasilitas-fasilitas wisata yang memadai agar tempat ini juga di kenal bukan hanya sebagai tempat rekreasi saja tapi juga di kenal dengan keindahan alamnya. Hotel Resort adalah salah satu obyek wisata yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan wistawan yang berkunjung. Penerapan Arsitektur Eklektik adalah sebuah pergerakan arsitektur dengan metode menggabungkan (kombinasi) berbagai aspek, ide, teori maupun yang ditujukan untuk membuat arsitektur terbaik dengan kombinasi yang ada. sentiman dan nostalgia pada keindahan gaya masa lampau juga termasuk ciri Eklektik dengan menggabungkan unsur tradisional dan modern kedalam suatu bangunan yang dianggap sesuai untuk menampilkan keindahan masa lalu. Kata Kunci : Hotel Resort; Eklektik; Tanjung Kasuari
PERPUSTAKAAN DAERAH PROVINSI MALUKU UTARA DI SOFIFI “IMPLEMENTASI SASADU SEBAGAI ARSITEKTUR TRADISIONAL MALUKU UTARA” Ruslan, Sudirman; Waani, Judy O.; Supardjo, Surjadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.7742

Abstract

Perpustakaan daerah provinsi Maluku Utara di Sofifi adalah sebuah fasilitas pendidikan  yang lebih menekankan pelayanan masalah pendidikan sebagai salah fasilitas yang mampu mengembangkan sumber daya manusia seutuhnya dan punya daya saing. Maluku utara  yang beribukota di Sofifi dan merupakan salah satu provinsi termuda, sudah tentunya harus memiliki fasilitas – fasilitas penunjang hidup yang lebih maju agar dapat disetarakan dengan kota lain di Indonesia.Salah satunya adalah fasilitas dibidang pendidikan,hal ini dapat dilihat dari letak geografis dan dari banyak sekolah maupun perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang ada di Maluku Utara. Dengan menggunakan pendekatan desain berupa tema perancangan dengan “Impelemnetasi sasadu sebagai arsitektur Tradisional Maluku Utara” yaitu pengaplikasian ruang, bentuk, pola sirkulasi dan tatanan ruang luar yang diharapkan dapat membeikan warna tersendiri dalam pelayanan pendidikan di Maluku Utara. Kata Kunci : Perpustakaan Daerah, Sasadu

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue