Articles
882 Documents
COFFEE CENTER DI BOLAANG MONGONDOW TIMUR. Arsitektur Lansekap
Sangkaeng, Collen;
Kapugu, Harry;
Sembel, Amanda S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dewasa ini rutinitas manusia yang meningkat ditandai dengan padatnya aktivitas sehari-hari mampu membuat suasana penat dalam pekerjaan. Salah satu cara masyarakat terutama masyarakat perkotaan menghilangkan kejenuhan dari aktivitas sehari-harinya yaitu dengan minum kopi.Ngopi di coffee shop menjadi suatu gaya hidup perkotaan masa kini. Pandangan masyarakat terhadap kopi di zaman sekarangpun sudah berubah. Masyarakat dahulu memandang kopi secara sederhana dengan cara yang sederhana sedangkan masyarakat zaman sekarang memandang kopi dari berbagai sudut pandang dan cara penyajian yang kompleks. Namun terdapat kesamaan yaitu kopi digemari dan dipercaya sebagai penghilang penat. Sayangnya masyarakat Indonesia kurang mengenal asal-usul penemuan kopi, macam-macam kopi terutama kopi Indonesia dan teknik pengolahannya. Disamping itu, saat ini di kota Manado terdapat komunitas pecinta kopi yang bernama Komunitas Pecinta Kopi Manado yang tidak memiliki tempat tetap untuk berkumpul dan melakukan aktivitas bersama komunitasnya. Dengan hadirnya Coffee Center ini, pengunjung akan memperoleh pengetahuan tentang sejarah penemuan kopi hingga kopi masuk ke Indonesia. Selain itu juga pada museum kopi ini terdapat penjelasan mengenai proses pengolahan kopi dan penjelasan mengenai alat-alat kopi. Pengunjung juga dapat menikmati sajian olahan kopi khas Indonesia dan kopi mancanegara. Coffee Center ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti cupping room, kelas barista, dan meeting room sehingga pengunjung mendapat pengalaman yang baru setelah mengunjungi Coffee Center ini.Perancangan dari Coffee Center ini mengaplikasikan tema Arsitektur Lanskap atau seni taman yang membuat para pengunjung nyaman dan relax saat menikmati taman dan pemandangan alam disekitar Coffee Center tersebut. Kata Kunci : Coffee, Museum, Cafe, Arsitektur Lanskap
GALERI SENI PATUNG DI MANADO. Arsitektur Kontemporer
Gabriela Luring;
Alvin J. Tinangon;
Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v9i1.29012
Perkembangan seni yang pesat pada masa kini memberikan dampak pada bidang seni, dimana pelaku dan peminat seni semakin banyak bermunculan. Seni patung yang berwujud tiga dimensi menjadi salah satu seni yang banyak dinikmati. Di Indonesia sendiri khususnya kota Manado memiliki banyak sekali penikmat seni patung namun belum adanya wadah untuk menyelenggarakan kegiatan seni tersebut. Galeri Seni Patung di Manado hadir sebagai wadah untuk dapat mengembangkan seni, mengenal seni, serta melestarikan seni khususnya bagi para penikmat seni patung. Selain itu Galeri Seni Patung di Manado ini menunjang para seniman patung untuk lebih aktif dalam melakukan karya seni yang lebih tereskpos. Galeri ini dirancang mencakup fasilitas pembelajaran, eksibisi, rekreasi, dan juga penawaran produk hasil karya seni patung. Tema perancangan yang digunakan untuk Galeri Seni Patung yaitu Arsitektur Kontemporer. Konsep yang diterapkan adalah bentuk yang bebas, variatif serta up to date yang mana mengikuti perkembangan zaman.Kata Kunci: Galeri Seni, Patung, Kota Manado, Arsitektur Kontemporer
GALERI SENI PATUNG DI MANADO. Arsitektur Kontemporer
Luring, Gabriela;
Tinangon, Alvin J.;
Lintong, Steven
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan seni yang pesat pada masa kini memberikan dampak pada bidang seni, dimana pelaku dan peminat seni semakin banyak bermunculan. Seni patung yang berwujud tiga dimensi menjadi salah satu seni yang banyak dinikmati. Di Indonesia sendiri khususnya kota Manado memiliki banyak sekali penikmat seni patung namun belum adanya wadah untuk menyelenggarakan kegiatan seni tersebut. Galeri Seni Patung di Manado hadir sebagai wadah untuk dapat mengembangkan seni, mengenal seni, serta melestarikan seni khususnya bagi para penikmat seni patung. Selain itu Galeri Seni Patung di Manado ini menunjang para seniman patung untuk lebih aktif dalam melakukan karya seni yang lebih tereskpos. Galeri ini dirancang mencakup fasilitas pembelajaran, eksibisi, rekreasi, dan juga penawaran produk hasil karya seni patung. Tema perancangan yang digunakan untuk Galeri Seni Patung yaitu Arsitektur Kontemporer. Konsep yang diterapkan adalah bentuk yang bebas, variatif serta up to date yang mana mengikuti perkembangan zaman.Kata Kunci: Galeri Seni, Patung, Kota Manado, Arsitektur Kontemporer
PUSAT PELATIHAN BINA NETRA LOW VISION DI MANADO (Behaviour Modifier)
Kindangen, Triesa J.;
Sela, Rieneke L. E.;
MT, Suryono
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v3i1.5578
Perilaku manusia dalam hubungannya terhadap suatu lingkungan berlangsung dan konsisten sesuai waktu dan situasi. Karenanya pola perilaku yang khas untuk lingkungan tersebut dapat diidentifikasikan. Pola perilaku tersebut dapat mempengaruhi bentukan arsitektural yang ada pada lingkungan fisiknya, begitu pula sebaliknya.. Dalam kajian behaviour modifier ini arsitektur atau bangunan harus berfungsi sebagai pembentuk perilaku. Tunanetra adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi seseorang yang mengalami gangguan atau hambatan dalam indra penglihatannya. Berdasarkan tingkat gangguannya Tunanetra dibagi dua yaitu buta total (total blind) dan yang masih mempunyai sisa penglihatan (Low Vision). Pusat pelatihan bina netra low vision di Manado tempat untuk memfasilitasi penyandangn cacat tunanetra low vision dalam melatih diri dan membentuk pola prilaku yang baik dan mandiri. Kata kunci : Pusat Pelatihan Bina Netra(low vision), Perilaku Arsitekur, Tunanetra, Penyandang cacat Tuna netra, Behaviour modifier.
TAMAN BERMAIN DAN BELAJAR ANAK–ANAK DI MANADO (Language of Space Sebagai Pendekatan Desain)
Montol, Ewin A.;
Mastutie, Faizah;
Warouw, Fela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v4i2.10722
ABSTRAK Masa anak-anak adalah masa dalam proses tumbuh kembang. Pada usia ini segala aspek perkembangan anak mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dengan keterampilannya yang masih terbatas, anak-anak melakukan aktifitas bermain untuk mendapatkan informasi tentang dunia sekitarnya. Sehingga dapat dikatakan bermain bagi anak-anak merupakan atau menmungkinkan iklim belajar yang paling optimal bagi anak-anak. Kota Manado dengan jumlah penduduk anak yang cukup tinggi dihadapkan pada permasalahan yang umum terjadi yaitu sarana dan prasarana dan prasarana yang ada belum memenuhi kebutuhan untuk menunjang perkembangan anak-anak. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu diadakan suatu wadah untuk menunjang pertkembangan anak-anak yaitu dengan Taman Bermain dan Belajar Anak-anak. Taman bermain dan belajar anak-anak dengan menggunakan tema Language of Space sebagai pendekatan desain, objek ini diharapkan mampu menyampaikan atau memberi kesan sebagai tempat untuk bermain dan belajar, serta fungsinya untuk menunjang perkembangan dan pertumbuhan anak-anak. Taman bermain dan belajar anak-anak di Manado ini adalah wadah atau suatu fasilitas untuk menampung kegiatan anak-anak dengan memakai pendekatan desain Language Of Space. Sesuai dengan peruntukkannya maka objek terletak di Kecamatan Malalayang dengan dalam hal ini menggunakan metode deskriptif yang melalui berbagai tahapan, yaitu pengumpulan data, analisa data, transformasi konsep. Dengan adanya Taman Bermain dan Belajar ini diharapkan mampu mewadahi kebutuhan akan tumbuh kembang anak. Kata kunci : Anak-anak, Taman, Bermain, Belajar, Language of space
REDESAIN PASAR CITA BITUNG - Arsitektur Berwawasan Perilaku Masyarakat
Seredity, Christina;
Tilaar, Sonny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v1i2.572
REDESAIN PASAR CITA DI BITUNG (ARSITEKTUR BERWAWASAN PERILAKU MASYARAKAT) Christina Seridity[1] Ir.Sonny Tilaar.,M.Si[2]  ABSTRAK Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Kota Bitung merupakan wilayah kota yang pada hakekatnya sebagai pusat kegiatan ekonomi bagi kota itu sendiri maupun wilayah sekitarnya.Tepatnya berada di Kecamatan Maesa yaitu pasar Cita namun pasar tersebut kurang tertata dengan baik, Maka ada beberapa fasilitas dan infrastruktur yang harus dan ditata kembali. Sebagai pendukung kegiatan di dalamnya menggunakan Tema “Arsitektur Berwawasan Perilaku Masyarakat†karena objek perancangan berkaitan dengan kenyamanan seseorang baik dengan ruangan (tempat ia beraktifitas) maupun kenyamanan yang diberikan objek terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya. Kata kunci: Bitung, Redesain, Arsitektur Berwawasan Perilaku Masyarakat. [1] Mahasiswa PS 1 Arsitektur UNSRAT [2] Staf  Dosen  Pengajar Arsitektur UNSRAT
PUSAT REHABILITASI PENDERITA HIV/AIDS DI MANADO Pengembangan Konsep ‘CONNECTED ISOLATION’ Dari Thom Mayne Untuk Strategi Desain Arsitektur
Soleman, Petika P.;
Erdiono, Deddy;
Sembel, Amanda S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v3i2.6056
ODHA adalah sebutan yang diberikan pada orang dengan HIV/AIDS. Dengan adanya stigma negatif hingga sikap diskriminatif dari masyarakat lain terhadap penyakitnya membuat ODHA mengalami perasaan tidak tenang karena ada rasa takut, malu, marah dan kecewa. Untuk merespon rasa tidak senang tersebut, maka ODHA harus dikenalkan terhadap perubahan, dimana untuk mencapainya perlu 3 aspek yaitu rasa percaya diri, rasa fleksibel dan rasa ingin tahu. Tema perancangan yang digunakan yaitu Pengembangan Konsep CONNECTED ISOLATION dari Thom Mayne Untuk Strategi Desain Arsitektur. Penerapan tema parancangan tersebut dapat dicapai melalui sebuah program rehabilitasi social merupakan wadah kegiatan pelayanan program rehabilitasi bagi ODHA. Â Kata Kunci : ODHA, HIV/AIDS, Rehabilitasi, Connected Isolation, Manado
PAPENDANGAN DI AMURANG “ARSITEKTUR BAMBUâ€
Mamangkey, Meliza;
Gosal, Pierre H.;
Mononimbar, Windy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v5i1.13025
Sektor pendidikan merupakan salah satu program prioritas pembangunan daerah Kabupaten Minahasa Selatan. Saat ini, pendidikan nonformal khususnya pendidikan yang mengajarkan budaya lokal dalam hal ini budaya Minahasa merupakan alternatif yang dibutuhkan generasi muda dalam penemuan jati diri dan pengembangan diri, khususnya di Minahasa Selatan yang memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua dan memiliki luas wilayah terbesar di Minahasa Raya. Selain itu, letak Amurang sebagai ibukota Kabupaten Minahasa Selatan merupakan letak yang sangat strategis dilihat dari perspektif regional. Melihat pentingnya anak muda di Minahasa Selatan bahkan Minahasa secara keseluruhan untuk belajar tentang budaya Minahasa maka ada baiknya dihadirkan kembali Papendangan yang pada sejarahnya sebagai pusat pendidikan orang Minahasa tempo dulu. Untuk membangun Papendangan berdasarkan RTRW Kabupaten Minahasa Selatan dan kriteria pemilihan lokasi site lainnya, Papendangan sebagai fasilitas pendidikan berlokasi di Desa Rumoong Bawah, Kecamatan Amurang Barat. Dalam menghadirkan kembali Papendangan yang berlokasi di Amurang maka penulisan ini berisi konsep-konsep perancangan Papendangan dengan racikan baru berdasarkan studi literatur tentang objek Papendangan dan hasil studi komparasi dengan objek yang memiliki fungsi sejenis. Arsitektur Bambu digunakan sebagai tema perancangan karena bambu dianggap mengandung filosofi yang sejalan dengan visi Papendangan yang ingin melindungi generasi muda Minahasa dengan ilmu budaya yaitu budaya Minahasa. Kata Kunci : Pendidikan Nonformal, Papendangan, Amurang, Arsitektur Bambu
RUMAH SAKIT KANKER DI MANADO (Implementasi “Holistic Medicine†Dalam Rancangan Arsitektur)
Supit, Syalom M;
Poluan, Roosje J
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v2i2.2102
ABSTRAK Indonesia yang adalah negara berkembang, seiring dengan negaranya, Sulawesi Utara juga merupakan salah satu provinsi yang yang sedang berkembang yang ada dinegara Indonesia. Segala hal yang berhubungan dengan perkembangan seringkali memicu timbulnya berbagai aspek masalah didalamnya terlebih khusus masalah kesehatan, khususnya penyakit Kanker. Rumah Sakit Kanker selayaknya bisa dibangun di Kota Manado diperuntukan bagi masyarakat Sulawesi Utara, bahkan daerah sekitarnya. Selain melaksanakan fungsinya dalam melayani pasien, Rumah Sakit ini juga melaksanakan program pendidikan dibidang kanker yang diperuntukan bagi para dokter, mahasiswa, tenaga medis, bahkan masyarakat umum, dengan cara memberikan kesempatan dalam memperoleh informasi dan penelitian. Untuk mencapai tujuan di atas, proses perancangan Rumah Sakit ini dilaksanakan dengan suatu konteks tematik implementasi “Holistic Medicine†dalam rancangan Arsitektur sebagai strategi yang akan diterapkan pada perancangannya. “Holistic Medicine†ialah suatu proses penerapan pengobatan secara menyeluruh, dengan harapan konsep ini teraplikasikan ke dalam rancangan arsitektur untuk pemenuhan fungsi dari Rumah Sakit Kanker sendiri. Dalam hal ini penggunaan komponen desain yang bertanggung jawab menghasilkan rancangan Rumah Sakit Kanker yang sehat. Hal ini mengacu pada proses penyembuhan dan pengobatan bagi penderita kanker. Perbedaan ini diharapkan dapat makin meningkatkan dan mengintensifkan fungsi Rumah Sakit sebagai suatu fasilitas publik yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kata Kunci : Rumah Sakit, Arsitektur, Holistic Medicine.
TERMINAL TIPE C DI TAHUNA. Arsitektur Neo Vernakular
Eden K. Patombongi;
Aristotulus E. Tungka;
Ingerid L. Moniaga
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30161
Terminal Angkutan Darat merupakan penyedia jasa angkutan umum yang berfungsi untuk dapat memberikan pelayanan kemudahan, kenyamanan dan rasa aman kepada pengguna jasa angkutan umum di dalam melakukan perjalanan. Terminal Merupakan suatu elemen yang sangat penting dalam sebuah kota untuk mendukung keefektifan, kelancaran kegiatan mobilitas bagi masyarakat. Sehingga fungsi dari suatu terminal haruslah benar-benar memberikan suatu pelayanan penyedia jasa angkutan yang baik untuk pengguna jasa angkutan. Kota Tahuna merupakan ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara yang cukup berkembang dalam segi ekonomi dan pariwisata dengan aktifitas mobilitas penduduk yang cukup tinggi. Melihat kondisi ini, diperlukan Fasilitas Terminal penumpang berskala tipe C yang dapat melayani kebutuhan masyarakat di wilayah Kabupaten. Untuk meningkatkan daya tarik masyarakat dalam menggunakan Terminal tipe C maka dibutuhkan desain Terminal yang aman, nyaman, dengan pengaturan frekuensi waktu tunggu kendaraan yang teratur. Perancangan Terminal tipe C Kota Tahuna ini bertujuan, pertama menghadirkan ikon baru melalui fasilitas transportasi yang representatif sesuai standarisasi yang ditetapkan pemerintah pada wilayah kabupaten. Kedua, melayani kebutuhan aksesibilitas masyarakat di wilayah kepulauan dengan mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal melalui tema Arsitektur Neo Vernakular yang memunculkan unsur-unsur tradisional kota Tahuna. Kata Kunci: Terminal tipe C, arsitektur neo vernakular, kota tahuna